Cara Pindah KTP dan KK AntarKota

Cara Pindah KTP dan KK AntarKota

Cara Pindah KTP dan KK AntarKota. Saya bukan termasuk orang yang suka mengurus administrasi. Kalaulah boleh dibilang sebelumnya nggak pernah mengurus pembuatan KTP, KK, Akta Lahir, dan lain-lain. Biasanya suami yang mengurusnya. Namun, berhubung saat ini dia sangat sibuk. Baklah, saya singsingkan lengan baju untuk mengurus perpindahan KTP. Kenapa mesti pindah KTP? Apa saya berencana pindah domisili?

Baca Juga: Saat Kanker Merenggut Orang Tersayang

Jadi, ceritanya, sebelum Bapak meninggal, Bapak dan Mamah sudah daftar haji. Saat Bapak meninggal, kursi hajinya tentunya kosong dan mamah pun tetap ingin dditemani salah satu anak-anaknya. Awalnya masu ditemani si bungsu, Yesi. Tapi ternyata terkendala masalah KTP. Saat ini Yesi tinggal di Tangerang dan katany proses perpindahan KTP di sana jauh lebih ribet. Lalu, mau digantikan oleh adik kedua yanglaki-laki. Namun, ternyata tetangga bilang, kalau mamah sebaiknya ditemani anak perempuan karena kalau sama anak laki-laki nanti tidak akan ditemani. Selama ibadah haji, hotel tempat menginap, kegiatan ibadah dan lain-lai dipisah antara laki-laki dan perempuan. Akhirnya, mamah meminta saya untuk menemaninya. Setelah minta izin suami dan beliau mengizinkan, saya pun setuju untuk menemani mamah.

Baca Juga: Cara Perpanjangan SIM di SIM Keliling Online

Oh, iya, pengalamanan cara pindah KTP dan KK antarkota ini pengalaman saya pindah KTP dari Bandung ke Sukabumi, ya. Untuk kota lain saya kurang tahu, mungkin sama juga prosesnya. Setidaknya, bagi yang ingin pindah KTP dari Kota Bandung, mungkin artikel ini bisa memberika gambaran. Soalnya saya bertemu dengan beberapa orang seperti saya yang tidak tahu bagaimana proses perpindahan KTP dan tampak kebingungan. Kalau saya sih modal nekat dan nanya-nanya. Padahal, saya sendiri belum pernah tuh datang ke RT, RW, kantor kelurahan, kantor kecamatan, dan dinas kependudukan.

Untuk bisa daftar haji di Sukabumi, saya harus memiliki KTP domisili Sukabumi. Kendala pertama adalah KTP. Saat ini, KTP saya masih di Bandung. Jadi bulan lalu, saya sudah mulai mengurus perpindahan dar Bandung. Langkah pertama yang saya lakukan adalah menemui Pak RT untuk minta surat rekomendasi pindah. Setelah dari RT, kemudian minta cap dan tanda tangan ke sekretaris RW dan Pak RW. Setelah memegang surat rekomendasi, saya pun meluncur ke Kelurahan dan dari sana keluar juga surat untuk ke Kecamatan. Kantor kecamatan lumayan penuh dengan orang-orang yang mengurus administrasi. Namun, setelah antre, saya pun mendapat surat dari kecamatan untuk ditujukan ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bandung (Disdukcatpil). Namun, ternyata enggak bisa langsung datang tapi harus ambil nomor antrean melalui SMS. Ya, saya pun mengirim SMS dengan format sebagai berikut.

Nama Lengkap#Nomor TP#Pindah_Keluar

Format SMS tergantung keperluan dan tujuan kita, ya.

Setelah mengirim sms, saya pun mendapat balasan yang isinya nomor antrean dan jam kedatangan. Oh iya, berhubung saya krim SMS hari Jumat, dan hari Senin libur, saya mendapat jadwal ke kantor Disdukcatpil hari Selasa, pukul 09.00 WIB.

Hari Selasa pagi pun saya meluncur ke Disdukcatpil. Kembali dengan modal nanya-nanya di om gugel dan orang di jalan, sampailah saya ke kantor tersebut. Pukul 08.00 WIB, kantor masih belum buka, para pegawai sedang senam pagi, tap orang-orang sudah mengantre di halaman. Tidak lama gerbang dibuka, dan kami pun masuk. Kami masuk sesuai dengan nomor antrean yang sudah dikirim melalui SMS. Saya pun menunggu jadwal, dan tidak berapa lama dipanggil. Saya menyerahkan berkas yang isinya:

  1. Surat pengantar dari Kecamatan
  2. Foto kopi KTP (KTP asli dibawa dan diperlihatkan)
  3. Foto kopi KK (KK asli dibawa dan diperlihatkan)

Semua berkas dimasukkan ke dalam map. Semua berkas sudah dimasukkan ke dalam map. Berkas disalin menjadi dua berkas, ya. Sebaiknya sih sebelumnya semua berkas sudah disiapkan dan dimasukkan ke dalam map biar enggak bolak-balik. Beberapa orang yang tidak persiapan, diminta untuk menyiapkan berkas terlebih dahulu dan bolak-balik ke tempat foto copy-an. Setelah berkas siap, berkas pun dimasukkan. Lalu, petugas memberikan selembar kertas untuk pengambilan surat pengantar. Oh iya, surat pengantar pindah tidak langsung jadi, tapi menunggu sekitar satu minggu.

Pecan berikutnya, sesuai tanggal yang ada di lembaran kertas, saya pun mengambil surat permohonan pindah dari Disdukcatpil. Oke, langkah awal sudah berhasil. Selembar kertas sebagai pengantar pembuatan KTP baru di Sukabumi sudah di tangan.

Langkah berikutnya, saya ke Sukabumi dan membawa surat dari Disdukcatpil tersebut. Sebenarnya, saya melakukannya santai aja, enggak langsung mengurus KTP, soalnya memang tidak tahu caranya. Lagipula, dengan dua balita yang selalu membuntuti susah juga ke sana ke mari. Lagian untuk kantor-kantor administrasi di Sukabumi, saya belum tahu lokasi dan persyaratannya.

Pada hari yang sudah saya siapkan, saya pun meluncur ke kantor Disdukcatpil Sukabumi. Saya belum tahu cara-cara pembuatan KTp pindah. Saya membawa semua berkas yang sekiranya dibutuhkan dengan tujuan mencari informasi. Ternyata, saya tidak bisa mengurus di Disdukcatpil itu karena pindah antarkota. Jadi saya diberi tahu untuk ke antor Disdukcatpil yang lokasinya cukup jah. Hmm..berubung, selama di Sukabumi tidak ada kendaraan, saya wara-wiri menggunakan angkot dan tentunya balita yang mengekori. Baiklah, saya minta informasi syarat-syaratnya terlebih dahulu.

Syarat-syaratnya yaitu:

  1. Formulir 101 dari Kelurahan
  2. KTP Asli
  3. Foto kopi KK
  4. KK yang akan saya masuki (KK punya mamah)

Saya pun bersama si kecil Fakhira, meluncur ke Kelurahan Kebon Pedes (domisili Mamah) untuk meminta formulirnya. Dengan berbekal nanya ke sopir angkot, tibalah kami di kelurahan. Di sana, saya menyampaikan tujuan saya untuk pindah KTP dan KK. Lalu, petugas di sana memproses formulirnya.

Kantor Kelurahan Kebon Pedes

Kantor Kelurahan Kebon Pedes

Petugas memberi informasi kalau saya harus ke Disdukcatpil dan proses pembuatan KTP dan KK akan memakan waktu cukup lama yaitu sekitar satu bulan. Baiklah, saya pun mengiyakan. Lalu, si petugas memberi alternative.

“Untuk pembuatan KTP dan KK, kami bisa kok menguruskannya ke Disdukcatpil dan proses pembuatannya hanya satu hari,” kata si petugas.

“Lalu?”

“Iyah, Ibu bisa bayar sekian..sekian untuk pembuatan KTP dan KK.”

Saya berpikir sebentar. Sebenarnya, saya sedang ingin menjadi warga negara yang baik. Tapi, saya pun berpikir lagi akan sangat repot ke sana ke mari dengan membawa balita dan menggunakan kendaraan umum. Baiklah, saya diskusi sebentar dengan suami via wa. Kondisi saya memang agak repot kalau harus mengurus sendiri. Akhirnya saya pun setuju, pembuatan KTP dan KK baru diuruskan oleh petugas dari kelurahan.

Mengurus administrasi bersama si kecil

Mengurus administrasi bersama si kecil

Ya, memang benar, dalam tempo satu hari, KTP dan KK baru domisili Sukabumi sudah di tangan. Sebenarnya kalau mengurus sendiri, saya tinggal ke Disdukcatpil dan membawa semua berkas. Lalu mendapat kertas pengambilan KTP (seperti halnya kertas pengambilan surat pengantar pindah KTP di Disdukcatpil Bandung). Lalu datang megambil KTP dan KK pada tanggal yang sudah ditentukan. Tapi ya, pasti prosesnya lama. Seperti halnya pembuatan surat pindah, perlu waktu satu minggu.

Ya itulah, kira-kira gambaran proses perpindahan KTP antarkota. Ini pengalaman pindah KTP di Jawa Barat, ya. Untuk provinsi lain, saya kurang tahu bagaimana prosesnya. Mungkin sama dengan durasi waktu yang berbeda. Yang jelas, kalau mau mengurus administrasi itu mesti sabar antre, mesti teliti dalam menyiapkan berkas syarat-syaratnya. Demikian pengalaman saya cara pindah KTP dan KK antarkota, semoga bermanfaat, ya.

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

36 Responses

  1. Ruli retno says:

    Dari semuanya itu mungkin yg bkin gak sabar cuma antri nya itu ya. Kudu kuat iman. Hehehe

  2. keninglebar says:

    Tipikal birokrasi kita, “kalo bisa dibuat sulit, kenapa harus dipermudah”. Tapi memang sistemnya tidak memngkinkan untuk orang yang bekerja full time buat urus sendiri sih ya. Jadi kayak nggak punya pilihan =(

  3. Pertama-tama, semoga kelak menjadi Haji yang Mabrur ya, Mbak Rani. Jangan lupa turut doakan Bapak juga.
    Selanjutnya, memang sih ngurus KTP dan segala administrasinya ribet, aku jadi teringat waktu mau ngurus haji, insya allah 30 tahun lagi sih, itu ngantrinya juga harus sabar waktu itu. Memang sih, harus diuji kesabaran namanya ini mah biar urusan kelar.

  4. bang angga says:

    formulai 101 itu apa ya mbak? surat apa itu
    itu yang belum saya tahu.
    semoga menjadi hadi yang mabrur dan menjadi baik di masyarakat

  5. Liza says:

    semoga semuanya berjalan lancar ya mbak rani. saya baru tahu kalau mendaftar haji harus dari tempat domilisi.

  6. ina says:

    ngurus surat surat ini kadang ribet ya
    makanya banyak orang yg malas
    tapi saya pernah ngurus surat persiapan nikah lho
    saya nikah di kampung di padang
    KTP Tanjungpinang
    trus calon suami belum punya KTP alias KTP mati ( dia paling malas urus beginian)
    akhirnya sy yang urus KTP calon suami
    surat pindah nikah
    tp ketika dijalani ..ga ribet banget sih asal ada waktu dan sabar hehehe

  7. Saya juga baru aja ngurus surat pindah. Tapi saya ngurusnya dibantuin sama Pak RT. Jadi beliau yang ngurus ke kecamatan sampai ke Disdukcatpil. Saya agak males berurusan dengan birokrasi hihihi
    Ini juga baru sampai KK, belum jadi KTP-nya. Katanya lama, kalau mau jadi KTP-nya. Blanko E-KTP-nya masih menunggu antrian

    Eh iya, Mbak Rani mau pergi haji, ya…? Semoga semua prosesnya dilancarkan dan dimudahkan ya… aamiin.

  8. lendyagasshi says:

    Alisnya cettaarr bangeett teteeh..
    Hiihii..

    Aku dulu ngurusnya juga ga ribet, teh..
    Pindah KTP dari Surabaya ke Bandung.
    Alhamdulillah…

    Ada jasa yang bantu bikin…hiihii…

  9. wah ada fotonya dede fakhira.. kangeeenn.. alhamdulillah ya teh berarti urus perpindahan ktpnya udah hampir selesai, udah agak tenang tinggal ngurus proses yang lainnya. Mudah-mudahan lancar barokah, amiiiin

  10. Nova Violita says:

    Nah..bagus ngurus sendiri jadi tahu step2nya…padahal banyak yg bikin nitip..ujung2nya pake bayaran…pungli

  11. Ajen says:

    Keren banget pake SMS yahh
    Kalau di tenpat akuu Dinas Cakpilnya kerjanya gak jelasss.
    Ham 9 kadang enggak ada petugasnya. Kesell bangett

  12. jaman sekarang semuanya serba dimudahkan ya mba. Apalagi untuk mengambil nomer antrian tidak perlu datang ke tkp dulu lewat sms juga bisa sangat dimudahkan banget ya. Dan, informasi ini sangat bagus banget buat para penduduk yang mau pindah dan menetap di beda daerah dari biodata ktp dan kk. kalo ga salah dulu klo mau pindah aja harus di lempar sana sini baru jadi.

  13. Dwi Ananta says:

    Aku juga malas banget urus administrasi huhuhu… Ini sudah ngurus surat pindah dari tempat yang dulu tapi belum ngurus ke kelurahan sini. Males banget rasanya hehehe

  14. Zefy says:

    Ya begitu mbak, kalau berurusan dengan administrasi pemerintahan pada umumnya memang harus sabar, prosesnya panjang dan lama……….syukur-syukur tidak kena pungli heheheee
    Itupun kalau hoki, kalau tidak ya…banyak2 doa aja mbak 😀

  15. Pernah pindah antar kota dalam propinsi. Ngga ribet sih. Sehari selesai. Tinggal nunggu cetak KK 3 hari kerja ama KTP baru. Nah bagian KTPnya yang agak lama. Tapi lumayan juga sih ngantrinya. Tapinjaman udah canggih sih. Ngga berasa capek juga. Lancar jaya sih ngurusinnya

  16. Aku dulu suami pindah dari Kab Bogor ke Kota Bandung. Lama bangey 3 bulan baru selesai. Karena enggak pakai uang pelicin. Kesal banget deh.. mana kan harus bikin kk dll buat akte anak…

  17. Woke. Siap mbak. Sabar dan teliti adalah kuncinya.
    Bisa jadi acuan buat ganti KTP KK di lokasi rumah baru nanti

  18. Chacha Dwi says:

    Ribet juga ya ternyata mbak, harus sabar yg bolak-balik. Mana saya belum pindah KTP & KK ke tempat suami pula (masih KK keluarga asal)

    Prosedurnya kurang lebih sama untuk daerah lainnya juga kan mbak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *