Ada Apa dengan Gambar ‘Sawah’ Anak-Anak?

Dalam sebuah pelatihan manajemen, sang trainer meminta kami –para peserta– untuk menggambar suasana laut dan gunung. Luar biasa, gambar yang kami buat umumnya mirip. Pernah melihat gambar dua segi tiga dengan bulatan di tengahnya? Di bawahnya ada jalur jalan. Sebelah kiri atau kanan terdapat gambar yang diimajinasikan wilayah pesawahan. Oww its amazing. Rata-rata, gambar yang dibuat sama.

Para peserta menertawakan gambar yang karakternya mirip itu. Terlontar celetukan Waah, itu khan gambar sewaktu SD. Yup, kami semua punya pengalaman yang sama. Gaya gambar yang kami buat sama. Padahal itu sudah berlalu puluhan tahun yang lalu. Begitu kuatnya visual sewaktu kecil sampai melekat sampai sekarang.

Yang lebih luar biasa, saat saya bermain dan belajar bersama dengan adik-adik di masjid. Saya meminta mereka untuk menggambar pemandangan. Tahukah apa yang mereka gambar? Ya, gambar segi tiga dengan bulatan di tengah atas. Ditambah dengan garis jalan di tengah bawah. Bentuk yang menyerupai sawah di sisi kiri atau kanan. Wow, setelah puluhan tahun, gaya gambar anak-anak tidak berubah. Apa yang terjadi dengan kreativitas anak-anak kita, ya? Sudah kebayang, puluhan tahun kemudian, saat mereka dewasa, mereka diminta menggambar pemandangan. Hasilnya mirip dengan gambar mereka sewaktu kecil. Lebih mengherankannya lagi, gambar itu sama dengan gambar generasi sebelumnya. Kenapa ya bisa terjadi? Apa karena daya kreativitas anak tidak berubah dari tahun ke tahun?

Rasanya hal itu sedikit sekali kemungkinannya karena saat ini sudah banyak sekali pengetahuan baru yang dapat meningkatkan kreativitas anak. Sudah banyak mainan bahkan alat-alat permainan yang meningkatkan kecerdasan dan daya kreativitas anak.

Saya sama sekali tidak menampik kenyataan bahwa anak-anak sekarang sudah jauh lebih maju dan kreatif daripada anak-anak zaman saya. Bahkan, mungkin banyak anak yang sudah menggambar dengan gaya yang sama. Mereka lebih bereksplorasi dengan daya kreativitasnya. Hanya saja, saya merasa heran bahwa gaya yang sama dengan puluhan tahun ke belakang masih ditemukan saat ini. Walaupun sudah mendapatkan beberapa tambahan, seperti munculnya pesawat terbang di langit yang membuktikan bahwa anak sekarang sudah sangat akrab dengan yang namanya pesawat terbang.

Catatan: Ini hanya temuan yang sedikit menggelitik saya ketika melihat gambar ‘sawah’ yang mirip dengan gambar yang saya buat sewaktu kecil.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. nia/mama ina says:

    iya mbak, saya juga waktu SD kalo disuruh gambar bisanya cuma itu doang hehehe….trnyata anak2 sekarang gambarnya sama juga yach mbak…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *