Apa Arti Rumah Bagimu?

apa-arti-rumah-bagimu_

Apa arti rumah bagimu? Arti rumah bagi saya adalah sebuah tempat memulai dan mengakhiri. Saat memulai hari saya mengawalinya dari rumah. Saat saya merasa lelah, saya kembali ke rumah untuk sekadar melepas penat. Rumah adalah tempat saya berawal, dibesarkan, dan tumbuh menjadi saya yang sekarang.  Rumah adalah batas impian yang sering mengingatkan saya betapa saya tidak boleh lelah dalam bermimpi. Rumah adalah saat saya ingin memejamkan mata ada seseorang yang menerima saya apa adanya. Itulah arti rumah bagi saya.

Rumah bukanlah sebuah bangunan fisik yang terdiri atas batu bata dan semen yang menjulang di atas fondasi batu. Rumah bukanlah sekadar atap yang melindungi diri dari panasnya terik matahari dan dinginnya air hujan serta angin.  Rumah bukan sekadar pintu untuk masuk dan keluar. Rumah bukanlah sekadar jendela tempat mengintip dunia luar. Rumah adalah tempat bagi saya menjadi diri saya yang seutuhnya.

Saat tidak ada lagi tempat di rumah orangtua, sudah saatnya melangkahkan kaki keluar. Walaupun selalu ada ruang di sana untuk tetap diisi namun keberadaan diri haruslah tetap pergi. Ruang kosong itu hanya sekadar untuk singgah melepas lelah setelah bertualang mengarungi kehidupan yang belum berujung. Walaupun tangan mereka tetap menyongsong kehadiran tapi tubuh ini bicara kalau ini bukanlah lagi rumah bagi saya. Tubuh ini harus mencari tempat perlindungan lain, tempat yang aman dan nyaman untuk diri dan anak-anak.

Ya, setelah tiba saat membangun rumah, rasanya tidak semudah yang dibayangkan. Bagaimana rumah yang aman dan nyaman. Tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi mereka yang harus tumbuh dan berkembang menjadi manusia seutuhnya. Agar mereka tidak merasa mengecil di tempat sumpek dan kecil. Namun mekar karena ruang yang luas sehingga otot-otot mereka dapat bertumbuh. Sehingga hati mereka bisa penuh dengan penerimaan. Sehingga otak mereka bisa berkembang dan siap mengarungi dunia.

Rumah seperti apakah itu? Entahlah, memang seiring pertumbuhan anak-anak, sebuah rumah sangat dibutuhkan. Namun, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi harga rumah yang terus naik hingga seakan sulit diraih. Walaupun itu semua kembali lagi kepada rasa. Apakah rasa yang kita punya itu mampu untuk memiliki rumah utuh. Bukan sekadar rumah tapi tempat semua anggota keluara bisa bertumbuh.

Banyak perumahan murah yang ditawarkan dan memberikan janji manis. Namun, membangun rumah tidak hanya sekadar berpegangan pada janji manis. Harus ada ikrar yang diucapkan, kata janji untuk membangun semuanya dari awal. Janji untuk menjaga bangunan agar tetap utuh dan kokoh sebagai tempat berlindung. Itulah kenapa rumah bukanlah sekadar rumah.

Rumah selalu menyimpan misteri kehidupan. Rumah seperti apa yang akan ditempati? Kapan akan bisa bertumbuh bersama di dalamnya. Itulah arti rumah bagi saya. Selamat menjejakkan kaki di rumah, mengawali semua aktivitas dan melepas lelah di dalamnya.

Home sweet home.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. damarojat says:

    wooow…dalem banget mbak…

    setuju. di rumahlah kita bisa menjadi diri kita dan diterima apa adanya.

    home sweet home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *