Kenapa Membaca Nyaring Itu Bermanfaat?

Kenapa Aktivitas Membaca Nyaring Bermanfaat_

Kenapa Membaca Nyaring Itu Bermanfaat? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin bercerita tentang masa kecil saya yang berhubungan dunia membaca. Suatu sore di tahun 1987, seorang anak perempuan berusia 7 tahun sedang mengurung diri di kamar. Sayup-sayup terdengar suara obrolan antartetangga. Telinganya langsung awas saat terdengar namanya disebut oleh tetangga.

“Bu, Rani tuh kalau di kelas suka bengong, nggak pernah nulis,” ucap sang tetangga lantang pada ibu anak perempuan itu. Tidak terdengar jelas jawaban sang ibu, namun ucapan tetangga tersebut sangat membekas di hati anak perempuan itu. Diam-diam dia meneteskan air mata. Kebiasaannya bengong di kelas dikarenakan memang anak perempuan itu belum bisa membaca. Tidak semua anak-anak yang masuk sekolah dasar saat itu beruntung bisa masuk TK terlebih dahulu. Rasanya zaman itu, masuk TK adalah sebuah kemewahan. Tanpa memiliki kemampuan membaca, bahkan mengetahui huruf, anak perempuan itu diceburkan ke dalam sebuah dunia baru bernama sekolah dasar.

Baca Juga: 20 Langkah Salah Mendidik Anak (Bag. 1)

Bukan hanya anak perempuan itu yang tidak bisa membaca, anak-anak lain pun banyak yang belum bisa membaca. Namun, memang anak perempuan itu lebih suka melamun dan mengkhayal membayangkan cerita-cerita yang pernah dibacakan bibinya. Sehingga saat di kelas, dia tampak lebih banyak melamun dan tidak menyimak pelajaran di kelas. Bagaimana mau menyimak, mengerti apa yang diucapkan guru saja tidak.

Seingatnya, anak perempuan itu tidak pernah diajarkan mengeja oleh siapa pun. Bapak sibuk bekerja, sementara ibu pun sibuk membantu pekerjaan tambahan bapak. Sebuah keberuntungan baginya, saat adik ibunya tinggal di rumah mereka. Bibinya yang lusianya lebih tua 6 tahun itu suka membaca majalah bekas. Dia membaca majalah dengan suara keras. Diam-diam, anak perempuan itu suka mendengarkan suara bibinya membaca nyaring. Dia pun sering hanyut dalam cerita dan mulai berkhayal.

Entah keajaiban datang dari mana, tiba-tiba saja anak perempuan itu bisa membaca. Iba-tiba dia memiliki kemampuan memahami huruf-huruf yang terangkai menjadi sebuah kata dan kalimat. Dia menjadi mengetahui makna sebuah kata dan kalimat. Sejak memiliki kemampuan membaca, anak perempuan itu jadi suka membaca. Semua kata dibaca, entah itu papan iklan di jalan, sobekan koran pembungkus makanan, tulisan di toko, dan lain-lain. Rasa ingin tahunya meluap, dia membaca semua hal. Buku pelajaran dibaca bahkan sebelum dipelajari. Kemampuan membacanya tersebut membuat segalanya berubah. Yang tadinya dia berada di rangking 33 dari murid 35, tiba-tiba dia berada dalam 10 besar ranking. Sejak kelas 3 SD, dia tidak pernah melewati ranking 5.

Saking herannya dengan kemampuan yang tiba-tiba dimilikinya, anak perempuan itu mengaggap bahwa kemampuan membaca yang dimilikinya adalah sebuah anugerah yang mesti dia jaga dengan baik. Dia sangat takut bahwa kemampuannya itu suatu saat bisa hilang. Kemampuannya membaca membuat dunianya berubah, dunia pertemanannya berubah. Yang tadinya anak-anak dalam kelompok elite (anak pintar) tidak mau bergaul dengannya, tiba-tiba dia berada dalam kelompok tersebut, bisa tertawa bersama, belajar bersama, dan menikmati masa SD yang menyenangkan.

Sekarang, jika mengenang masa-masa tersebut, saya sering tersenyum sendiri. Kemampuan saya membaca bukanlah anugerah yang tiba-tiba jatuh kepada saya. Melainkan merupakan proses panjang saat saya mendengarkan bibi membaca keras majalah. Saat itulah, otak saya yang masih polos terstimulasi bahan bacaan dan membentuk rangkaian kemampuan membaca. Walaupun saya tidak melalui proses belajar membaca dengan mengeja kata, tapi saya memiliki kemampuan membaca karena otak telah terstimulasi oleh kegiatan membaca nyaring yang dilakukan oleh bibi saya. Sekarang, saya pun sadar bahwa membaca  nyaring memiliki banyak manfaat bagi kemampuan membaca pada anak dan membuat anak menyukai dunia bacaan. Penelitian Rothlein dan Meinbach (1993) memperlihatkan bahwa membaca nyaring dapat meningkatkan keterampilan berbahasa lainnya, membantu perkembangan anak mencintai buku, dan membaca cerita sepanjang hidupnya.  Dari penelitian tersebut, saya pun jadi faham kenapa saya jadi bisa membaca dan mencintai dunia membaca hanya dengan seringnya mendengar bibi saya membaca nyaring. Menurut Cox (1999), membaca nyaring untuk anak-anak yang dilakukan setiap haro merupakan sesuatu yang penting dilakukan orangtua akan membawa anak dalam perkembangan bahasa yang baik, melalui perkembangan kosa kata, semangat membaca, dan sukses dalam belajar membaca permulaan.  Jadi memang kemampuan membaca dan kesuksesan dalam memahami pembelajaran di kelas itu saling terkait. Dengan kemampuan membaca membuat kegiatan belajar pun jadi lebih menyenangkan, bukan lagi sebuah dunia asing yang bisa dihindari dengan mengkhayal dan melamun.

Berkaca dari pengalaman tersebut, saya pun sekarang sudah mulai membiasakan membacakan buku dengan suara nyaring untuk anak-anak.  Berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, membaca nyaring merupakan proses membunyikan lambang bahasa tulis. Hal yang dilakukan oleh pembaca dengan membunyikan setiap kata atau kalimat yang dibaca dalam sebuah teks sehingga dapat dinger oleh orang lain.

membaca nyaring

Ternyata kegiatan membaca nyaring bisa dilakukan oleh orangtua pada anak sejak anak berusia 0 tahun. Sebenarnya agak telat sih, karena saya baru melakukan kegiatan ini pada saat anak-anak berusia 2 tahun. Itu pun tidak rutin, tapi setidaknya saya mulai faham dengan manfaatnya dan mulai melakukan kegiatan tersebut. Tujuan membaca nyaring pada anak adalah untuk memberikan stimulus bahasa pada anak. Dengan kegiatan membaca nyaring, anak mendapatkan sistem bahasa dari hal-hal yang dibaca orangtua. Semakin sering orangtua membaca nyaring untuk anak, semakin banyak pula sistem bahasa yang diperoleh anak.

Agar hasilnya maksimal, ada beberapa keterampilan yang sebaiknya dikembangkan saat membaca nyaring yaitu:

  1. Ucapa atau lafal yang tepat
  2. Penggunaan frasa yang tepat
  3. Penggunaan intonasi yang wajar
  4. Membaca dengan terang dan jelas
  5. Membaca dengan lancar dan tidak terbata-bata
  6. Membaca dengan penuh percaya diri

Sehingga anak pun bisa mendapatkan keterampilan bahasa yang berkembang seperti membangun kontrusksi bahasa di dalam otak anak, perbendaraan kata yang semakin banyak dan membangun bahasa dalam otak melalui telinga. Suara bermakna yang didengar anak akan membantunya memahami kata-kata yang diterima.

Baca Juga: 20 Langkah Salah Mendidik Anak (Bag. 2)

Beberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca nyaring di antaranya:

  1. Membangun ikatan atau bonding antara orangtua dan anak
  2. Memberi informasi dan membangkitkan rasa ingin tahu pada anak
  3. Membangun perbendaharaan kata
  4. Mengondisikan otak anak agar terhubung dengna kegiatan membaca sesuai kesenangannya
  5. Membentuk dasar pengetahuan
  6. Memberikan teladan membaca dan menanamkan keinginan untuk membaca pada diri anak.

Kegiatan membaca nyaring memang belum rutin saya lakukan bersama anak-anak. Biasanya saya membacakan nyaring buku pada saat mereka bermain atau menjelang tidur. Kadang anak-anak bosan dengan permainan mereka, dan saat itulah diajak mendengarkan saya membaca buku. Beberapa perkembangan yang saya lihat  ada pada diri anak-anak setelah kegiatan membaca nyaring dilakukan yaitu:

  1. Rasa ingin tahu anak-anak meningkat
  2. Kemampuan bicara mereka baik dan mampu berkomunikasi dengan baik
  3. Mampu menyimak cerita yang dibacakan
  4. Suka terhadap buku dan bahan bacaan

Saat ini anak-anak memang belum bisa membaca. Fathan sendiri memperlihatkan minat yang lebih besar terhadap angka daripada huruf. Kemampuan matematikanya lebih tinggi daripa kemampuannya mengingat huruf. Jika huruf dia masih sering lupa. Harapannya dengan kegiatan membaca nyaring, anak-anak mendapatkan manfaat luar biasa dan menemukan dunia yang menyenangkan melalui bacaan.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

39 Responses

  1. gita siwi says:

    iyes aku malah sebelum post tulisan aku baca dulu kayak baca cerita. Nah kalau baca atau bicara sama anak nggak suka aku di menyek-menyek gitu. Kayak cucu atau mimi. Hasilnya nggak ada cadel2an hahaha

  2. Kontengaptek says:

    Wah banyak banget ternyata faedah dari membaca nyaring ..
    Thanks infonya .. Bermanfaat banget nih.

  3. Okti Li says:

    Menurut saya lingkungan juga menentukan. Anak suka baca kalau orang tuanya suka baca buku juga.
    Jangan mengharap anak bakal suka baca buku, kalau orang tuanya tidak pernah pegang buku, tapi gadget melulu…

  4. nursaidr says:

    Setuju bgt sih. Anak itu mesti sering2 diajak ngobrol apalagi baca nyaring. Fungsi buat apa?? Ya buat stimulus anak sejak dini dr bhasa2 yg akan digunakan nanti.

  5. Annafi says:

    Saya dari kecil suka baca buku cerita bergambar, selain dengan ceritanya saya kepo sama benda-benda di gambar hehe jadi cepat belajar kata-kata baru ^^

  6. Elva Susanti says:

    Baru tahu saya mbak manfaat membaca nyaring, soalnya kl saya membaca malah tanpa bersuara.

  7. Raisa Hakim says:

    Pengen dong baca buju karyanya teteh

  8. Anis Khoir says:

    Berarti kalau begitu Mulai sekarang saya membaca nyaring saja biar anak saya ikut mendengarkan apa yang saya baca Tapi tentunya ketika membaca nyaring bersama anak harus jeli memilih bacaan tentunya yang sesuai dengan kondisi anak

  9. Wah selama ini saya membacakan buku untuk anak dengan nyaring, bahkan dengan gerakan yang heboh supaya dia tertarik. Alhamdulillah ternyata yang saya lakukan banyak manfaatnya. Saya baru tahu. Hehe.Thanks for sharing mba.

  10. Elly Nurul says:

    Nyaring maksudnya jelas, lafal dan intonasinya ya ka, karena bisa mengajak anak masuk kedalam maksud dari cerita yang dibacakan oleh orangtuanya.. well note ka

  11. Aku sejak lama membaca dengan bersuara untuk hal-hal yang penting, perlu diingat.
    Manfaatnya memang kerasa banget, lebih nempel di ingatan

  12. Eni Martini says:

    Kakekku dulu semasa hidup merupakan pendongen dan pemain musik Islami, dia selalu meminta cucunya untuk membaca bersuara atau nyaring

  13. Banyak juga ternyata ya manfaat baca nyaring. Aku sih, dulu saat sekolah, baca nyaring itu bikin gampang diingat. Tapinya sering diprotes orang rumah. Katanya kayak anak kecil dan berisik. 😀

  14. April Hamsa says:

    Sama mbak, di rumah aku jg membaca nyaring 😀
    Selain itu aku kadang suka nunjuk kata2nya jd anak mengenali simbol2 itu.
    Semoga banyak yg baca artikel ini jd makin banyak yg mau membaca nyaring buat anak2nya atau membiasakan anak2 membaca nyaring yaaa

  15. Fenni Bungsu says:

    Banyak juga manfaatnya membaca nyaring.. Kadang kalau lagi buat tulisan, saya sempatkan juga untuk membaca nyaring, biar ketahuan enak didengar apa enggak

  16. Utie adnu says:

    Kalau dulu ya baca suka baca nyaring anakku malah smp sekarng tapi kalu baca quran sih. Benar juga biar tahu lafadz dh bener apa blum

  17. Jadi inget, pernah baca di blognya siapa ya tentang kegiatan read aloud. Ibujerapah apa siapa gitu. Katanya memang besar manfaatnya. Dan saya baru baca di blognya Bunda Rani ini tentang true story efek dari membaca dengan suara keras.

  18. Ternyata banyak banget ya manfaat dari membaca dengan suara keras. Yang aku rasain, membaca dengan suara keras juga bukan hanya bermanfaat bagi pendengar, tpi juga bagi pembaca itu sendiri.

    Dulu pas waktu kecil, dan masih belajar membaca… Aku suka banget membaca nyaring, jadi pas ada kesalahan, siapapun yang dengar di rumah bisa membetulkan.

  19. kisah yang menarik mbak. saya jadi ingin lebih rajin lagi membacakan cerita untuk anak setiap hari.

    kalau saya juga punya pengalaman menarik tentang membaca nyaring. membaca nyaring ini juga berguna untuk menghilangkan akses kedaerahan “medok”. Saya belajar ketika awal menjadi penyiar radio dulu.

  20. Endah marina says:

    Tapi kasus sy beda mbak, belom lama ini saya nemenin keponakan saya baca iqro ya, eh tapi itu bocah mah protes krn suara sy kekencangan katanya.. ante endah pelan aja jangan berisik . Ini maksudnya suara nyaring itu keras kan mbak? Ehh kencang maksudnyaa..

  21. Dulu saya juga latihan menjadi penyiar dan presenter kalau membaca juga latihan membaca nyaring didepan cermin. jadi ketahuan kurang dan mana yang harus diperbaiki dan mungkin bisa jadi manfaat juga bagi orang lain

  22. Wah banyak manfaatnya ya pantesan waktu sd suka disuruh, sekarang klo ngaji nuating meski masih belajar, biar plong aja lah bukan sombong haha

  23. Adriana Dian says:

    Wah aku ga nyangka, ternyata membaca dengan suara nyarin manfaatnya bagus sekali ya untuk anak anak kita. Terutama untuk anak yang belum lancar membaca ya. Nanti langsung mau aku praktekin ke anak anak aaaah. Makasi infonya mbak Raniiii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *