Chick Lit dalam Budaya Popular

Budaya pop sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Salah satu yang mempengaruhi budaya pop adalah geliat penerbitan buku-buku popular yang telah bertransformasi dari bentuknya yang klasik menjadi sesuatu yang baru dan menjadi gaya hidup masyarakat kontemporer.

Tahun 1990, menjadi titik tolak yang sangat signifikan dalam bentuk penulisan roman yang baru. Hal itu ditandai dengan terbitnya novel yang berjudul The Independent, Bridget Joness Diary karya Helen Fielding. Novel ini menjadi titik tolok terbitnya novel-novel sejenis yang kemudian mendapat sebutan popular yaitu Chik Lit. Chik Lit dikatagorikan ke dalam genre tersendiri karena memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan novel-novel lainnya.

Bridget Joness Diary dijadikan tolok ukur penerbitan Chick Lit karena novel ini merupakan novel pertama yang mengusung tema roman yang berbeda dengan jenis-jenis roman sebelumnya. Selain itu, Bridget Joness Diary pun mendapat sambutan hangat dari pembacanya, terbukti buku ini menjadi best seller selama beberapa bulan dan berhasil terjual lebih dari lima juta eksemplar. Bridget Joness Diary juga sudah dialihbahasakan ke dalam tiga puluh bahasa. Pastinya, hal itu membuat Bridget Joness Diary memiliki pengaruh yang sangat besar karena dibaca oleh tiga puluh pemakai bahasa selain bahasa Inggris.

Bridget Jones menjadi figur perempuan masa kini yang memiliki citra yang berbeda dengan perempuan angkatan sebelumnya. Citra Bridget Jones pun mempengaruhi gaya hidup perempuan masa kini yang tampak lebih jujur dalam memperlihatkan sikap kesehariannya. Bridget Jones tampak sangat menikmati hidupnya yang lajang. Dia tidak takut merokok dan minum-minuman bebas sampai mabuk. Bridget Jones juga tidak memperdulikan bentuk tubuhnya yang gemuk, dia bisa memakan apa pun yang dia suka tanpa harus pusing dengan pendapat orang lain. Bahkan, Bridget Jones tidak ragu untuk bersikap clumsy bahkan dianggap bodoh oleh orang-orang di sekitarnya. Bridget Jones pun menjadi trend setter bagi citra perempuan masa kini yang diikuti oleh penerbitan novel-novel sejenis lainnya.

Sumber foto: http://cct300-f08.wikispaces.com/Chick+Lit+Books

Tulisan ini hasil pembacaan artikel

Gill, & Herdieckerhoff. 2006. Rewriting The Romance:

New Femininities in Chick Lit?. Feminist Media Studies. 6(4).487-504

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *