Agar Anak Memiliki Keterampilan Sosial yang Baik

SGM Eksplor 8

Agar Anak Memiliki Keterampilan Sosial yang Baik. Tentunya itu yang sedang saya upayakan karena tahu betapa pentingnya anak memiliki keterampilan sosial yang baik bagi masa depannya. Sebagai seorang ibu dari dua balita yang sedang masa pertumbuhan, saya memiliki banyak kecemasan mengenai tumbuh kembang mereka. Terus terang saya sangat mengkhawatirkan perkembangan mental dan psikologi si sulung karena banyaknya kekurangan dan kesalahan saya sebagai orangtua.Di usianya yang keempat tahun, si sulung menunjukkan emosi yang masih belum stabil. Sering rewel dan mencari perhatian saya. Sungguh wajar jika si sulung masih cari perhatian karena memang dia sudah memiliki adik di usianya yang masih membutuhkan banyak perhatian. Namun, seringkali kerewelannya itu membuat saya sebagai orangtua kurang sabar. Ada hal yang paling saya cemaskan adalah kecenderungannya yang lebih nyaman bergaul dengan anak yang lebih besar dan berlaku destruktif. Si sulung sering pulang membawa ‘oleh-oleh’ bahasa kasar yang tidak pernah didengarnya di lingkungan rumah. Dia juga kerap berlaku agak ‘kasar’. Jika dilarang dan ditanya dia pasti menjawab bahwa dia berlaku seperti itu karena meniru temannya yang lebih besar. Dengan membawa kecemasan tersebut, saya pun bersemangat mengikuti Seminar Parenting SGM yang berjudul Peran Orangtua dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Generasi Maju, bertempat di Hotel Haris, Bandung pada 6 Mei 2017.

Saya sangat bersyukur bisa menghadiri acara seminar parenting ini karena banyak sekali ilmu yang didapat sebagai bekal saya dalam mengembangkan keterampilan anak-anak. Mbak Anna Surti Ariani, S.Psi.,M.Si.,Psi., atau biasa dipanggil Mba Nina merupakan psikolog anak dan keluarga yang menjadi narasumber dalam acara seminar parenting ini. Lebih seru lagi acara seminar ini dipandu oleh presenter kondang Cici Panda yang tampil cantik, energik, dan sangat fresh sehingga membawa aura kesegara pada ibu-ibu yang hadir sebagai peserta.

SGM EKsplor 7

Di awal seminar, Cici Panda menanyakan tema utamSGM Eksplor 6

Mba Nina pun kemudian memaparkan lebih jauh tentang bagaimana cara agar anak mampu bersosialisasi dengan baik. Ada beberapa syarat yaitu tubuh yang sehat karena nutrisi tercukupi, cerdas sehingga mampu berimajinasi, serta memiliki emosi baik sehingga mandiri. Ketiga syarat tersebut akan membuat anak mampu bersosialisasi dengan baik. Saya pun kemudian meneliti ketiga syarat tersebut apakah sudah saya penuhi kepada anak-anak. Ya, saya sudah berusaha memenuhi nutrisi anak-anak dengan memberikan makanan yang cukup sehat dan bernutrisi. Namun memang untuk masalah emosi baik masih merupakan peer tersendiri bagi saya. Sehingga saya pun lanjut menyimak materi dari Mba Nina agar saya memiliki solusi terhadap permasalahan yang sedang dialami.

Ternyata memang ada 8 keterampilan sosial yang diharapkan dikuasai oleh anak-anak, di antaranya yaitu:

  1. Berteman dan bekerja sama
  2. Berkompetisi sehat
  3. Sabar menunggu
  4. Sopan santun
  5. Mendamaikan pertengkaran
  6. Marah tanpa mengganggu orang lain
  7. Ikut aturan
  8. Peduli pada yang sakit

Wah jika melihat kedelapan keterampilan sosial tersebut, rasanya semuanya masih peer banget deh buat saya. Tapi saya tetap semangat dong bisa mengembangkan keterampilan sosial pada Fathan dan Fakhira.

Jadi sejak kapan sih anak perlu distimulasi kemampuan sosialya? Sebenarnya, sejak dalam kandungan, anak sudah bisa distimulasi oleh ibu. Kemudian, saat dia lahir pun sudah bisa distimulasi dengan cara mengajak bayi bicara, mengenalkan berbagai ekspresi emosi, dan lain-lai. Tapi masa lebih penting lagi yaitu usia 1 tahu ke atas, orangtua harus sudah benar-benar melakukan stimulasi pada aspek keterampilan sosial anak.

Kira-kira kemampuan sosial dan emosi anak yang diharapkan mampu dikuasai oleh anak sesuai usianya apa ya?

Ini dia, untuk anak usia 1-3 tahun diharapkan sudah memiliki kemampuan sosial sebagai berikut.

  1. Anak bermain dengan teman sebelahnya walaupun belum terlalu tertarik.
  2. Tidak banyak bicara dengan teman di sebelahnya.
  3. Kadang saling meniru dengan teman tapi tidak main bersama.
  4. Mungkin mukul ketika marah tanpa sadar akibatnya.
  5. Kadang takut dengan orang yang jarang ditemui.

Sementara untuk anak usia 4-6 tahun, keterampilan sosial dan emosi yang sudah dikuasainya biasanya sebagai berikut.

  1. Lebih suka bermai bersama teman daripada orangtua
  2. Lebih bisa mengontrol diri dan tidak mudah meledak
  3. Bisa bergiliran dan bisa bekerj sama.
  4. Senang humor dan imajinasi.
  5. Berusaha menyenangkan orang lain dan takut dihukum.

Lalu hal-hal apa saja yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan sosial si kecil? Ternyata ada dua tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Pada tahap awal yaitu:

  1. Kedekatan dengan orangtua
  2. Mandiri

Tahap lanjutan yaitu:

  1. Mengenal emosi
  2. Menjaga diri sendiri
  3. Kemampuan komunikasi
  4. Fokus/konsentrasi dan imajinatif
  5. Empati

Kedekatan dengan orangtua yaitu ikatan kasih sayang si kecil dengan orangtua sehingga anak merasa aman dan nyaman, percaya diri dan dapat bergaul sehat, berkurangnya gangguan psikologis pada anak. Kedekatan ini sifatnya dua arah yang disebut attachment yaitu dari orangtua ke anak dan anak kepada orangtua. Lalu bagaimana cara mengembangkan kedekatan antara orangtua dan anak?

SGM Eksplor 3

  1. Ayah dan bunda perlu sensitif pada kebutuhan si kecil
  2. Saling menatap mata dan saling memeluk
  3. Si kecil diberi kesempatan bermain sendiri
  4. Jangan bohong pada si kecil, anak percaya diri pada orangtua
  5. Bersabarlah terhadap perilaku si kecil yang terkadang membuat kesal dan jengkel.

Kita pun sebagai orangtua bisa membangun rasa percaya kepada anak yaitu dengan cara sebagai berikut:

  1. Segera berikan tanggapan ketika si kecil menangis, gendong atau ayun secara perlahan, atau ucapkan kata-kata menenangkan.
  2. Berikan aturan sebelum aktivitas dilakukan.
  3. Tepati janji yang sudah diucapkan kepada si kecil.
  4. Dengarkan dengan seksama ketika si kecil bereloteh.

Lalu kemandirian apa saja yang dapat diharapkan pada anak sesuai usianya.

Usia 1 tahun

  1. Menyebut nama sendiri
  2. Makan sendiri dengan tangan
  3. Memilih maina sendiri/

Usia 2 tahun

  1. Mengatakan ingin buang air
  2. Makan dengan sendok (belum rapi)
  3. Mulai bisa membereskan mainan sendiri

Selanjutnya diberikan cara untuk mendukung si kecil agar mandiri yaitu sebagai berikut.

  1. Memberikan kesempatan untuk mencoba
  2. Tidak memburu-buru si kecil ketika sedang mencoba
  3. Memberikan pujian, pelukan, serta ekspresi wajah menyenangkan ketika si kecil berhasil.

Kita pun sebagai orangtua sebaiknya mengajarkan emosi kepada anak sebagai cara stimulasi keterampilan sosial. Emosi itu ternyata sangat banyak seperti yang dapat dilihat di bagan Plutchik Wheel of Emotions berikut.

wheel-of-emotions-300x293

Emosi itu tidak seluruhnya negatif, emosi itu netral bisa positif dan bisa negatif. Si anak perlu mengalami semua emosi agar bisa mengendalikan emosi dengan baik. Lalu bagaimana cara mengenalkan emosi kepada anak?

  1. Sebutkan emosi si kecil ketika dia mengalaminya. Contoh: lihat anak loncat-loncat, bisa katakan, “Kamu lagi senang, ya.”
  2. Sebutkan emosi yang dirasakan oleh orangtua. Contoh: “bunda jijik lihat piring kotor, yuk kita bersihkan.”
  3. Ajak si kecil memperhatikan emosi orang lain. Contoh:”Kayaknya, anak yang pakai baju hijau sedang sedih, ya.”
  4. Ajak anak menebak emosi pada gambar/foto.

Setelah si anak mampu mengendalikan emosi, orangtua juga sebaiknya mengajarkan kepada anak untuk bisa menjaga diri sendiri. Bagaimana si anak bisa tahu untuk menjaga dirinya sehingga tidak mendapat perlakukan yang tidak baik dari orang lain. Salah satu caranya dengan mengganti baju anak di tempat tertutup, misalnya kamar mandi. Saat sedang di kolam renang biasakan mengganti baju anak di kamar mandi sehingga si anak dapat meng hargai dirinya sendiri.

Si anak juga perlu diajarkan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan komunikasi itu ada dua yaitu reseptif dan ekspresif.

 

Reseptif Ekspresif
1tahun

Paham instruksi tunggal

1 tahun

Menyebutkan kata-kata

2 tahun

Paham instruksi majemuk

2 tahun

Mengucapkan kalimat dua kata

3-4 tahun

Paham ‘apa’, ‘siapa’, ‘di mana’

3-4 tahun

Ucapkan kalimat

5 tahun

Paham cerita

5 tahun

Mampu bercerita singkat

 

Selanjutkan, keterampilan sosial yang sebaiknya dikuasai yaitu konsentrasidan imajinasi. Agar si kecil memiliki daya konsentrasi dan imajinasi, latih dengan cara berikut.

Cara meningkatkan konsentrasi:

  1. Kurangi gangguan seperti televise, gadget, dan omelan.
  2. Bujuk si kecil menyelesaikan kegiatannya sebelum berlanjut ke mainan yang lain.
  3. Pastikan si kecil melakukan aktivitas fisik.

Cara meningkatkan imajinasi:

  1. Ajak si kecil membuat cerita dengan gambar atau boneka.
  2. Bermain pura-pura, misalnya pura-pura bertamu.
  3. Ketika mendongeng ajak si kecil meneruskan dongeng sesuka dia.

Keterampilan sosial terakhir yang sebaiknya dikuasai yaitu rasa empati. Bagaimana cara mengembangkan rasa empati pada anak? Bisa dengan cara mengajak si anak memahami perasaan orang lain tanpa ikut larut di dalamnya. Ajak anak menengok temannya yang sakit.

Pada sesi tanya jawab, banyak para ibu yang bertanya tentang anak-anak yang sering nempel terus pada ibunya saat di sekolah. Ibu lain juga banyak yang bertanya tentang kakak adik yang sering bertengkar dan berebut mainan.Hihihi..saya sih nyimak saja karena memang itu juga terjadi pada Fathan dan Fakhira. Dengan gayanya yang lugas Mba Nina memberikan tips-tips sederhana yang bisa dipraktekkan di rumah. Oh iya, saya pun mendapat jawaban atas permasalahan yang saya utarakan pada awal tulisan. Menurut Mba Nina, saya jangan khawatir Fathan suka main dengan anak yang lebih besar, itu tandanya Fathan cerdas dan suka tantangan lebih. Untuk masalah ‘oleh-oleh’ kata-kata kasar dan perilaku kasar, saya bisa memberi tahunya dengan perkataan dan sikap yang jelas.

SGM Eksplor 9

Dalam acara seminar parenting ini juga hadir Mbak Astrid Prasetyo selaku Marketing Manager SGM Eksplor yang menyebutkan tujuan diadakan kegiatan seminar ini sebagai sarana edukasi bagi para orangtua sehingga bisa membesarkan anak sesuai harapan orangtua sehingga anak memiliki masa depan cerah, memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Harapan dari pihak SGM yaitu bisa menciptaka generasi maju, cerdas, tumbuh kembag baik sehingga bisa menjadi harapan masa depan bangsa Indonesia. Rangkaian kegiatan edukasi seminar parenting ini diadakan di empat kota yaitu Padang, Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Kedepannya akan diadakan di kota-kota lainnya.

SeminarParenting SGM Eksplor

Oh iya, menurut saya, acara seminar parenting ini dikemas dengan sangat baik. Selain materi yang disajikan dengan sangat interaktif dan menyenangkan, pihak penyelenggara juga menyediakan area bermain untuk anak-anak. Sehingga para peserta yang membawa balita bisa membiarkan anak-anaknya bermain di playground.Pihak penyelenggara juga menyediakan area untuk ibu menyusui. SGM Eksplor benar-benar tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anak.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. Seneng banget bisa hadir di acara keren seminar parenting macam ini. Upgrade ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *