Miracle: Keluar dari ‘Cangkang’

Foto dari www.kuyahejo.wordpress.com

Pernah melihat kelomang yang keluar dari cangkangnya? Nah, kelomang itu akan keluar dari cangkangnya ketika dia merasa cangkangnya sudah sempit atau tubuhnya sudah tidak muat dengan cangkangnya tersebut. Secara naluriah, dia akan keluar dari cangkangnya dan mencari cangkang yang baru.

Tidak hanya kelomang, sebenarnya manusia pun perlu untuk keluar dari ‘cangkang’. Pada saat, dirinya sudah penuh dia memerlukan cangkang baru agar tubuh dan dirinya merasa lebih nyaman. Namun seringkali, manusia tidak menyadari kebutuhannya tersebut. Dia terlena dan merasa sudah sangat nyaman dengan cangkangnya. Sehingga merasa cangkangnya itu sudah cukup nyaman untuknya padahal dia membutuhkan cangkang yang lebih besar. Ada rasa takut, cemas, dan tidak siap jika harus keluar dan menemukan ‘cangkang’ yang baru. Bahkan, ada yang memang tidak ingin keluar dari cangkang dan memaksakan diri hidup di dalam cangkang yang sudah kondusif bagi tubuhnya.

Saat ada seseorang yang mengetuk cangkang, kita kaget. Bahkan akan bereaksi negatif jika seseorang mengatakan bahwa tubuh kita sudah tidak sesuai untuk cangkang kita. Kita bersikukuh bahwa kita merasa nyaman di ‘situ’. Kita baru tersadar saat cangkang kita hancur dan kita tidak siap menemukan cangkang yang baru.

 

Apabila kita sadar dan keluar mencari cangkang baru, belum tentu kita akan menemukan kenyamanan. Mungkin kita akan menyesali segala ketidaknyamanan yang kita rasakan setelah keluar dari cangkang. Bahkan, jika tidak siap, mata akan silau menerima cahaya yang terlalu banyak. Padahal, sebelumnya kita terbiasa dengan cahaya yang temaram dan menyejukkan mata. Tiba-tiba harus keluar dan melihat cahaya matahari yang banyak. Menyilaukan. Berjalan dengan mata silau sama sulitnya dengan berjalan dalam gelap. Namun, setidaknya saat berjalan dalam terang, manusia tidak perlu meraba-raba. Hanya saja jalannya lebih pelan. Lalu pada saat sudah terbiasa, manusia akan bisa berjalan lebih cepat bahkan mungkin lebih cepat daripada sebelumnya. Hanya perlu penyesuaian. Ada yang dapat menyesuaikan dengan cepat ada juga yang lambat. Lalu, sampai kapan kita akan berada di dalam cangkang? Kapankah kita harus keluar? Kitalah yang dapat menjawabnya.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *