Bahagia Ibu, Anak Tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap

Setiap ibu selalu menitipkan doa terbaik untuk anak-anaknya. Dalam setiap helaan napasnya, tidak henti berharap yang terbaik. Berbahagia saat melihat pertumbuhan anak yang optimal, baik dari pertumbuhan fisik, perkembangan kemampuan kognitif, emosi, dan sosialnya. Berharap saat anak tumbuh tinggi, Tangguh, tanggap bisa menjadi bekalnya kelak saat dewasa.

Melatih Emosi Pada Anak

“Bundaaa… Aa nakal!” jerit si kecil Fakhira. Lalu, terjadi pertengkaran kakak adik yang saya sudah sangat bosan menghadapinya. Mereka berdua bertengkar hebat, saling pukul, saling kejar. Pertengkaran yang dipicu oleh hal sepele. Biasanya sang kakak yang menggoda adiknya, lalu adiknya membalas, lalu terjadi drama pertengkaran yang tiada habisnya.

Orang biasanya menanggapi hal tersebut dengan santai, “Biasa, kakak adik berantem, nanti kalau sudah besar nggak akan bertengkar,”. Tapi saya melihat dari sudut pandang lain, ada sesuatu yang terjadi pada perkembangan emosi mereka. Terutama kakaknya yang sering rewel, mudah putus asa, mudah mengeluh. Hal tersebut pun menular pada adiknya. Saya sempat merasa bingung bagaimana mengatasi hal tersebut. Beberapa artikel saya baca dan coba praktekkan. Tapi hasilnya tidak memuaskan.

Saya pun memeriksakan kondisi si sulung pada psikolog. Hasilnya, si sulung didiagnosis menderita ADHD dan harus ditangani dengan terapi. Saya pun berikhtiar melakukan terapi di antaranya terapi okupasi, terapi wicara. Alhamdulillah, ada perkembangan pada si sulung. Dia sudah mulai bisa fokus pada pembelajaran di sekolah, mulai teratur dan tidak meledak-ledak lagi.

Namun, pandemi yang terjadi di awal tahun membuat proses terapi terhenti. Rentetan peristiwa terjadi pada keluarga kecil kami. Saya tahu, emosi anak-anak yang sering tidak terkendali tidak lepas dari kekurangan saya sebagai seorang ibu. Peristiwa besar yang menimpa saya dan membuat emosi saya jungkir balik membuat saya harus memulai segalanya dari nol. Saya mesti melepaskan semua pengharapan dan menerima semua kekecewaan dengan lapang dada. Ya, saya mulai dari nol lagi, demi masa depan anak-anak. Dimulai dari diri saya sendiri, mengobati luka-luka hati yang saya derita agar saya bisa tenang dalam menjalankan peran saya sebagai ibu.

Saya pun mulai fokus pada melatih kecerdasan emosi pada anak. Tentunya dimulai dari diri saya sendiri. Bagaimana saya bisa melatih kecerdasan emosi anak, jika saya sendiri tidak tenang, jika emosi saya sendiri tidak stabil. Saya mulai rajin latihan membuang sampah-sampah emosi negatif, melatih napas, dan meditasi. Alhamdulillah saya lebih tenang menghadapi emosi anak-anak yang sering seperti bom waktu, meledak tiba-tiba tidak mengenal tempat dan waktu. Saya pun mulai rutin melakukan terapi “accessbars’ pada anak-anak setiap malam saat mau tidur.

Saya sempat ikut kelas Ibu Sarra Risman agar bisa memperbaiki kesalahan selama 7 tahun mendidik anak-anak. Beberapa hal yang disarankan Ibu Sarra Risman yaitu:

  1. Stop Layar

Saya sempat kewalahan dalam mengasuh anak-anak karena kesibukan mengurus rumah dan tetek bengeknya. Hal itu dimulai sejak saya masih bekerja dan kesalahan terbesarnya, saya “menitipkan” anak-anak pada gadget. Ternyata hal tersebut memberikan efek negatif pada perkembangan emosi anak-anak. Saya pun mulai stop layar (baik televisi, ipad, computer, hape, dll). Awalnya terjadi pemberontakan besar dari anak-anak, mereka protes, menangis, merengek, marah, bahkan mengamuk. Saya tetap bertahan, dan perlahan-lahan mulai memperlihatkan hasil. Emosi anak-anak lebih terkendali, bahkan mereka bisa mengobrol dan main bareng.

  • Stop Main

Kenapa anak harus dilarang bermain? Bukankah bermain adalah kebutuhan anak? Stop main di sini, bukan melarang anak bermain, melainkan melarang anak bermain di luar bersama teman-teman di lingkungan rumah. Lalu bagaimana dengan perkembangan sosialnya? Ternyata dampak bermain bersama teman di lingkungan luar itu tidak baik, karena kita sebagai orangtua tidak bisa mengendalikan pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan yang bisa diserap oleh anak-anak. Setiap keluarga memiliki ‘value’ dan kebiasaan berbeda. Jika ‘value’ dan kebiasaan itu dilakukan temannya dan memengaruhi anak kita dalam hal yang kurang baik.  Terus terang, saya masih kesulitan untuk benar-benar menyetop anak-anak bermain bersama teman-temannya. Sehingga masih sering kecolongan, saya meloloskan permintaan mereka untuk main di luar rumah.

  • Membiarkan Anak Mengeluarkan Emosi Negatifnya

Jika anak menangis, biarkan saja. Jika anak mengamuk, biarkan saja. Jangan ikut terpengaruh. Kesalahan saya dulu, saya mudah terpengaruh oleh emosi anak-anak. Jika mereka mengamuk, saya pun terpengaruh. Apalagi jika ngamuk di jalan, di tempat umum. Saya malu dengan tatapan orang-orang, sehingga sebisa mungkin membuat mereka menghentikan tingkah mereka. Tapi tidak ada hasil. Lalu, saya cob acara tersebut, saat mereka menangis, saya biarkan saja. Saya tidak menunjukkan respon apa-apa, tidak menunjukkan emosi apa-apa. Ternyata cara itu berhasil karena lama-lama, anak berhenti ngamuk, berhenti nangis karena capek sendiri. Lama-lama intensitas nangis dan ngamuk mereka berkurang, durasinya pun mulai berkurang. Awalnya mereka bisa nangis dan ngamuk selama 2 jam, lalu durasi mulai berkurang menjadi 1 jam. Sekarang, mereka nangis dan ngamuk sekitar 15 menit.

Melatih Kemandirian

Peer besar saya yaitu melatih kemandirian. Saya memang telat dalam melatih kemandirian mereka. Namun, daripada tidak dilakukan, saya coba lakukan. Bu Sarra Risman memberikan beberapa ‘clue’ untuk melatih kemandirian. Beberapa di antaranya, saya lakukan yaitu:

  • Membuat kamar sendiri untuk Anak-anak

Saya bersyukur, Fathan tumbuh jadi anak yang tinggi, tangguh, tanggap walaupun dengan beberapa kekurangan yang dimilikinya. Kesenangan pada olahraga berenang membuatnya tumbuh tinggi, tangguh, tanggap karena latihan rutin yang dilakukannya. Hanya saja, dia masih kurang dalam hal kemandirian. Dia masih sangat tergantung pada saya. Bahkan, tidur pun mesti selalu bareng saya. Padahal badannya sudah semakin tinggi.

Ternyata, tidur bersama orangtua menghambat kemandirian anak. Sebenarnya, saya sudah telat. Seharusnya Fathan sudah tidur di kamar sendiri sejak usia 5 tahun. Tapi daripada tidak, saya pun segera membongkar kamar yang tidak terpakai. Saya bereskan dan dijadikan kamar untuknya.

Tantangan luar biasa untuk membuat dia bisa tidur sendiri di kamarnya. Awalnya mesti selalu saya temani, bahkan tengah malam sering bangun dan pindah kamar. Namun, lambat laun dia mulai terbiasa. Bonusnya lagi, sekarang Fathan bisa bangun waktu Subuh tanpa harus dibangunkan dan tanpa drama rewel. Alhamdulillah..

  • Melatih anak membantu pekerjaan rumah tangga

Awalnya saya sangsi saat diminta melatih anak untuk membantu pekerjaan rumah. Bu Sarra bilang, anak usia 7 tahun harus sudah dilibatkan dengan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, menyapu lantai, mengelap kaca, dan pekerjaan lainnya. Hal-hal seperti mandi sendiri, merapikan pakaian sendiri, mengambil makan sendiri sudah lewat, harus sudah diajarkan sejak usia 3 tahun.

  • Melatih anak melakukan aktivitas rutin

Selama pembelajaran jarak jauh, saya memang dibuat pusing tujuh keliling. Fathan seringkali memberikan banyak alasan dan argumen yang berujung pada keributan. Sementara tugas dari sekolah belum dikerjakan. Padahal, saya sudah menetapkan jadwal belajar pagi hari, tapi selalu saja ada alasan menunda kegiatan belajar. Fokus saya pun seringkali teralihkan oleh pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Bu Sarra Risman menyarankan untuk membuat kesepakatan bersama dengan anak mengenai kegiatan rutinnya. Mengajarkan anak disiplin dan mandiri untuk melakukan tugasnya sesuai dengan jadwal. Memang perlu keteguhan saya sebagai seorang ibu agar anak bisa mengikuti jadwal yang sudah disepakati bersama. Jangan sampai kendor dan memberikan peluang pada anak untuk melanggar kesepakatan bersama.

Memberikan Tambahan Nutrisi Susu Bubuk untuk Anak

Pada masa tumbuh kembang anak, sebagai ibu saya jangan sampai lupa memberikan tambahan nutrisi penting bagi mereka. Salah satunya dengan memberikan susu bubuk untuk anak yang mengandung banyak kandungan gizi yang penting pada masa tumbuh kembangnya. Pilihan saya jatuh pada susu Indomilk Susu Bubuk.

Manfaat susu bubuk bagi tumbuh kembang anak karena susu bubuk mengandung kandungan gizi yang tinggi di antaranya kandungan energi, protein, karbohodrat, kalsium, fosfor, kalium, seng, retinol, B-karoten, tiamina, riboflavin, niasin. Saya memilih susu bubuk untuk anak karena selain kaya dengan nutrisi, susu bubuk juga praktis karena tidak perlu disimpan di kulkas terus-menerus. Susu bubuk tahan lama karena bisa disimpan hingga dua tahun dan lebih hemat.

Saya rutin memberikan susu bubuk untuk anak karena selain mengandung vitamin juga mengandung protein dan mineral yang dibutuhkan pada masa tumbuh kembangnya. Manfaat susu bubuk yaitu kandungan mineral seperti  kalsium yang banyak terkandung dalam susu bubuk, lalu ada potasium, fosfor, sodium, sulfur, dan juga sedikit zat besi, iodone, mangan, dan seng. Susu bubuk juga mengandung protein mineral yang membuat tubuh tetap sehat.

Alhamdulillah, anak-anak suka dengan susu bubuk Indomilk. Indomilk Susu Bubuk untuk usia berapa menjadi pertanyaan pertama saya, mengingat range usia anak saya yang berbeda. Inginnya sih, bisa diminum oleh dua bocah di rumah. Ternyata memang, Indomilk susu bubuk cocok untuk Fathan dan Fakhira yang sekarang sudah mulai belajar pelajaran sekolah.  Indomilk susu bubuk untuk usia berapa sudah terjawab dan membuat saya yakin memberikan Indomilk susu bubuk pada anak-anak. Apalagi anak-anak suka sekali dengan varian rasa coklat.

Tinggi Tangguh Tanggap

Menurut saya, Indomilk susu bubuk memberikan peran cukup penting juga pada masa tumbuh kembang anak-anak karena mengandung tiga komponen penting yaitu Kalsium, Protein, dan Omega 3. Indomilk  susu bubuk mengandung Kalsium Tinggi yang berperan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi sehingga membantu anak tumbuh TINGGI. Alhamdulillah, sekarang sudah terlihat pertumbuhan tinggi mereka.

Indomilk susu bubuk juga menjadi sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh karena protein membantu membangun memperbaiki jaringan tubuh sehingga membantu menjadi anak TANGGUH menghadapi setiap tantangan di sekolah. Alhamdulillah, Fathan dan Fakhira mendapatkan prestasi yang baik di sekolah.

Kandungan penting lainnya yaitu Omega 3 yang membantu perkembangan fisik dan menjaga kesehatan jantung sehingga anak selalu TANGGAP menerima dan menyerap pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah. Pastinya sangat membantu saya yang sekarang berperan sebagai guru di rumah dan mengajarkan mereka pembelajaran dari sekolah.

Kemasan dan Varian Rasa Indomilk Susu Bubuk

Terdapat beberapa ukuran kemasan Indomilk susu bubuk yaitu kemasan sachet 27 gram, 37 gram, 400 gram, dan 800 gram. Beragam ukuran kemasan tersebut tentunya bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki saat berbelanja susu. Ada dua varian rasa yaitu rasa  plain dan cokelat. Fathan dan Fakhira sangat suka Indomilk susu bubuk rasa cokelat sehingga sekali beli kemasan 800 gram. Biar sekalian awet, khan diminum berdua.

Saya tahu, perjalanan saya dalam mengasuh dan mendidik anak-anak masih panjang. Peer yang harus dilakukan masih banyak untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan. Namun, saya yakin, jika saya terus berikhtiar, Allah akan membukakan jalan bagi saya, sehingga harapan saya untuk bisa mengantarkan anak-anak menuju kemandirian bisa tercapai. Usaha menjadikan anak tumbh Tinggi, Tangguh, dan Tanggap merupakan salah satu ikhtiar yang saya lakukan dengan harapan bisa menjadi bekal untuk mereka pada masa depan.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

20 Responses

  1. Hastira says:

    wah indomilik memang sdh top kualitasnya ya

  2. Dian says:

    wahh yg rasa cokelat emang enak ya mbak.favorit anak anak nih

  3. sarahjalan_ says:

    Pertama beli Saya coba yang 400gram dulu, eeeh ternyata doyan anak anak dirumah, ya udah akhirnya beli yang 800 gram karena mereka udah cocok dan suka Indomilk Bubuk terutama rasa coklat 🙂

  4. 3835info says:

    Dengan adanya pandemi salah satu yang aku rasakan adalah bisa berkumpul hampir sehari penuh dengan anak, setiap hari perumbuhannya bisa kita pantau, dan ternyata selain makan memang butuh nutrisi dari susu agar makin lengkap gizi nya

  5. Catat ya, Mbak. Keponakanku yang jarang main di luar aja suka ngedrama apalagi kalau dibiarin main ya. Kalau Tetanggaku masih saudara juga sih, tapi kadang ada hal-hal yang kurang kami sepakati. Amannya ya di rumah aja biar bisa kita kontrol. Jangan lupa tetap kasih nutrisi terbaik kaya Indomilk

  6. Indomilk susu bubuk beneran jadi sumber gizi dan bisa memberikan tambahan gizi bagi pertumbuhan optimal dan juga kecerdasan . Rasanya juga diminati oleh anak sepertinya

  7. Fenni Bungsu says:

    Ponakan daku juga begitu, kalau udah ngambek lanjut deh nangisnya panjang. Ternyata iya ya kalau dibiarin aja jadinya capek sendiri hihi

  8. Iim Rohimah says:

    Kaya anakku tuh, senengnya Indomilk susu bubuk yang rasa cokelat. Selain harganya yang merakyat, juga rasanya yang enak. Anakku sukaaa sekali. Ketagihan malah.

  9. Ruli retno says:

    Susu emang membantu banget untuk aktivitas anak ya mbak, kita perlu tambahan berbagai nutrisi dan itu ada dalam susu ya

  10. Setuju Mbak, ibu2 selain harus aware dengan kecerdasan dan kesehatan fisik anak, juga perlu aware dengan kecerdasan dan kesehatan emosi atau mental anak. Ini penting untuk kehidupannya di masa depan.

  11. Dwi Puspita says:

    Anakku suka banget susu Indomilk ini. Kemarin suka banget sama yang plain terus nyoba yang rasa cokelat, lebih enak katanya yang cokelat jadinya ya sudah deh beli yang cokelat terus

  12. Pastinya tidak hanya Ibu yang bahagia melihat buah hati pada masa tumbuh kembangnya sangat baik ya, Mbak. Pastinya Ayah juga, nenek, kakek dan semua anggota keluarga hehehe. Makanya perlu sekali susu dalam masa tumbuh kembang agar anak-anak tidka hanya tinggi, tapi juga tanggap dan tangguh.

  13. Adekk susunya kembaran sama tante sih, tapi make yang cair packaging box.
    Always sedia di kulkas, ini juga lagi minum tiap pagi. Semoga bunda dan anak-anak sehat selalu ya Mba Rani.

  14. Yuni says:

    Rasanya bahagia ya mbak bisa mendampingi tumbuh kembang anak-anak yang rentang usianya berbeda. Berbagai pengalaman suka maupun duka pastinya mengiringi setiap aktifitas yang mereka lakukan. Namun sebagai ibu bijak pastinya mendukung segala aktifitas positif anak dengan memberikan nutrisi yang sehat dan bergizi. Susu indomilk memang kaya omega 3 dan bahan lainnya sehingga anak pun akan tumbuh menjadi anak yang cerdas, tangguh dan pastinya pertumbuhannya bisa maksimal bila rutin mengkonsumsi susu ini.

  15. Selama ini kalo susu biasanya coba yang indomilk yang siap minum itu lho, tapi kayaknya susu bubuk indoilk bisa jadi alternatif juga ya, biar bisa sekalian beli banyak juga.

  16. Lidya says:

    Semangat terus mendampingi si sulung ya mbak. Insya alah menjadi anak yang sehat dengan pertumbuhan yang optimal. Kaang orangtua gak tega memisahkan anak di kamarnya sendiri ya, padahal itu berguna juga untu kemandirian mereka

  17. lendyagasshi says:

    Aku lagi kemunduran niih…teh.
    Rasanya mamanya yang gak bisa pisah tidur sama anak-anak. Padahal mah…anak-anak uda mantep tidur di kamarnya masing-masing.

  18. Diah Alsa says:

    emang jadi Ibu itu punya PR yang banyak ya Mbak, tapi harus dilalui demi bisa membuat anak jadi mandiri dan gak tergantung ama orangtua nya lagi ya, disamping itu kecerdasaan emosinya juga harus diperhatikan ya.
    anakku juga suka minum Indomilk Susu Bubuk ini, sukanya rasa cokelat, biar tinggi katanya 😀

  19. Akarui Cha says:

    Terima kasih untuk tulisannya Mba Rani. Saya jadi punya insight tentang bagaimana agar anak saya yabg masih balita mulai diajarkan untuk membantu urusan rumah sebisanya dan mulai tidur di kamarnya sendiri. Senang bisa mampir ke mari.

    Saya tergoda untuk turut memberikan susu bubuk Indomilk buat si kecil saya kelak.

  20. dewaayu says:

    susu kesukaan saya kecil yang waktu masih pake botol, sekarang jadi kesukaanya wikan suka yang coklat diminum sering sering nggak bikin batuk atau panes dalem susu untuk kita semua :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *