Butik Cimall: Mengenal Peluang Green Jobs Melalui Ecopreneur

Green Jobs: Peluang Kerjanya Anak Muda untuk Indonesia Lebih Bersih

Hari Selasa, tanggal 9 Februari 2021, saya bersama ISB  yang bekerja sama dengan Coaction mengikuti kegiatan Webinar #selasasharing dengan tema “Green Jobs: Peluang Kerjanya Anak Muda untuk Indonesia Lebih Bersih”.

Jujur, saya mengikuti kegiatan ini karena sangat penasaran dengan yang namanya Green Jobs. Kira-kira apa maksudnya ya? Karena memang istilah ini masih asing di telinga. Daripada menebak-nebak buah manggis, saya pun mengikuti kegiatan webinar ini dan mendapat banyak sekali insight mengenai Green Jobs. Tentunya sayang sekali jika saya tidak membagikannya di blog post ini. Menurut saya, sebaiknya lebih banyak orang tahu mengetahui tentang Green Jobs dan peluangnya di masa pandemi seperti sekarang ini.

Acara webinar dimoderatori oleh founder Komunitas ISB, Teh Ani Berta. Sementara narasumbernya Mba Khoirohmah, periset dari Coaction Indonesia.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa saat ini sedang terjadi perubahan di bidang industri. Banyak hal yang memengaruhinya, di antara pendorongnya yaitu teknologi intrernet yang membuat segala sesuatu bisa dikerjakan secara online. Teknologi semakin berkembang membuat segala sesuatu terlihat menjadi lebih praktis dan mengurangi pekerjaan-pekerjaan bahkan hilang. Pekerjaan-pekerjaan itu di antaranya pekerjaan yang tingkat ekstraksi energinya tinggi seperti sektor gas, batu bara, dan energi-energi yang tergantung pada fosil. Tapi jangan khawatir, akan da juga pekerjaan-pekerjaan baru yang muncul yaitu energi terbarukan, transportasi public yang rendah emisi.

Negara-negara di dunia pun sudah melihat hal ini apalagi saat ini dunia sedang menghadapi persoalan besar yaitu darurat kesehatan dan krisis ekonomi. Dunia pun mesti fokus dengan perubahan iklim yang bisa membuat persoalan berat yang diakibatkan oleh sektor industri selama ini. Sehingga dunia pun sudah merintis energi terbarukan. Energi terbarukan  ini merupakan salah satu dari 5 sektor agenda pemulihan energi hijau, yaitu limbah, pertanian dan perkebunan, transportasi, industry, dan energi terbarukan. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesi memiliki komitmen menurunkan 20% tingkat emisi rumah kaca dan 45% dibantu oleh dunia internasional sampai tahun 2025. Akan terus meningkat sampai tahun 2050.

Green Economy Recovery Menciptakan Green Jobs Sebagai Upaya Kebangkitan Ekonomi

Indonesia memberikan subsidi listrik kepada masyarakat dan memberikan bantuan ekonomi yang bisa berdampak pada tingginya emisi. Sementara negara-negara lain melakukan pengembangan energi yang rendah emisi untuk pemulihan ekonomi karena dampak Covid 19. Beberapa negara fokus untuk pemulihan ekonomi dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Misalnya Korea Selatan yang memiliki program menciptakan 600 pekerjaan yang fokus pada energi terbarukan dan kendaraan bebas emisi. Sementara UK memiliki program gedung-gedung yang rendah emosi dan menciptakan pekerjaan-pekerjaan di bidang Green Jobs. Begitu pun dengan Jerman yang mengembangkan teknnologi hydrogen yang digunakan untuk transportasi dan industri.

Green Economy Recovery bisa mengurangi emisi karbon dan menciptakan lapangan pekerjaan baru, bisnis yang sustainable dan rendah emisi. Oleh karena itu, energi terbarukan mesti dirintis dari sekarang dengan program-program yang menciptakan lingkungan lebih bersih dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi.

Apa Itu Green Jobs?

Green Jobs dapat diartikan sebagai pekerjaan yang memberikan kontribusi terhadap lingkungan. Definisi Green Jobs menurut ILO (International Labour Organization) merupakan pekerjaan layak yang memberi kontribusi terhadap pemulihan lingkungan, melestarikan lingkungan, baik di sektor tradisional, manufaktur, kontribusi sektor hijau. Diharapkan Green Jobs bisa mendukung adaptasi perubahan iklim. Syarat utama Green Jobs, pekerjaan itu harus layak. Jika menciptakan/memproduksibarang yang berkontribusi pada lingkungan dan melalui proses yang bersih tidak merusak lingkungan.

Sebagai seorang bagian dari perubahan yang terjadi saat ini, sebaiknya kita memang ambil bagian dalam program pengurangan emisi karbon ini dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Pastinya tetap faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam Green Jobs. Sebagai blogger, sebenarnya kita sudah menjadi bagian dari Green Jobs karena secara tidak langsung berkontribusi mengurangi emisi dengan melakukan pekerjaan di rumah.

Kenapa sih Harus Masuk Green Jobs?

Karena Green Jobs merupakan sesuatu yang layak kita kerjakan dan bisa memberikan keuntungan secara ekonomi dan bisa berkontribusi dalam perbaikan lingkungan. Energi terbarukan menjadi peluang Green Jobs karena menjadi lapangan pekerjaan baru. Saat ini, di Indonesia terjadi pertumbuhan lapangan pekerjaan di bidang energi terbarukan berupa industri biodiesel. Jumlah pekerja di energi terbarukan secara gender terbagi rata antara perempuan dan laki-laki.

Indonesia memiliki potensi besar di bidang energi terbarukan di antaranya tenaga air, panas bumi, biomassa, tenaga surya, dan  tenaga angin. Energi terbarukan ini dimanfaatkan untuk energi listrik.

Macam-Macam Green Jobs

Butik Cimall, Green Jobs di Bidang Ecopreneur dan Eco fashionpreneur

Siapa nih yang suka window shoping di Instagram? Saya yang pertama angkat tangan. Apalagi, sahabat saya Lizy sudah membuka toko online di Instagram dengan nama toko Butik Cimall. Kesan saya pertama saat winshop di Butik Cimall, saya hanya beranggapan bahwa butik ini konsepnya menjual pakaian preloved. Eits .. ternyata tidak sampai disitu, gengs. Pemilik Butik Cimall melalui postingan-postingannya tidak hanya berupa foto-foto pakaian preloved tapi juga edukasi mengenai slow fashion, sustainable life style, dan thrifting.

Apa Slow Fashion?

Melalui postingan edukasi di Cimall Butik, saya jadi lebih tahu tentang fenomena fast fashion. Tanpa kita sadar, pakaian yang kita pakai sehari-hari ini sudah melalui berbagai proses yang sangat panjang. Brand-brand pakaian berlomba untuk membuat pakaian dengan tren terbaru yang disebar ke seluruh dunia. Oleh karenanya, tanpa sadar kita sering membeli pakaian hanya karena tren, bukan karena kebutuhan. Coba tengok, apakah lemari pakaian sudah sangat penuh hingga kita sudah lupa pakaian apa saja yang kita miliki.

Ternyata, industry fashion dalam proses produksinya melibatkan jumlah air. Sebuah kaus berbahan katun membutuhkan kurang lebih 2.700 liter air untuk proses pembuatannya. Setengah kilogram benang membutuhkan lebih dari 50 liter air. Industri fashion ternyata berkontribusi sangat besar dalam pencemaran air. Bahkan dari data yang diambil dari Boston Consulting Group, pada 2015, industry mode menghabiskan 79 miliar meter kubik air, melepaskan 1,715 juta ton CO2, dan memproduksi sampah sebanyak 92 juta ton. Wow, sebuah jumlah yang luar biasa, khan?

Hal tersebutlah yang memicu munculnya slow fashion, sbeuah filosofi yang berdasarkan pemakaian pakaian yang lebih lama, ketahanan lbih baik, kualitas lebih tinggi, produksi beretika dan ramah lingkungan. Slow fashion menjadi solusi atas persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh industry pakaian yang bergerak dengan cepat.

Apa Itu Sustainable Life Style?

Istilah sustainable life style memang terasa asing di telinga. Saya pun begitu membaca konsep ini di Cimall Butik, langsung mencari tahu lebih jauh mengenai gaya hidup ini. Ternyata sustainable life style itu merupakan gaya hidup atau kebiasaan pola perilaku yang meminimalisir penggunaan sumber daya alam dan produksi limbah, sambil mendukung keadilan dan kesejahteraan untuk semua manusia. Gaya hidup ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Sustainable life style menitik beratkan pada gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan bisa menghidupkan kearifan lokal, seperti budaya mengirim makanan dengan menggunakan rantang bersusun ali-alih menggunakan stereofoam, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan lain-lain.

Mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup yang ramah lingkungan memang berat tantangannya di zaman sekarang ini. Kemudahan belanja online dengan beragam promo diskon membuat kita impulsif membeli barang-barang yang belum tentu kita butuhkan. Apakah semua barang-barang yang kita beli saat promo sale itu benar-benar dibutuhkan? Atau hanya menjadi tumpukkan barang yang memenuhi ruangan?

Apa itu Thrifting?

Istilah Thrifting juga terdengar baru di telinga, padahal pada prakteknya kita sering melakukannya. Thrifting sendiri bisa diartikan kumpulan barang-barang yang sudah tidak terpakai lalu dijual kepada orang yang lebih membutuhkan dengan harga yang jauh lebih rendah. Kalau dulu sih saya menyebutnya garage sale, ya. Barang-barang yang dijual sendiri dikenal dengan istilah barang preloved. Gaya hidup thrifting ini sekarang banyak diminati oleh kawula muda. Tidak jarang, saat saya berselancar menemukan toko online yang menjual barang-barang preloved. Saya tidak tahu kalau istilahnya adalah thrifting, yang jelas kegiatan ini pastinya saling menguntungkan. Si penjual dapat menjual barang yang sudah tidak dibutuhkan dan si pembeli bisa mendapatkan barang yang masih bagus dengan harga terjangkau. Biasanya, barang yang dijual memang barang branded yang memiliki kualitas tinggi sehingga walaupun pembeli tangan kedua tetap bagus bahkan mungkin barang limited edition.

Konsep-konsep bisnis yang diusung oleh Butik Cimall (slow fashion, sustainable lifestyle, thrifting) merupakan konsep yang sesuai dengan Green Jobs. Green Jobs tidak selalu ada di bidang energi terbarukan, bisa juga di sektor industri fashion seperti halnya yang dilakukan oleh Butik Cimall. Oleh karena itu, saya pikir kita semua bisa mendapatkan peluang Green Jobs dengan cara meningkatkan beberapa skill yang kita sukai. Kita bisa masuk Green Jobs dengan teknologi-teknologi yang sedang berkembang  saat ini bisa menjadi peluang siapa pun untuk mendapatkan peluang Green Jobs.

Green Jobs bisa menjadi peluang bagi kita semua saat menghadapi perubahan industri yang terjadi di dunia saat ini akibat dari perubahan iklim yang terjadi. Green Jobs tidak hanya untuk orang yang memiliki skill di bidang teknologi secara formal. Di bidang ecopreneur pun bisa sekali dilakukan seperti halnya yang diusung oleh Butik Cimall.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

26 Responses

  1. waw, ssaya malah baru denger teh tentang green jobs ecopreneur ini 🙂 taunya selama ini cuma clean beauty sama eco green aja

  2. Sejauh ini suka bangt dengan apa yang diusung greenjobs ini Kak
    Apalagi rantang bersusun dan lain sebagainya. Aku harus banyak belajar ini.

  3. Aku baru tau green jobs ini dan bagus banget ya karena memikirkan lingkungan juga semoga banyak yang tahu tentang green jobs ini karena tida untuk kita saja ttetapi lingkungan juga.

  4. Semoga makin banyak anak muda yang tertarik dengan green jobs ya karena selain untuk dirinya sendiri tapi juga untuk kebaikan lingkungan juga.

  5. reviewapaaja says:

    Berkat tulisan ini saya jadi mengetahui ternyata ada Macam-Macam Green Jobs yang bisa kita pilih sesuai dengan passion kita

  6. Yuni says:

    Jadi nambah ilmu tentang green jobs ecopreneur mbak. Anak muda emang harus kreatif dan inovatif ya mbak. Kalau ada butik yang konsepnya ramah lingkungan tentu ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain ya. Sekarang memang agak susah membuat alam tetap lestari…polusi atau limbah masih belum sepenuhnya teratasi..ya tugas kita pribadi yang harus bisa mengembalikan bumi kembali hijau.

  7. nurulrahma says:

    Wah, sip markosip banget ini Mbaaa
    Green Jobs memang harus terus digalakkan
    supaya planet bumi yg kita cintai makin sehaaattt yak

  8. salut ama temennya, lizy yang berhasil memberdayakan barang barang yang tak terpakai untuk mendapatkan tuannya yang baru sehingga mengurangi sampah dan juga berhemat. Ide ini mirip dengan garage sale nya diluar negeri tapi sudah memanfaatkan teknologi ya kak

  9. TOMI says:

    Sebelumnya saya cuma sering dengar tentang Green Jobs mba. Ku kira awalnya adalah situs lowongan pekerjaan ternyata bukan hihi.. Dengan membaca disini saya jadi paham apa itu green jobs dan juga bagaimana cara agar dalam menjalankan usaha sebaiknya juga turut mendukung kelestarian alam

  10. Eko Prasetyo says:

    Sy baru baca kak Green jobs ecopreneur.
    Soalnya klo udh kata jobs, dkira situs lowongan kerja.. Hahaha

    Ternyata untuk buka usaha online tepat banget, sukses selalu kak dagang nya di IG.

  11. Susindra says:

    Jadi pengen daftar jadi urban farmer, nih. Inspiratif sekali artikelnya.
    memang sudah selayaknya mereka yang menjadi pengusaha tapi fokus pada kelestarian lingkungan, mendapat tempat yang mulia.

  12. Ida Tahmidah says:

    Suka dengan green jobs ini mengingt kondisi bumi yg sudah semakin tidak baik saja terlebih di Indonesia banyak sekali kerusakan alam yg harus dibenahi.

  13. Mita says:

    Aku pun baru banget denger istilah greenjobs nih, Mbak. Ternyata begitu ya kita bisa ikut berkontribusi pada lingkungan juga. Eh iya kalau thrifting tuh lagi naik daun banget, Mbak. Ternyata ini salah satu yang mendukung green jobs ya. Seru ini konsepnya. Berwirsusaha sambil tetap peduli pada lingkungan.

  14. indah nuria says:

    aku seneeng deh banyak ecopreneur yang berikan kontribusi luatr biasa untuk keselamatan dan kelangsungan bumi kita tercinta

  15. Ujame Gaja says:

    makin kesini lingkungan maki memburuk, kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli sama lingkungan? dan adanya green jobs ini bisa jadi salah satu solutif untuk memperbaiki lingkungan yang mulai rusaak inii huhuhu

  16. beli baju thrift shop ini juga jadi salah satu solusi ya.
    Dengan catatan baju yg sbeelumnya juga udh mesti disortir

  17. lendyagasshi says:

    Selama ini gak kepikiran dengan Green Jobs yaa, teh..
    Ternyata banyak sekali pekerjaan yang mulia yang bisa diciptakan generasi muda kini.

    • lendyagasshi says:

      Suamiku bisa banget niih….masuk kategori Green Jobs.
      Tapi memang sebaiknya anak muda diberi meta pelajaran dan mata kuliah khusus mengenai hal ini, agar apapun yang dilakukan, tidak merusak alam.

  18. Retno says:

    Banyak sekali bidang pekerjaan yang bisa mendukung greenjobs ya mbak dimulai dari hal kecil sekalipun. Tinggal kitanya saja mau apa enggak melakukannya…

  19. Ruli retno says:

    Wah bahasa-bahasa agak asing ya, tapi kalo istilah preloved sih aku kenal, hahaha.. aku suka banget konsep begini. Kekinian dan lebih manfaat menurutku

  20. Langsung kepo dong aku tentang Butik Cimall. Konsep green jobs dan ecopreneur ini sangat menarik untuk dikulik. Untuk masa depan bumi yang lebih lestari.

  21. Pakaian juga salah satu penyumbang limbah terbesar ya mbak, makanya aku tu gk terlalu ngumpulin baju. Pas pandemi gini apalagi, makin males belio baju hehe
    Kalau bajuku dah gk kepakai tapi msh layak pakai aku jarang prloved biasanya ya aku kasikan aja ke org kalau dia benar2 mau, kalau gak ya buat persediaan gombal di rumah hehe

  22. Saya baru tahu tentang green jobs ini, ternyata konsepnya bagus dan mendukung kelestarian bumi kita, ya.
    Semoga semua program-programnya bisa berjalan dengan baik dan menyelamatkan serta melestarikan bumi

  23. Pertama kali denger kata GreenJobs, agak asing ditelinga. Tapi sekarang sudah paham hehe. Ngertos. Keren. Jadi tambah bersemangat menerapkan sustainable life style.

  24. Oky Maulana says:

    konsepnya bagus dan jarang banget, yaaa. apalagi orang orang udah pada lupa sama alam, semoga kita bisa menyelamatkan bumi!

  25. Kang Alee says:

    GreenJob ini luar biasa banget ya manfaatnya. Jadi beneran pengin kasih edukasi ke anak-anak supaya pada aware sama greenjob.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *