Momen yang Menentukan Bagi Kemampuan Manajerial Sukanto Tanoto

sumber foto: http://www.rgei.com/about/our-leadership/sukanto-tanoto

sumber foto: http://www.rgei.com/about/our-leadership/sukanto-tanoto

Sepak terjang pengusaha Sukanto Tanoto dalam dunia bisnis patut diapresiasi. Ia menunjukkan kemampuan manajerialnya lewat keberhasilan mengelola Royal Golden Eagle (RGE). Ada sebuah momen yang sangat menentukan dalam karier pria kelahiran 25 Desember 1949 tersebut.
Saat ini, orang mengenal Sukanto Tanoto sebagai salah satu pengusaha tersukses di Indonesia. Ia mendapat julukan sebagai Raja Sumber Daya berkat kesuksesan membesarkan RGE.
Publik mengetahui RGE merupakan korporasi skala internasional yang menggeluti industri pemanfaatan sumber daya alam. Dengan aset senilai sekitar 18 miliar dolar Amerika Serikat dan karyawan mencapai 60 ribu orang, RGE merupakan perusahaan dengan bidang yang kompleks.

Baca Juga: APRIL Asia Tekankan Kolaborasi Dalam Penanganan Bahaya Kebakaran

Bagaimana tidak, RGE yang didirikan Sukanto Tanoto pada 1973 dengan nama awal Raja Garuda Mas ini menerjuni beragam industri berbeda. Mereka memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang kelapa sawit, pulp dan kertas, selulosa spesial, serat viscose, hingga pengembangan energi.

Anak-anak perusahaan RGE itu pun tidak hanya ada di Indonesia. Mereka tersebar mulai dari Singapura, Brasil, Kanada, Tiongkok, hingga Finlandia.
Padahal, kalau tahu awal mula Sukanto Tanoto merintis RGE, tidak akan ada yang menyangka perkembangannya sedemikian pesat. Sebab, Sukanto Tanoto nyaris tidak punya modal hingga ilmu untuk menerjuni dunia bisnis.
Persinggungan Sukanto Tanoto dengan dunia bisnis juga terjadi karena desakan hidup. Anak sulung dari tujuh bersaudara ini sempat mengalami kesulitan hidup.
Ia sempat putus sekolah karena sekolahnya ditutup akibat insiden Gerakan 30 September. Sukanto Tanoto pun tidak bisa melanjutkan bersekolah di tempat lain karena ayahnya masih berstatus sebagai warga negara asing.
Tak lama berselang, ayah Sukanto Tanoto sakit. Mau tak mau, sebagai anak tertua, ia harus meneruskan mengelola toko keluarganya yang berjualan onderdil kendaraan, bensin, serta minyak tanah. Mimpinya untuk melanjutkan pendidikan pun sirna.
Akan tetapi, saat itu, menjadi momen penting bagi karier Sukanto Tanoto dalam dunia bisnis. Menekuni bisnis sejak dini menjadi “sekolah” baru baginya. Ia belajar banyak hal sesudah itu. Salah satunya bahkan sangat menentukan kemampuan manajerial yang vital dalam menjalakan korporasi besar seperti RGE.
Dulu ketika masih mengelola toko keluarganya, Sukanto Tanoto mendapat tawaran dari seseorang untuk menjadi supplier di industri perminyakan. Memperoleh kesempatan seperti itu, ia menyambutnya dengan baik meski minim pengalaman.
“Waktu itu saya tidak tahu kalau dia (orang yang menawarinya pekerjaan, Red.) pejabat. Saya mau saja karena masih muda,” ujar Sukanto Tanoto di Inspirasi Daily.
Segeralah Sukanto Tanoto memulai bisnis pertamanya. Kala itu ia mendirikan perusahaan general contractor and supplier. Di sana pria kelahiran Belawan ini melakukan beragam jenis pekerjaan. Ia menyuplai beragam produk hingga membuat jalan, jembatan, perumahan, dan lapangan golf. Selain itu, perusahaannya itu juga sering melakukan servis air conditioner.
Ragam pekerjaan itu dipandang oleh Sukanto Tanoto sebagai pembelajaran penting. Ia mendapat berbagai pelajaran berharga dalam mengelola bisnis. “Itulah technical school saya,” ujarnya.
Salah satunya bahkan sangat menentukan dalam kemampuan manajerial Sukanto Tanoto. Hal itu terjadi pada 1970 ketika perusahaannya mendapat kontrak untuk membangun jalan di Lhokseumawe, Aceh.
Saat itu, perusahaan Sukanto Tanoto yang dinamai Karpel tersebut harus membangun jalan sepanjang 18 km di Lhokseumawe. Pekerjaan ini sangat menantang. Medan yang sulit dengan kondisi berbukit-bukit membuat pembuatan jalan tidak mudah.
Bukan hanya itu, ada tantangan lain tersendiri. Di sepanjang jalur jalan terdapat pipa yang menyalurkan minyak dan gas. Ini membuat pengerjaan jalan membutuhkan pengaturan yang detail agar tidak terjadi kecelakaan maupun kerusakan saluran pipa dan gas.
Gabungan antara kondisi alam dan keberadaan saluran minyak dan gas membuat pekerjaan pembuatan jalan terhambat. Tim pengerjaan sampai memprediksi jadwal penyelesaian pekerjaan akan mundur. Kondisi tersebut berpotensi membuat kerugian besar dari segi finansial. Pasalnya, biaya akan bertambah dan tentu saja akan ada penalti karena keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

DUA PELAJARAN PENTING

sumber foto: http://www.inside-rge.com/sukanto-tanoto-in-the-beginning-sowing-the-seeds-of-a-global-enterprise/

sumber foto: http://www.inside-rge.com/sukanto-tanoto-in-the-beginning-sowing-the-seeds-of-a-global-enterprise/

Ancaman keterlambatan penyelesaian pekerjaan membuat Sukanto Tanoto segera berpikir. Ia tidak mau proyek yang digarapnya selesai terlambat dari jadwal. Hal itu bisa membuat reputasi perusahaannya turun.
Karena itu, Sukanto Tanoto segera mencari cara untuk menyelesaikan problem yang dihadapi. Ia turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi dan kondisi pengerjaan.
Sesudahnya, Sukanto Tanoto sadar bahwa medan yang dilalui memang sulit. Oleh karena itu, ia segera tahu timnya membutuhkan orang-orang dengan kemampuan teknik yang mumpuni.
Hal itu membuat Sukanto Tanoto bertindak dengan cepat. Ia memutuskan untuk merekrut tim ahli dari luar negeri. Mereka dipilih karena mempunyai kemampuan teknik yang lebih baik dibanding tim sebelumnya.
Bukan hanya itu, Sukanto Tanoto juga membuat keputusan penting lain. Berada di lokasi membuatnya sadar tim harus selalu berada di sana setiap saat. Sebelumnya tim proyek tinggal di tempat lain dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Ia pun mengubahnya dengan mewajibkan tim baru untuk terus berada di lokasi hingga pekerjaan selesai.

Baca Juga: Penanganan Kabut Asap Oleh RGE
Dua putusan yang diambil Sukanto Tanoto itu akhirnya berdampak positif. Proyek pembuatan jalan yang mulanya terlihat mustahil selesai tepat waktu ternyata bisa diselesaikan sebelum jadwal. Akibatnya kerugian yang dibayangkan serta ancaman reputasi perusahaan yang rusak dapat disingkirkan.
Pengalaman ini diakui oleh Sukanto Tanoto sangat berarti penting baginya. Ia mendapat ilmu tentang manajemen proyek yang benar. Selain itu, ada sebuah kesadaran untuk selalu mau terjun ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan baik.
Hal ini pada akhirnya memengaruhi beragam langkah Sukanto Tanoto dalam membesarkan RGE. Ia selalu memastikan tim yang menjalankannya benar-benar berada di lokasi pekerjaan setiap saat.
Ini terlihat dalam sejumlah perusahaan RGE. Kebetulan bidang kerja RGE berkaitan dengan sumber daya alam. Maka, bukan hal aneh kalau lokasi pabrik atau pusat produksi berada di kawasan terpencil.
Ini bisa terlihat di bidang pulp dan kertas yang dijalankan oleh RGE. Sejak 1993, mereka mendirikan pusat produksi yang terintegrasi di kawasan terpencil, Pangkalan Kerinci, Riau. Di sana mereka mendirikan perkebunan untuk menyuplai bahan baku sekaligus membuat pabrik pengolahannya.
Tim manajemen anak perusahaan RGE itu pun juga berada di sana. Mereka menjalankan perusahaan langsung di lokasi supaya semua pekerjaan bisa dikendalikan secara langsung. Dengan ini, mereka dapat memastikan perusahaan berjalan baik.
Hal serupa juga dijalankan oleh putra Sukanto Tanoto, Anderson Tanoto, ketika memutuskan bergabung dengan RGE. Ia tidak langsung berada di kursi empuk jajaran manajemen level atas. Anderson Tanoto memulai kariernya dari bawah. Bahkan, sama seperti karyawan lain, ia juga tinggal langsung di lokasi pusat produksi.
“Dulu saya tinggal di Pangkalan Kerinci. Dari bawah pelan-pelan naik,” ungkap Anderson Tanoto di Swa.
Berkat kebiasaan menyiapkan tim di lokasi seperti ini, RGE mampu tumbuh kian besar. Dari perusahaan skala lokal, RGE bisa dibawa Sukanto Tanoto menjadi korporasi global.

http://www.aprilasia.com/en/sukanto-tanoto
https://www.cnbc.com/2017/06/14/hard-work-the-key-for-the-family-behind-singapore-based-resources-giant-rge.html

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

10 Responses

  1. Sosok Putra indonesia yang kisah nya sangat menginspiratif.
    Mantap, dengan ada nya tulisan semoga generasi2 sekarang bisa belajar dari liku-liku hidup nya.

  2. Baru tahu figur ini teh, tfs ya

  3. Uwien says:

    Kalau baca kisah sukses, suka termotivasi ya teh.

  4. Baru tahu figur ini dan ‘teori’ bisnisnya memang betul ya. TFS, Rany 🙂

  5. Kalau main ke blog Teteh suka dapet pengetahuan baru
    Sosok pengusaha inspiratif ini juga baru tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *