Menelusuri Jejak Sejarah di Pantai Teluk Penyu

menelusuri-jejak-sejarah-di-pantai-teluk-penyu

Saya dilahirkan di daerah sejuk pegunungan namun mencintai pantai. Walau pun harus menempuh perjalanan tiga jam untuk bisa menikmati pantai di kota kecil tempat saya dilahirkan.  Saya suka dengar suara desir ombak dan semilir angin yang menerpa kulit. Panas udara pantai masih tertahankan karena sejuknya angin yang berhembus. Lengketnya badan karena keringat masih tergantikan oleh pemandangan laut yang mempesona.

Pantai menjadi salah satu tempat yang saya rindukan. Saat berada di pantai dan memandang lautan takberujung rasanya saya berada di ujung dunia dan teramat kecil. Oleh karena itu, pergi ke pantai merupakan momen yang selalu saya nantikan. Tidak banyak pantai yang sudah saya kunjungi. Beberapa kali saya mengunjungi Pantai Pelabuan Ratu karena pantai itu ada di kota tempat saya dibesarkan. Lalu Pantai Pangandaran, Pantai Pameungpeuk, Pantai Ujung Genteng, dan Pantai Parang Tritis.

img_20161210_090000

Lalu saya berkesempatan mengunjungi Pantai Teluk Penyu di Cilacap. Aaaah…pantai, rasanya tidak sabar pergi ke sana. Rasanya kalau ke pantai hanya sekadar menikmati pemandangan sudah tidak asyik lagi. Sekarang khan zamannya selfie, hehehehe.. haruslah bawa kamera yang oke. Biar bisa mengabadikan momen-momen seru selama di pantai. Sebelum pergi ke pantai, saya pun mulai deh sibuk cari tempat jual kamera digital. Hihihi..naluri belanja saya pun keluar. Hahahaha ….

img-20161213-wa0030

Main ke Pantai Teluk Penyu tidak seru kalau tidak sekalian mengunjungi Benteng Pendem yang jaraknya tidak terlalu jauh. Saya tinggal jalan kaki menuju Benteng Pendem yang menguarkan aura misterius. Begitu masuk ke area Benteng Pendem memang sudah terasa aura misteriusnya. Entah karena Benteng ini memang merupakan peninggalan Belanja sejak ratusan tahun lalu. Entah juga karena area ini agak kurang terawatt. Padahal, di dalam area benteng sepertinya pernah ada wahana permainan anak-anak. Area Benteng Pendem cukup luas, bahkan ada sungai yang dilengkapi wahana permainan air. Di dalam area juga ada patung-patung dinosaurus besar. Saya membayangkan, area ini pada zaman kejayaannya tentu ramai dengan pengunjung.

Suasana Benteng Pendem pun cukup sepi dari pengunjung. Sehingga ada beberapa spot sepi yang digunakan sebagai tempat berpacaran. Hehehe … untungnya saya ke sana berlima sehingga walaupun suasana sepi tapi tetap ramai dengan celoteh dan canda saya dan teman-teman. Tidak lupa kami pun welfie.

Menelusuri area Benteng Pendem cukup membuat kaki lelah dan pegal. Ternyata memang areanya cukup luas untuk dijelajahi oleh kaki. Setelah puas berjelajah, kami pun menikmati minuman ringan yang dijual pedagang di sana.

Oh iya, tentunya, selama jalan-jalan di Pantai Teluk Penyu dan Benteng Pendem, tidak lupa kami berfoto ria. Alangkah senangnya bisa menikmati keindahan pantai sekaligus menelusuri jejak sejarah.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *