Belanja di Pasar Tradisional atau Supermarket?

pasar-tradisional

Belanja di Pasar Tradisional atau Supermarket? Kayaknya bagi perempuan, khususnya buibuk,  belanja kebutuhan harian maupun bulanan sudah menjadi salah satu jobdesk yang mesti diselesaikan sesuai deadline. Apalagi jika stok makanan dan bahan makanan sudah mulai menipis, pastinya buibuk akan segera mendata apa saja yang mesti dibeli.

Kalau saya sendiri, sejak kecil memang sudah menjadi asisten mamah saya jika belanja ke pasar. Zaman dulu, belanja ke supermarket adalah kemewahan, jadi paling banter ya belanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi belanja ke pasar tradisional mah udah biasa, jadi udah nggak aneh dengan beceknya pasar tradisional. Etapi, sekarang pasar tradisional sudah lebih nyaman lho dibandingkan dengan zaman saya kecil.

Salah satu pasar tradisional yang membuat saya sangat terkesan adalah pasar Beringharjo. Sejak kecil sampai remaja, saya disuguhi dengan suasana kotor dan kurang terawat dari pasar tradisional. Lalu, saat saya masih kuliah, saya berkesempatan menjelajahi Kota Jogjakarta bersama seorang sahabat. Alangkah takjubnya dengan suasana bersih dan nyaman dari pasar Beringharjo. Biasanya saya enggan membeli jajanan atau makanan di pasar tradisional, tapi di pasar Beringharjo, dengan sukacita saya makan di tempat jajanan pasar yang tersedia. Rasanya enak sekali.

Lalu, saat saya tinggal di Bandung, kembali saya mesti terbiasa dengan suasana pasar yang identik dengan becek. Tapi ternyataaa… di Bandung ada pasar yang menurut saya keren sekali. Sayangnya, lokasinya agak jauh dari tempat saya tinggal, jadi saya tidak sering ke sana, tapi kalau ke sana hepi banget, deh. Pasar tersebut adalah Pasar Cihapit. Pasarnya tidak terlalu besar, tapi masuk ke sana, akan suka dengan suasana rapi dari kios pada pedagang yang bersih. Selain itu, pasar Cihapit makin cantik dengan hiasan mural di dinding-dindingnya serta bagian atap dihiasi payung-payung kertas nancantik. Buah-buahan dan sayuran yang di jual di sana pun tertata dengan rapi dan sangat bersih. Pokoknya kualitasnya nggak kalah dari buah dan sayuran di supermarket.

Lokasi pasar Cihapit Bandung terletak di Jalan Cihapit Bandung. Sebelum masuk Pasar Cihapit, sudah tampak deretan toko-toko kue dan beberapa tempat makan terkenal di Bandung. Jika ke pasar Cihapit, saya paling suka jajan ke balok Pak Alwi. Kue balok ini rasanya khas karena dibakar di atas arang. Ada beragam rasa, yaitu rasa coklat, wijen, kacang, dan kismis. Sedep banget deh, ngemil kue balok Pak Alwi selagi masih hangat.

Saya sih berharap, semakin banyak pasar seperti pasar Cihapit. Apalagi, ternyata di kota saya tinggal sekarang, pasar induknya sudah lama terbengkalai pembangunannya. Sehingga yang ada para pedagang di pinggir jalan yang tidak tertata dengan rapi. Berharapnya sih bisa dibangun pasar tradisional yang membuat nyaman berbelanja.

Nah, jika harus memilih antara belanja di pasar tradisional atau supermarket? Saya tidak bisa memilih, karena keduanya ada plus minusnya. Harga-harga buah dan sayuran di pasar tradisional kadang lebih murah daripada supermarket. Namun kadang, belanja di pasar tradisional tidak terprediksi totalnya karena harganya tidak selalu stabil. Berbeda dengan harga-harga barang di supermarket yang biasanya sudah tercantum di rak-rak sehingga bisa dihitung terlebih dahulu sebelum ke kasir.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

23 Responses

  1. kalau aku lebih suka di supermarket tapi yang menawarkan harga pasar tradisional wkakaka soalnya kalau bawa anak agak repot kalau ke pasar tradisional. hanya aja kalau mau idealis, belanja di pasar tradisional manfaatnya banyak bisa bantu orang lain jg khususnya golongan ekonomi lemah kayak pedagang kaki lima

  2. Desri Desri says:

    aku lebih suka super market, kalau ke pasar sekarang pilih pasar modern cara pembayarannya udah bisa pakai gopay, ovo dan dana. Udah mulai jarang ke pasar tradisonal biasanya pedagangnya suka jutek, harganya suka dimahalin kalau jarang kesana, belum lagi kadang kondisi pasarnya juga kurang bersih.

  3. Nurul Rahma says:

    Yang jelas hidup butuh variasi ya
    Kadang daku k modern market, kadang k traditional market

  4. nurulrahma says:

    Aku sukak semuanyaaaaa 😀
    Intinya shopping mau di pasar ataupun modern market, sama2 menyenangkan

  5. Siti Hairul says:

    Aku kalo belanja di pasar tradisional suka ketemu barang2 aneh jadi suka. Kayak sayur yang jarang ada di pasaran

  6. Indah nuria says:

    Aku suka mixed mba.. beberapa di supermarket, beberapa di pasar tradisional yerutama sayur mayur

  7. Yoanna Fayza says:

    Aku malah lagi suka banget belanja malem-malem di pasar tradisonal mba, biasanya ke pasar giwangan jogja. Sayurnya masih segar karena baru turun, dan gak kepanasan juga muterin pasarnya hahaah.

  8. Dizaz says:

    Aku menikmati belanja kedua-duanya, mba. Tergntung yang mau dibeli.
    Kalau sekalian nyari camiln khas, larinya selalu ke pasar tradisional.
    Semoga keberadaan kedua pasar ini selalu tumbuh berdampingan ya.

  9. lendyagasshi says:

    Pasaaar..
    Aku biasanya ke Pasar Simpang, Dago, teh…
    Karena udah biasa aja sih..
    Dan di Arcamanik, mesti ke pasar mana yaa…?
    Suci gitu?

  10. Lidya says:

    Keduanya aku suka baik belanja di supermarket atau pasar tradisional. Biasanya tergantung kebutuhan apa yang mau dibeli dan jam berapa saat belanjanya.

  11. Aku suka belanja di keduanya. Belanja sembako dan toiletries di supermarket. Nah yang harian dan buat makan untuk dimasak, buah-buahan, beli di pasar tradisional. Lebih fresh dan lebih murah. 😀

  12. Ada plus minus ada suka dukanya ya Mba Ran kalo belanja
    aku juga kalo belanjain warungan mertua di pasar tradisional
    tapi kalo buat aku sendiri baisanya ke supermarket wkwkwk

  13. Ida Raihan says:

    Sebenarnya lebih suka belanja di pasar tradisional sih Mak. Apalgi kalo belanjaan dapur, oilihannya lebih banyak dan fresh menurutku. Tapi gak sukanya pasar tradisional lebih sumpek jalannya, plus kadang becek.

  14. Okti Li says:

    Saya juga gimana kondisi aja ya Teh. Kalau pas di kampung ya ke pasar kecamatan. Tapi kalau pas lagi di kota ya sesekali ke supermarket sambil jalan jalan hehehe

  15. April Hamsa says:

    Aku suka belanja di keduanya. Ada yang gak bisa kita dapat di supermarket, ada juga yang gak bisa kita dapat di pasar tradisional. Sukanya belanja di pasar tradisional tu liat org2nya, semangatnya, walau minusnya kdng becek. Eh tapi pasar tradisional skrng jg bagus2 kan.
    Kalau di supermarket enaknya belanja gak pakai nawar dan produk ada garansi utk kadaluwarsanya jelas

  16. Benar banget Mbk, aku enggak bisa memilih. ada plus minus sih. Kalau belanja sedikit aku ke warung aja, dekat rumah ini ada warung jualan sayur yang cukup lengkap. Mau kue jajanan pasar pun ada. Seru emang kalau belanja di Supermarket itu enggak becek dan barangnya fresh sudah dibungkus.

  17. Citra says:

    Setuju banget dengan kak Rani, harga di pasar gak stabil berbeda dengan supermarket… Kalau boleh jujur, aku lebih suka belanja di supermarket tetapi teman aku suka belanja di pasar… Ada beberapa item yang memang harganya naik turun tergantung pasokan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *