Menikmati Suasana Oriental di Chinatown Bandung

Menikmati Suasana Oriental di Chinatown Bandung

Menikmati Suasana Oriental di Chinatown Bandung. Di Bandung ada Chinatown? Itulah reaksi saya pertama saat suami bilang pengen mengajak jalan-jalan ke tempat wisata Bandung kekinian. Kudet banget ya, saya. Padahal Kota Bandung ini memang memiliki daerah-daerah pecinan yang tentunya memiliki nilai sejarah. Kawasan pecinan di Bandung, setahu saya di pusat-pusat kota seperti seberang Pasar Baru yang dikenal dengan jalan Pecinan Lama, juga kawasan belakang Pasar Baru hingga jalan Kebon Jati , jalan Gardujati hingga ke kawasan Pasar Andir. Lalu, di manakah lokasi Chinatown Bandung?

Baca Juga: Tempat Wisata Seru untuk Anak

Saya pun penasaran dan berselancar di dunia maya untuk mencari informasi tentang tempat wisata yang katanya lagi ngehits di Bandung tersebut. Ternyata Chinatown Bandung berlokasi di Jalan Kelenteng yang nyambung dengan  Jalan Cibadak dan Jalan Jend. Soedirman. Ternyata, dulunya tempat ini meupakan Gedung PERMABA (Perhimpunan Masyarakat Bandung) yang sudah lama tidak terpakai. Gedung ini pun kemudian disulap menjadi tempat wisata Bandung yang menarik. Saya pun menemukan  banyak foto-foto eksis bin narsis di Chinatown Bandung  yang terpampang nyata di medsos. Okelah, biar ikut kekinian, pengen juga dong makmak futu-futu di sana.

Foto-foto di samping bangunan jalan pecinan

Foto-foto di samping bangunan jalan pecinan

Sore itu hujan gerimis, tapi tidak menyurutkan niat kami mengunjungi tempat wisata yang menyuguhkan nuansa oriental ini. Seetelah berkeliling dan sempat salah mengira kalau vihara adalah tempat yang kami tuju. Jadi di pinggir jalan sebelum Chinatown Bandung terdapat sebuah kelenteng tertua di Bandung yaitu Vihara Satya Budhi yang sudah berusia 130 tahun.  Bentuk vihara itu begitu menarik hati, padahal itu adalah tempat ibadah bukan tempat wisata, hehehe.

Baca Juga: Serunya Piknik di The Farm House

Kami pun ditunjukkan ke tempat yang benar dan berkeliling mencari tempat parkir, kami pun parkir agak jauh di lokasi karena ternyata walaupun hari kerja, tempat parkir di sekitar sana sudah penuh. Suasana di sana memang oriental, penuh bangunan zaman dulu namun tertata apik, asyik juga buat foto-foto. Lalu, kami pun menerobos gerimis dan bergegas ke sana. Tiba di depan bangunan dengan tulisan besar Chinatown yang dihiasi lampu-lampu lampion yang indah. Nuansa merah menyambut kami sehingga sedikit menghangatkan pemandangan kami yang mengigil karena gerimis. Di luar saja sudah banyak tempat buat foto-foto yang asyik. Belum lagi beberapa properti foto yang unik. Jadilah, kami pun foto-foto di depannya. Ini wisata apa sih? Foto-foto melulu.

Tiket masuk Chinatown Bandung

Tiket masuk Chinatown Bandung

Baiklah, untuk masuk ke dalam Chinatown Bandung, kamu harus membeli tiket seharga 20K. Begitu masuk, kami disuguhi nuansa oriental. Masuk ke sebuah ruangan sepertinya museum mini yang dipenuhi peralatan rumah tangga zaman baheula kayak ceret, gelas, piring, setrikaan, sepeda, dll. Ada juga gadis manis berwajah oriental dan menggunakan kostum yang sangat menarik. Tapi, gadis manis itu hanya diam saja, kirain mau menjelaskan tentang tempat wisata Bandung ini. Ya sudahlah, mungkin dia memang sebagai salah satu properti yang bisa kami foto. Tapi wajahnya agak cemberut mungkin dia lelah memakai kostum itu seharian.

Museum mini di Chinatown Bandung

Museum mini di Chinatown Bandung

Gadis berkostum oriental

Gadis berkostum oriental

Kami pun masuk ke dalam dan disambut hujan yang mulai deras. Di bagian dalam tampak bangku-bangku tempat makan yang menghadap panggung utama. Sepertinya memang sering diadakan live musc di sini, terbukti dengan peralatan sound yang lengkap. Di sisi-sisi berjejer toko souvenir yang mengundang siaipa pun untuk masuk. Berkeliling ke dalam, terdapat food court yang menyajikan aneka makanan dan camilan yang cukup menggoda perut yang keroncongan. Untuk minuman, ada juga penjual minuman yang lagi ngehits kayak thai tea, green tea, dsb. Saya pun mencoba menu cakue yang sayangnya rasanya sudah bukan cakue tapi rasa takoyaki, lho kok, bisa? Hahaha coba saja sendiri makan caue rasa takoyaki di sana. Untuk transaksi di tempat ini tidak menggunakan uang cash melainkan menggunakan kartu BCA Flazz, debit BCA, dan kartu kredit dari bank mana pun. Buat yang belum punya BCA Flazz, terdapat stand pembuatan dan pengisian BCA Flazz. Berhubung, saya pakai debit BCA, saya tidak membuat BCA Flazz.

Baca Juga: Kota Mini Wahana Wisata Keluarga

Saya pun masuk ke dalam lagi, ternyata di bagian belakang terdapat playground untuk anak-anka. Sayangnya hari sudah gelap dan diiringi hujan agak lebat sehingga tidak memungkinkan Fathan untuk main di sana. Padahal, Fathan pengen banget bisa main di playground-nya.  Oh iya, sepertinya untuk bisa main di playground mesti bayar tiket lagi. Nggak tahu juga berapa harga tiketnya karena playground-nya sudah tutup.

Playground di Chinatown Bandung

Playground di Chinatown Bandung

Kami pun lanjut berbincang di kursi-kursi yang sudah disediakan. Saya sempat ke toilet yang bersih dan nyaman. Oke untuk toilet saya beri nilai 8, deh, hehehe…

Adzan Magrib pun berkumandang, saya pun mencari mushola. Mushola yang terdapat di bagian belakang tempat ini cukup luas dan bersih. Pengunjung lai pun banyak yang menunaikan shalat Magrib di sana. Saya lihat, tempat ini cukup memperhatikan kenyamanan pengunjung, tidak hanya tempat makan yang nyaman, aneka menu yang menggoda selera, tapi juga fasilitas umum seperti toilet dan mushola yang bersih dan nyaman.

Foodcourt di Chinatown Bandung

Foodcourt di Chinatown Bandung

Oh iya, di setiap kedai makanan terdapat tulisan lho kalau menu yang disajikan halal. Jadi, walaupun ini namanya Chinatown Bandung, tapi pengunjung muslim bisa bebas makan dan menyantap menu-menu yang disajikan. Bahkan, di tempat ini disediakan mushola sehingga pengunjung muslim tetap bisa melaksanakan kewajiban ibadahya.

Semakin malam, pengunjung semakin ramai. Sepertinya memang suasana malam yang diterangi lampu-lampu lampion menjadi daya Tarik tempat wisata ini. Buktinya, semakin malam, semakin ramai. Hujan pun mulai reda, sehingga pengunjung bisa menduduki bangku-bangku yang ada di area outdoor dan menghadap panggung utama.  Tampak beberapa orang pun sibuk menyiapkan sound music dan peralatan band. Sepertinya memang akan ada live music.

Deretan lampu lampion membuat suasana romantis

Deretan lampu lampion membuat suasana romantis

Sebenarnya, tempat ini agak jauh dari ekspekstasi saya. Maksudnya, ternyata tempat wisata ini tidak seluas yang saya bayangkan. Nuansa oriental memang terasa namun saya tidak merasakan kebudayaan oriental di sana. Mungkin saya yang berharap terlalu banyak bisa merasakan dan bersentuhan dengan budaya oriental di sini. Walaupun memang, Chinatown Bandung ini berlokasi di daerah pecinan Kota Bandung.

Eksis dulu yaaa

Eksis dulu yaaa

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Pengunjung semakin ramai, sayangnya masih ada tempat lain yang ingin kami datangi. Jadi, kami pun berpamitan pada nuansa oriental yang sudah menyentuh hati kami. Kemungkinan nanti ingin berkunjung ke sana lagi saat lebih bisa menikmati suasana tanpa terganggu hujan.

Baca Juga: The Lodge Maribaya

Bagi warga Bandung dan sekitarnya yang ingin berkunjung ke Chinatown Bandung, mudah banget kok. Lokasinya ada di pusat Kota Bandung yaitu Jalan Kelenteng yang nyambung dengan Jalan Cibadak. Kalau nggak tahu bisa pakai GPS, hehehe. Kalau mau ke sana pakai angkutan umum, saya kurang tahu karena tidak lihat ada angkot yang lewat. Lebih mudahnya sih bisa pakai taksi daring.

Kelebihan:

  • Tempat wisata unik dengan konsep oriental
  • Lokasi terjangkau di wilayah kota
  • Harga tiket terjangkau dan dapat souvenir gantungan kunci
  • Fasilitas umum bersih dan nyaman
  • Menu banyak dan harga masih terjangkau

Kekurangan:

  • Tempat parkir sempit dan cenderung kendaraan parkir di pinggir jalan
  • Ternyata tempatnya tidak seluas yang dikira
  • Rasa makanan biasa saja (mungkin pas yang saya beli memang kurang maknyus).

 

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

46 Responses

  1. Selama ini saya hanya melihat klentengnya yang megah dan besar. Ternyata Chinatown ada di sekitarnya ya… Padahal rumah nenek mertua di dekat sana. Lain kali mau nyari ke sana, deh!
    Eh, bener juga, itu gadis yang ada di sana, pasang muka cemberut …hihihi…sepertinya dia lelah…

  2. Mita says:

    Kalau dari foto sih memang bagus dan keliatan kayak yang luas banget gitu, tapi ternyata enggak seluas yang dibayangkan ya, Mbak.

    Fasilitas umumnya bener-bener diperhatikan banget ya, jarang-jarang kan tempat wisata yang begitu. Apalagi kalau suasananya ramai. Dan kerennya ada musolah yang luas, nyaman, dan bersih juga pula. Bener-bener enak. Wisata, tapi tetap bisa beribadah dengan nyaman.

    Aku jadi pengin ke sini deh kalau ke Bandung kapan-kapan.

  3. cakue rasa takoyaki, cina rasa jepang dong mbak hehheee…

    toilet yang bersih jadi poin plus di mataku, soalnya sering ke tempat-tempat rekreasi tapi toiletnya nggak bersih.

  4. Belum pernah ke sana Teh.

  5. zefy says:

    Bagus juga nih untuk jadi tempat hunting foto, aku dulu wkatu ke Bandung belum sempat mampir ke sini soalnya mbak

  6. Rindang says:

    Aku belum pernah ke daerah Pecinan di kota manapun. Jadi mupeng banget waktu baca postingan ini. Pasti suasana chinese yang kental terasa sekali ya kalau jalan-jalan ke sana. Pilihan menunya juga banyak.

  7. Keren tempatnya sayang gadis kecilnya udah capek masih harus pakai baju itu terus mungkin dia gerah, btw sepertinya setiap wilayah indonesia ada pencinan townnya yaa di aceh ada juga pecinan town di kawasan peunayong

  8. Wah. Menarik juga nih ada Chinatown di Bandung. Sayang aja sih, gak bisa bayar pake uang tunai, harus elektronik. Susah juga kalo kau tawar menawar. Hahaha. Eh itu cewek cantik baju orientalnya ada nomor hape ga ya? Bisa kan modus dikit.

  9. Marfa says:

    Yaaah, kalau ke sana paling nggak makan apa2 hihi tapi gaboleh bawa makanan dari luar nggak? Hihi. Asyik banget tiketnya langsung gantungan kunci gitu mihihi, hiasan lampionnya juga indaaah :3

  10. Nova Violita says:

    Belum pernah jalan2 ke Bandung…apalagi ke Chinatown… Kapan kelak kebandung mampir deh…lucu lampionnya…banyak banget..berasa di film kolosal Korea..hi2

  11. Jiah says:

    Walopun kawasan pecinan tetep aman dg makanan halalnya. Kalau di Jepara pecinan itu biasa banget. Toko2, byk yg jualan keturunan cina. Kalau klentengnya, aku blm pernah masuk. Tp pas tahun baru cina lumayan ada perayaannya sih

  12. Waaaah klo di Pontianak kawasan Pecinannnya banyak banget dan masing nasing ada khasnya. Ada yang dijadikan tempat berdagang. Hanya rumah tinggal sampe peribadatan. Seru sih ke pecinan, bisa melihat langsung suasana dan budayanya apalagi sudah mau deket imlek. Makin meriah dong ya

  13. Aku pas kesini kemarin siang-siang, nggak terlalu rame teh. Kayaknya kalo malem lebih kece yaah.. tapi jauh dari rumah aku mah kalo malem riweuh hahaha

  14. Museum mininya benar-benar ngingetin kita tentang perkembangan budaya tionghoa di indonesia.

  15. Nabela says:

    Bulan lalu ke rumah sepupu di Bandung. Aku bilang mau ke Chinatown, terus dia bilang “Dooh… jangan ke sana, rame banget, gak ada apa-apa, tempatnya juga sempit”
    Aku menggaris bawahi yang tempatnya sempit sih. Tempat wisata, banyak pengunjung tapi sempit, kayaknya gak akan asyik deh buat aku. hehehe…

  16. Bela says:

    Bulan lalu aku ke rumah sepupu di Bandung. Aku bilang mau ke Chinatown. Terus dia bilang “Dooh… jangan ke sana deh, macet jalannya, gak ada apa-apa, sempit juga.
    Aku ngeboldnya di sempit nya sih. Tempat wisata, banyak yang berkunjung, tapi kalo tempatnya sempit, kayaknya gak nyaman deh buat aku.

  17. Bela says:

    Bulan lalu aku ke rumah sepupu di Bandung. Aku bilang mau ke Chinatown. Terus dia bilang “Doohh jangan deh, tempatnya sempit, macet, gak ada apa-apa juga. Aku ngebold, di kata sempitnya sih. Tempat wisata, banyak yang berkunjung, tapi tempatnya sempit, kayaknya gak nyaman deh buat aku

  18. bandung sekarang macetnyaaaa.. baru kemarin jalan-jalan ke bandung, baca ini jadi pengen ke bandung lagi, nanti mah ajakin ke cinatown ya teh hehe

  19. erina says:

    wah, tempatnya cakep ya, terakhir ke bandung ngga mampir ke mana-mana sih. cuma fokus nyari apa yang dibutuhin, ehehehhe

    pankapan mbandung lagi ah

  20. Susindra says:

    Waah.. asyik banget di sana Mbak Ran..

    Saya suka bajunya, nih. Kelihatan stylish dan lebih muda ceria

  21. Arita Upik Tanjung says:

    boleh tu … asyik tempatnya

  22. Wanda syafii says:

    Wah asyik kalo kata aku sih ke tempat wisata tapi gerimis gerimis gitu. Syahdu aja gitu. Hahahaha
    Pecinan gitu emang keren sih. Budaya tionghoa kental banget. Dan itu barang2 antiknya menggugah selera banget kayanya mba.

  23. Pengen banget nih mba bisa jalan2 ketempat ini…. Suka baper klo ada yang kesana… Aku asli sana tapi belum pernah kesana hiks…

  24. yunita says:

    Teh Raniiii …. duh meni cakep ya itu Pecinan di Bandung. Nanti kalau aku ke Bandung seru kali janjian di sana sama Lizi juga. Kangen ke Teh Rani, Kangen masa2 titer tea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *