Janji=Hutang?

Ada yang mengatakan janji adalah hutang. Seremeh apa pun janji tersebut harus ditepati. Bahkan, ada hadits yang menyebutkan bahwa salah satu ciri-ciri sifat munafik adalah jika berjanji akan ingkar. Hmmm …  menjadi orang yang suka memegang janji itu sangat penting. Sebaiknya sifat ini menjadi salah satu kepribadian yang kita miliki.

Menjadi orang yang memegang janji sepertinya memang mudah untuk diniatkan. Namun, pada kenyataannya sulit juga untuk dilakukan. Ada beragam alasan, padahal tentunya pihak lain menunggu ‘janji’ kita untuk ditepati. Seringnya, kita menyepelekan hal tersebut dan dengan mudahnya mengucapkan janji. Bisa jadi, lho beberapa kesulitan yang kita alami itu salah satunya karena kita belum menepati janji. Hehehe … itu hanya asumsi saya berdasarkan pengalaman.

Saat saya sedang sibuk dengan pekerjaan dan pusing dengan usulan penelitian yang ndak kelar-kelar, ada seorang teman di FB meminta salah satu cerita di http://www.ceritaanakislam.net Sayangnya, cerita itu sudah diterbitkan. Tentunya urusannya sudah dengan penerbit. Lalu, dengan spontan saya menjanjikan untuk menuliskan satu cerita anak untuk dia. Tentunya dia senang karena cerita itu untuk tugas akhirnya.

Saya begitu mudah berjanji tanpa memperhitungkan beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan. Akhirnya, untuk beberapa saat ‘janji’ itu terbengkalai. Saya berniat untuk menulis satu cerita anak tapi selalu tertunda oleh hal lainnya. Lalu, ada yang saya sadari, usulan penelitian yang saya ajukan tidak mengalami kemajuan apa-apa. Akhirnya, saya berusaha meniatkan diri untuk menulis satu cerita anak. Dan saya berhasil menulis satu cerita dalam waktu tiga jam. Setelah selesai, cerita itu saya kirimkan. Alhamdulillah, cerita yang saya tulis menurutnya cocok untuk tugas akhirnya. Subhanallah, setelah saya tunaikan janji tersebut, usulan penelitian saya pun mengalami kemajuan. Akhirnya, saya bisa mengajukan sidang UP.

Saya pun semakin menyadari betapa pentingnya untuk menepati janji. Dan salah satu janji yang sulit ditepati adalah janji pada diri sendiri. Seringnya, kita mengabaikan untuk memenuhi janji tersebut dengan beragam alasan. Mungkin karena tidak ada yang nagih kali, yaa..

Satu hal yang saya sadari sekarang. Jika memang tidak sanggup untuk menepatinya sebaiknya jangan berjanji kepada pihak lain. Hal itu akan menyulitkan diri sendiri dan khawatirnya, janti tersebut sulit untuk tertunaikan.

2 Comments on Janji=Hutang?

  1. ummi bindya
    March 4, 2012 at 9:12 am (3 years ago)

    setuju sama rani.. yang paling sulit adalah berjanji pada diri sendiri..

    Reply
    • rani yulianty
      March 4, 2012 at 10:09 am (3 years ago)

      iyaaa…Ummi…selalu mundur, soalnya ndak ada yang nagih … ;op

      Reply

Leave a Reply