Berburu Bulan ke Pantai Rancabuaya

Berburu Bulan ke Pantai Rancabuaya

Berburu Bulan ke Pantai Rancabuaya.  Dalam sebuah postingan Instagram teman, saya melihat postingan dan caption yang cukup menggelitik. Foto yang diunggah beberapa orang sedang di tempat wisata namun asyik dengan gawainya masing-masing. Caption yang tertulis di sana kurang lebih begini ,”Inilah wisatawan zaman sekarang kalau wisata, foto-foto selfie lalu sibuk dengan gawai masing-masing.” Yah, fenomena media social memang sedikit banyaknya sudah membuat banyak perubahan pada perilaku masyarakat. Orang zaman sekarang berburu wisata bukan sekadar menikmati pemandangan tapi juga tentunya berburu foto kece yang instragamable sehingga bisa dipamerkan di media sosial. Tidak terkecuali dengan saya yang memang masih hobi narsis dan jepret-jepret.

Rancabuaya bukanlah pantai yang belum saya kunjungi. Pantai yang berada di Kabupaten Garut ini setidaknya sudah 2 kali saya kunjungi. Walaupun lokasinya berada nunjauh di sana dan harus menempuh perjalanan yang cukup panjang tapi saya pernah ke sana bersama keluarga. Kampung almarhum Bapak di Bungbulang Garut, jadi kalau silaturahim ke Bungbulang, Bapak mengajak saya dan keluarga ke Pantai ini. Dulu belum zaman selfie, ke pantai ya ke pantai saja, untuk menikmati ikan bakar di pantai Rancabuaya setelah mencoba besarnya ombak di sana.

Baca Juga: Kota Mini

Kali ini, saya ke Pantai Rancabuaya dalam rangka mengantar teman-teman blogger yang pengen menghabiskan liburan awal tahun 2018. Suami mengabari kalau teman-teman Blogger Cihuy ingin jalan-jalan ke obyek wisaya Bandung, dan suami mengajak mereka mengeksplorasi pantai-pantai di Kabupaten Garut.  Saya pun tentunya seneng dong mau diajak liburan tanpa sponsor ini (pstt…sekarang saya sudah bisa liburan kapan saja, lho). Okelah, tanpa takut mengganggu hari kerja, tanpa harus bingung izin kantor, saya bisa ikut mereka jalan-jalan. Tahun 2018 sungguh menyenangkan, diawali dengan jalan-jalan.

Teman-teman Blogger Cihuy tiba di Bandung pukul 3 sore. Kami bertiga (saya, suami, dan si sulung) menjemput mereka ke stasiun Bandung. Dengan wajah lelah namun ceria, datanglah Buncha, Vanes, Mba Mia, dan Mba Dini. Ternyata masih ada dua orang lagi yang menyusul yaitu Mba Mon dan suaminya Mas Punto. Baiklah sambal menunggu mereka yang baru nyampe malam, kami pun keliling Bandung dulu.

Pertama-tama tentunya mengisi perut yang keroncongan. Apalagi para tamu dari Jakarta ini pastinya lapar setelah perjalanan kereta. Isi perut di tempat yang sederhana namun nikmat yaitu Warung Bu Imas. Setelah mengisi perut dengan sajian khas masakan Sunda, kami pun pergi ke China Town.  Di sana nongkrong sebentar lalu pindah nongkrong ke Ciwalk sampai tengah malam. Dari Ciwalk, kita kembali ke stasiun Bandung untuk menjemput Mba Mon dan Mas Punto.

Baca Juga: Serunya Piknik di The Farm House

Tiba di stasiun, kami pun langsung ke toilet. Saat saya mengantar Fathan ke toilet, saya berpapasan dengan dua orang dengan wajah lelah. Namun, dia senyum-senyum ke arah. Dalam hati, mungkin ini Mba Mon dan suaminya. Maklumlah, saya belum pernah bertemu dengan Mba Mon dan suaminya. Saya pun cupika-cupiki sebelum langsung ke toilet. Setelah dari toilet barulah bersapa ria dengan semestinya.

Dari stasiun, suami pun langsung melajukan kendaraannya ke arah Bandung Selatan. Saya tahu, kami akan melalui perjalanan malam yang cukup panjang karena saya pernah melaluinya. Saya belum measa ngantuk hingga membuka-buka sosial media sosial dan melihat foto seorag kawan blogger yang berfoto sangat cantic di bawah cahaya bulan purnama. Ternyata malam itu memang malam bulan purnama, sepanjang perjalanan, kami pun diteman bulan purnama yang sangat indah. Sementara teman-teman blogger cihuy satu per satu terkulai karena kelelahan. Sementara Fathan sudah lama tertidur di pangkuan. Sebenarnya, saya ingin menemani suami yang sedang menyetir. Namun, ternyata saya kalah dari kantuk dan tertidur.

Baca Juga: Tempat Wisata Alam Seru untuk Anak

Sekitar pukul 3.00 pagi, mobil berhenti di sebuah warung kopi yang berada di tengah hutan. Beneran tengah hutan, sampai-sampai saya agak ngeri ini beneran warung kopi gitu, hehehe… Teman-teman langsung turun untuk menikmati segelas the panas dan kopi panas. Ibu warung ditemani sama balitanya langsung sibuk membuat minuman pesanan kami. Udara sangat dingin menggigit kulit. Saya malas keluar mobil tapi kaki pegal juga semalaman memangku Fathan. Ternyata Fathan pun bangun dan minta keluar. Untung dia nggak minta pipis karena di sana nggak ada toilet. Saya pun nggak mau membayangkan toilet seperti apa yang ada di tengah hutan begini.

Tidak berapa lama, ada dua mobil juga yang berhenti di warung tersebut. Ah, ternyata rezeki itu memang ada untuk umat yang berusaha. Siapa sagka, warung yang berada di tengah hutan akan ramai oleh pengunjung. Menurut si ibu warung, setiap malam memang selalu ada pengunjung yang mampir. Tidak lupa Buncha mengisi termos yag sengaja dibeli di Bandung dengan air panas. Keren nih Buncha sedia termos saat piknik. Setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan panjang yang berliku. Beneran jalanan yang berliku banget dan cukup membuat perut penumpang terkocok-kocok. Kalau saya sih serasa diayun-ayun dan membuat mata merem. Padahal degdegan juga sih dengan kondisi jalan berliku dan suami yang baru pulang dari Sulawesi belum istirahat cukup dan langsung nyetir semalaman.

Lamat-lamat terdengar suara debur ombak. Yeaaay, akhirnya kami tiba pukul 5.00 pagi di Pantai Rancabuaya ini. Suasana sangat lengang, maklumlah memang orang-orang juga belum beraktivitas. Kami segera menurunkan tas dan makanan di salah satu gazeebo yang ada di tepi pantai. Saya langsung mencari masjid dan shalat Subuh. Sehabis shalat, saya langsung gabung bersama yang lain foto-foto di bawah sinar bulan purnama yang sangat indah. Sebenarnya kami berencana menikmati sunrise di pantai ini, tapi ternyata tidak ada sunrise di sini karena matahari tidak muncul dari arah ini. Jadilah kami berburu bulan purnama. Untungnya, saat waktu subuh, bulan purnama masih muncul dan belum tenggelam, jadi perburuan kami pun berhasil.

Pantai Racabuaya 5

 

Pantai Rancabuaya 3

ABaikan orang ketiga yang ikut-ikutan foto, hihihihi

Momen singkat yang indah karena tidak berapa lama terang pun muncu dan bulan pun menghilang. Tinggal suara deburan ombak yang menemani kami pagi itu. Suasana pantai memang berbeda dan memberikan kesan tersendiri. Walaupun tidak ada sedikit pun niat untuk berenang dan bermain di pasir. Saya kurang suka bermain basah-basahan di pantai. Namun, si sulung sangat suka berenang di pantai. Untunglah dia masih terlelap dalam buain mimpi.

Baca Juga: The Lodge Maribaya

Udara pantai mulai terasa menyengat kulit. Saya yang terbiasa dengan dinginnya udara dingin pegunungan tentunya sudah mulai merasa nggak nyaman. Untungnya panasnya udara di pantai Jawa Barat tidak sepanas udara pantai di Jawa Timur dan jawa Tengah. Saat saya mengunjungi Pantai sadranan di Yogyakarta dan Pantai Teluk Penyu di Cilacap, saya sungguh merasa sangat kepanasan.

Si sulung pun terbangun dan minta berenang di pantai setelah sebelumnya ngamuk dan rewel. Beginilah kalau perjalanan membawa balita, harus siap dengan risiko dia kecapean dan jadi rewel. Namun, capeknya dia terbayar setelah asyik bermain di pantai. Hari itu tidak banyak pengunjung yang bermain dan berenang di Pantai Rancabuaya. Entah itu karena ini bukan hari libur atau karena ombak yang sedang mengganas. Ombak di pantai kali ini memang sedang asyik menggulung dahyat sehingga membuat saya agak cukup khawatir membiarkan si sulung berlama-lama berenang.

Fathan asyik berenang di pantai

Fathan asyik berenang di pantai

Tanpa terasa kami sudah menghabiskan waktu sampai menjelang siang di Pantai Rancabuaya. Kami pun memesan ikan bakar dan menikmati santapan ikan bakar dan keong laut. Perburuan yang menyenangkan, berhasil mendapatkan momen foto kece di bawah sinar bulan, menikmati suasana pantai dengan santai, perut pun terisi dengan kenyang.

Sajian makan siang yang enak mengenyangkan

Sajian makan siang yang enak mengenyangkan

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

30 Responses

  1. Tarry Kitty says:

    Perjalanan yg sangat panjang ya mbak, apalagi bawa anak. Kebayang gimana ribet dan capeknya. Tapi terbayar dengan indahnya bulan purnama dan asyiknya berenang di pantai ya mbak 🙂

    Itu warung di tengah hutan kalau belum pernah lewat, pasti mikir2 ya kalau mau mampir 🙂

  2. Subhanallah keren banget… Cukup terang ya mbak di pantai. Pantai2ku kalo malam pada gelap, gak berani nginep, hehehe

    Tapi hmm Inshaa Allah deh, kucoba menikmati purnama di pantai, nanti, bareng pasangan. Doain dong mbak. Aamiin, heehe

  3. mamak marta says:

    cakep banget momen-nya,
    tapi sayang, ada foto “penampakan” di foto yg berduanya ya mbak, jadi dikit merusak momen romantisnya.
    ha..ha..ha..

  4. Warung Bu Imas dimana? Kucuma ke Ampera aja kalau makan masakan Sunda. Kurang referensi hihi. Btw kalau mau kesana berarti bagusnya tanggalnya disesuaikan pas bukan penuh yah. Keren.

  5. Adi Setiadi says:

    Garut itu daerah yang lengkap ya. Gunungnya ada pantainya pun Ada. Rekomendasi bagus untuk mengajak keluarga berlibur.. mudah2an bisa ke sana suatu saat nanti.

  6. Rindang says:

    Bulannya cantik banget. Pas jadi background foto sama pasangan. Saya kira tadi berburu bulannya malam hari, ternyata subuh ya.

  7. Jalan rame-rame bareng teman memang asik mbk, bisa ngobrol-ngobrol seru, gila-gilaan,
    menimati deburan ombak dan angin laut memang bisa menenangkan hati.

  8. Ruli retno says:

    Aku merasa tertohok banget deh. Setiap mau kuliner kaya wajib banget berburu foto cakep. Sampai kadang menahan anggota keluarga menyentuhnya karena mau di foto dulu. Wkwkwk

  9. ruziana says:

    asyeeek…
    udah free ni mba
    udah bisa jalan jalan sesuka hati tanpa harus izin kantor
    semoga menyenangkan ya

    saya juga pengin gitu
    bisa bebas
    bisa kemana aja eksplore tempat baru dan ditulis
    tapi belom bisa hiks

    btw itu ikan bakarnya bikin ngiler

  10. Nova Violita says:

    Beneran bulannya cakep banget ya…apalagi ada bayang2 di air gitu…syahdu romantis gitu…

    Motret pake kamera DSLR ya mba, aku moto bulan jelek banget hahahha

  11. Marfa says:

    Ikan bakar yg menggoda mbak :3 asyik banget bisa liburan bareng2. Terus ada bulan purnama pengganti sunrise :3 cuma kl aku ngebayangin jalan berliku gitu pasti mabuk, terus nggak tahan panas pula mihihih enaknya neduh sambil makan dan nge es kelapa muda yummmm :3

  12. Dari foto-foto yang beredar, cocok tuh jika dijadikan sebagai tempat buat nge-date, ya asal jangan digunakan dengan hal-hal yang haram aja sih. Kalo nge-date antara suami dan istri mah sah-sah aja kali ya. Hahah. Ohya, kak, tadi aku sepertinya ada menemukan sedikit kesalahan dalam penulisan tanda baca. Jadi, pas tadi aku baca, sempat bingung tiba-tiba.

    Pada kalimat ini terutama,
    “Ternyata masih ada dua orang lagi yang menyusul yaitu Mba Mon dan suaminya Mas Punto”
    Tadi, jujur, aku sempat misleading sedikit, aku kira Mas Punto itu punya suami atau gimana, aku jadi bingung dan kaget tiba-tiba, namun, setelah membaca dengan pikiran terbuka, ternyata tulisan itu seharusnya jadi “suaminya, Mas Punto”. But, overall, mantep kak! Masuk catatan sedikit.

  13. Berasa banget yak asiknya soalnya bareng ama blogger cihuy. Seneng banget bisa maen ke Pantai liat sunrise. Pasti seger banget suasana dan udaranya. Serunya lagi karena ngga rame jadi ngga perlu jadi cendol didalem santan hahahahah

  14. Wah… asyik ya Mbak pikniknya. Masih sepi… jadi bisa eksplore di tempatnya dengan leluasa. Bulan purnamanya dapat, santainya dapet, kenyangnya juga 🙂

  15. Ajak piknik says:

    Jalan2 sesama Blogger, aku belum pernah nih, mba kalo ada event lagi, ajak2 donk 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *