Kenali Potensi Anak dengan Tes Kognitif

 

Kenali Potensi Anak dengan Tes Kognitif yang disarankan oleh guru bimbingan belajar Fathan. Ya, tahun ini Fathan berusia 6,5 tahun, sudah cukup umur untuk masuk SD. Setahun saya coba mempersiapkan Fathan untuk masuk SD dengan memasukkannya ke bimbingan belajar. Dengan harapan, dia lebih siap menerima ilmu di Sekolah Dasar. Bukan rahasia umum lagi, kalau sekolah dasar zaman sekarang materi pembelajarannya lebih sulit daripada zaman saya sekolah dulu. Tuntutannya, anak mesti sudah bisa membaca, menulis, dan berhitunh. Walaupun tuntutan itu tidak terpampang nyata secara tertulis, namun kenyataannya memang begitu. Jika anak masih belum mampu membaca, menulis, dan berhitung akan ketinggalan menangkap materi pembelajaran di SD. Awalnya, saya santai aja, tidak terlalu memaksakan Fathan untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung. Namun, berdasar cerita dari ibu-ibu yang sudah pengalaman, sebaiknya sebelum masuk SD, anak sudah belajar membaca, menulis, dan berhitung. Baiklah, saya pun kemudian memasukkan Fathan ke bimbingan belajar. Jadi, selain sekolah di PAUD, Fathan ikut bimbingan belajar. Kenapa saya masih menyekolahkan Fathan di PAUD, karena menurut saya, Fathan masih perlu aspek lain yang mendukung kesiapan masuk SD.

Alhamdulillah, setelah mengikuti bimbingan belajar, ada peningkatan kemampuan belajar pada Fathan, sehingga saya merasa tenang dan lega. Namun, ternyata ada masalah yang lebih serius menghadang. Kenyataan itu muncul pada saat Fathan gagal masuk SDIT yang diidamkan karena tidak lulus tes psikologi. Hasil tes menunjukkan Fathan memiliki persoalan emosional yang mungkin bisa membuatnya kurang mampu dengan baik mengikuti pembelajaran di sekolah. Saya sempat merasa down, dan bingung dengan persoalan yang saya hadapi. Lalu, saya pun daftar ke SD Negeri, dan alhamdulillah Fathan dapat diterima tanpa tes apa pun. Setidaknya, saya mulai agak tenang dengan urusan masuk sekolah. Namun, ternyata masalah belum selesai, saya dipanggil oleh guru bimbingan belajar Fathan yang menjelaskan bahwa saat ini Fathan ada masalah dengan belajar. Dia sering tidak konsentrasi dan fokus di kelas. Padahal menurut gurunya tersebut, secara kognisi Fathan mampu menerima materi dengan cepat. Namun, saat ini dia seperti mengalami kesulitan belajar. Saya langsung merasa harus mengambil langkah karena tinggal satu bulan lagi Fathan belajar di tempat bimbingan belajar ini. Setelah itu, libur lebaran dan langsung jadi murid baru di Sekolah Dasar. Bagaimana kalau kesulitannya belajar terus terbawa sampai sekolah dasar nanti?

Fathan pernah mengikuti tes sidik jari saat usianya 5 tahun. Tujuan saya melakukan tes sidik jari untuk kenal potensi anak sejak dini. Namun, ternyata hasil tes tidak terlalu saya fahami dan masih jadi peer besar untuk saya. Buktinya sampai sekarang, saya masih belum memahami Fathan dan merasa masih ada yang kurang nyambung. Sehingga, saya tidak mampu membimbingnya belajar dengan lebih baik. Anak kebanyakan ngeyel saat belajar. Ternyata ketidakmampuan saya memahami hasil tes sebelumnya karena kebanyakan alat tes kecerdasan yang dipakai di Indonesia disadur dari luar negeri sehingga belum sesuai norma yang ada di Indonesia. Berarti memang saya menghadapi persoalan yang mesti segera diatasi agar Fathan kelak mampu mengikuti pembelajaran dengan baik di Sekolah Dasar.

Di tengah kebingungan yang melanda saya, saya mendapatkan informasi tentang tes kecerdasan yang dirancang oleh pakar psikolog dan psikometri Indonesia maupun internasional yang paling sesuai untuk anak Indonesia yaitu AJT CogTest dari MCI (PT Melintas Cakrawala Indonesia). Ini merupakan solusi bagi persoalan yang saya hadapi sekarang dan mungkin bagi para orangtua lainnya yang ingin mengenali potensi anak sejak dini agar bisa mengarahkan dengan tepat seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. PT Melintas Cakrawala Indonesia memberikan solusi dan pelayanan untuk mengetahui potensi anak secara pasti dan mudah dipahami melalui inovasi tes kecerdasan terbaru SJT CogTest, yaitu tes kognitif yang sudah dinormakan untuk anak Indonesi atau terstandardisasi sesuai dengan karakteristik bahasa serta budaya Indonesia. Hasil AJTCogTest akan membantu orangtua dan guru lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah. Apalagi usia 5 sampai 18 tahun merupakan masa penting bagi orangtua dan guru mengetahui profil kognitif anak agar bisa membantu memotivasi anak dengan tepat dan efektif. #YukKenaliAnakKita mulai sekarang dengan #AJTCogTest sehingga bisa mendapatkan hasil tes kecerdsan yang sesuai dengan budaya dan norma kita di #TesKognitifAJT.

AJTCogTest merupakan Tes Kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia dengan proses pengembangan yang sistematis melibatkan lebih dari 250 psikolog Indonesia dan hampir 5000 anak Indonesia dari 6 provinsi di Pulau Jawa, bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kevin McGrew sebagai konsultan proyek, ahli dari teori CHC dan Co-Author dari WoodcockJohnson III dan IIV sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia. Landasan teori psikologi yang dipakai merupakan teori yang paling mutakhir dan komprehensif di dunia saat ini. AJTCogTest mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 tahun sampai 18 tahun sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat terindentifikasi secara lengkap dan jelas.


Terus terang bagi saya, AJTCogTest merupakan solusi bagi persoalan yang saya hadapi sekarang. Tentunya usia Fathan masuk dalam tahap yang tepat untuk pengukuran kecerdasan dengan hasil yang maksimal dan mudah difahami. Sehingga saya sebagai ibu tahu kekuatan dan kelemahan anak dalam belajar dan mampu memotivasi dan membimbingnya dengan tepat. AJTCogTest sendiri dilakukan oleh psikolog yang sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi oleh PT MCI.

Jenis paket Tes Kognitif AJT ada 2:
1. AJT CogTest Full Scale. Mengindentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak. Biaya Rp 760.000,00.
2. AJT CogTest Comprehensive diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis. Psikolog akan merekomendasikan tambahan les. Biaya Rp1.200.000,00.

Hasil AJTCogTest akan dikirimkan berupa softcopy melalui surat elektronik (email) dalam waktu 7 sampai 14 hari kerja setelah tes dilakukan.

Bagaimana nih, teman-teman, adakah yang memiliki persoalan yang mirip dengan saya dan ingin mengenali potensi anak lebih dalam? Bisa ikut AJTCogTest untuk mengatasi persoalan yanh dihadapi sehingga mampu membimbing anak belajar dan menyiapkan anak untuk menapaki masa depannya dengan lebih siap. Info lebih lengkap bisa buka website dan akun sosial media berikut ini.
Website : www.melintascakrawala.id
Insragram : @melintascakrawalaid
WA : 08788258354

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

44 Responses

  1. Yulia says:

    Hmm, kayaknya Kenzy harus ikutan tes ini ya Ran..Pengen coba pake A dulu, ini di Bandungnya di mana aja kan? Saya teh gak sempet kalau tempatnya jauh2 teuing mah hahahha

  2. ade anita says:

    aku pernah nih mengikut sertakan anak-anakku untuk ikut test seperti ini. dan ternyata emang ngebantu banget sih karena jadi tahu bakat dan minat anak itu mau diapakan dan seberapa besar kapasitasnya. jadi lebih leluasa pas ngajarin dan ngarahin mereka ketika belajar

  3. Setiap anak memiliki gaya belajar masing-masing. Sepeti kedua anak saya, mereka gaya belajarnya gak sama. Yang satu senang gaya audiotori yang senang belajar sambil mendengarkan musik sedangkan adiknya lebih senang membaca tulisan dalam keadaan sunyi. Bertolak belakang ya..hihihi. Jadi mereka harus dipisah kalau sedang belajar.

  4. Kang Alee says:

    Go Fathan Go! Fathan anak cerdas, Om yakin Fathan pasti jadi anak hebat. Kapan-kapan main ke Bandung dong … Om kangen.

  5. Shofia says:

    Wah baru tahu jaman sekarang SD pun ada seleksinya ya……perasaan dulu ada yang belum bacapun tetep bisa masuk SD. Btw tesnya seperti apa mbak? Tes seperti ini bikin lega juga ya karena kedepannya kita jadi tahu bagaimana cara belajar dan gimana memperlakukan mereka sesuai kemampuannya…kerenn…

  6. aku juga setuju ada tes kognitif buat anak tu, karena makin kita tau bakat dan minatnya, makin mudah mengarahkan gaya belajar dan kesukaan anak terhadap sesuatu, tes begini juga penting supaya gak trial dan error ke anak

  7. Uniek Kaswarganti says:

    Parameternya apa aja nih yang digunakan di AJTCogtest? Jadi penasaran nih pengin diceritain lagi lebih detail 🙂
    Pengin juga kan melakukan tes kognitif ini pada kedua anakku, biar tau sebenarnya metode belajar apa yang paling tepat untuk mereka.

  8. Baca-baca tentang AJT CosTest bikin keingetan masa baper 2 tahun lalu. Aku sedikit kecewa dengan si sulung yang masuk ke kelas Bahasa. Kukira bakal masuk IPA. Dan diputuskan demikian karena ternyata, si sulung lebih dominan di sana. Berkaca dari itu, aku jadi kepengen deh masukin anak-anakku untuk tes ini. Bia tahu sedini mungkin tipe kecerdasan mereka. Jadinya bisa dioptimalkan di sisi tersebut.

  9. Saya penasaran juga teh, zaman saya mah belum ada mungkin nanti untuk Gen mesti ikutan nih!

  10. Setuju nih… Tes kognitif penting agar kita busa mengarahkan anak dengan baik dan bener dan emang harus sesuai juga ama anak anak Indonesia. Kalau sudah tepat testnya. Pasti hasilnya juga tepat

  11. Shoji dulu juga di usia satu tahun sudah saya test sidik jari, tapi kayanya perlu dimantapkan dengan tes uji kompetensi seperti ini ya. sekarag usianya sudah 8 tahun, banyak sekali yang berbeda dari hasil sidik jarinya tujuh tahun lalu

  12. Mechta says:

    Dengan mengetahui kondisi kesiapan anak jadi memudahkan guru dan ortu untuk mendampingi dan mengarahkan anak dalam pendidikannya ya..
    Semoga test penting ini makin bisa terjangkau oleh masy luas ya..

  13. Senengnya bisa ngarahin bakat anak dari kecil jadi bisa lebih fokusin anak mengembangkan bakatnya. Senengnya kalau setiap ortu kyk teh rany yang mencari2 fasilitas & ga patah arang utk yg terbaik buat anak. Jadi gambaran buat Aska sekolah tahun ini. Makasih ya teh

  14. Marfa says:

    Ini perlu bgt yah biar tahu potensi anak sejak dini jadi bisa diarahkan lebih awal, biar prosesnya memulai jg lebih cepat. Hasilnya jg cm 2 mggu ga sampai 1 bulan. Greate

  15. Jiah says:

    Jadi ingat beberapa waktu lalu pernah dipasrahi anak PAUD yang niatnya mau dimasukkan SD padahal dia blm paham nulis atau huruf. Kan PR banget karena aku jg bukan guru anak2 kan. Kalau ada Tes Kognitif AJT di Jepara, pasti deh bantu banget

  16. Indah Nuria says:

    Tes cognitive memang menarik ya mba, karena parameter yang dipakai bukan hanya melihat kemampuan akademik

  17. Ria Nugros says:

    Saya pengen juga mba mengetahui potensi anak lebih dalam lagi, kebetulan bulan kemarin dia sudah 5 tahun berarti sudah bisa ya jika mengikuti tes kognitif ini

  18. Penasaran sih AJTCogTest ini si anak bakalan diapain aja dan bagaimana kita mengetahui bakat si anak tersebut mba harganya juga lumayan banget

  19. Arda Sitepu says:

    Saya berharap anak saya juga ikut AJT Cogtest ini mbak, bagus banget untuk melihat kecerdasan anak sehingga kita lebih tahu dan care untuk perkembangannya.

  20. April Hamsa says:

    Biayanya lumayan juga ya mbak. Tapi kalau kepengen tau potensi anak drpd kita salah mengarahkan lbh baik tes sejka dini ya. Supaya kita bisa gali potensinya lbh jauh lagi 😀

  21. April Hamsa says:

    Biayanya lumayan juga ya mbak. Tapi kalau kepengen tau potensi anak drpd kita salah mengarahkan lbh baik tes sejak dini ya. Supaya kita bisa gali potensinya lbh jauh lagi 😀 .

  22. Walau belum punya anak, tapi aku yakin test kognitif juga berpengaruh untuk penilaian terhadap si anak tersebut. Sama halnya saat kita melihat aspek afektif dan psikomotorik..

  23. Siti hairul says:

    Aku pengen banget deh ngajak anakku untuk test Cogtest ini. Ini kan hasil riset yg ga main2 ya.

  24. Yoanna Fayza says:

    Pingin daftarin anakku ikut yang AJT CogTest Full Scale, biar kami paham harus bagaiaman mendamping dan mengarahkan dia, takut salah mengarahkan ternyata ngga sesuai dengan minat dan bakat yang sebenarnya. Thank u sharingnya ya mba 🙂

  25. Anakku cenderung di kreatif mba. Dan itu satu sisi mmemang sangat menonjol. Tapi kami penasaran juga untuk mengetahui lebih banyak tentang kemampuan anak

  26. lendyagasshi says:

    Fathan tahun ini masuk SD, teh?
    Bareng sama Hana teh.. In syaa Allah Hana juga tahun ini dan di SD kakaknya aja jadinya…

    Kangeeen Fathaan…

  27. Semangat dek Fathan buat belajar
    kudu banyak yang dipersiapkan yi mba Ran untuk anak-anak kita termasuk potensi ini
    aku belajar banyak nih, soalnya belum ada momongan

  28. Indira W says:

    Baru tau aku ada tes sidik jari.
    Kalau ada rezeki emang gak ada salahnya nyoba ya mba, biar bisa mengarahkan anak kedepannya 🙂

  29. April Hamsa says:

    Aku belum pernah ikutin anakku tes apa2, paling dulu tes di sekolah sama saat adek ipar yang kuliah psikologi ngetes dia, tapi anakku jdnya capek haha 😀
    AKu pengen jg nih ngetesin anak dengan tes kognitif semacam ini mbak. Moga ada aja rezekinya aamiin 😀

  30. Perlu banget memang di tes teh biar tahu potensi dan stimulasi yang bisa kita kasih, buat finger tes aku juga ga terlalu yakin pernah nanya ke dosen sih soalnya :p

  31. Ika Puspita says:

    Pengen juga ikut tes buat si Rara, soalnya dia belum keliatan bakat minat dan keserdasannya apa. Kalo kedua kakaknya udah keliatanbanget sejak kecil.
    Apalagi Rara tahun ini masuk SD, pasti butuh ya

  32. Akmal tahun ini juga masuk SD, kepo deh dengan AJG cogtest ini. Pengen tau Akmal kalau dites gimana hasilnya

  33. Waahh bagus ya teh bisa jadi lebih mengenal potensi anak ya teh biar tau bakat dan kesukaannya gimana. Berhubung belum punya anak, bisa rekomendasiin dulu buat temen-temenku hehe..

  34. Enychan says:

    Eny dulu waktu kecil juga dilesin sama mamah, tapi lebih sering belajar dirumah mamah yg ngajarin sih hhi… Sama dibebasin buat ngembangin bakat kebetulan suka gambar diikutin lomba gambar Mulu deh ahahaha eh malah curhat

  35. Fathan udah gede ya. Jadi inget dulu pas digendong pas kecil di kantor. Ternyata Fathan anaknya kinestetik ya. Pengen deh cobain tes AJG Cogtest juga buat adik sy yang SMP biar dia tau juga bakatnya dimana

  36. Nunung yuni says:

    Anak-anak dulu pernah ikut tes sidik jari pas masih kecil. Tapi sepertinya butuh ikut tes kognitif juga nih.

  37. Iya banget, Teh. Memang pelajaran anak SD sekarang luar biasa. Tiap dampingin Rasi ngerjain peer, belajar dulu sebelumnya supaya bisa jelasin

  38. Ida Tahmidah says:

    Penting nih tau minat n potensi anak sejak dini biar lebih optimal yak..

  39. Ria Bilqis says:

    Saya tertarik mengikutkan anak saya AJT CogTest ini supaay tahu cara belajar yang efektif untuknya.

  40. Ruli retno says:

    Anak pertamaku tes sidik jari, anak ke 2-3 belum ada tes apa2. Kayanya cocok deh kalo pake tes ini pengen nyobain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *