Berbagi Pengalaman Bercerita dengan Takita

 

Dear Takita,

Waaah, Kakak senang sekali mendapat kiriman surat dari Takita. Sebelumnya, Kakak juga mau minta maaf karena baru membalas surat dari Takita.

Kakak setuju dengan pendapat Takita mengenai pentingnya peran bercerita bagi anak-anak. Kakak juga pernah punya pengalaman menarik mengenai bercerita. Dulu, Kakak telat, lho bisa membacanya. Saat teman-teman sekelas Kakak sudah bisa membaca, Kakak masih kebingungan dengan huruf-huruf yang tercetak di kertas. Kemudian, Mamanya Kakak membacakan cerita buat Kakak. Hampir setiap malam, Mama bercerita untuk Kakak. Macam-macam ceritanya, terutama cerita-cerita yang ada di majalah anak-anak. Sejak saat itu, tiba-tiba muncul keinginan Kakak untuk bisa membaca sendiri. Tanpa Kakak sadari, Kakak pun bisa membaca. Waah, senangnya saat sudah bisa membaca.

Dimulai dari kegiatan bercerita yang dilakukan oleh Mama, Kakak bisa membaca. Lalu, Kakak pun senang membaca cerita. Kakak juga senang bercerita dan menulis cerita sendiri. Hingga Kakak pun bercita-cita menjadi penulis buku cerita anak-anak. Alhamdulillah, cita-cita Kakak tercapai. Sudah ada beberapa buku cerita yang sudah Kakak tulis. Selain menulis, Kakak juga senang bercerita kepada anak-anak. Rasanya, Kakak punya pengalaman yang sangat seru dan menarik jika bercerita kepada anak-anak.

Nah, sekarang Kakak sedang mengandung anak pertama Kakak. Kakak senang sekali. Oleh karena itu, Kakak mulai bercerita kepada anak yang sedang Kakak kandung. Kakak yakin, anak yang sedang dalam kandungan Kakak ini senang mendengar cerita dari Kakak. Oleh karena itu hampir setiap malam, Kakak bercerita kepada anak yang sedang Kakak kandung. Jika Kakak menemukan hal baru atau sedang berjalan-jalan, Kakak pasti akan bercerita kepadanya. Kakak senang melakukannya. Kakak juga ingin menjalin komunikasi yang baik dengan anak yang sedang Kakak kandung.

Oleh karena itu, Kakak sangat senang bisa membaca surat dari Takita. Kakak juga bisa mengetahui mimpi Takita mengenai anak-anak Indonesia. Semoga kegiatan bercerita bisa terus dikembangkan ya, sehingga anak-anak Indonesia suka dengan cerita. Sekian dulu surat balasan dari Kakak. Sampai bertemu lagi ya, Takita.

 

Salam,

@raniyulianty

<a href=”http://blog.indonesiabercerita.org/takita/surat-dari-takita-mimpi-mimpi-takita/”><img title=”takita-210×67″ src=”http://blog.indonesiabercerita.org/wp-content/uploads/2012/09/takita-210×67.png” alt=”” width=”210″ height=”67″ /></a>

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

1 Response

  1. 21 September 2012

    […] Berbagi Pengalaman Bercerita dengan Takita dari Kak Rani Yulianty (Bandung) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *