Kegagalan Sukses yang Tertunda

Gbr. diambil dari http://www.hrmorning.com

Gbr. diambil dari http://www.hrmorning.com

Pernah mendengar atau membaca istilah kegagalan: sukses yang tertunda? Yah, terdengar manis di telinga, bukan? Kalimat yang menenangkan saat seseorang mengalami kegagalan agar tidak merasa down dan berhenti berusaha. Namun, tidak setiap orang mampu menerima kegagalan dan kembali bangkit untuk merajut impiannya.
Tanpa terasa, bulan April merupakan bulan ke-12, kualifikasi saya untuk title baru Director. Tinggal satu kesempatan lagi dan satu bulan lagi. Awal bulan, saya cukup percaya diri bisa closing Director di akhir bulan April karena pencapaian poin yang cepat.Namun, mulai pertengahan bulan, pergerakan poin melambat, follow up digencarkan. Sampai akhir bulan, terjadi naik turun jumlah poin karena cancel order. Para new achiever di bulan Maret, tidak bisa mempertahankan titelnya di bulan April. Hasilnya, sampai detik-detik terakhir menjelang v3 ditutup, saya GAGAL menutup akhir bulan dengan newtitle Director. Saya pun harus mengulang kembali kualifikasi saya.
Kecewa? Sebagai manusia biasa tentu saja ada rasa kecewa. Membutuhkan waktu beberapa hari bagi saya untuk melakukan evaluasi. Ya, saya tidak akan menyalahkan orang lain atas kegagalan ini karena memang diri sayalah yang BERSALAH atas kegagalan ini. Saya harus jujur pada diri saya sendiri agar saya bisa melakukan koreksi atas kegagalan saya ini.
Hasil evaluasi:
1. Saya terlalu percaya diri akan berhasil sehingga santai dan tidak mempersiapkan kegagalan
2. Saya kurang keukeuh dalam memperjuangkan target
3. Terlalu banyak pertimbangan sehingga tidak langsung melangkah
4. Masih bekerja dengan orang yang lama
5. Kurang fokus dalam menyelesaikan permasalahan teknis (gadget error, dan hal teknis lainnya)
6. Berlarut-larut dalam menyelesaikan masalah
Itu beberapa hal hasil evaluasi kerja saya sehingga menghasilkan kegagalan. Saya menuliskan ini sebagai bahan pembelajaran untuk kita semua yang memiliki TARGET bahwa kita memang harus KEUKEUH dengan target kita. Selalu UPGRADE impian kita dan tim karena kita mandek mungkin karena impian kita yang kurang jelas juga, impian yang terlampau jauh. Impian bisa dicicil satu per satu, jangan lupa impian dijemput, yaaa…
Kegagalan adalah SUKSES yang tertunda. Saya percaya itu dan bersiap untuk menjemput IMPIAN.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *