Cicipi Kuliner Khas Cirebon

Cicipi Kuliner Khas Cirebon

Sabtu pagi, saya dan keluarga sudah bersiap berangkat. Rencananya, kami akan melakukan perjalanan ke Wonosobo. Suami mengajak saya mampir ke Cirebon, sekalian mampir ke acara nikahan teman di Cirebon. Konon katanya lagi, suami ingin menjajal jalan tol Cipali. Hehehe … rupanya jiwa petualangannya lagi muncul. Yo wess, sebagai istri manut wae, ke mana pun pergi dan bagaimana caranya. Soalnya, saya sendiri enggak mengerti rute perjalanan. Tahunya cuma duduk manis, meurem kalau ngantuk, jagain anak biar nggak mengganggu konsentrasi ayahnya nyetir, menikmati pemandangan di sepanjang jalan, sesekali ngajak ngobrol, hehehe .. pokoknya segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan arah jalan, peta, dan lain-lain. Nah, berhubung ini perjalanan cukup panjang, sebagai seksi konsumsi, saya siapkan dong daftar aneka minuman segar. Biar suami tetap segar menyetir selama perjalanan. Anak pun nggak rewel karena kehausan. Apa saja daftar aneka minuman segar yang saya siapkan selama perjalanan? Hehehe … pokoknya berbagai minuman ringan yang menyegarkan selama perjalanan.

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 8.00 pagi. Enggak lupa berdoa dulu, dong. Suami langsung masuk tol Pasteur dan mengikuti arah menuju tol Cipali. Ternyata, perjalanan menuju Cirebon lewat tol Cipali lebih cepat. Kami tiba d Cirebon sekitar pukul 10.00. Bingung juga mau ngapain, sementara acara baru pukul 16.00 sore. Yo wess, kita jalan-jalan dulu aja, muter-muter Kota Cirebon. Menurut saya, Kota Cirebon termasuk kota yang cukup besar. Jalanannya pun besar dan padat dengan kendaraan. Ramainya tidak jauh dengan Bandung. Mungkin, saya agak kegerahan di sana karena Cirebon cenderung lebih panas jika dibandingkan dengan Bandung. Rasanya, kurang afdol jika mampir ke suatu tempat namun tidak mencicipi kuliner khas tempat tersebut.

“Bun, coba cari kuliner khas Cirebon?” pinta suami.

Saya pun langsung ambil ponsel dan mulai ketik kuliner khas Cirebon. Muncul beberapa alternatif yaitu ada Nasi Jamlang Ibu Nur, Kepiting Saos Padang di Seafood H.Moel, dan Empal Gentong H.Apud. Suami sih katanya kepengen cicipi Seafood khas Cirebon. So, kami pun coba menyusuri jalan mencari alamatnya di Jl. Dr.Cipto Mangunkusumo No. 71, Cirebon. Namun, berhubung kami sama-sama tidak kenal dengan kota ini, walaupun sudah tanya alamat teuteup saja belum ketemu. Ya sudahlah, seketemunya aja.

Baca juga: Cari ABG di Kambing ABG

Tiba-tiba, mata saya langsung membelalak begitu melihat plang besar di depan bertuliskan Empal Gentong H.Apud. So, berhubung sudah lelah keliling-keliling tidak tentu arah, kami pun memutuskan makan siang di sini.

Welfie depan Empal Gentong H.Apud

Welfie depan Empal Gentong H.Apud

Tempat parkir di depan restoran sudah penuh oleh kendaraan pribadi. Rata-rata, kendaraan pribadi dari luar kota, ada dari Jakarta dan Bandung. Rupanya, Empal Gentong H.Apud memang sudah terkenal di kalangan pecinta kuliner. Ternyata, Empal Gentong H.Apud menyiapkan tempat parkir di bagian belakang. Walaupun agak jauh dari tempat makan, ya sudahlah, kami langsung menuju tempat parkir. Kami pun jalan dengan jarak agak lumayan menuju tempat makan. Ternyata, di bagian depan rumah makan ini, ada kuali berisi kuah empal gentong, pembakaran sate kambing, dan daging kambing yang digantung.

Daging kambing siap diolah

Daging kambing siap diolah

Kami langsung masuk ke bagian dalam, ternyata bagian dalam rumah makan ini cukup luas. Di bagian belakang ada ruangan yang lebih dingin. Walaupun cukup luas, ternyata tempat ini sudah penuh dengan orang yang sedang menikmati kelezatan menu khas empal gentong dan sate.

Yeaaay...mari makaan...

Yeaaay…mari makaan…

Setelah duduk, kami langsung disodori daftar menu. Suami memesan empal gentong, saya sendiri memilih memesan empal asem, dan Fathan memesan sate kambing. Untuk minumannya, saya melihat ada daftar aneka minuman segar. Suami memesan es teh manis, saya pesan the tawar panas, dan Fathan pesan air kelapa.

Baca juga: Soto Mie Mang Ece Bikin Kangen

Tidak harus menunggu lama, hanya beberapa menit pesanan sudah datang. Rupanya, penyajian makanan di tempat ini cukup cepat. Tidak seperti di tempat makan sate yang pernah saya datangi di Bandung, penyajiannya agak lama, mungkin membakar satenya lama.

Empal asem pesanan saya

Empal asem pesanan saya

Oke, mari kita cicipi makanan khas Cirebon ini. Saya pertama coba cicipi kuah Empal Gentong yang berwarna agak keruh. Empal Gentong memiliki cita rasa yang kaya karena berbagai bumbu yang diolah bersama daging kambing. Rasa daging kambingnya gurih dan empuk saat dikunyah. Top, deh. Pantesan tempat ini selalu penuh. Memang Empal Gentong H.APud mantap rasanya. Lanjut cicipi pesanan saya yaitu Empal Asem. Secara penampakkan Empal Asem ini kuahnya bening seperti sayur sop bening. Namun, memiliki cita rasa asem karena ditambahi belimbing wuluh dalam masakannya. Jujur, saya lebih suka empal asem daripada empal gentong karena cita rasanya lebih segar. Cocok banget dengan kondisi saya yang agak pusing dan lelah setelah perjalanan cukup jauh. So, empal asem membuat saya segar kembali dan ceria. Lanjut cicipi menu pesanan Fathan yaitu sate kambing Ooalaaa … sate kambingnya mantap banget. Dagingnya empuk dan bumbu meresap bikin lidah nagih. Suami bilang sate kambingnya juara. Over all, makan di Empal Gentong H.Apud memuaskan kami bertiga. Setelah kenyang, saya langsung minum teh tawar panas kesukaan saya. Wuiiiih, segar banget, deh.

Sate kambingnya empuk dan bumbu meresep

Sate kambingnya empuk dan bumbu meresep

Setelah makan, saya sempat ingin ke toilet. Seneng, deh, toilet di Empal Gentong H.Apud cukup bersih dan airnya mengalir banyak. Sehingga membuat saya merasa segar.

Setelah kenyang, kami menyempatkan melihat-lihat batik trusmi, batik khas Cirebon. Kami masuk ke sebuah butik batik yang tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kami makan tadi. Batik khas Cirebon ini disebut dengan batik trusmi karena berawal dari desa Trusmi. Desa inilah yang memproduksi batik Cirebon lalu menulay ke tiga desa lainnya yaitu desa Panembahan, Kali Tengah, dan Kali Wulu. Akan tetapi, untuk penjualan, Desa Trusmi tetap menjadi andalan.

Saat keluar dari tol Cipali-Palikanci, saya sempat melihat gapura bertuliskan KAwaan Wisata Sentra Batik Trusmi di sebelah kiri. Sebenarnya, saya ingin mampir ke sana, namun berhubung sudah lapar, akhirnya mobil melaju terus mencari kuliner dulu. Mungkin, lain kali kalau mampir ke Cirebon lagi, saya akan sempatkan mampir ke sana.

Kembali ke butik tempat kami melihat-lihat batik trusmi, suami sempat terpikat dengan dua kemeja batik yang cukup keren. Namun, harga yang ditawarkan cukup tinggi yaitu sekitar 300 K per kemeja. Hehehe … batik untuk perempuan pun banyak. Namun, saya sendiri tidak menemukan model pakaian yang saya suka. Saya lebih tertarik membeli kain batiknya untuk saya jahit sendiri.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 sore. Kami pun segera bergegas mencari alamat hotel tempat resepsi pernikahan teman. Setelah keliling-keliling, kami pun menemukannya. Alhamdulillah, tiba tepat waktu. Ganti baju dulu dan dandan dikit. Lalu, kami pun siap ke pesta resepsi dengan konsep pesta kebun itu.

Sekitar pukul 16.30, kami pun pamit ke empunya pesta untuk melanjutkan perjalanan ke Wonosobo. Petualangan sehari yang menyenangkan. Jujur, saya suka dengan Kota Cirebon. Seandainya punya waktu lebih banyak, mungkin saya dan keluarga akan mengunjungi tempat-tempat wisata di kota ini, terutama wisata sejarahnya, sekalian memperkenalkan sejarah kepada anak-anak. Next, semoga ada jodoh dengan kota ini lagi dan bisa bereksplorasi menjelajahi kota yang penuh sejarah ini dan cicipi kuliner khas Cirebon lagi.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

4 Responses

  1. evrinasp says:

    wah kalau daging kambing kesukaan pak suami nih, paling saya cuma nganter aja, kebetulan dinasnya di Cirebon mbak

  2. ahmad andriana says:

    liatnya jadi lapaarrr asli, salah jam saya bacanya. Seharusnya kalo baca review makananmah mending malam ya hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *