Benarkah Social Media Berbahaya?

“Social media itu berbahaya!”

Dalam sebuah obrolan ringan, saya mendengar ucapan dari seorang teman yang mengeluhkan social media. Tanpa saya tahu secara spesifik social media apa yang dimaksud olehnya. Ternyata, saya mendengar keluhan yang kurang lebih sama mengenai social media. Saya mengerutkan kening, seberbahaya apa sih social media itu?

Lalu, saya juga mendapat cerita seorang teman yang merasa sangat terganggu dengan social media. Dia bahkan menonaktifkan fesbuk dan twitternya. Dia bilang, fesbuk atau twitter bisa mengarahkan pada sesuatu yang kurang baik. Menurutnya, dia lebih nyaman berkomunikasi dengan komunitas di milis karena di milis itu yang terlihat hanya buah pikiran bukan hal-hal lainnya. Sedangkan di fesbuk, yang terlihat selian buah pikiran, ada foto pribadi, ada status curhatan, dan lain-lain. Saya mengiyakan pendapatnya itu walaupun saya sendiri bukanlah tipe yang suka berkicau di milis.

Padahal, jika diingat-ingat bukankah sudah sejak lama kita menggunakan social media. Dulu, sempat booming friendster. Di situ, pemilik akun bisa upload foto dan menyimpan data diri di sana. Saat itu, tidak terdengar hal-hal negatif mengenai social media. Lalu, ada multiply yang mengusung konsep social media dan ngeblog. Di multiply, pemilik akun bisa mengunduh foto, tulis status ringan, atau bahkan tulisan panjang layaknya posting di blog. Dilanjutkan oleh booming facebook. Tidak hanya remaja yang membuat akun facebook, hampir semua kalangan memiliki akun facebook, mulai dari anak kecil, remaja, orang dewasa, pelajar, pegawai, pedagang, sampai ibu rumah tangga pun beramai-ramai membuat akun di facebook.

Terus terang, saya termasuk orang yang baru mengenal dan memanfaatkan social media. Saya memanfaatkan social media atau lebih tepatnya fesbuk dan twitter untuk menyebarkan postingan di blog ini. Sekali-sekali nulis status di fesbuk. Seperti yang lainnya, awalnya saya memanfaatkan fesbuk hanya untuk menemukan teman-teman lama saya. Saya merasakan manfaatnya bisa berelasi kembali dengan teman-teman yang sekian lama tidak tahu kabarnya. Kemudian, seseorang menyadarkan bahwa ada manfaat lain dari social media yaitu membangun personal brand. Lalu, saya pun mencari tahu lebih detail dan menemukan artikel menarik di sini dan di sini . Menurut Om Nukman Luthfie, social media itu bagaikan pisau, bisa berguna untuk kebaikan juga keburukan. Semakin sering orang berlatih menggunakan pisau tentunya akan semakin tau bagaimana cara memanfaatkannya. Begitu pula dengan social media, jika seseorang tau dan ahli bagaimana cara menggunakannya, tentunya social media dapat dimanfaatkan untuk kebaikan.

Menurut saya, social media tidak harus ditakuti. Namun, agar kita semakin tahu dan faham cara kerjanya alangkah baiknya tetap belajar bagaimana cara menggunakan untuk kebaikan. Membuka atau menutup akun di social media merupakan hak setiap individu. Namun, alangkah baiknya jika terus belajar bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik. Ada banyak nilai positif yang bisa dimanfaatkan dari social media. Semuanya kembali kepada masing-masing kita. Jika ada yang punya pengalaman menarik mengenai social media, share, yuuuk …

Follow: @raniyulianty

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. enggar says:

    Menurut saya sih segala sesuatu ada sisi baik dan buruknya. Yang membuatnya berbeda adalah bagaimana kita memanfaatkan dan menyiasatinya. Saya banyak mendapatkan manfaat dari kegiatan sosmed ini, salah satunya berkenalan dan bergabung dengan komunitas teman-teman penulis. Banyak pelajaran dan informasi berharga yang saya peroleh. Bukan berarti nggak ada negatifnya, ada juga, salah satunya mengurangi waktu membaca saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *