Mengajarkan Empati Pada Anak di Masa Pandemi

Mengajarkan Empati Pada Anak di Masa Pandemi. Siapa sangka, masa pandemi covid-19 akan berlangsung lama. Berawal dari pengumuman pemerintah agar para siswa belajar di rumah pada akhir bulan Februari untuk pencegahan penyebaran virus covid-19. Pemerintah pun memberlakukan Work from Home bagi para pekerja dan Pembelajaran Jarak Jauh bagi para pelajar. Namun, tidak semua bisa melakukan aktivitas di rumah. Masih banyak masyarakat kecil yang mesti berjibaku keluar rumah untuk bisa bertahan hidup di tengah pandemi.

Selama masa pandemi ini, anak-anak memang belajar di rumah. Bahkan, Fathan mengikuti kenaikan kelas pun jarak jauh. Sampai saat ini, Fathan masih belum bertemu dengan wali kelasnya di kelas dua. Fathan baru bertemu dengan wali kelasnya melalui video call. Selama masa pembelajaran jarak jauh, anak-anak memang di rumah saja atau istilah kerennya stay at home. Apalagi saat awal-awal pandemi, anak-anak benar-benar tidak diizinkan keluar rumah.

Baca Juga: Agar Anak Berpikir Kritis

Baca Juga: Pembelajaran Toleransi Pada Anak-Anak

Pemberlakukan PSBB oleh pemerintah ternyata tidak membuat semua orang berkesadaran diri untuk keluar rumah dengan melakukan protocol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak. Ternyata, masih banyak sebagian dari kita yang membandel membuat acara-acara yang mengundang banyak orang, melakukan kegiatan-kegiatan Bersama yang mengakibatkan sulitnya jaga jarak. Penyebaran virus pun semakin sulit dicegah, bahkan memunculkan kluster-kluster baru penyebaran virus covid-19.

Selain problem penyebaran virus covid-19 yang terus menunjukkan peningkatan pasien yang terpapar virus, juga muncul problematika di bidang ekonomi. Mau tidak mau, program pembatasan sosial berskala besar sudah melemahkan sektor perekonomian. Roda ekonomi tidak bisa berputar melemahkan daya beli masyarakat, banyak pabrik yang melakukan PHK besar-besaran karyawannya. Tentunya, pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah juga menggelontorkan sejumlah bantuan untuk masyarakat yang rentan terkena dampak pandemi. Sehingga, masa ini sangat cocok untuk mengajarkan empati pada anak-anak.

Saya sekeluarga pun sempat kena dampak pandemi. Alhamdulillah, kami bisa bertahan dengan sisa-sisa tabungan. Selain itu, beberapa biaya terpangkas karena tidak adanya kegiatan. Saat pandemi, kami fokus pada kebutuhan pangan keluarga. Saat lebaran kemarin pun, kami tidak membeli baju lebaran. Namun, alhamdulillah neneknya anak-anak mengirimkan baju-baju lebaran untuk anak-anak. Mereka pun tetap Bahagia menerima hadiah lebaran dari neneknya.

Pandemi ini mengajarkan banyak hal kepada kita semua. Siapa yang sangka, setiap kegiatan yang biasa kita lakukan tiba-tiba terhenti karena pandemi. Pola kehidupan pun berubah, segala aktivitas menggunakan sarana digital. Pada masa pandemi ini, masyarakat pun tetap survive sehingga bermunculan bisnis-bisnis kuliner yang memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat yang tidak bisa keluar rumah.

Keadaan ekonomi yang lemah membuat pemerintah meluncurkan program new normal life atau kebiasaan hidup baru. Aktivitas pun dijalankan seperti biasa tapi tetap dengan melakukan protokol kesehatan yaitu memakai masker jika keluar rumah, selalu mencuci tangan sebelum memegang wajah, dan jaga jarak. Sayangnya, kebiasaan hidup baru diartikan berbeda oleh sebagian orang yang mengabaikan protokol kesehatan. Sehingga kondisi pandemi ini belum memperlihatkan penurunan angka pasien. Namun, setiap hari terjadi kurva peningkatan. Sedih juga baca berita bergugurannya tenaga kesehatan akibat pandemi.

Semua orang pastinya ingin kondisi ini segera berlalu. Begitu pun dengan keluarga kami. Anak-anak sudah rindu sekolah, rindu teman-temannya, rindu aktivitas lainnya yang membuat mereka bersemangat. Namun, kondisi ini tidak akan berubah jika kita masih abai dan bersikap tidak peduli. Makanya, saya coba mengajarkan empati pada anak-anak. Selalu memakai masker saat keluar rumah pun menjadi salah satu upaya saya mengajarkan empati pada anak-anak. Saya tekankan kepada mereka, dengan memakai masker saat keluar rumah sudah sangat membantu penyebaran virus agar tidak banyak yang tertular.

Selain itu, selama masa pandemi, anak-anak tidak keluar rumah, sehingga pengeluaran untuk jajan dan ongkos mereka pun berkurang. Berhubung, anak-anak masih belajar walaupun di rumah, saya tetap memberi mereka uang jajan, walaupun nilainya tidak sebesar saat mereka belajar di sekolah. Uang jajan itu mereka tabung. Si sulung yang memiliki sifat lebih sensitif dan pengertian biasanya menyisihkan uang tabungannya untuk bersedekah. Alhamdulillah, walaupun sedikit, si sulung Fathan sudah bisa menyedekahkan uangnya.

Setiap hari, kucing banyak berkeliaran di halaman rumah. Kami memang tidak memelihara kucing karena memang saya belum sanggup untuk membersihkan kotoran kucing. Namun, anak-anak suka bermain dengan kucing di halaman rumah. Biasanya mereka mengajak main kucing sambil memberi makanan pada kucing. Saya mengajak Fathan untuk menyisihkan uang jajannya untuk membeli makanan kucing. Sekarang dia lagi bersemangat menabung untuk membeli makanan kucing.

Menurut saya pribadi, pada masa pandemi ini memang waktu yang tepat mengajarkan empati saat pandemi pada anak-anak. Kami memang belum mampu memberikan bantuan yang besar untuk saudara-saudara yang sedang kesulitan. Namun, dengan empati yang dipupuk sejak kecil, saya berharap kelak saat mereka dewasa, mereka bisa memiliki rasa empati yang besar dan mampu memberikan sumbangsih yang besar untuk lingkungan sekitar.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

31 Responses

  1. 3835info says:

    Setuju kak, anak sangat pas momennya lebih dekat di masa pandemi ini, saat di rumah gini kita harus luangkan waktu bagaimana menjelaskan empati ke lingkungan

  2. sarahjalan_ says:

    Duuh terharu aku membacanya, anak anak dah bisa perduli sama mahluk lain, semoga sampai besar tetap bisa peka dan perduli dengan hal2 disekitar yang membutuhkan, meskipun kepada hewan ya

  3. Masa pandemi ini adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan banyak hal kepada anak termasuk empati karena waktu kita lebih banyak dan contoh nya juga lebih banyak.

  4. Ruli retno says:

    Bener kata orang, adab dulu baru ilmu. Penting banget memang mengajarkan empati sejak dini ya. Agar kelak anak jd orang yang beradab dalam bertingkah laku ya mba

  5. Terasa banget ya betapa beratnya beban ekonomi yang harus kita hadapi di tengah pandemi ini. Alhamdulillah anak juga selalu saya ajarkan untuk prihatin, biar ga terlalu boros di saat ini

  6. Pandemi ini kesempatan untuk melakukan banyak hal dan anak anak juga harus bisa merasakan dampaknya sekaligus memberikan respon salah satunya empati ya moms

  7. Akarui Cha says:

    Masa pandemi begini walaupun membatasi banyak aktivitas kita di luar rumah, tapi memberi kita lebih banyak ruang untuk dekat dengan keluarga termasuk anak anak. Waktu yang pas untuk mengajarkan anak untuk berempati pada lingkungan sekitarnya.

  8. Siska Dwyta says:

    Wah nama anak Sulungnya sama dengan nama anak saya eh jadi salfok. Bwt benar banget di masa pandemi ini memang waktu yang tepat mengajarkan anak empati ya. Keren deh Fathan mau menyisihkan uangnya untuk beli makanan kucing. Hal ini terlihat kecik dan sederhana tapi bermakna

  9. rozi says:

    belajar menjadi empati di lihat cara anak menanggapi tentang kucing karena jika si anak baik sama kucing kelak di kemudian hari rasa empati dan simpati terhadap mahkluk lain pasti rasanya tinggi banget

  10. Bener kak. Pandemi ini kesempatan orang tua untuk memenuhi jiwa anak dengan bekal “akhlakul karimah” nggak usah nuntut banyak soal prestasi sekolah tapi asah aja soal kejujuran, welas asih, dan empati pada sesama. Nanti kalau pandemi usai mereka bisa belajar lagi soal matematika IPA dll

  11. Membangun empati dengan hati-hati, merupakan 2 pelajaran penting untuk anak, yang bisa berjalan seiring ya Mba.

  12. Euisry Noor says:

    Masa pandemi ini memang dapat menjadi pelajaran buat siapa saja.
    Dan empati itu memang ditanamkan sejak masih kanak-kanak ya Teh. Bisa dimulai dari hal yg sederhana

  13. Empati penting banget ya, Mbak, dan perlu diajarkan sedini mungkin memang. Di masa pandemi begini memang nih semua terkena dampaknya dan perlu saling empati juga antar sesama. Susah-susah gampang ya kalau bahas masalah empati ini

  14. Menanamkan nilai-nilai kehidupan memang harus diberikan sedini mungkin ya, termasuk menumbuhkan rasa empati. Sehingga nanti anak-anak terbiasa berempati di masa depannya

  15. Iim Rohimah says:

    Sebagai orang tua, awalnya berat menghadapi masa Pandemi karena harus menjaga dan mengajar anak di rumah. Namun, lama kelamaan kami (saya dan suami) sepertinya mulai terbiasa.

    Kami akhirnya paham bahwa keberadaan anak di rumah justru waktunya belajar ilmu lain selain pelajaran yg dikirim via Online beserta tugas-tugasnya. Salah satunya belajar empati seperti yanng Mba Rani sebutkan.

    Ngga kepikiran ilmu ini sih sebelumnya. Kami lebih cenderung kepada mendukung kreativitas lain. Ilmu baru nih buat mendidik anak di masa pandemi ini.

  16. Susindra says:

    Kalau anak saya suka kucing juga mungkin akan seperti itu. Pakai uang jajan mereka agar latihan menabung dan empati ke yang lain. Tanpa pandang apa dan siapa, sepanjang itu baik dan benar.

  17. Rahmah says:

    Sepakat karena empati yang terpatri sejak kecil akan mewujudkan sosok bijaksana dalam segala hal

  18. Mugniar says:

    Setuju, empati perlu ditumbuhkan dan diasah sejak dini. Semoga dengan demikian, anak2 kita bisa berempati dengan tulus.

  19. Rasa empati itu gak bisa muncul tiba-tiba. Harus dilekatkan sedari dini dan lewat praktek ratusan hari agar terbiasa dan terekam di alam bawah sadar.
    Naaaah, pandemi kayak gini salah satu momen menurut aku buat ngelatih ini ke anak-anak

  20. Saya selalu percaya, Mbak Rani. Di segala sesuatu yang terjadi, pasti ada hikmah yang bisa diambil, termasuk pada masa pandemi ini. Dan ini bagus sekali, Mbak. Mengajari anak-anak soal empati, dengan mempraktekkan langsung, bukan dari omongan yang nasihat ini itu. Soalnya menyisihkan uang jajan itu juga keren. Jadi nanti saat semakin besar, empati semakin besar tidak hanya pada sesama manusia, tapi juga [ada hewan sekitar.

  21. Kang Alee says:

    Bener banget Ran, banyak hikmah di balik Pandemi, salah satunya ya mengajarkan anak berempati, paling nggak pada lingkungan keluarga dan tetangga

  22. Awalnya empati dengan binatang kecil ya kak.. lama-lama akan belajar empati ke sesama.. bagus mba pembelajaran nya..

  23. BayuFitri says:

    Nah anak zaman now mungkin karena biasa megang gawai sepanjang waktu jadi empatinya terkadang kurang peka ya mbak..perlu nih ada satu metode yang bisa mengajarkan empati pada anak zaman now spya kelak dewasanya tidak jadi manusia yang kurang berempati

  24. Pandemi memang memberi banyak pelajaran ke kita ya, Mbak. Menjadi momen yang tepat buat evaluasi diri, instropeksi termasuk mengajarkan anak empati. Dari hal sederhana di keseharian bisa terbawa hingga kelak mereka besar
    Terus semangat dan semoga selalu sehat Mbak Rani sekeluarga

  25. Selvijua says:

    Meski hanya bisa belajar dirumah, tetapi banyak yang bisa diajarkan ke anak kita, mulai belajar ber empati, belajar sabar, belajar hemat dan lainnya. Dibalik musibah pasti ada makna positifnya untuk bisa selalu semangat.

  26. Taumy Alif says:

    Fathan keren ya. Mulai terbiasa dengan nabung, sedekah dan berbagi. Meskipun pandemi tetap semangat berbaginya tidak luntur. Salut

  27. enny says:

    Setuju banget, Mbak. Rasa empati pada anak harus dididik sedini mungkin. Apa lagi kalau momennya pas seperti masa pandemi ini. Karena anak yang sudah dilatih dari kecil diharapkan besarnya jiwa empatinya sudah terlatih.

  28. Betul mba. Empati perlu diajarkan sejak dini sehingga anak-anak bisa lebih aware dengan keadaan dan orang di sekitarnya. Semoga kita semua sehat dan bahagia selalu ya mba. Dimudahkan segala urusan, terlebih di masa pandemi ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *