Mencari Sekolah Terbaik untuk Anak

Mencari Sekolah Terbaik untuk Anak

Mencari Sekolah Terbaik untuk Anak. Saya yakin setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya.  Sehingga ada beragam keputusan yang diambil terkait pendidikan anak-anaknya. Ada yang memilih jalur formal dengan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah formal baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Ada juga yang memilih untuk mendidik anak dengan sistem homeschooling. Itu sah-sah saja dan saya pikir merupakan hak pregoratif orangtua yang tidak perlu dicampuri pihak lain (orangtua lain). Setiap orang tua tentunya akan memilih jenis pendidikan untuk anak-anaknya disesuaikan dengan tujuan, kondisi anak, dan tentunya kondisi keuangan. Saya tersadar hal tersebut saat sedang berbincang dengan para ibu tentang sekolah anak-anak mereka. Sebagai ibu yang anaknya belum masuk SD, ya saya cukup menyimak saja, tidak ikut berkomentar.

Baca Juga: 20 Langkah Salah Mendidik Anak Bag. 1

“Bu, nanti Fathan mau SD-nya di mana?” tanya ibu A.

“Belum tahu, gimana nanti saja,” (Sebenarnya sudah ada beberapa SD incaran tapi cukup dalam hati saja).

“Kalau anak saya nanti SD-nya di SD CBM (SD Negeri) karena sayang khan uangnya kalau masuk SD yang mahal,” timpal ibu B.

“Iya, gimana anaknya aja,” jawab saya.

“Jangan sampai sekolahin anak karena gengsi, kalau di TK anak saya dulu, ibu-ibunya bersaing mau masukin anaknya ke SDIT.” Ucap ibu A.

“Iyah, sayang sekolahin anak ke sekolah mahal. Mending uangnya ditabung untuk kuliahnya nanti,” timpal ibu B.

“Kalau ibu D (tetangga yang lain) sayang banget anaknya dua-duanya disekolahkan di SDIT, biaya masuknya saja sudah hampir 10 juta. Belum SPP dan uang makannya.” Ucap ibu A (mulai deh membandingkan dengan ibu lain yang menyekolahkan anaknya di SDIT).

“Iyah, di SDIT khan blablablabla…” hahaha saya sudah agak lupa dengan perbincangan berikutnya yang ngalor ngidul.

Dari obrolan tersebut saya jadi merenung tentang keputusan orangtua dalam mencari sekolah terbaik untuk anaknya. Ada orangtua yang berpendapat untuk apa menyekolahkan anak ke sekolah  mahal. Di lain pihak, ada orangtua yang bersusah payah survei calon sekolah dasar anaknya, datang langsung ke sekolah, ngobrol dengan calon guru anaknya, menanyakan dengan detil sistem kurikulum di sekolah tersebut, dan lain-lain.

mencari sekolah terbaik 1

Saya pun sempat mengobrol dengan ibu D (yang tadi digunjingkan karena anaknya disekolahkan ke SDIT). Ibu D tersebut memang bekerja sehingga pada siang hari dia tidak sempat memantau anaknya. Dia menyekolahkan anaknya ke SDIT karena SDIT sistemnya full day school. Dia cukup tahu diri kalau dia tidak bisa memantau anaknya saat siang hari. Sementara itu, dia khawatir jika anak-anaknya di rumah tanpa ada pengawas, khawatir tidak terkontrol mainnya. Jika di sekolah sampai sore, si anak tentunya lebih terkontrol karena diawasi oleh guru, ada kegiatan di sekolah. Dia pun menceritakan nilai positif yang terjadi pada anaknya setelah sekolah di SDITdi Sukabumi, misalnya menjadi lebih santun, hormat, tidak suka jajan (karena tidak diperbolehkan jajan, dan di sekolah sudah disediakan makan), bisa hafal beberapa surat dalam Al Quran, dan lain-lain.

Mendengar cerita ibu D tersebut, saya pun jadi tersadar bahwa setiap orangtua punya alasan tertentu dalam memilihkan sekolah untuk anaknya. Selain alasan tentunya ada tujuan, misalnya ingin anaknya lebih dalam ilmu agamanya sehingga disekolahkan di SDIT. Sehingga menurut saya, keputusan orangtua dalam menyekolahkan anaknya tidak perlu digunjingkan karena itu hak setiap orangtua. Orangtua tentunya sudah memikirkan konsekuensi jika memasukkan anaknya ke sekolah A, B, atau C. Ada pertimbangan-pertimbangan memengaruhi keputusan tersebut. Pastinya setiap keluarga punya  kondisi yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa ditakar dengan pertimbangan kita.

Baca Juga: 20 Langkah Salah Mendidik Anak Bag. 2

Dari obrolan tersebut, ada beberapa hal yang mungkin memang jadi pertimbangan saya saat mencari sekolah untuk Fathan.

  1. Lokasi

Saya baru enam bulan tinggal di Sukabumi sehingga belum tahu info-info tentang sekolah. Namun, tentunya saya akan menyekolahkan Fathan ke SD yang lokasinya memang tidak terlalu jauh dari rumah. Walaubagaimana pun lokasi sekolah menjadi pertimbangan pertama karena rencananya saya yang akan mengantar jemput Fathan sekolah. Jika lokasi sekolah terlalu jauh, kasihan dengan anak  yang kelelahan di jalan. Maklumlah, tempat tinggal saya di kabupaten, sehingga memang agak jauh jika mau menyekolahkan anak ke kota. Jadi, memang saya mengincar beberapa SD  yang lokasinya berada di sekitaran wilayah tempat tinggal.

  1. Sistem kurikulum

Saya tidak berencana memasukkan Fathan ke sekolah negeri. Bukan karena saya soksok-an menyekolahkan anak di sekolah swasta. Saya mengambil keputusan tersebut karena melihat karakter anak. Fathan tipe anak yang membutuhkan fokus saat belajar. Dia tidak akan fokus dengan suasana ramai. Fokusnya akan mudah teralihkan dan akhirnya dia akan rame sendiri. Sekarang saja saya sering mendapat laporan kalau Fathan suka mengajak ngobrol temannya, suka lari-larian, suka memengaruhi temannya untuk bermain, dan blablabla.

Saya juga ingin Fathan mendalami ilmu agama dengan baik sebagai dasar pendidikannya. Jika dasar agama baik, harapannya bisa menjadi pondasi kuat dia kelak menjalani kehidupan. Awalnya saya berniat menyekolahkan Fathan ke sekolah alam, sepertinya cocok dengan karakternya. Sayangnya, saya tidak mendapat info baik tentang sekolah alam yang ada di wilayah sekitar tempat tinggal. Pilihan kedua SDIT. Ada SDIT dengan kurikulum 70% pendidikan agama dan 30% pendidikan umum, dan adajuga SDIT dengan porsi 50% : 50% antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Pilihan saya mungkin dengan porsi pendidikan agama dan umum 50%:50%.

  1. Kualitas

Kualitas sekolah tentunya menjadi  pertimbangan juga. Saya sempat menanyakan kepada beberapa ibu, kenapa menyekolahkan anaknya di sekolah A, di sekolah B, dan sekolah C. Bagaimana dengan sekolah A apakah bagus? Lalu hasilnya ke anak bagaimana?

  1. Biaya

Ini faktor yang sangat penting juga yaitu biaya. Keputusan orangtua menyekolahkan anak  tentunya ada kaitannya dengan faktor biaya. Berapa biaya yang harus dikeluarkan saat masuk sekolah, biaya bulanan, biaya tahunan (daftar ulang, buku, seragam, dll), biaya harian (bekal sekolah, ongkos, dll). Ada orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah yang menurut ukuran rata-rata cukup mahal (biaya masuk 10 juta) dengan alasan kualitas sekolah itu sangat baik dan memang sudah tepercaya. Ada juga yang menyekolahkan anaknya di sekolah dengan biaya yang sedang (antara 4-6 juta) dengan alasan sekolah itu cukup bagus dan sekolah dasar khan 6 tahun, biaya jangka panjang dan nanti akan ada adiknya juga sekolah di sana. Ada juga yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan alasan uangnya sayang nanti saja untuk biaya kuliahnya.

mencari sekolah terbaik 3

Satu lagi yang penting yaitu faktor anak senang dengan sekolah tersebut atau sistem yang dipilih oleh orangtua. Jika si anak senang dengan sekolahnya kemungkinan besar tujuan-tujuan pembelajaran akan tercapai. Begitu pula dengan anak yang nyaman dengan home schooling akan berhasil dengan tujuan pembelajarannya.

Kalau saya bagaimana? Sampai saat ini saya belum memutuskan akan menyekolahkan Fathan di mana walaupun sebenarnya sudah ada beberapa SD incaran. Keputusan saya dan suami tentunya tergantung pertimbangan di atas dan disesuaikan dengan kondisi anak dan tujuan menyekolahkannya. Jika si anak memang baik-bak saja, belajarnya baik, fokus belajarnya oke, mampu mengikuti intruksi dari guru dengan baik, tidak ada salahnya menyekolahkan anak di SD negeri. Jika si anak sepertinya membutuhkan perhatian khusus dan dirasa akan tercecer jika mengikuti pelajaran di sekolah negeri, mungkin pilihan lainnya sekolah swasta. Jika tujuannya ingin anak mandiri, mampu bereksplorasi, mungkin bagus disekolahkan di sekolah alam. Lain halnya jika tujuannya ingin anak bisa hafal Al Quran, memiliki akidah Islam, mungkin memang baiknya disekolahkan ke SDIT. Jika merasa si anak lebih cocok belajar di rumah dan orangtua mampu mengajar anak secara langsung, mungkin memang cocok home schooling.

mencari sekolah terbaik 2

Sebagai orangtua, saya sendiri saat hanya sedang melakukan survei dan menilai dengan kacamata saya mungkin sempit tentang piliha-pilihan sekolah. Tapi tidak perlu juga mengkritik orangtua lain dengan keputusan mereka menyekolahkan anaknya. Cukuplah belajar dari mereka yang sudah berpengalaman dan mengambil hal baik dari pengalaman mereka. Menjadi orangtua pun terus belajar, belajar dalam mengambil keputusan untuk anaknya.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

47 Responses

  1. Zia says:

    Memilih sekolah pastinya jadi pertimbangan yang ga sesimpel orang pikir ya teh. Semua harus dipikirkan matang. Bukan hanya tentang mahal atau murahnya sekolah. Semoga dapet sekolah terbaik dan cocok ya, teh.

  2. Tulisan yang menarik. Memang kita harus menyesuaikan sekolah dg karakter anak agar berhasil secara optimal

  3. Biaya sekolah mahal-mahal sekarang ya teh, pernah denger temenku mau masukin anaknya ke TK udah 14juta. Gimana nanti jaman anak akoh

    Semoga mendapatkan sekolah yang cocok buat anaknya ya teh

  4. April Hamsa says:

    Nah aku sedang mempertimbangkan homeschooling mbak hehe.
    Sekolah2 bagus emang mahal2 🙁
    Emang gtu sih ya di sini pendidikan blm merata, msh ada sekolah favorit A atau B.
    Moga2 ke depannya sistem pendidika akan jd lebih baik lg aamiin

  5. gita siwi says:

    Lokasi buat aku jadi pertimbangan juga nih biar dekat ke rumah juga akses ke saudara kalau butuh bantuan. Juga bagaimana pendidikannya. Kalau biaya pasti akan mengikuti dengan kualitas yang ada

  6. Anak² ku mulai masuk sekolah tahun ini. Memang memakan biaya yg cukup besar. Untungnya kami pilih sekolah ini, karena lokasi yg tidak terlalu jauh, sehingga jarak tempuhnya tidak memakan waktu yg lama.
    Anak² juga tidak terlalu jenuh karena kelamaan di jalan. Selain itu kurikulumnya tidak terlalu berat seperti sekolah ternama lainnya.

    Terima kasih sharingnya, teh

  7. Dyah says:

    Memang kalau urusan sekolah itu afak ribet. Kalau aku sih cari sekolah yg cocok untuk anak dan bikin dia happy. TFS anyway

  8. Kang Masroer says:

    Memilihkan sekolah bagi anak memang perlu, Mbak. Karena, sedikit banyak lingkungan sekolah juga berperan dalam pembentukan karakter anak. Sekolah dengan porsi pendidikan agama dan umum 50%:50% sepertinya memang pilihan yang tepat. Mengingat degradasi moral yang terjadi di sekitar kita sudah cukup memprihatinkan..

  9. Dwina yusuf says:

    Memilih sekolah di jaman now itu susah-susah gampang. Padahal sekolah sekarang sudah banyak. Kalau untuk anak yang masih SD, aku pilih yang jarak sekolah – rumah lebih dekat. Supaya anak tidak lelahan di jalan.

  10. Bener banget, sekolah buat anak-anak kudu berkualitas. Buat aku, untuk SD, jarak jadi prioritas. Soalnya biar si anak terlatih mandiri perggi sendiri. Baru setelah itu, aku milih kualitas. Pas SMP dan SMA. Mandiri jadi utama dulu.

  11. Fenni Bungsu says:

    Dulu daku sekolah memang keputusan orangtua, dan diikuti aja.. Alhamdulillah jadi berkah aja belajarnya.

  12. Natara says:

    Infonya bermanfaat banget kak… Pas bgt tahun depan anakku mau masuk SD, kalo aku sih paling penting Deket rumah, kasian aja gitu kalo terlalu jauh mah…

  13. mildaini says:

    menurut aku ga ada sekolah yang terbaik buat anak, soalnya setiap anak yang masuk ke sbuah sekolah hasilnya ga sama, jadi kalo aku sih lebih ke sekolah yang dibutuhkan oleh anak untuk mendukungnya menjadi lebih baik

  14. Kalau untuk anak-anak sih sebelumnya aku survei dulu ke berbagai sekolah dan baru deh pilih, tapi yang pasti untuk milih sekolah yang terbaik itu yang penting sesuai budget kita sih ya hehe.

  15. Nurul Mutiara R.A says:

    Bingung ya mba kalau memilih sekolah yang berkualitas. Kalau udah nemu, eh malah harganya mahal. Ya emang sih sejalan dg kualitas. Ada harga ada rupa. Semoga segera dipertemukan sekolah yang pas

  16. Elly Nurul says:

    Mencari sekolah anak itu seperti mencari rumah ya mba, cocok cocokan.. anakku yang pertama gampang dan cocok, anakkh yang kedua nih, belum nemu yang cocok

  17. biaya salah satu faktor penting juga nih..kadang sekolah-sekolah dengan fasilitas unggulan, harganya juga selangit

  18. Awan says:

    Banyak juga ya Mba yang harus orang tua pertimbangkan saat mau menyekolahkan anak, ini informasi yang penting bagi saya supaa kelak bisa bijak memilih sekolah yang baik bagi anak-anak saya kelak.

  19. Dekat rumah ada SD Negeri, anakku pengin masuk situ katanya. Padahal TK aja belum hahahaha. Kayaknya sekolah yang disukai anak bisa jadi faktor penting juga, ya. Insya Allah kalau anak happy, maka belajarnya juga semangat. Tapi tetap nunggu dia masuk TK dulu sih baru akan diputuskan. Soalnya anakku juga mudah terdistraksi.

  20. Tika Samosir says:

    Terkadang mencari sekolah buat anak itu dilema. Tapi kalau aku lebih baik dari TK sampai SMP disekolah swasta supaya lebih fokus belajarnya. Karena disaat itulah pelajaran dasar bekalnya untuk SMA.

  21. unggulcenter says:

    Ini tips praktikal banget memang dibutuhkan oleh ayah bunda nih!

  22. Morinda Gold says:

    Terima kasih untuk tipsnya. Saya sendiri masih mempertimbangkan bagusnya anak itu disekolahkan dimana. 🙂

  23. Noe says:

    Anakku yg pertama skrg kelas 6 SD, PR banget nih buatku cari sekolah SMP yang tepat buat dia nanti. TFS ya maam

  24. Lidya says:

    Pasti aja ada obrolan macam ini ya. Aku udah merasakannya juga, dan pernah jadi minirotas krn pilihan yang berbeda. Tapi balik lagi ke orang tua masing-masing yang punya pilihan dan kebutuhan krn tiap anak juga berbeda.
    Yang paling utama buat aku anaknya udah mau sekolah di sana gak usah denger apa kata orang dari pada pusing

  25. Yoanna Fayza says:

    Karena masih SD aku pilih yang dekat dari rumah, Kasihan kalo harus berangkat pagi pagi karena kejauhan, pulangnya juga udah capek tapi msh harus menempuh jarak yang jauh.

  26. Aku juga lagi mikir anakku mau masuk SD mana ya? SDIT fullday Skul padahal aku di rumah kerjanya nanti kangen anak enggak? Hehe. Tapi pingin juga sih anak hafal Al Qur’an dan hadits.

  27. indah nuria says:

    aku mengalami bangeeet nih sulitnya menentukan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan anak-anakku. Kalau ada yang bagus biasanya mahaaal banget ya Mba

  28. Noted banget nih mbak buat aku yang belum ada momongan bisa belajar lebih banyak. Semoga kita menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak.

  29. Aku sama dengan mba Yoanna, saat Yasmin masih SD, jarak sekolah menjadi pertimbangan aku nomor 1 karena aku pernah alami saat SD dulu jauh banget ke sekolah, walhasil sampai di sekolah aku sudah kelelahan, dan tak bisa fokus dan optimal mengikuti pelajaran.

    Lagi pula aku juga nanti yang akan mengantar dan menjemput. Betapa melelahkan!

    Namun setelah SMP dan SMA, aku berikan kebebasan memilih sekolah, sesuai dengan gaya parenting Islami bahwa di usia itu anak kudu diperlakukan seperti sahabat, kita harus bersikap demokratis, karena buah hati kita kelak yang akan menjalani aktivitas di sekolah yang hampir 8 jam itu, dari hari ke hari.

    Lagi pula Daddy Yasmin sekalian kerja bisa antar dan jemput.

    Begitulah…

    Kalau tentang ghibah, di semua lini ada, mba, HAHAHA.
    Kalau orangnya demen ghibah, apa aja mah di “ghibahin”, setuju…?
    Yang baik apalagi yang buruk.

    Yup, di mana-mana selalu ada “ghibah”, tinggal kita yang tentukan mau ikut terlibat atau tidak, as simple as that.

    Tapi beda dengan berdiskusi lho ya, kalau berdiskusi lebih kepada memberikan pencerahan, berbagi persfektif!

  30. Yati Rachmat says:

    Menyinggung tentang home schooling, dulu cucu bunda juga selalu bilan setamatnya SD mau home schooling aja. Tapi alhamdulillah bisa diarahkan dan diutarakan tentang home-schooling yang harus memiliki disiplin extra dalam belajar. Alhasil sekarang dia mau masuk sekolah SMP Unggulan dan cucu bunda enjoy. Alhamdulillah.

  31. Echi mustika says:

    Waktu mau msmasukan anak ke sekolah banyak brosing sana dan sini, tapi kembali lagi ternyata anak nggak nyaman dgn aekolah yg kita mau, jadi memang harus minta pendapat anak juga utk hal satu ini

  32. Jiah says:

    Di daerahku ada SDUT, tapi memang kebanyakan anak pegawai atau pengusaha yg di sana. Kalau di kampungku rata2 ya ke SDN di desa. Baru setelah itu ya pilih2 sekolah lanjutan lain. Habisnya di sini jg ada TPQ dan Diniyah untuk sekolah sore

  33. Abby Onety says:

    Gsk gàmpang ya nyari sekolah yg tepat. Apalagi sebgai org baru di wilayah tsb. Hharus butuh byk info nih tuk nentuin sekolah mn yg bakal dipilih

  34. Mbaa, memang nggak mudah untuk mencari sekolah yang tepat. Aku pun sempat mengalami hal begitu. Pilihanku pas milih sekolah agama biasanya skolah yang kuat pendidikan biayanya. Kurikulumnya yang terbaik dan care terhadap anak

  35. Mechta says:

    Banyak faktor memilih sekolah utk ananda ya mba.. tapi saya setuju bila salah satu pertimbangan penting adalah kenyamanan bagi si anak..

  36. Desy oktafia says:

    Setuju dengan alasan memilih sekolah.
    Tak perlu gengsi. Asal sesuai kebutuhan
    Apalagi jika ananda tidak suka terlalu ramai.

    Makasi tipsnya kak.
    Ke-4 tipsnya mencerahkan

  37. Memilih sekolah untuk anak memang banyak pertimbangannya ya, Mbak. Semestinya emang menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita sebagai orang tua. Dan faktor kenyamanan anak juga harus diperhatikan meskipun dia baru mau masuk SD (belum terlalu bisa memilih).

  38. Siti hairul says:

    Ini peer banget ya bagi para orangtua agar anak2 nyaman menuntut ilmu

  39. Untuk lokasi dulu berasa gak penting yah mba, sekarang sudah kudu wajib menjadi pertimbangan untuk menghemat waktu dan biaya apalagi sekarang jalan sudah makin ramai dan kejahatan dimana-mana jadi untuk meminimalisir semuanya, lokasi wajib jadi pertimbangan.

  40. lendyagasshi says:

    Yes.
    Aku juga pernah merasa “Kenapa siih…di sekolahin di SDIT itu…kan mahal dan study oriented bangt…”

    Tapi aku sadar, bahwa masing-masing orangtua memiliki goal tersendiri bagi anak-anak mereka.

  41. Kebetulan aku tinggal di kampung mba, jadi masih aman ninggalin anak di rumah selepas dia pulang sekolah. Sekolahnya di SD Negeri biasa dan sorenya ikutan ngaji di masjid dekat rumah.
    Penginnya juga anak dapet ilmu agama banyak ya bila belajar di sekolah berbasis agama Islam. Tapi ya gimana lagi, dananya masih kepake untuk yg lain :)) Insya Allah semua anak kita selalu dalam jalan yang benar plus menyenangkan saat menuntut ilmu ya.

  42. Satu lagi Mbak, yayasan atau siapa guru-gurunya perlu juga lo dicek. Pengalaman aja sih, saya dulu pernah ngajar di sekolah, yang manajemen sekolahnya ternyata punya track nggak bagus di tempat lain pas saya browsing di inet.

  43. Tuty Queen says:

    kadang belum tentu sekolah yang kita anggap baik dan cocok untuk anak bisa buat anak happy dan bisa fun saat sekolah ya mbak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *