Mengejar Untung di Balik Akulturasi Busana Muslim Dunia

mengejar-untung-di-balik-akulturasi-busana-muslim-dunia

Mengejar Untung di Balik Akulturasi Busana Muslim Dunia – Bukan rahasia lagi kalau Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terpadat di dunia. Indonesia memiliki potensi konsumsi busana muslim yang besar. Nilai konsumsi muslim Indonesia sebesar 412,69 miiliar. Masih di bawah Turki, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Namun, ternyata walaupun nilai konsumsi busana muslim negara Indonesia cukup tinggi tidak sebanding dengan fakta Indonesia tidak masuk daftar 10 negara pengembang fashion muslim terbaik 2014. Sebagai warga negara Indonesia yang setiap hari menggunakan busana muslim tentunya saya turut menyayangkan hal tersebut.

Sebagai konsumen busana muslim, saya cukup mengamati perkembangan Moda dan Jilbab. Item-item tersebut merupakan bagian dalam keseharian saya. Apalagi saya seorang ibu bekerja yang tentunya setidaknya tampil rapi dalam menutup aurat. Kalau dibilang tampil gaya sih enggak juga. Yang penting mah wardrobe-nya enggak keliatan pakaian rumahan. Nah, sehari-hari pun saya melihat teman-teman muslimah yang tampil modis dengan beragam gaya busana muslim.

Sesekali saya pun mantengin para blogger fashion yang suka memberikan tips-tips fashion kekinian. Dan saya takjub dengan perkembangan dunia mode fashion muslimah baik di dalam negeri maupun di dunia. Perkembangannya sangat pesat. Berbagai desain busana muslim dibuat, mulai dari jilbab hingga outfit. Beragam model jilbab muncul, model jilbab syar’i, khimar, scarf, dan lain-lain. Semuanya nampak cantik jika dipakai perempuan muslimah. Selain jilbab, outfit untuk muslimah pun beragam, mulai dari pakaian kerja muslimah, pakaian sehari-hari muslimah, pakaian hangout muslimah, dan lain-lain.

Hal tersebut tentunya merupakan peluang besar bagi pekerja fashion baik dalam negeri maupun luar negeri. Desainer-desainer berlomba menciptakan desain yang kece dan dinamis untuk muslimah modern. Da desainer yang membuat desain dari hasil akulturasi antarbudaya. Contohnya Restu Anggraini yang membuat desain busana muslim dengan memadukan akulturasi  budaya Indonesia dengan Jepang. Restu membuat busana muslim dengan kombinasi desain kimono dan abaya. Karya-karyanya tersebut mendapat sambutan baik di masyarakat.

Selain Restu, desainer dari luar pun melihat ceruk pasar tersebut. Sebuah brand asal negeri Sakura bernama Fukusa meluncurkan busana muslim yang berpadu dengan kimono. Desainer asal Jepang bernama Chicharu Horiuchi memamerkan dua tampilan busana longgar dengan motif bunga berwana pastel. Busana muslim bermodel kimono ini memiliki potongan longgar dan menutupi aurat namun tampak kekinian. Apalagi jika dipadu padan dengan jilbab yang tepat.

Melihat beberapa fenomena tersebut tampak jelas pasar busana muslim itu sangat besar dan menarik banyak pengusaha untuk melebarkan sayapnya ke pasar ini. Tidak hanya negara muslim melainkan negara-negara nonmuslim pun mulai masuk ke pasar busana muslim. Sehingga memunculkan banyak kreasi dari hasil akulturasi budaya. Tidak salah jika banyak desainer dan pengusaha fashion muslimah mengejar untung di balik akulturasi busana muslim dunia. Karena perkembangan dunia fashion terus berkembang dan memunculkan banyak minat dari para pecintanya.
 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

4 Responses

  1. Wadiyo says:

    Bagaimana cara jitu menjual busana muslim ya?
    perkembanganya sangat besar dan kadang saling banting harga.
    thank dan salam kenal

  2. Ternyata masih di bawah Turki y mba? Wah wah, padahal udah menjamur banget. Diriku dulu sempet bikin brand juga tp ga bisa ngelanjutin krn bocah2 masih cimut2 hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *