Efek Emosi Positif dan Negatif Terhadap Kesehatan

Efek Emosi Positif dan Negatif Terhadap Kesehatan(1)

Efek Emosi Positif dan Negatif Terhadap Kesehatan. Siapa sih yang ingin sakit? Tentunya semua orang ingin selalu hidup sehat. Semua orang juga tahu betapa mahalnya sebuah kesehatan. Namun, sayang saat sehat banyak orang yang masih abai dalam menjaga kesehatan. Jika sudah sakit tentunya akan mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan. Jika sakit sangat parah bisa membuatnya terpisah dari keluarga dan orang yang dicintai untuk selama-lamanya.

Saya pun bukan orang yang benar-benar menjaga kesehatan. Bahkan seringkali lalai. Saya masih sering berperilaku tidak sehat seperti banyak mengonsumi makanan yang mengandung tepung, kurang serat dan protein. Tidak olahraga bahkan begadang karena menyelesaikan pekerjaan. Gaya hidup yang kurang sehat tersebut bisa berimplikasi jangka panjang terhadap kesehatan. Mungkin saat ini tidak terasa karena badan masih bugar, tapi bagaimana 15 tahun ke depan, saat sudah mencapai usia kepala lima?

Seringkali, sayaberpikir ruwet untuk menjaga kesehatan, seperti mengonsumsi produk-produk kesehatan yang kadang harganya tidak sesuai dengan kantong. Padahal, dengan melakukan praktik ibadah sehari-hari dengan benar, bisa banget lho memberikan efek positif terhadap kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

Baca Juga: Ungkapkan Cinta Ibu dengan Tempra

Berbagai praktik Islami seperti berpuasa, shalat,kebiasaan sehari-hari, pengkondisian emosional ternyata bis berpengaruh pada penyembuhan penyakit. Kenapa pengkondisian emosi menjadi salah satu faktor? Ternyata, ada hubungan antara penyakit kronis dan emosi negatif. Pasien-pasien yang menderita penyakit kronis-baik jinak maupun ganas—memiliki emosi negatif yang lebih tinggi, baik sebelum penyakit didiagnosis maupun sebelum penyakit kronisitu muncul. Saat penyakit kronis muncul,emosi neatifnya meningkat.

Dalam menangani penyakit kronis ternyata pengobatan secara fisik dan emosional tidak bisa dipisahkan.Setiap manusia juga tentunya memiliki sel imun. Ternyata sel imun tersebut mampu membaca pikiran seseorang, merekam fokusnya kemudian merespon dalam gelombang elektromagnetik dan denyutan melalui otaknya, seperti pikiran dan perasaan. Sehingga, seorang individu dapat mengendalikan pikiran dan emosinya. Daya tahan tubuh dipengaruhi oleh kondisi mood (perasaan) seseorang yang berpengaruh terhadap ketidakseimbangan dalam tubuh.

Emosi negatif dan positif ternyata memberikan efek yang panjang, sehingga menyucikan hati dari perasaan tidak suka dan benci ternyata mampu menuju kesehatan dan daya tahan tubuh yang lebih baik. Seluruh perasaan negatif dan positif bisa berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan kondisi umum seseorang. Gangguan emosi dan mental dapat meracunihati dan pikiran Bahkan gangguan emosi bisa disamakan seperti bahaya racun yang masuk ke dalam tubuh. Emosi neatf dan positif dapat memberikan efek yang signifikan terhadap kesehatan dan vitalitas seseorang.

Baca Juga: Waspada Bahaya Nyamuk Bandel

Dalam aspek kehidupan manusia yaitu keberadaan jiwa di dalam tubuh. Satu aspek dari fenomena ini adalah adanya energi listrik. Selama masih ada perubahan energi dalam tubuh, orang itu masih hidup. Saat perubahan energi itu berhenti pada tingkat sel,maka orang itu mati.  Tubuh seperti mesin elektrik yang dikelilingi medan energi elektromagnetik, medan cahaya tidak terlihat yang disebut aura. Medan cahaya ini sekarang dapat dilihat menggunakan alat eletrofotografi atau fotografi Kirlian, sehingga gambarannya dapat diamati. Makanan dan keadaan emosi seseorang dapat memberikan efek positifmaupun negatif pada aura seseorang. Ternyata kondisi aura juga dapat memiliki efek positif maupun negaif terhadap tubuh. Aura seseorang dapat mempengaruhi orang lain juga, baik melalui kontak fisik maupun kedekatan fisik. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui elektrifotografi. Jadi kayaknya kalau deket-deket dengan orang yang auranya bagus pastinya akan berpengaruh positif pada kita, ya.

Bagi saya pribadi kadang kesulitan menjaga emosi tetap stabil. Setiap detiknya emosi selalu naik turun. Apalagi kalau sudah melihat kekacauan di rumah, duh bawaannya pengen marah. Pernah suatu kali, saya marah-marah terhadap anak sulung saya karena dia bertengkar dengan adiknya. Lalu dengan kalem dia ngomong, “Bunda jangan marah-marah aja nanti cepat tua,”.Mendengar ucapannya tersebut, spontan saya pun jadi tertawa. Jika diresapi lebih mendalam, kata-kata yang keluar dari bocah usia 5 tahun tersebut ada benarnya. Emosi yang negatif seperti kemarahan, kecemasan, dan kesedihan, ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Saya pun harus belajar lebih santai dalam menghadapi semua persoalan. Jika tegangan tinggi terus, ternyata bisa mengalami efek langsung seperti sakit kepala dan sakit leher.

Saya pun coba secara perlahan mempraktikkan teknik-teknik agar lebih santai dalam menghadapi persoalan, terutama anak-anak. Ternyata efeknya langsung terasa,jika saya tenang, anak-anak pun lebih tenang. Sakit kepala yang sering saya rasakan pun perlahan hilang. Berarti memang benar emosi positif dan negatif berefek terhadap kesehatan.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

25 Responses

  1. unggulcenter says:

    hmm ternyata begitu ya efeknya.. saya juga suka emosian orangnya, mungkin semakin saya santai semakin saya balance dalam hidup dan sehat. Aamiin..

  2. Duuuuh semoga nanti kalau aku udah punya anak, nggak gampang marah2 dan pandai mengatur emosi
    Kalo aku sih, emang dasarnya mudah mengatur emosi, apa2 dibahagiain aja
    Yang nggak mudah kuatur ini nafsu dan pola makan
    Duh laaaah

  3. lendyagasshi says:

    Ini teh…yang aku perlu.
    Tulisan dan buku tentang sudut pandang kita terhadap masalah.

    Karena sering kali masalah sepele, namun gak selesai…ujung-ujungnya jadi makin gede dan duaarr!
    bagaikan bom waktu, bisa meledak kapan saja.

  4. Aku banget neh kudu belajar santai, nggak semua dipikirin nggak semua dirasakan

  5. Bang angga says:

    Saya termasuk yang terkadang tensi tinggi.
    Terima kasih artikelnya bisa membuat saya mengerti efek emosi ke kesehatan

  6. Hilman says:

    Teh rany, coba dikasih nanti di tulisannya berikut nya teknik-teknik agar lebih santai dalam menghadapi persoalan dengan poin-poin, biar bisa dipraktikan sih, soalnya saya yakin hampir atau malah semua manusia di dunia pernah terpengaruh kesehatanya akibat emosi positif dan negatif

  7. Rindang says:

    Dunia memang bikin sibuk dan meletihkan jiwa raga. Saya juga kadang merasakan hal yang sama, lelah emosi dan akhirnya berimbas kepada penyakit tubuh. Psikosomatis kalau tidak salah ini istilahnya. Benar ya, harusnya saya juga mempraktikkan puasa sunah, olahraga teratur, dan makan makanan sehat. Semoga bisa dilaksanakan. Aamin.

    • Aamiin, dilaksanakan dengan benar efeknya bagus banget untuk kesehatan, misalnyasaat berbuka tidak langsung makan berat tapi mengikuti sunah rasul makan 3 butir kurma, dan lain-lain

  8. Jiah says:

    Hahaha, aku pernah dikatain gitu sama ponakanku. Tapi pakai bahasa Malaysia kaya Upin Upin. “Kakak jangan marah, nanti lekas tua!”

    Pintar2 ran kita ngelola emosi agar gak gampang tersulut dan bisa bahayain diri sendiri

  9. heri says:

    wah penting banget yah mengelola emosi biar tetap stabil ya

  10. Nova Violita says:

    Kalo bawaan kesel marah..aku kadang suka naik asam lambung..ditambah perasaan cemas.., jadi emang hidup itu dibawa happy aja… Beberapa penyakit kumat kalo dibawa marah karena energi yg terpakai lebih banyak..

  11. Sebagai calon pekerja kesehatan, memang peran emosi itu sangatlah penting untuk kesehatan. Apalagi, saya pernah membaca sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa emosi sendiri dapat mempengaruhi sistem imun. Makanya, wajar jika ada orang yang galau karena diputusin pacar atau ditikung temannya gitu, dia bisa aja jatuh sakit. Mungkkn, cara terbaik untuk mengatasi semua adalah untuk selalu bahagia dan mengambil hal positif dari segala kejadian. Dan, ya tentu saja, jangan wacana doang yah.

  12. Dwi Ananta says:

    Pikiran negatif memang berpengaruh buruk untuk kesehatan… Aku kalau sudah cemas atau sedih berlebihan pasti berefek ke pencernaanku. Perutku bakalan sakit, bengah, atau malah diare. Mengolah emosi memang dibutuhkan banget ya, kalau bisa pikiran negatif dibuang jauh-jauh saja~

  13. Menjaga kesehatan memang tidak harus dilakukan dengan hal-hal yang mahal. Ada juga langkah mudah dan murah untuk menjaga kesehatan. Banyak minum air putih, cukup istirahat dan kata Mbak Rani tadi…perbanyak ibadah. Karena ibadah mirip dengan meditasi yang bisa menenangkan pikiran.

  14. Bela says:

    Bener banget nih mbak. Kalo lagi bad mood, aku gampang sakit mulai dari demam, flu sampai sakit kepala.
    Kalo pikiran lagi senang, kayaknya penyakit jauh banget. Mengelola emosi dan stres tuh emang penting banget.
    Semoga selalu bisa berpikir positif ya mbak

  15. Emosi tiap manusia pasti ada dong yantapi emang harus pinter mengontrol aja. Kapan emang harus dikeluarkan kapan emang ditahan. Bahaya juga kalau jadi manusia tanpa emosi dan ekspresi hehehehw

  16. Bangettttt…. Emosi itu ngefek bgt. Meski makan sehat kalau emosi banyak negatif tubuh juga bakal ga nyaman yaa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *