Acer Liquid Z320 untuk Anak Generasi Platinum

“Bundaaa… Athan mau tabeet,” rengek Fathan, si ganteng yang masih berusia 3 tahun.
“Waah, anak-anak belum boleh punya tablet sendiri, sekali-sekali Fathan pinjem punya Bunda aja, ya,” rayuku.
“Tapi, Dhea punya,” rengeknya lagi, merujuk pada sepupunya yang bebas menggunakan ponsel pintar milik ibunya.
Heumm … sampai situ saya belum bisa menjawabnya lagi. Saya berusaha mengalihkan perhatian Fathan pada hal lain.

Jujur saja, saya belum merelakan hati untuk memberikan Fathan gadget baik tablet maupun ponsel pintar. Sesekali kalau mau main games, Fathan boleh pinjam ponsel Bunda. Hati saya masih bertentangan antara membolehkan Fathan main games di ponsel atau tidak. Apalagi berseliweran berita mengenai bahaya main games di gadget. Waaah, hati saya makin cemas. Akan tetapi, sulit juga jika harus bersikap sangat ketat dalam penggunaan ponsel karena banyak anak sebaya Fathan di lingkungan rumah yang anteng bermain games di gadget milik orang tuanya.
Kecemasan saya bertambah saat membaca hasil survei yang menyebutkan bahwa saat ini terdapat jutaan anak di Indonesia yang sudah memainkan games pemula dari facebook ataupun Ipad dan 2 hingga 5 tahun ke depan mereka akan bosan dan tertarik dengan tantangan games yang lebih tinggi. Oleh karena itu saya pakai beberapa tips aman saat anak bermain dengan ponsel pintar.

Tips Aman Anak Bermain Smartphone

Tips Aman Anak Bermain Smartphone

Tidak bisa disangkal, Fathan bersama anak-anak lainnya saat ini merupakan generasi platinum di era digital. Setiap hari, generasi ini sudah dekat sekali dengan namanya gadget dan perangkat digital lainnya. Sejak bangun tidur, anak-anak sudah melihat orang tuanya memegang gadget masing-masing. Mereka pun betah bermain dengan gadget karena gadget menawarkan permainan-permainan yang menarik.
Sebagai generasi platinum, tentunya Fathan dengan anak-anak seusianya sangatlah beruntung karena mereka hadir saat teknologi komunikasi menuju kematangan. Anak-anak ini memiliki kemampuan dalam mengakses dan memanfaatkan informasi. Tentu saja, anak-anak ini memiliki peluang yang lebih baik untuk mengembangkan diri dan menjadi manusia yang produktif. Anak-anak ini aktif di bidang akademis dan nonakademis. Anak-anak ini memiliki multitalenta, multibahasa, dll.
Akan tetapi, sebagai seorang ibu, saya sendiri merasa ada kekhawatiran dengan hal tersebut. Apakah sebagai seorang ibu saya mampu membimbing Fathan yang berada di generasi platinum ini untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya? Jangan-jangan saya terlalu santai sehingga kebablasan dan membiarkan informasi masuk ke dalam dirinya begitu saja. Sependek pengetahuan saya, tidak semua informasi itu positif karena ada banyak informasi negatif yang beredar dan wajib kita filter sebelum terakses ke dalam pikiran anak-anak yang masih murni. Saya sering berpikir, sudahkah saya menyiapkan anak-anak saya dalam menghadapi tantangan era digital?
Sebagai seorang ibu bekerja terkadang saya merasa lelah saat pulang dan mendengar rengekan anak yang ingin main games. Saya pun membiarkan anak yang masih berusia tiga tahun itu mengutak-atik ponsel. Saya sering merasa takjub saat dia sudah sangat lihat mencari games favoritnya di ponsel. Ternyata, perilaku seperti itu tidak hanya dialami Fathan, banyak balita seusia Fathan yang sudah sangat fasih mengoperasikan ponsel milik orang tuanya.
“Ipank itu sudah pintar cari dan download sendiri games di play store,” cerita seorang sahabat yang memiliki putra seusia Fathan. Duuh, benar-benar tepuk kening deh jika menghadapi kelakuan anak-anak generasi platinum ini.
Saya sendiri belum begitu perhatian dengan bahaya gadget jika diberikan begitu saja kepada anak.

Seringkali saya membiarkan Fathan bermain games dengan asumsi dia akan tenang dan anteng. Padahal, ada bahaya besar yang mengintai. Bahaya tersebut yaitu kecanduan bermain games. Duuh, jangan sampai, deh. Namun, saya tetap membiarkan Fathan bermain games karena saya juga tahu ada hal-hal positif dari games yaitu:
• Meningkatkan penggunaan bahasa Inggris, Fathan termasuk generasi platinum yang memang sudah terbiasa dengan multibahasa. Saat bermain games, ada games-games tertentu yang menggunakan bahasa Inggris. Sedikit-sedikit, Fathan sudah faham kosa kata dalam bahasa Inggris.
• Melatih pemecahan masalah dan penggunaan logika.
• Praktek penggunaan motorik halus dan kemampuan spasial.
• Pemain dikenalkan pada teknologi informasi.
• Kemampuan membaca dan mengeja meningkat signifikan dengan games edukasi.
• Meningkatkan kemampuan membuat strategi dan membantu mengembangkan teknik analisis kritis.
• Pemain bisa membuat permainan sendiri jadi bisa menstimulasi otak dan proses berpikir untuk bisa menciptakan skenario yang panjang dan rumit.
• Pemain bisa menggunakan imajinasi untuk menyeimbangkan skenario dalam games seperti realita.
• Banyak games yang mengajarkan anak nilai ekonomi lewat mendapatkan uang dan bisa menukarkannya dengan objek yang bisa memfasilitasi mainan tersebut.
• Memberikan kesempatan untuk orang tua dan anak bermain bersama.
Hal-hal postif di ataslah yang membuat saya tetap membiarkan Fathan bermain games di ponsel walaupun tetap diiringi rasa cemas karena ternyata games juga memiliki dampak negatif, di antaranya secara fisik dapat menyebabkan kekejangan pada lengan, terkikisnya lutein pada retina mata, dan mencetuskan epilepsi. Selain dampak negatif terhadap tubuh, games juga bisa merusak otak karena games mengganggu sistem belajar dan menurunkan kemampuan sosial. Selain itu, banyak games yang didasari dengan plot kekerasan, agresi, bias gender, menawarkan senjata, pembunuhan, tendangan, tusukan, dan tembakan. Games juga bisa mengaburkan antara realitas dan fantasi.
Di tengah kegalauan saya antara membiarkan Fathan bermain games di ponsel atau menghalanginya, ada angin sejuk yang bagaikan oase di tengah padang gurun, ceileee… apakah itu?

credit: http://www.acerid.com

credit: http://www.acerid.com

Bentuknya ponsel juga, keluaran merek terkenal yang sudah malang melintang di kantor-kantor melalui produk laptop dan komputernya. Ya dialah Acer Smartphone dari Acer Indonesia, yang terbaru dari Acer Smartphone adalah Acer Liquid Z320. Apa sih yang membuat saya merasa Acer Smartphone membawa angin segar bagi saya yang merasa cemas dengan games online? Ya, Acer Liquid Z320 dilengkapi oleh fitur Kids Center yang pre-install.

Apa sih kelebihan fitur ini? Fitur Kids Center ini bisa membatasi aplikasi yang digunakan saat anak memegang ponsel. Aplikasi ini juga menyediakan panduan multimedia tentang pembelajaran, musik, video, animasi, dan akses situs web yang sesuai dengan umur pengguna yaitu usia si anak. Waah, keren nih aplikasinya cocok banget untuk generasi platinum yang haus dengan teknologi dan informasi namun tetapi membuat saya sebagai seorang ibu merasa tenang. Yang lebih membuat saya suka dengan aplikasi ini yaitu adanya fitur Parental Control yang mampu memonitor aktivitas anak selama berinternet. Saya makin tenang dengan adanya setting restriksi untuk memblokir pengguna dari akses download konten yang berbau pornografi dan juga mampu mengontrol pembelian aplikasi. Fiuuhhh … saya merasa tenang, deh, nggak khawatir kalau-kalau Fathan buka playstore dan download games sendiri.

credit: http://www.acerid.com

credit: http://www.acerid.com

Fitur Kids Center juga tidak hanya mengontrol namun juga memanjakan anak-anak dengan konten multimedia yang tepat dan bermanfaat untuk usia anak-anak. Di dalamnya terdapat panduan-panduan bermanfaat seperti konten panduan belajar, mendengarkan musik, menonton video, konten film kartun kartun hingga akses ke website yang sesuai dengan usia anak. Saat saya sedang riweuh ngurus bayi, Fathan tidak akan bosan main games di ponsel Acer Liquid Z320 karena ada fitur update sehingga Fathan bisa tetap mendapatkan konten aplikasi terbaru di sana.
Mudah Digenggam
Acer Liquid Z320 sendiri dibanderol dengan harga terjangkau sehingga membuat saya yang selalu mengatur keuangan keluarga tidak keberatan memilikinya. Namun, walaupun harganya terjangkau, Acer Liquid Z320 menawarkan fitur-fitur kenyamanan seperti halnya ponsel pintar lainnya. Acer Liquid Z320 memliki layar 4.5 inci, layar yang tidak terlalu besar, cocok deh dipegang oleh tangan saya yang tidak terlalu besar. Kalau pegang ponsel dengan layar lebar,  saya sering kesulitan menggenggamnya. Eh, yang membuat saya suka yaitu saat dalam keadaan darurat harus membuka ponsel di bawah terik matahari, saya masih bisa melihat layar dengan jelas. Hal ini karena ponsel ini menggunakan layar In-Plane Switching (IPS).
Tetap Bisa Multitasking
Ibu bekerja seperti saya sering membutuhkan ponsel yang mendukung aktivitas pekerjaan yang sering multitasking. Buka browserlah, mengetiklah, medsosanlah, hehehe … nah, ternyata ponsel cakep ini sudah diukung oleh prosesor quad-core berkecepatan 1.1 GHz dari Qualcomm sehingga batere lebih hemat dan RAM seluas 1 GB untuk kecepatan kerja, serta kapasitas inernal 8 GB, cukuplah untuk menyimpan foto dan beberapa data pekerjaan. Acer Liquid Z320 ini sudah mendukung kecepatan internet selular HSDPA yang mampu mencapai kecepatan 42Mbps.
Heumm … setelah diulas kelebihan-kelebihannya tersebut, sepertinya memang saya sudah menemukan ponsel yang membuat saya merasa tenang membiarkan Fathan bermain di ponsel. Bukan hanya karena spesifikasi yang pas untuk saya, namun Acer Liquid Z320 memberikan kesenangan untuk anak juga membuat saya sebagai orang tua tenang membiarkan anak bermain dengan ponsel. Acer Liquid Z320 benar-benar membuat anak senang dan orang tua tenang.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

4 Responses

  1. Ini hape yang ramah buat anak2 ya Mba? Hmm…bolehlah buat dihadiahkan pada ponakanku yang doyan gadget.. Fitur2nya aman buat anak2 ya..

  2. Iful Anggara says:

    Selain terjangkau cocok banget yah buat si kecil,sukses buat reviewnya mbak 🙂

    jika berkenan,kunjungi juga reviewku mbak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *