Kota Mini: Wahana Wisata Keluarga di Floating Market Lembang Bandung

Kota Mini_ Wahana Wisata Keluarga di Floating Market Lembang Bandung

Kota Mini: Wahana Wisata Keluarga di Floating Market Lembang Bandung. Ini kedua kalinya, saya dan keluarga berwisata ke Floating Market. Kenapa sampai dua kali? Alasannya sederhana, karena lokasinya dekat dengan rumah adik ipar. Jadi setiap saya dan keluarga berkunjung ke rumah adik ipar di Lembang, suami selalu mengajak ke tempat wisata yang menawarkan banyak jajanan khas ala kuliner di Bandung ini. Selain itu, tempat wisata seluas sekitar 7 hektar ini menawarkan beragam wahana permainan menarik dan aneka jajanan kuliner yang enak.

Oh iya,untuk masuk ke Floating Market Lembang, kita cukup membayar tiket 20K yang bisa ditukar dengan minuman. Ada beberapa pilihan minuman hangat dan dingin, di antaranya Coffee Latte, Milo hangat/dingin, Nestea hangat/dingin.

keliling danau dengan boat dan sampan

keliling danau dengan boat dan sampan

Menurut info dari adik ipar, Kota Mini yang dulu saat kami ke sana masih dibangun sekarang sudah jadi. Okelah, kami pun semangat untuk kembali ke sana penasaran juga sama Kota Mini. Tapi kali ini, saya dan keluarga tidak berencana naik beragam wisata yang ditawarkan di Floating Market Lembang. Tidak seperti dulu pertama kali ke sana, Fathan sangat bersemangat naik sampan keliling danau. Tapi pengalaman dulu naik perahu lumayan pegal karena danau yang dikelilingi cukup luas juga.

salah satu stand jajajan di atas peahu: rujak

salah satu stand jajajan di atas peahu: rujak

Kali ini kami berencana hanya ingin menikmati suasana sambil nyemil-nyemil  jajanan di sana. Maklumlah, di sana memang banyak banget jajanan yang enak-enak kayak aneka pisang goreng dan pisang bakar yang dikasih toping cokelat, keju, dan gula aren, empek-empek, ketan bakar, colenak, jagung bakar, cimol, cilok, rujak, pizza mini, gulali, rambut nenek, dan aneka minuman seperti es cendol, susu murni, dan lain-lain. Oh iya, kalau mau makanan berat yang mengenyangkan pun disediakan sate ayam, sate kelinci, mie kocok, bubur ayam, nasi timbel komplit, dan lain-lain. Pokoknya asal sedia uang untuk tukar koin, bisa jajan sepuasnya deh, di sana.

Oh iya, sebenarnya di sana juga disediakan aneka wahana permainan anak-anak seperti flying fox, becak mini, mobil remote control, kasih makan kelinci, perahu putar, dan lain-lain. Berhubung kita datang sudah pukul 15.00 WIB dan agak mendung, kita memilih menghabiskan koin untuk jajan, sikaaaat, maaaang!

area tempat makan

area tempat makan

Kebetulan, selain keluarga kecil kami, kami juga mengajak adik bungsu suami, dua keponakan, dan sepupu dari Bogor yang kebetulan lagi di Bandung. Biar  ramelah. Kalau wisata di Bandung cuma sekeluarga kecil rasanya kurang seru. Jadilah, selain berwisata, di sana juga jadi ajang kumpul keluarga yang memang suka jarang. Tanpa terasa, kami pun menghabiskan waktu yang cukup lama menikmati aneka jajanan yang dijual di atas perahu. Hehehehe, rasanya semuanya pengen dicoba.

Saya pun penasaran dengan Kota Mini yang katanya sudah selesai dibangun. Saya pun mendaki ke atas untuk bisa sampai di Kota Mini. Ternyata untuk masuk ke sana, kami harus kembali membeli tiket seharga 25K. Di sini pun, tiket kembali bisa ditukar dengan susu murni.

suasana di dalam kota mini

suasana di dalam kota mini

Begitu masuk ke Kota Mini, saya dibuat takjub dengan suasana yang menyenangkan mata. Di sana berjejer beragam bangunan mini ala kota di Eropa. Disediakan juga baju ala Eropa yang disewakan dengan biaya sewa 75K/jam. Jadi pengunjung bisa foto-foto dengan nuansa kota ala Eropa dan berpakaian ala noni Belanda. Di sana ada wahana untuk anak-anak juga yaitu sepeda motor mini. Ternyata bangunan-bangunan bukan hanya hiasan tapi memiliki fungsi masing-masing. Ada bangunan kafe, sekolah memasak, rumah beruang Tedy, rumah Barbie, rumah pemadam kebakaran, kios buah-buahan, dan lain-lain.

Ada praktek pemadam kebakaran untuk anak-anak juga, keliatannya seru saat si anak memakai baju pemadam kebakaran dan menyemprotkan air ke bangunan yang terbakar. Yang lebih seru di dalam bangunan ada orang yang seakan-akan minta tolong untuk diselamatkan. Simulasi penyelamatan kebakaran yang menarik untuk anak-anak.  Setiap ‘bertamu’ ke bangunan tersebut dikenai biaya 15K.

Di sana juga disediakan area playground untuk anak-anak. Selain itu ada juga kafetaria yang menyediakan aneka makanan. Hmmm …menurut saya Kota Mini cukup menarik, hanya saja untuk mencoba setiap wahana harus kembali membayar. Jadi lumayan merogoh dompet juga, sih.

Oh iya, di luar area Kota Mini ada kolam renang muslimah juga. Yuhuuu…buat emak-emak berjilbab yang ingin berenang bareng bocah-bocah kayaknya seru nih di sini. Tapi memang kayaknya sebaiknya masuk ke Floating Market dari pagi, jadi bisa puas menjelajah dan tentu saja puas mengisi perut.

Ada boks telepon ala di film

Ada boks telepon ala di film

Kota Mini cocok banget buat wisata fotografi alias selfie atau wefie. View-nya bagus bikin siapa pun pengen foto-foto. Saya pun nggak ketinggalan dong, untungnya sudah pakai hijab terbaru jadi pede banget pas foto-foto. Heuheue… dasar emak-emak banyak maunya ini, mah.

Tanpa terasa saya sudah muter-muter dan foto-foto di Kota Mini sekitar satu jam dan waktu adzan maghrib pun berkumandang. Sudah waktunya shalat. Saya pun segera bergegas ke mushala yang disediakan.Menurut saya, mushala di sini cukup rapi dan shalat tidak terlalu mengantre kayak di mal. Sayangnya, persediaan mukenanya kurang, jadi saya harus mengantre pinjam mukena. Kebetulan, hari itu saya nggak bawa mukena karena kelupaan.

Fathan in action

Fathan in action

Setelah shalat, kami semua kembali kumpul di area makan di atas kolam. Kalau kata Fathan, “Kursi sama mejanya goyang-goyang,”. Sisa koin masih banyak dan tidak bisa ditukar. Perut pun masih kenyang. Akhirnya, saya penasaran ingin mencoba mie kocok seharga 25K. Rasanya lumayanlah, Tadinya saya ingin mencoba ketan bakar tapi ternyata sudah habis. Mau naik perahu juga sudah gelap. Ya sudahlah, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Saat menuju jalan pulang ada stan penjual tahu lembang. Ya sudah beli tahu buat camilan di jalan.

Menurut saya, manajemen Floating Market cukup jeli melihat peluang dan terus melakukan penambahan wahana wisata sehingga pengunjung yang pernah ke sana tidak merasa bosan. Setiap ke sana selalu ada hal baru, bahkan mungkin ada wahana yang belum sempat dinaiki.

Koin alat tukar di Floating Market, tersedia pecahan 5000, 10000, 20000

Koin alat tukar di Floating Market, tersedia pecahan 5000, 10000, 20000

Koin yang tersisa dibawa pulang saja, mungkin lain kali kami bisa mampir lagi ke Floating Market. Hahaha …karena jujur, main ke Floating Market itu masih seru karena selalu ada yang baru. Walaupun tetap mesti siapin isi dompet yang lumayan tebel biar bisa puas jajan dan mencoba wahana permainan di sana. Buat yang mau beli oleh-oleh merchandise pun ada, dan ada pasar buah-buahan dan sayuran khas Lembang juga.

Aneka merchandise

Aneka merchandise

Buat teman-teman yang penasaran ingin ke tempat wisata Bandung, Floating Market bisa jadi salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Untuk bisa ke tempat wisata ini, bisa dengan kendaraan umum dan pribadi. Untuk yang membawa kendaraan pribadi, jangan khawatir tempat parkirnya luas dan nyaman. Untuk yang naik kendaraan umum bisa menggunakan angkutan umum jurusan ST Hall (Stasiun bandung) – Lembang. Dari terminal Lembang bisa naik angkutan umum yang menuju Bandung dan akan lewat tepat di depan pintu gerbang Floating Market.

Menurut saya, untuk menuju Floating Market tidak sulit, banyak petunjuk jalan dan jaraknya pun tidak terlalu jauh. Kalau tidak mau macet bisa menggunakan jalan arah Punclut, cuma jalannya lumayan agak curam naik turunnya. Tapi kita akan disuguh pemandangan alam yang hijau dan menyejukkan mata.

Wisata Bandung di Lembang memang tiada habisnya, selalu ada tempat baru yang menarik perhatian wisatawan. Sehingga pengunjung pun bukan hanya dari Jawa Barat dan sekitarnya, banyak wisatawan dari luar Pulau Jawa yang sengaja berkunjung ke Bandung karena penasaran dengan beragam tempat wisata yang ditawarkan.

 

 

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

10 Responses

  1. Anne Lesmana says:

    Wah seru mbak.. semua mkanannya bikin ngiler..emang cocok menikmati udara lembang sambil kulineran, aq setahun tggl di Jabar blom smpt main k sana.. yg bikin males tu macetnya itu lho..

  2. belum kesampean teh sebagai orang Cimahi wkwkwk kesini euy duh isin ah :p jadi kepengen nih apa nanti sabtu yah kesini tapi takut banget macet makanya sok hoream teh. Btw bawa mukena ini jadi noted buat aku kalau gitu 🙂

  3. Arni says:

    Asik ya tempatnya
    Benar2 nyaman wisata keluarga karena keliatan ramah anak sekali. Ditambah pula udaranya sejuk
    Mau ah kapan2 main ke sana

  4. D I J A says:

    kereeeen yaaa
    dija pingin naik kapal nya tuh

  5. ivonie says:

    Asyik banget tempatnya mbak, suami kemarin sempat bahas ini, pengen ke sini kalau ke Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *