Kisah Mahabarata dalam Relief Candi Borobudur

kisah-mahabarata-dalam-relief-candi-borobudur

Duluuuuuuuuuu … pokoknya saking lamanya u-nya berjejer, saya pernah menjejakkan kaki di salah satu warsan budaya kebanggaan bangsa ini yaitu Borobudur. Saking dulunya, saya nggak nemu fotonya, ada siiih tapi udah burem banget. Maklumlah zaman itu teknologi fotografi belum sekeren sekarang. Hahahaha…rasanya bangga banget bisa foto bareng dengan teman-teman kuliah di Candi terbesar di Indonesia tersebut. Ketauan khan zaman kapan tuh saya menginjakkan kaki di Borobudur. Yang jelas bukan zaman dinosaurus, siiihh…

Pengalaman mengunjungi Borobudur merupakan pengalaman berkesan buat saya. Apalagi buat saya yang saat itu masih berstatus mahasiswa tentunya sangat menyenangkan bisa mengunjungi salah satu Candi Budha terbesar di Asia tersebut. Kenapa sih, mengunjungi Borobudur sebuah kebanggaan? Karena saya seorang penyuka sejarah. Saya bisa langsung menapaki jejak sejarah langsung tidak hanya melalui buku. Saya pun seorang penggemar cerita mahabarata. Nah, sudah pada tahu khan di dalam Candi Borobudur terdapat sebuah relief yang mengisahkan mahabarata.

Buibuk yang doyan nonton serial mahabarata dan ngefans berat sama tokoh Arjuna yang diperankan sama Shaheer pastinya khatam dong ya sama kisahnya. Karya sastra ini memang melegenda banget di negeri asalnya India dan sangat booming di Indonesia. Pastinya para buibuk keceh udah hapal luar dalam dong ya sama kisah peperangan hebat antara pandawa dan kurawa. Buibuk tuh kalau udah ngefans waah pokoknya fans sejati deh buat tim pandawa. Pastinya benci banget sama tim kurawa yang jahatnya enggak ketulungan. Apalagi sama tokoh sengkuni yang licik. Hihihi..

Lalu bagian mana kisah mahabarata yang tertera dalam relief Candi Borobudur? Nah, buibuk pastinya sudah tahu khan bagian Pandawa dan ibunya Kunti yang sedang mengasingkan diri di hutan dan hutannya dibakar oleh gengnya Duryudana cs. Untungnya gengnya Pandawa bisa meloloskan diri dan mereka tiba di Kerajaan Pancala yang dipimpin oleh raja Drupada. Saat itu, sang raja sedang mengadakan sayembara dengan hadiah putri Drupadi. Pandawa cs pun menyamar dengan mengenakan pakaian brahmana dan mengikuti sayembara. Arjuna yang berwajah tampan dan jago memanah mewakili geng pandawa untuk berlomba. Ternyata, kepandaian Arjuna dalam memanah membuatnya dapat memenangkan sayembara.

Pandawa pun pulang ke rumah dengan membawa kemenangan. Ibunya Kunti bahagia mendengar kemenangan yang diraih oleh Pandawa. Dewi Kunti mengatakan bahwa hadiah yang diraih oleh Arjuna haruslah dibagi 5 agar adil tanpa dia ketahui bahwa hadiahnya merupakan Drupadi. Berhubung, Dewi Kunti tidak bisa menarik lagi ucapannya maka Drupadi pun menjadi istri pandawa.

Kurang lebih itulah relief cerita mahabarata yang terdapat di Candi Borbudur. Beruntung sekali dulu saya sempat melihatnya. Saya pun penasaran dan ingin kembali berwisata ke Borobudur bersama anak-anak. Tentunya anak-anak akan lebih exciting jika melihat Candi Borobudur secara langsung. Tidak hanya melalui gambar dalam buku.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. Evi says:

    Waktu ke Borobudur beberapa waktu yang lalu saya lupa memperhatikan relief ini. Dan tiba-tiba membayangkan penderitaan Drupadi bersuamikan Pandawa Lima. Duh 5 orang loh digilir 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *