Meningkatnya Kesadaran si Baper dengan Access Bars

Meningkatnya Kesadaran si Baper dengan Access Bars. Baper singkatan dari bawa perasaan. Saya sering diolok-olok sebagai orang yang baper. Bahkan suami juga sering bilang, “Bunda mah baper, dikit-dikit baper,” Nggak nyaman juga sih dianggap sebagai orang baperan, padahal biasa ngaku seloow. Sebenarnya saya nggak selalu baperan sih, biasanya saya baper kalau urusannya sama anak dan suami. Kalau urusan yang lain sih biasanya lebih santai dan nggak begitu memikirkan.

Baper ini memang udah bawaan lahir, udah dari sananya kalau saya memang masuk dalam kelompok orang feeling. Berdasarkan hasil tes sidik jari pun begitu, hampir semua sidik jari saya menunjukkan kecenderungan ke arah feeling. Kalau boleh dibilang sih hampir 90%, dan memang sangat otak kanan banget. Ini memang kekurangan saya, dan kalau dibiarkan, biasanya orang baper sering sibuk sendiri dan mudah menangkap emosi-emosi negatif yang ada di sekitar. Kalau dokter David sih menyebutnya saya termasuk kategori orang empath. Kalau masih bingung dengan jenis makhluk ini, ini dia ciri-cirinya, suka ujug-ujug sedih tanpa ada pemicunya, suka ujug-ujug marah tanpa sadar. Awalnya saya mengira semua perasaan itu adalah milik saya, namun setelah mengikuti kelas Access Bars bersama Dokter David dan Lineation Center, pikiran saya pun terbuka, kalau semua itu belum tentu milik saya, bisa saja saya menangkap emosi-emosi di sekitar dan membuat saya sibuk sendiri. Kabar baiknya, saya tidak sendirian karena semua peserta yang hadir pada kelas tersebut semuanya masuk kategori “empath people”.

Jadi bukan saya saja yang baperan, lho. Bahkan, teman saya Uwien cerita pada sesi clearing kalau dia sering tiba-tiba sedih dan menangis tanpa ujung pangkalnya. Nah, sudah tahu khan gimana rasanya jadi orang yang punya “empath” kayak gini, enggak nyaman banget. Kalau pernah tiba-tiba badan terasa sakit dan nggak nyaman, mungkin itu bukan sakit dari tubuh sendiri, bisa jadi itu sakit yang dirasakan oleh orang lain, tapi kita yang menangkap sakit tersebut. Bahkan, Dokter David bercerita kalau ada pasangan suami istri, istrinya sakit-sakitan nggak jelas, diperiksa nggak ada apa-apa, padahal yang punya sakit adalah si suami, dan si suami santai aja nggak merasakan sakit, setelah kanker stadium akhir baru ketahuan bahwa si suami yang sakit dan selama ini sang istri menanggung sakit suami.

Lalu apa hubungannya dengan kesadaran? Apakah selama ini saya berada dalam fase tidak sadar? Baiklah saya akan menjelaskan tentang “kesadaran” atau dalam bahasa kerennya itu “awareness” atau “consiousness”.  Pernahkah saat melaksanakan ibadah (shalat bagi umat muslim) tidak bisa fokus karena pikiran melompat-lompat, tidak ngeh dengan bacaan shalat. Bisa juga saat lagi masak,malah sibuk dengan pikiran sendiri, memikirkan berbagai hal, kadang yang tidak ada hubungannya. Orang yang memiliki kesadaran akan ngeh tentang dirinya, apa yang ada dalam pikirannya. Jika pikiran aneh-aneh masuk, segera berkesadaran, jangan larut dalam pikiran negatif.

Kelas Acces Bars Lineation

Motivasi awal saya mengikuti kelas acces bars karena saya merasa ada yang salah dengan diri saya. Hal tersebut bermula dari tahun kemarin, yang rasanya semua yang terjadi pada hidup saya kacau balau. Saya tidak mampu mengendalikan emosi saya yang sering lompat-lompat, apalagi jika sudah berurusan dengan anak. Kebayang khan gimana jadinya anak-anak diasuh oleh seorang ibu yang emosinya naik turun kayak roller coaster. Pastinya kurang baik untuk perkembangan jiwa mereka. Dampaknya saya rasakan pada awal tahun 2019, saat samya sibuk melakukan pendaftaran masuk SDIT untuk Fathan. Saya  sudah memilih sekolah SDITuntuk Fathan dan yakin Fathan bisa masuk ke sana. Apalagi melihat perkembangan kognisinya yang lumayan, dari awal nggak bisa pegang pensil sekarang sudah mampu membaca, menulis, dan berhitung. Sayang saya melupakan faktor yang lebih penting yaitu emosinya. Saya mengabaikan fakta bahwa Fathan masih sering tantrum dan ngamuk, saya mengabaikan fakta bahwa saya sering dibuat putus asa dengan Fathan yang sangat pintar memicu kemarahan saya. Oke, ini salah saya sehingga saat tes pendaftaran, Fathan gagal karena masalah emosi. Siapa lagi yang salah kalau bukan saya yang setiap hari bersamanya. Awalnya saya kecewa dengan kegagalan tersebut, lalu saya pun ikhlas dan mencari sekolah lain. Alhamdulilla bisa masuk karena sekolah itu tidak ada tes apa pun.  Namun, persoalan tidak akan selesai jika tidak ada jalan keluarnya. Secara penampakan mungkin saya terlihat lega karena urusan Fathan masuk sekolah sudah selesai, namun di kedalaman masih ada yang belum selesai yaitu persoalan emosional Fathan.

Alhamdulillah, tempat les Fathan (Bimba unit Regency)  melihat ada “sesuatu” pada Fathan dan mau mendiskusikan persoalan ini pada Fathan. Menurut pihak BIMBA, secara kognisi, Fathan tidak ada masalah dan siap mengikuti pembelajaran di SD nanti, tapi yang dikhawatirkan adalah masalah emosinya. Saya pun sebagai orangtua tentunya menyadari bahwa penyebabnya adalah saya sebagai ibu yang belum mampu memberikan contoh yang baik. Emosi saya pun masih naik turun, apalagi dengan kecenderungan saya yang mudah menyerap emosi-emosi di sekitar tentunya berpengaruh pada emosi diri saya juga.

Alhamdulillah, dengan izin Allah, saya bisa mengikuti kelas Access Bars. Allah Swt. mendengar jeritan minta tolong saya, saya mendapat informasi kelas Access Bars dari teh Nchie, pada hari Rabu. Saya belum memutuskan untuk bisa ikut atau nggak karena saya tinggal di Sukabumi, acara di Bandung. Lalu, saya kirim pesan ke suami yang posisi masih di Jakarta, dan bilang mau ikut kelas Acces Bars di Bandung. Tanpa saya duga, ternyata suami berniat mau mengajak saya dan anak-anak ke Bandung. Alhamdulillah, semesta mendukung. Pada hari itu, saya pun bisa datang ke Hotel Panorama di Lembang, Bandung.

Clearing

Saya terlambat datang, dan pada saat saya masuk, sedang sesi clearing. Sesi ini, para peserta yang hadir menceritakan persoalan yang dihadapi, lalu Dokter David pun melakukan clearing. Pada sesi ini, Dokter David menjelaskan bahwa jika ada yang merasa pusing atau kepalanya berat, mungkin itu sebenarnya milik orang lain. Kita mesti ngeh, dan langsung nanya pada diri sendiri, “Ini apa?”, “Ini punya siapa?” Kalau jawabannya “bukan punyaku” lalu katakan, “kembalikan ini kepada pemiliknya dengan disertai kesadaran”. Saya coba praktekkan, dan ajaibnya, rasa berat yang menggelayuti kepala saya perlahan sirna.

Access bars

Pada sesi clearing ini, Dokter David mampu  menerawang persoalan yang sesungguhnya di balik cerita kita. Misalnya ada yang cerita bahwa dia merasa tidak percaya diri, dengan tepat Dokter David menebak persoalan apa yang ada di balik persoalan yang muncul ke permukaan.

Apa itu Access Bars?

Access Bars menurut pemahaman saya yaitu melepaskan energi elektromagnetik di 32 titik yang ada di kepala dengan sentuhan lembut sehingga mampu melepaskan emosi-emosi negatif yang menghambat sehingga membuka banyak peluang.

Setelah selesai sesi clearing, Dokter David pun menjelaskan video mengenai teknik access bars, apa saja langkah-langkahnya dan bagaimana aliran energi berjalan.

Video berbahasa Inggris tersebut memang agak membuat bingung dan mengernyitkan kening. Alhamdulillah, berkat penjelasan dokter David, saya bisa memahaminya.

Setelah jam istirahat, makan, dan sholat, kami kembali ke kelas. Kali ini kami langsung praktek. Kami bisa memilih sebagai praktisi atau sebagai pasien. Pada sesi pertama ini, saya memilih sebagai praktisi, dan saya harus melakukan terapi pada pasien yang belum saya kenal. Dokter David pun membimbing kami praktek melakukan terapi. Alhamdulillah, pada percobaan pertama ini, saya merasa berhasil melakukan “healing” dan pasien yang saya tangani merasa lebih baik. Sesi Bars selanjutnya, saya yang menjadi pasien, dan alhamdulillah saya merasa jauh lebih baik dan bersemangat daripada sebelumnya. Sesi ini berlangsung dua kali, jadi saya dua kali jadi praktisi dan dua kali jadi pasien. Oh iya, selama sesi ini, dokter David terus membimbing kami, dan saya pun masih nyontek langkah-langkahnya. Hehehe, belum hapal.

Access bars

Acara selesai pukul 19.00, alhamdulillah saya langsung mendapat sertifikat sebagai praktisi access bars. Hihihi, saya sudah bisa terima pasien, lho. Malam itu, saya dan keluarga langsung kembali ke Sukabumi dengan membawa semangat baru.

Access Bars pada Anak-anak

Sebagai praktisi yang masih minim pengalaman Bars, saya mesti banyak berlatih. Saya pun mulai praktek access  Bars kepada anak-anak. Ternyata melakukan terapi pada anak-anak tidak semudah yang saya kira. Tantangannya sungguh luar biasa menguji kesabaran. Saat sesi terapi, anak-anak nggak mau diam, apalagi mereka memang anak-anak kinestetik. Selama sesi terapi, mereka mengeluh lama dan bosan, lalu mereka juga bolak-balik pengen minum, pengen pipis, ngeluh lapar, hihihi pokoknya penuh drama.

Lalu saya menceritakan pengalaman saya sesi access bars pada anak-anak. Alhamdulillah mendapat masukan berharga dari pada praktisi lain yang berbagi pengalaman yang sama. Intinya, anak-anak sangat sensitif terhadap energi, saat melakukan terapi sebaiknya jangan menekan keinginan pada anak-anak, bebaskan segala pikiran, lepaskan beban, dan menyatu dengan energi. Saya pun kembali praktekkan, dan alhamdulillah pqda sesi berikutnya, anak-anak jadi lebih anteng. Malah sekarang, Fakhira selalu nagih pengen diterapi. Kalau Fathan masih banyak syarat dan drama.

Hal pertama yang saya rasakan setelah mengikuti kelas access bars, saya merasa lebih tenang, bahkan saat melalui hari yang penuh drama dengan teriakan-teriakan histeris anak-anak, saya sangat santai menanggapinya, tidak terpengaruh lagi oleh emosi mereka. Saya lebih mampu mengendalikan emosi saya, tidak mudah naik pitam.

Untuk anak-anak sendiri, karena saya lebih kalem dalam bereaksi, perlahan mereka pun tidak terlalu mudah merengek, menjerit, dan mengamuk. Ah, ternyata begini rasanya perasaan lega dan bahagia menikmati setiap momen penting tanpa ada perasaan negatif.

Bagi saya, access Bars merupakan solusi terhadap persoalan yang saya hadapi. Setelah mengikuti kelas access Bars, saya lebih mencintai diri saya dan anak-anak. Dada terasa lebih lapang dan perasaan-perasaan negatif perlahan menghilang. Sebagai praktisi, saya pun kini bisa membantu orang-orang yang merasa memiliki persoalan tapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.

Bagi teman-teman yang ingin merasakan manfaat dari terapi access Bars, bisa banget lho konsultasi dan terapi di klinik Lineation. Di sana akan mendapatkan terapi dari pada ahli dengan fasilitas yang tentunya nyaman. Kalau mau diterapi sama saya juga bisa hehehe, tapi saya nggak punya fasilitas nyaman dan masih harus banyak belajar biar lebih terlatih. Jika teman-teman tertarik untuk menjadi praktisi access Bars dan bisa memberikan terapi, bisa juga lho ikutan kelasnya. Pantengin aja sosial media LineationID di instagram dan Facebook, akan ada info kelas bars di beberapa kota. Jika ada kelas Bars di kota kalian, jangan ragu deh buat ikutan karena memang banyak sekali manfaatnya.

Kelas Bars yang akan diadakan dalam waktu dekat ini di Makassar, jadi yang tinggal di Makassar dan ingin ikut kelas bars bisa colek contact person yang ada di banner ini, ya.

Kelas Bars Makassar, 27 April 2019

Akhir artikel ini, saya ingin berucap syukur karena masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan kesadaran bahwa saya memiliki persoalan yang mesti diatasi. Terima kasih pada dokter David yang sudah membimbing saya untuk menjadi praktisi access bars, Teh Nchie, Mba Alaika, dan semua peserta kelas access bars yang saling memberikan dukungan. Terima kasih, All of life comes to me with total ease and joy and glory.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

47 Responses

  1. Arda Sitepu says:

    Acara yang menarik dan menyenangkan apalagi melepaskan 32 titik elektromagnetik di kepala ya mbak, abis itu praktik. Wah pasti seger banget bisa melakukan ini khususnya suami yang kerjanya terlalu berat dan mudah dilanda stress. Kalau untuk anak-anak juga bermanfaat untuk lebih relax, btw seperti yang mbak ceritakan anak-anak lebih aktif dan susah diamnya hehe. Btw bedanya sama totok wajah apa ya mbak?

  2. Mpo ratne says:

    Access bars memang unik dan ampuh. Mpo pernah ikutan juga waktu ke Bandung. Relax dan tenang . Mengajarkan untuk memaafkan orang yang menyakiti kita.

  3. Teknik relaksasi yang cakep nih, perlu dipraktikkan . Dengan relaks maka membuat kita nyaman dengan diri sendiri, mantap deh

  4. Huah teteh aku jadi mupeng karena aku juga masih jadi monster inc buat anak-anak kalau dah rudet dan emosyenel liat tingkah mereka yang ga sesuai ekspektasinya 🙂

    btw kalau praktik ke anak emang gitu ya teh ada weh iklannya mau pipis segala rupa 😀

  5. udah pernah dapet materi dari Dokter David, dan kalau tentang BARS sendiri baru baca dari teteh. Wah, seneng jadi tau banyak. Makasih banyak sharingnya teh

  6. Susindra says:

    Mamanya Fathan luar biasa sabarnya. Senang mengenalmu, Mbak.
    TFS ya. Pasti sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan

  7. CatatanRia says:

    jadi pengen merasakan bar deh, saya termasuk orang yang emosinya juga labil mudah sekali naik terus turun tiba-tiba nangis. Sepertinya butuh di bar juga 😀

  8. Desi Namora says:

    WOW bgt harganya ya Mba. Tapi gak sebanding dengan kesehatan yg didapat n segernya dibawa ampe ke rumah n beraktifitas ya 🙂

  9. Nabilla DP says:

    Ini ssmacam bikin kita jadi lebih mindful gitu ya mba.. aku sebetulnya penasaran lho tapi harganyaa hehehe moga2 kapan2 bisa dapet kesempatan untuk cobain juga experience bars ini mba.

  10. Shofia says:

    Baru denger ttg access bar, kelihatannya inspiring bgt ya mbak. Apalagi ttgmemahami emosi bahwa mungkin emosi itu bukan milik kita…bener juga ya, bisa jd baper baper ga jelas yg Kita rasain sebenernya bukan milik kita…mantap mbak, terima kasih tulisannya

  11. Cindy Vania says:

    Baca2 paragraf awal aku manggut2 oh mungkin sama nih aku orangnya feeling banget. Tapi aku gak baper alias super cuek. Lah gimana ya
    Btw makasih loh mba aku jadi paham ttg acces bars.menarik yaa

  12. Baru tau ada access bars. Metode healing ada banyak ya, dg pijit di area tertentu jg bisa

  13. Aku penasaran dengan Bars ini. Kepengen banget di-bars. Belom sempet aja. Kayaknya plooong gitu ya abis dibars 🙂

  14. Heni Puspita says:

    Saya termasuk orang yang tipe feeling. Suka melayang kemana2 juga pikirannya. Coba deh ada di Lampung ya

  15. Jiah says:

    Kalau di Jepara ada kelas Access Bars, aku juga mau ikutan. Kalau dibilang baperan sampai nangis sendiri sih enggak. Tapi kadang ada seduatu yang ganjal gitu

  16. Ida Tahmidah says:

    Penasaran juga sama Bars ini…tapi aku kalau galau ingat pesan Rasulullah bahea kalau galau bearti kita sdg sibukndgn urusan dunia…eh beneran saat ingat Allah semua jd kecil…itu aja sih skrg tp keukeuh pengen nyoba jg hahaha…

  17. lendyagasshi says:

    Aku juga ngantri buat ngerasain enaknya di Acces Bars teh…kemarin pas acara Gathering Blogger Crony.
    Tapi sayangnya, karena jumlah therapist dan pesrta yang gak berimbang, juga tempatnya, jadi aku ga kebagian,
    Padahal penasaran banget sama Acces Bars.
    Testimoninya, setelah di Acces, hidup jadi lebih plooonk…

    • lendyagasshi says:

      Access Bars ini harus sama-sama konsentrasi penuh ya, teh..
      Gak pake acara tangis-tangisan kan yaa…
      ((aga trauma sama terapi yang model begitu…soalnya, aku abis nangis parah…suka langsung pusing…cadangan air mataku uda mulai sedikit kali ya…))
      heheheh…

  18. Barokallah ya Mba rani.
    Pas acara blogger day ada dokter dave ini juga
    tapi aku belum sempat di bars, duh pengen
    semoga kapan-kapan kesampaian di bars aamiin

  19. Diyanika says:

    Ada di YT nggak sih, Mbak, caranya gimana bisa nge-bar ini? Aku penasaran. Smeoga sampai di Semarang juga ya. Sepertinya ada yang tidak beres juga di diriku ini.

  20. indah nuria says:

    aku sempet di-BARS sama teh Nchie.. memang rasanya rileks ya the. Lebih lapang jalani hidup. Dan aku belum sempet ikutan belajarnya nih..supaya bias praktikkan untuk oang-orang di rumah juga, jadi hidup terasa nyaman dan berkah

  21. Nchie Hanie says:

    Aahh, Rani..
    I know u

    Semangat untuk perubahan menjadi lebih baik, emang seru banget kelas access nih aku pun merasakan pulang dari kelas Lemang nih berasa lebih kalem, lebih nambah lagi down to earth nya.

  22. Jadi pengen direlaksasi kaya gini. Acceds bars terkenal juga ya mba. relaks dan tenang emang yang kita butuhkan dalam jalani kehidupan ya.

  23. Wah seneng yah teh, jadi ga gampang terpengaruh emosi / aura negatif dari luar.

  24. Wah penasaran banget nih pengen coba terapi access bars ini mbak
    Jadi, abis dikasih bekal bisa langsung dipraktekkan untuk jadi praktisi terapinya ya mbak
    bakalan bisa ngehandle kalau pas-pas ada hantaman dari luar ketika bawa perasaan itu muncul
    Mau dong mbak jadi pasiennya heheee

  25. Idah Ceris says:

    Tiba2 sedih itu kadang bikin bingung. Apalagi kalau sampai ditanya asalannya. Soalnya itu emang datang tiba2. Hihihi. Enaaak bangettt dipijit gituu, ih.

  26. hihihi kebayang ramenya anak-anak diterapi 😀 😀

    padahal hasilnya sungguh hebat ya? Saya ngerasain hasilnya di acara blogger day kemarin

  27. Gita says:

    Menarik juga ya si access bars ini. Membantu membuang dan menyalurkan energi negatif yang ada di dalam diri kita. Mau dong nyobain di theraphy sm teh rani hehe

  28. uwaaaaw keren ya
    dokter dan kliniknya. ilmunya beda, dan menghasilkan bisnis klinik yang jarang orang bisa
    keren sih dokter ini

    dan ilmunya… aku takjub deh, bener juga sih yang dikatakan pak dokter… karena sebenarnya hal2 kayak gini ya main sugesti

  29. Susie Ncuss says:

    Keren ya pelatihannya, jadi bisa bikin pikiran kita lebih jernih dan menghempaskan emosi2 negatif dlm diri.

    Aku jadi penasaran sama access bar ini teh.

  30. Zefy Arlinda says:

    keren tuh kalau aku juga bisa jadi paktisinya
    dah ngebayangin aku pegang-pegang kepala orang 😀

  31. Ruli retno says:

    Coba ada di banjarmasin ya. Pengen banget tuh bisa ngeluarin emosi negatif di kepala. Bikin mood jadi bagus

  32. Dian Safitri says:

    Aku tuh termasuk yang selalu melompat-lompat isi otaknya, suka sakit kalau suami sakit tapi pas lagi ga di rumah. Mupeng sama access bar ini, tapi…. blom sepet ikutan. sekarang paling terapi diri sendiri aku lewat tulisan sih untuk meredakan emosi.

  33. Nova Violita says:

    Penasaran banget..caranya gimana sih
    Bisa dipraktekkan sendiri gak sih dirumah..misalnya ada video tutorial nya..

    Aku tipe..pikiran yg suka lompat2 juga nih…

    Kayaknya abis dibars gitu bikin adem tenang gitu hati ya …

  34. Liza says:

    Aku bawaannya juga baper nih mbak rany apalagi pas lagi hamil gini. Kayaknya butub acsess bar juga

  35. Khairiah says:

    Aku banget deh ceritanya nggak fokus, baper…berapa yaa ikut acsess bar? Pengen ikut

  36. widih ini semacam pijet refleksi gitu ya dititik kepala gitu bikin kita damai dan merasa nyaman banget ya mba

  37. Menurut aku semua manusia itu baper cuma ada tingkatnya masing-masing teh hehe. Semoga
    bisa bermanfaatt ya teh Ilmunya buat teteh dan membantu orang banyak 🙂

  38. April Hamsa says:

    Wow invesnya lumayan buat pelatihan itu ya mbaaakk. Eh aku mau donk dibars hehe. AKu penasaran kyk apa yaaa bikin hati tennag dan gak mudah esmosian. Kyknya terapi semacam ini cukup efektif ya mbak 😀

  39. Akupun Teh masih naik turun menghadapi 3 anak kalau pas kondisi lagi rudet. Seneng banget ya Teh dapat kesempatan ikut pelatihan BARS. Semoga ilmunya bisa dipraktekkan untuk keluarga tercinta dan orang lain. Mau donk aku di bars juga, pengen nyobain

  40. Wah menarik nih Mbak. Konsultasi kalau di Jogja kemana ya? Daftar nya berapa rupiah? Terus per sesi berapa lama?

  41. Huaaa ini Access Bars seru banget ya. Jadi bisa mengenali diri dan mengontrol diri. Gimana menyikapi saat menangkap emosi orang lain.

  42. unggulcenter says:

    semacam hipnotis gitu atau memang psikologis gitu ya access bar ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *