Hidup Tanpa Menyadari Waktu

hidup-tanpa-menyadari-waktu

Hidup Tanpa Menyadari Waktu.  Itulah yang terjadi pada saya saat ini. Sejak dua minggu yang lalu. Kenapa? Karena jam tangan yang sehari-hari menemani saya patah engselnya. Parahnya lagi saya belum sempat ke tempat service jam untuk memperbaikinya. Sehingga hari-hari saya terasa kosong karena tidak ada lagi yang mencengkeram pergelangan tangan kanan. Saya suka pakai jam tangan pas di pergelangan tangan.

Sebenarnya saya memiliki jam tangan lain selain yang saya gunakan sehari-hari. Namun, ternyata karena lama enggak dipakai ternyata sudah mati suri. Yo wesslah, dua minggu kebelakang ini saya hidup tanpa menyadari waktu. Padahal, penting banget waktu buat seorang deadliner seperti saya untuk selalu terhubung dengan waktu Sering kejadian nih, telat posting artikel lomba karena nggak ngeh sama deadline waktu posting. Gigit jari, deh.

Selain itu, sebagai karyawan juga saya diwajibkan masuk kantor tepat waktu. So, dari bangun tidur, otomatis langsung lihat jam. Selama perjalanan kantor pun, tidak henti-hentinya lihat jam tangan. Apalagi, jalanan Bandung sekarang lagi musim macet selain musim hujan.

Waktu memang sesuatu yang sering kita abaikan namun ternyata penting dalam ritme kehidupan sehari-hati. Tanpa menyadari waktu, saya sering merasa blank, bingung apa dulu yang harus dikerjakan. Kebanyakan bingung membuat tidak bergerak dan sangat tidak produktif. Kelamaan bengong, tau-tau, sudah beberapa jam terlewat tanpa mengerjakan apa pun. Kalau sudah begini, pengen gigit jam tangan #eh.

Berhubung si jam tangan kesayangan lagi enggak bisa dipakai makanya saya agak kelimpungan. Sering enggak ngeh dengan waktu. Duuuh, kalau sudah begini suka kepengen jam tangan baru. Hmmm..seperti biasa akhir bulan adalah waktu yang sangat krusial, antara cemas-cemas gimana gitu karena isi rekening sudah mulai menipis berbanding terbalik dengan hasrat belanja yang meninggi. Yaaah, khan cuma lihat-lihat saja, belum tentu beli, selalu kilah saya. Akhirnya, saya pun berselancar di dunia maya dan mencari Jam Tangan Swatch yang memang menurut bisik-bisik teman, modelnya kece-kece dan tahan lama.

Aaaww… ternyata bisik-bisik teman itu bukan sekadar bisik-bisik tapi memang kenyataannya sesuai ekspekstasi. Model Jam Tangan Swatch kece-kece banget.  Banyak pilihan bahan dan desain yang trendi dan chic. Berhubung saya suka dengan warna biru, saya pilih biru sebagai desain yang berhasil menawan hati saya.

Desain kece membuat hati saya galau, pilih yang mana ya. Saya tergoda dengan jam tangan berbahan plastik dengan material tali terbuat dari silicon. Sepertinya lebih ringan dipakai dan tentu saja tidak akan lagi kejadian engsel patah seperti halnya terjadi pada tali Stainless Steel. Tapi, selera saya pada dasarnya jam tangan dengan tali berbahan Stainless Steel. Saya suka dengan model yang ini, walaupun berbahan Stainless Steel tapi tampaknya tidak terlalu berat dipakai di pergelangan tangan. Haduuuh, jadi bingung.

jam-tangan-swatch

Jam tangannya kece banget, khaan

Jam tangan Swatch memang memiliki desain model yang kekinian. Walaupun saya sudah termasuk emak-emak tapi teteup dong pengen tampil modis dan kekinian. Hehehe … selain modelnya kekinian, jam tangan Swatch tahan air,lho. Jadi kalau misalnya harus cebokin dede, nggak harus lepas jam tangan dengan risiko ketinggalan. Sudah beberapa kali nih saat di tempat umum, mesti cebokin dede, jam tangan dilepas, eh malah ketinggalan. Hikss… ribet banget kalau ingetnya sudah pergi jauh. Alhamdulillah, rezeki emak solehah, pas balik lagi, suka masih nangkring tuh jam tangan.

So, seberapa penting waktu buat saya? Penting banget. Sehingga saya pun enggak mau lama-lama hidup tanpa menyadari waktu. So, lets get the watch. Dengan jam tangan manis di pergelangan tangan, siaplah si emak mengejar deadline yang sudah di depan mata.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. Zia Subhan says:

    Jam tangan ini aksesoris wajib disegala kondisi dan cuaca. Aku udah kebiasaan pake jam tangan kalo ngga pasti suka ada sesuatu yang hilang.

    Kadang tanpa disadari waktu emang cepet beranjak pergi ya, teh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *