Kehamilan dan kabar Gembira

Kehamilan dan Kabar Gembira

Kehamilan dan kabar Gembira. Kabar gembira datang dari adik ipar, pastinya istri dari adiknya suami, katanya dia sudah telat 8 minggu.Yeaaay…Hifdzi (anak pertama mereka) mau punya adik. Hehehe…ikutan gembira karena itu berarti nambahdeh jumlah sepupu Fathan dan Fakhira dari pihak ayah. Usia Hifzdi terpaut dua bulan dari Fakhira, jadi mereka seumuranlah. Jelang beberapa hari kemudian, saya pun mendapat kabar gembira lagi dari adik ipar (istri dari adik laki-laki saya) yang katanya juga sudah telat 4 minggu. Waah, kalau melihat merekahamil, jadi ingat masa-masa hamil bareng mereka. Maklumlah, saat hamil anak pertama dan kedua barengan dengan adik ipar.Tapi,ya… kalau sekarang saya berharap cukup dua saja. Bukan apa-apa, usia saya yang sudah di atas kepala tiga dengan riwayat operasi sesar untuk dua kali kehamilan rasanya cukup berat untuk saya jika harus hamil. Apalagi jika ingat fakta seputar hamil 7 bulan yang dirasa cukup berat saya jalani saat kehamilan kedua.

Saya ingat betul betapa badan saya sering kepayahan saat hamil anak kedua. Maklumlah saya hamil anak kedua saat berusia 33 tahun dengan kondisi memiliki balita berusia 2 tahun. Usia yang tidak muda lagi membuat saya merasa sangat tidak fit. Saya mudah sekali mengalami kelelahan. Saat menaiki  tangga dengan bobot badan yang berat membuat saya ngos-ngosan.Belum lagi kaki yang terasa sangat pegal.Duh,pengennya sih diem di rumah.Tapi ya,saya punya kewajiban sebagai karyawan untuk tetap bekerja. Belum lagi bocah dua tahun yang minta perhatian dan selalu ingin digendong. Sejak awal kehamilan memang saya merasa kehamilan anak kedua lebih berat daripada kehamilan anak pertama. Sehingga saya sempat mengalami gangguan kesehatan seperti kepala sering pusing, kelelahan, pegal  badan, dan lemas.

Saya pun ingin fokus merawat dan membesarkan dua buah hati yang sudah dianugerahkan kepada saya. Fathan dan Fakhira masih sangat membutuhkan perhatian saya sebagai ibu. Untuk saat ini pun saya sering kesulitan memberi perhatian secara adil kepada keduanya. Seringkali mereka rebutan cari perhatian ibunya. Fathan sebagai anak yang lebih besar sering saya paksa untuk mengalah. Padahal saya tahu, Fathan pun punya hak untuk bermanja-manja dengan saya. Seringkali saya merasa tidak tega saat dengan terpaksa saya abaikan permintaan Fathan ingin dipeluk sambil bobo karena Fakhira belum tidur dan masih menempel di dada. Mereka sama-sama tidak mau berbagi pelukan. Akhirnya saya bagi dua wilayah untuk mereka. Sebelah kiri untuk Fakhira dan sebelah kanan untuk Fathan. Hahaha … walaupun diawali dengan perseturuan keras antara keduanya yang ingin menguasai wilayah lebih luas, namun akhirnya mereka bisa juga tidur dengan tenang dan damai.

Saya tahu dan pernah merasakan menjalani kehamilan dengan balita yang masih membutuhkan perhatian itu cukup berat. Dibutuhkan kerja sama dengan anggota keluara lain untuk memberi anak perhatian. Untuk adik-adik ipar, saya yakin Allah Swt. menganugerahkan mereka kehamilan lagi karena memang mereka kuat dan sanggup menjalaninya dengan baik. Mereka masih berusia muda, energik, dan memiliki jiwa keibuan yang kuat. Saya doakan supaya mereka selalu sehat dan senantiasa gembira dalam menjalani kehamilan mereka. Bagi saya kehamilan dan kabar gembira adalah dua hal yang saling berkaitan, gembiralah wahai para ibu hamil karena kegembiraan kalian adalah cikal bakal kebahagiaan bayi dalam kandungan.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *