Drama Terbaik Ada di Lapangan Sepak Bola

sebanyak-13

Drama Terbaik Ada di Lapangan Sepak Bola. Saya membaca quotes tersebut dan setuju. Sebagai pecinta drama korea atau populer disebut Kdrama lovers, saya sering dibuat baper oleh jalinan cerita antara dua insan yang saling mencintai tapi terpisah oleh berbagai perbedaan. Misalnya laki-lakinya adalah pangeran sementara si perempuan adalah seorang kasim istana (nah, lho kok bisa perempuan jadi kasim istana? Itulah drama) Ada juga perbedaan yang sulit dipahami yaitu tokoh perempuan adalah putri seorang komikus sementara si laki-laki adalah tokoh komik buatan ayahnya. Nah, lho, sungguh sebuah perbedaan yang sulit dijembatani, bukan? Selain itu ada juga si cowoknya ternyata monster yang bisa mengeluarkan paku di punggungnya sementara si perempuan adalah perempuan biasa. Lebih aneh lagi ada pasangan antara Goblin yang berusia 900 tahun dan cewek usia 19 tahun. Hahaha… itulah dunia drama yang bisa bikin baper berat emak-emak kayak saya.

Namun, dari semua drama korea yang pernah saya tonton, tidak ada yang mengalahkan kebaperan saya saat menonton pertandingan sepak bola. Apalagi pertandingan piala AFF kemarin, bikin baper banget. Setelah semangat menggebu karena ternyata timnas Indonesia berhasil melenggang ke final melawan tim Thailand. Ternyata, timnas harus menelan pil pahit berupa kekalahan. Entah karena saya sebagai supporter yang terlalu pede dan memiliki harapan sangat besar sehingga merasakan sangat baper dengan kekalahan tersebut. Padahal, jika ditelisik lagi, lolosnya timnas Garuda ke babak final dalam kejuaraan piala AFF merupakan sebuah prestasi. Bayangkan, sebelum turnamen AFF, sudah banyak drama pendahuluan di dunia sepak bola Indonesia yang bikin baper. Kesedihan menyeruak karena tahu bagaimana perjuangan para pemain timnas yang jatuh bangun di babak penyisihan grup.

Sungguh sebuah prestasi luar biasa bagi timnas Garuda bisa masuk babak final dalam kondisi yang serbadarurat. Masih ingat khan kalau PSSI mendapat sanksi dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Sanksi dijatuhkan pada akhir Mei 2015 dan baru dicabut pada Mei 2016. Kurang lebih selama satu tahun, timnas Garuda vakum dari berbagai agenda. Tentu saja pembekuan ini berdampak pada performa tim Garuda yang kurang jam terbang bertanding.

Sanksi AFF yang baru dicabut bulan Mei 2016 tentu saja berpengaruh pada persiapan tim garuda. Bahkan, pelatih timnas Alfred Riedl baru resmi ditentukan pada 10 Juni 2016. Dua bulan berikutnya, tepatnya bulan Agustus baru dilakukan seleksi pemain dan gelar uji coba pertama dilakukan pada 6 September 2016. Waktu yang sangat singkat bagi Riedl untuk bisa mengutak-atik formasi pemain sementara piala AFF sudah digelar pada 19 November 2016. Persiapan yang dilakukan kurang lebih hanya 3 bulan.

Selain drama di lapangan yang disaksikan supporter Indonesia baik secara langsung melalui layar televisi, masyarakat pun disuguhi drama di tubuh PSSI. Ya, kita tidak bisa menutup mata bahwa terjadi konflik kepentingan dalam tubuh PSSI sendiri sebagai organisasi Persepakbolaan Indonesia. Baiklah, sungguh dama ini tidak pantas ditonton oleh masyarakat kita, terutama oleh emak-emak yang gampang baper seperti saya. Tapi, nasi sudah menjadi bubur, saya terlanjur melihat drama berupa saling tuding, saling maki yang masak di media massa. PSSI pun mulai masuk ranah politik dan melebar ke perseteruan antarpartai politik. Emak-emak kayak saya harus mulai tutup mata dan tutup telinga deh untuk menjaga hati agar tidak baper terlalu dalam.

Walaupun saya penyuka drama tapi saya ingin drama hanya terjadi di lapangan sepak bola. Saya tidak ingin terjadi drama di luar lapangan yang bisa mengganggu performa pemain. Oleh karena itu, saya sangat berharap banyak pada Kongres PSSI 2017 yang diadakan di Hotel Aryaduta, Bandung. Yaa, sebagai warga Bandung, saya sangat memberi apresiasi tinggi pada pemerintah Kota Bandung yang sudah menerima kedatangan bonek yang sengaja ingin mengetahui keputusan PSSI  mengenai pemulihan status Persebaya Surabaya pada kompetisi resmi dan anggota PSSI.

kongres-pssi-2017-2

Sebagai emak-emak pecinta drama, saya sangat antusias saat menjadi salah satu dari tim media sosial pada Kongres PSSI 2017. Saya ingin melihat secara langsung antusiasme dan euforia peserta Kongres PSSI 2017 di bawah kepemimpinan Bapak Edy  Rahmayadi yang sekarang masih aktif menjabat sebagai Pangkostrad. Bapak Edy Rahmayadi memiliki visi menjadikan PSSI sebagai pembaharu yang Profesional dan Bermartabat.  Di bawah kepemimpinan beliau. PSSI fokus membangun kualitas pemain dan kesejahteraan insan-insan di dalamnya. PSSI pun dicitrakan sebagai suatu bentuk kedaulatan rakyat di bidang olahraga sepak bola. Tentunya sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia yang menginginkan sepak bola Indonesia mampu berdaulat sendiri tanpa ada pengaruh dunia politik. Malah kalau bisa, sepak bola menjadi industri yang mampu menyejahterakan insan-insan yang terlibat di dalamnya.

kongres-pssi-2017-1


Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI

Kongres PSSI kali ini mengusung tema menuju PSSI yang Profesional dan Bermartabat. Maksudnya profesional yaitu memiliki pola pikir unggul dan menjadi yang terbaik, pantang menyerah, tanggung jawab, gotongroyong,berani berinisiatif dan siap berkorban. Menuju PSSI bermartabat maksudnya sepak bolan Indonesia ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, keunggulan prestasi yang tidak bisa digadai, dan dipermainkan oleh pihak mana pun. Setiap insan sepakbola Indonesia harus berlaku jujur, terbuka, punya rasa malu,disiplin dan tahu diri.

Acara Kongres PSSI 2017 dibuka tanggal 7 Januari 2017 di Hotel Aryaduta. Para anggota PSSI hadir untuk mendengarkan penyampaian penyelesaian dan keputusan terhadap agenda yang tertunda dalam Kongres PSSi pada 10 November 2016 lalu. Beberapa agenda yang tertunda di antaranya menegsahkan, memberhentikan sementara atau memberhentikan anggota; penerimaan/penolakan terhadap permohonan 7 klub bermasalah; pengampunan terhadap sanksi perseorangan, dan penyelesaian sengketa Asosiasi Pemain Indonesia.

Joko Driyono,selaku Wakil Ketua UmumPSSI mengatakan bahwa dalam Kongres PSSI 2017 ini sudah dihasilkan beberapa keputusan mengenai agenda tim nasional. PSSi memiliki rencana akan melakukanbeberapa perubahan signifikan mengenai jumlah peserta Divisi Utama. Rencananya hanya akan ada 24 klub yang terbagi dalam dua wilayah.

Selain itu, dalam Kongres PSSI 2017 juga dibicarakan mengenai pemilihan pelatih timnasIndonesia mulai Timnas Senior, U-22,U-19 atau U-16.PelatihTimnas Senior akan digabung dengan Timnas U-22. Sementara itu, Timnas Senior dan U-22 akan dilatih pelatih asing. Menurut Bapak Edy Rahmayadi, kandidat pelatih Timnas Senior dan U-22 ada dua yaitu Luis Fernandesz dan Luis Milla. Sementara untuk pelatih U-19 ada dua kandidat yaitu Indra Sjafri dan Wolfgang Pikal.Selain itu untukpelatih timnas U-16, kandidat pelatihnya adalah Rudy Eka Priyambada dan Fachri Husaini.

Lalu bagaimana dengan nasib Persebaya? Pertanyaan tersebut banyak ditanyakan banyak pihak, termasuk driver UBER yang saya mengangkut saya dari Hotel Aryaduta. Kabar baik untuk Persebaya karena Edy Rahmayadi selaku Ketua UMUM PSSI telah memulihkan status Persebaya Surabaya untuk kembali menjadi anggota PSSI dan bisa tampil berlaga di Divisi Utama, yang merupakan kasta tertinggi dunia sepak bola Indonesia.

Tujuh klub yang sempat dinonaktifkan oleh PSSI kini kembali bisa bertanding. Ketujuh klub tersebut yaitu Persebaya, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persewangi Banyuwangi, Lampung FC, Persipasi Bekasi dan Arema Indonesia.

Banyak pertimbangan Persebaya kembali diaktifkan di Divisi Utama, salah satunya karena Persebaya merupakan salah satu tim legenda dari lima tim legenda yang ada dunia sepak bola Indonesia. Tim legenda itu di antaranya PSM, Persebaya, Persib, Persija, dan PSMS. Diharapkan dengan diaktifkannya Persebaya ke liga Divisi Utama akan menetaskan pemain-pemain berkualitas yang akan memperkuat timnas Indonesia di ajang liga internasional.

Keputusan pemulihan status Persebaya ini tentunya disambut oleh Bonek yang sengaja bertandang ke Bandung untuk mengetahuikeputusan Kongres PSSI. Bonek yang disambut dengan hangat oleh Viking Bandung merasa bahwa keputusan PSSI merupakan keputusan yang tepat. Sebagai emak pecinta sepak bola pun, saya merasa keputusan tersebut memang tepat. Apalagi tujuannya adalah untuk memajukan dunia sepak bola Indonesia. Saya pun merasa bangga dengan kehadiran Bonek yang penuh kedamaian. Sehingga Kota Bandung ini malah terlihat semakin indah dengan jalinan persaudaraan antara Bonek dan Viking.

Kehadiran BP, sebagai salah satu mantan Kapten Timnas

Kehadiran BP, sebagai salah satu mantan Kapten Timnas

Salah satu yang menarik di acara Kongres PSSI 2017 adalah panggung PSSI corner yang memuat foto-foto kapten Timnas dari masa ke masa. Saya pun jadi tahu para kapten yang pernah membawa timnas Indonesia dalam berbagai ajang pertandingan. Pada Kongres PSSI kali ini, bahkan para kapten dari masa ke masa hadir dalam Kongres PSSI. Ada tiga belas kapten yang hadir yaitu di antaranya Herry,Kiswanto, Ricky, Yakobi, Ferril Raymond Hattu, Rbbie Darwis, Sudirman, Fachri Husaini, Aji Santoso, Bima sakti, Kurniawan, Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Bambang Pamungkas, dan Firman Utina. Para kapten ini menggunakan jersey merah dengan nomor punggung dan nama mereka masing-masing.

Saya bersama Tim Medsos Kongres PSSI 2017

Saya bersama Tim Medsos Kongres PSSI 2017

Sebagai pecinta drama, saya hanya ingin melihat drama terbaik ada di lapangan sepak bola. Saya tidak ingin drama-drama lain mewarnai dunia sepak bola Indonesia sehingga mengaburkan prioritas utama untuk meningkatkan prestasi timnas garuda.Drama terbaik akan menyisakan kesan mendalam apalagi jika drama tersebut terjadi di lapangan hijau penuh dengan permainan cantik yang membuat bangga dan bahagia. Itu hanya sepercik harapan saya sebagai seorang ibu yang ingin anak-anaknya memiliki jiwa sportif. Saya rasa, sepakbola merupakan salah satu olahraga yang bisa memberikan banyak pelajaran hidup salah satunya adalah sportivitas. Sehingga saya pun bisa menikmati lagi sepakbolaseperti dulu, mengidolakan para pemainnya,memelajari strategi permainannya,dan bersorak untuk tim kesayangan.

Sepakbola merupakan olahraga milik kita semua yang dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat. Orang tua, pemuda, sampai anak-anak. Laki-laki dan perempuan pun mencintai olahraga. Oh iya, ada kabar bagus lagi nih, PSSI mengapresiasi sepak bola perempuan sehingga setiap klub bisa memiliki klub sepakbola perempuan dan bisa didaftarkan ke PSSI. Jadi,memang benar khan sepak bola bukanlah olahraga lelaki saja, laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama menjadi pemain sepak bola nasional.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

23 Responses

  1. Sandra Nova says:

    Entah kenapa meskipun masih kecil Raya seneng nonton bola XD padahal saya mah biasa aja. Paling ikutan nonton kalau ada ajang2 kayak AFF dan sejenisnya aja hihihii maju terus lah persepabolaan Indonesia, jangan mau kalah sama negara tetangga yang udah pada cetar2 😀

  2. Mugniar says:

    Wih tiga belas tega belasnya dicatat namanya 🙂

    Saya bukan penggemar sepak bola tapi kalo timnas menang, ikut bangga dan terharu. Kalau kalah, ikut sedih. Mudah2an ke depannya makin baik timnas kita.

  3. Sally Fauzi says:

    Ricky Yakobi…idolaku hahaha ketauan kan angkatan berapa?!

    Teh Rani beruntung banget bisa ketemu para kapten timnas. Foto foto gak teh?

  4. Dedew says:

    Semoga PSSI damai, prestasi sepakbola kita juga makin meningkat ya mba.. Akk ada Bambang Pamungkas gyaa..

  5. Ida Tahmidah says:

    Semoga setelah kongres ini di Indonesia lahir sepak bola baru yg lbh berkembang maju

  6. echaimutenan says:

    semoga dengan ini pssi semakin maju dan solid. terus dinanti2 banyak org kiprahnya. dulu aja lebih mantengin bola daripada balapan mobil. tapi BP cakep ya #hloh
    aku yo bonek xD tapi g ikutan gt2 g berani. semoga selalu damai

  7. Winda says:

    Walaah aku kalau bahas bola pasti ga mudeng mbak salut sama mbak yg sepertinya paham bener

  8. Arni says:

    woooo lengkap nih infonya
    update banget mbak

    Semoga kedepannya PSSI tak lagi banyak drama, lebih fokus pada perbaikan prestasi yang membawa nama Indonesia

  9. Keke Naima says:

    Semoga sepakbola Indonesia semakin membaik. Baik organisasi, prestasi, maupun suporternya.

  10. Leyla says:

    Wah emak cantik suka nonton bola. Sukses selalu utk persepakbolaan di Indonesia.

  11. Oh baru tau soal persebaya, pantesan tempo hari rame banget

  12. Kania says:

    Sya gasuka bola malahan teh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *