Lika-Liku Media Sosial

Lika-Liku Media Sosial. Saat ini media sosial sepertinya sudah menjadi kebutuhan semua orang yang ada di muka bumi ini, tentunya yang terhubung dengan teknologi internet. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, rasanya kurang afdol kalau nggak buka salah satu media sosial. Punya lebih dari satu media sosial kayaknya udah menjadi hal biasa, padahal mah isi pertemanan dengan orang yang sama, istilahnya mah ketemu loe lagi loe lagi. Etapi jangan salah, beda flatform media sosial, beda juga lho karakter penghuninya. Bisa dibilang, media sosial merupakan kehidupan kita di dunia maya. Kadang kehidupan yang ditampilkan di media sosial berbeda dengan kehidupan nyata. Kadang ada orang yang di media sosial sering menulis status yang garang tentang politik, eh ternyata di kehidupan nyata dia adalah orang yang santun dan jarang mengeluarkan pendapat. Kadang kita sering tertipu dengan kemilau kehidupan sosial media tanpa tahu apa yang terjadi di baliknya. Banyak hal menarik yang bisa diulik dari media sosial.

Kapan Kenalan dengan Media Sosial?

Pertama kali kenalan dengan media sosial pas zaman rame Friendster. Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman SD di friendster. Padahal zaman itu kalau mau buka friendster mesti lari ke warnet. Saat itu, saya bukanlah termasuk orang yang mantenin friendster. Saat ke warnet aja iseng buka-buka friendster. Lalu, friendster menghilang, dan ganti multiply. Saat itu di multiply, saya bisa memposting tulisan yang lebih banyak. Mungkin semacam micro blogging kali ya. Senang sekali saat tulisan di multiply mendapat respon dari teman-teman dunia maya. Nah tahun-tahun tersebut, media sosial belum booming seperti sekarang. Namun, saya punya teman-teman yang sudah keracunan media sosial dan saat itu dia sangat eksis.

Apa Media Sosial yang Paling Memengaruhi?

Saat pertama kali berkenalan dengan Facebook, saya sempat sangat-sangat menyukainya. Apalagi saat itu, media sosial penemuan Mas Mark Zuckeberg tersebut bisa mempertemukan saya dengan teman-teman kuliah, SMU, SMP, bahkan SD. Enggak semua teman sih, tentu saja teman-teman yang sudah punya akun FB. Rasanya senang sekali bisa ngobrol lagi dengan teman lama, bahkan bergabung dalam grup-grup yang bisa dibuat di FB. Media sosial buatan Mark dan timnya tersebut memang memudahkan siapa saja untuk berbagi cerita melalui postingan di dindinnya, membuat grup-grup di FB. Media sosial ini pun terus mengembangkan fitur-fiturnya, dengan dilengkapi fitur percakapan inbox (kalau sekarang udah jadi messenger), bahkan bisa membuat grup percakapan di messenger. Kenapa FB cukup memengaruhi hidup saya? Karena saya pernah kecanduan FB, rasanya sehari nggak buka FB tuh ada yang kurang, rasanya sehari nggak bikin status tuh hidup jado hampa, rasanya kalau status nggak ada like atau coment, tuh jadi galau. Aneh banget, khan. Tapi itulah FB. Bahkan saya pun pernah menjalankan bisnis MLM dengan menggunakan FB. Facebook pun jadi lahan bagi bakul-bakul jualan yang tentu saja mendatangkan para pelanggan. Jadi Facebook bukan hanya menjadi  media sosial pertemanan tapi juga media sosial untuk berjualan dan bisnis. Bahkan, katanya jika ingin melihat karakter asli seseorang tuh bisa lihat status-status apa saja yang dibagikan di dinding FB-nya. Saya pernah bisa menghabiskan waktu berjlam-jam hanya untuk scroll dinding FB dna membaca status teman-teman. Bahkan, saya tidak perlu menonon televisi untuk mengetahui gosip terbaru, cukup membuka FB. Keriuhan FB setiap hari ternyata membuat riuh para penggunanya. Mulai dari berteman, block pertemanan, bahkan sampai putus pertemanan bisa terjadi FB hanya karena perbedaan pendapat, perbedaan pandangan politik, atau perdebatan yang tiada kunjung akhir. Kadang keriuhan di FB tuh mengalahkan keriuhan di dunia nyata. Bahkan ternyata, banyak kasus orang tertipu karena tampilan profil seseorang di Facebook. Sungguh Facebook bisa memengaruhi kehidupan seseorang.

Sampai akhirnya, saya merasa bosan dengan keriuhan tersebut. Bosan larut dalam keramaian yang entah kenapa rasanya tidak memberdayakan diri saya. Lambat laun saya sudah lepas ketergantungan dari FB. Saya masih membuka FB, tapi tidak terlalu sering kayak dulu. Saya membuka FB hanya untuk membaca status-status dari beberapa orang tokoh yang memang saya butuhkan isi tulisannya.

Apa Media Sosial Favorit?

Saya masih membuka media sosial, dan memang ada media sosial favorit yang masih sering saya buka. Alasannya karena media sosial tersebut masih nyaman untuk dilihat karena menampilkan hal-hal menyenangkan. Apakah itu? Ya, jawabannya instagram. Saat ini saya masih suka dengan instagram karena menurut saya isinya tidak seriuh Facebook. Walaupun tetap saja masih menimbulkan kericuhan saat menyangkut urusan follow-followan.

Apa Media Sosial yang Dimiliki Tapi Nggak Pernah Diisi?

Path. Saya pernah unggah aplikasi Path tapi tidak mengisi akunnnya. Hingga akhirnya Path harus tiada, saya belum pernah melakukan aktivitas apa pun di Path. Alasan karena saya pikir, percuma membuat aktivitas di Path, toh temannya masih itu-itu saja, sama dengan di Facebook. Selain itu pertemanan di Path khan terbatas. Hahaha itulah asumsi saya yang tidak pernah menggunakan media sosial ini. Padahal mungkin bagi penghuni Path, Path punya rasa yang berbeda dengan FB.

Apa Media Sosial yang Dibuka Kalau Butuh?

Google Plus. Sejak mengunduh aplikasi Google Plus dan punya akunnya karena otomatis dengan akun email, saya jarang membuka. Saya baru-baru ini sering membuka G+ dan membagikan postingan. Itu pun hanya postingan link yang mengarah ke blog. Hingga akhirnya saya mendapat kabar nahwa G+sebentar lagi akan tiada. Anatar sedih dan menyesal juga sih karena kurang memaksimalkan media sosial ini.

Apa Media Sosial yang Masih Membuat Nyaman?

Twitter. Saya sudah lama kenalan dengan twitter dan pernah menjadi penghuni yang pas bangun tidur langsung mantengin time line Twitter. Walaupun sekarang sudah nggak sesering dulu, tapi menurut saya Twitter menjadi media sosial yang nyaman. Kadang twitter mengajak tertawa jika ada hestek-hestek lucu dan unik yang viral. Satu hal yang membuat saya masih nyaman dengan twitter karena di twitter saya masih bisa nyampah dengan bebas tanpa terlalu khawatir dengan pendapat orang lain. Jujur kalau di Facebook saya sudah khawatir dengan mata-mata yang membaca status facebook dan memberi komentar miring dan nyinyir hehehe.

Oh iya, twitter pun masih menjadi lahan pekerjaan bagi buzzer seperti saya untuk membagikan konten-konten positif tentang suatu kegiatan atau brand. Jadi, selain sebagai tempat curcol, tempat membagikan link tulisan, tempat mendapatkan infromasi terkini, twitter juga masih jadi lahan bagi saya untuk mendapatkan rupiah.

Apa Media Sosial Tempat Belajar?

Siapa nih yang belajar masak dari Youtube? Aku bangetlah, semenjak resign dan memproklamirkan diri sebagai ibu rumah tangga, saya merasa mesti bisa menyajikan makanan rumahan. Nah, Youtube menjadi tempat saya belajar apa pun, bahkan sekarang saya pun sedang belajar membuat konten video untuk Youtube. Seru aja bisa berbagi sesuatu melalui media yang berbeda daripada biasanya. Sebenarnya semua media sosial sudah bisa membagikan konten dengan berbagai bentuk yaitu tulisan, gambar/foto, dan video. Namun, kesemuanya tersebut memiliki karakter yang berbeda.

Sahkah Memiliki Banyak Media Sosial?

Seperti saya bilang sebelumnya, setiap media sosial memiliki karakter yang berbeda. Cara penggunaan yang berbeda dan tentu juga karakter penghuni yang berbeda. Bisa saja sih A menjadi penghuni Twitter, FB, dan Instagram. Namun belum tentu profil atau karakter yang dia tampilkan sama. Bisa jadi berbeda jauh, berbeda sedikit, atau pun sama. Bisa jadi disesuaikan juga dengan karakter dari media sosial tersebut. Jadi, sah-sah saja memiliki akun berbagai media sosial. Sah-sah saja menjelma menjadi beragam karakter yang diinginkan di media sosial. Yang pasti sebagai pengguna media sosial, sebaiknya kita tetap mampu mengendalikan diri dan mengendalikan media sosial. Jangan sampai, dikendalikan media sosial dna terseret dalam kehidupan media sosial yang sesungguhnya belum tentu dekat dengan kenyataan.  Sebaiknya bijak juga dalam menggunakan media sosial. Cheers.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

35 Responses

  1. bener beb.. punya sosial media banyak sah aja. yang penting kita sadar kehidupan sebenarnya di dunia nyata. jangan sampai yang jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh. huhu

  2. Indah Nuria says:

    Aku pun pakai semua tuuuh mba.. termasuk anapchat jugaaaa hehehe.. boleh aja pakai banyak asal bisa seimbang dan tidak kecanduam

  3. Indira W says:

    Aku juga awal kenal sosmed dari fs, ngabisin waktu berjam-jam di warnet buat ngedesign profile sendiri, tulisan yg kedap kedip lah

  4. Rima Angel says:

    Kalau aku pertama kenal itu sama Facebook itu juga karena kebutuhan sekolah waltu itu karena harus menghubungi guru lewat chat fb untuk urusan PR. Sosmed yang ga pernah banget dibikin tp ga diapa2in itu macam pinterest sama yang beberapa bulan lalu baru dihapuskan itu. Hihi

  5. dewaayuinda says:

    apa media sosial yang nggak pernah diisi? twitter, hua langsung tersadar, dan tergerak bikin kontentty mulai hari ini, janji sama diri sendiri, makasii kak udah secara ga langsung ngingetin

  6. Natasha says:

    wkwkwk dulu aku sosmed dari Friendster, Facebook. Myspace, Twitter..
    kalau ke warnet pasti bukanya itu lagi itu lagi

  7. Tami Oktari says:

    Iya kak wkwk aku dulu awal2 pake sosmed ya si friendster itu. Dan utk sosmed ternyaman aku skrg sih, instagram ama twitter

  8. Riwenda says:

    Aku tuh apa apa di install terus malah ngabisin waktu cuma buat sosial media, tapi yang paling sering aku buka ig dan YouTube karena paling suka nntn video video gituuu

  9. awal medsos yang kupakai juga frendster n bukanya pun juga di warnet hehehe, tapi abis friendster langsung loncat ke facebook jadi belum ngerasain pake multiply

  10. Beautyasti1 says:

    Ku juga pernah main friendster dan multiply, tapi lebih suka multiply karena bisa muat banyak kata, konten, dan video juga.. sekarang IG aja hehehee

  11. Yuta says:

    Duhh.. aku mahh rada telat baru bner2 main sosmednya.. pas smp sbenarnya udh punya fb dibikinin temen, karena lupa passwordnya ap, dan tmen juga dia kgk inget.. akhirnya pas kelas 3 SMA baru aku main fb bebh wkwkwkwkk

  12. Desi mel says:

    Sekarang lebih suka main IG aja Mba, karena enak aja gitu liat yang bergambar tapi kadang jadi suka lupa waktu deh

  13. Putri Zhea says:

    Semua yg disebutin diatas akupun pakai. Kadang suka merasa jenuh sama mdsos

  14. Rhialita says:

    Paling terpengaruh sama instagram, kayaknya kalau udah buka aplikasi ini, bawaannya terus aja, padahal udah ngantuk pisan.. nice article!!

  15. Novi H says:

    Setuju banget, media sosial juga merupakan tempat aku belajar macem2 mulai dari ngeblog, masak, bikin ini itu, dan cari informasi penting lainnya. Ga kebayang kalo ga ada media sosial mungkin belajar macem2 jadi ga sepraktis sekarang ya 🙂

  16. Suzannita says:

    Aku hampir semua punya akun di media sosial dulu pernah juga punya friendster dan plurk malah, tapi sekarang sih yang paling sering aku gunakan ya Instagram

  17. Aulia says:

    Aku tau friendster tp ga mainan karena dlu msh skeptis trs kek “ngapain sih itu” tp pas tau facebook, walah kucinta banget

  18. duhhh diingetin friendster! hahhaa dulu aku punya fs tapi id nya alay bgt suka sebelnsenxiri mgingetnya

  19. Mear vic says:

    Wah aku juga ngerasain banget mba maen friendster zaman masih SD, y ampun what a nostalgic ya.. Perkembangan zaman bener2 terasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *