Monas I’m in Love

pict. from:siscaviasari.wordpress.com

pict. from:siscaviasari.wordpress.com

Monas I’m in Love. Pernah nonton film Eifel i’m in Love? Itu salah satu film remaja Indonesia yang pernah hits. Sebagai pekerja di perusahaan penerbitan, waktu itu saya bersama tim redaksi bertugas menerbitkan buku plesetan dari film-film yang sedang ngehits. Tercetuslah ide novel remaja berjudul Monas I’m in Love. Penulis yang dipilih untuk menulis novel ini Gopal. Beberapa buku remajanya memang pernah diterbitkan di penerbit tempat saya bekerja. Tulisannya memang rada ngocol walaupun tetap islami. FYI, perusahaan penerbit tempat saya bekerja memang menerbitkan buku-buku dengan tema Islami.

Saya teringat novel tersebut, saat dalam perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan kereta api. Ini kedua kalinya saya menggunakan kereta api ke Jakarta. Dan baru kali ini saya naik kereta api tujuan stasiun Gambir.  Saya bersama tiga teman blogger menyengaja menggunakan moda transportasi kereta api karena kami ingin menikmati perjalanan. Kami sudah membayangkan akan menikmati perjalanan kereta api yang tentunya enggak akan terkena macet, enggak akan mual karena bau mesin, dan tentu saja bonus pemandangan hijau sepanjang perjalanan membuat lebih nyaman.

Perjalanan kurang lebih tiga jam sama sekali tidak terasa. Tempat duduk yang nyaman sembari hati tenang karena ada colokan sehingga tidak takut kehabisan baterai hape dan power bank. Baterai hape yang penuh merupakan senjata kami para blogger saat menghadiri acara. Tentunya enggak saat mendapat undangan hadir dalam sebuah acara, kami ingin memberikan yang terbaik, dong. Kami tahu, undangan dari sebuah brand layak kami apresiasi dengan memberikan yang terbaik juga, misalnya live tweet, posting di media sosial seperti facebook dan instagram, lanjut posting di blog tentunya. Hehehe…kayaknya hal tersebut sudah enggak perlu dipertanyakan, deh.

Oh iya, tiba di stasiun Gambir, jiwa narsis kami muncul dong. Melihat spot-spot lucu buat foto-foto membuat kami langsung pasang aksi dan gaya. Hehehehe … padahal yah diliatin sama orang-orang. Ngapain tuh emak-emak pada narsis foto-foto depan toilet? Hahaha…woles aja, yang penting bisa selfie…

“Ran, nah, kalau mau ke Monas tinggal loncat aja,” ucap Teh Nchie Hani.

“Waaah, beneran, Teh?”

Langsung deh saya ingat novel Monas I’m in Love yang pernah saya edit. Owh,…ternyata kalau mau ke Monas gampang banget, ya. Enggak harus muter-muter, cukup naik kereta api jurusan stasiun Gambir, langsung loncat, deh. Jadi kepikiran deh, suatu saat mengajak anak-anak naik kereta api ke Monas. Fathan pasti suka banget bisa bertualang naik kereta api terus naik Monas, salah satu monumen kebanggaan bangsa Indonesia. Fathan mesti tahu, nih.

Hehehehe … ternyata, kami bertemu rombongan ibu-ibu dari Sumedang yang sengaja naik kereta api ke Monas. Waah, berarti selama ini saya yang kudet alias kurang update. Teh Enchie juga malah katanya sering mengajak Oliv, putri cantiknya, jalan-jalan ke Monas dengan menggunakan kereta api. Kebayang anak-anak akan senang sekali selama perjalanan, apalagi Fathan sangat suka naik kereta api. Lalu bertualang di Monas, sekalian mengenalkan sejarah bangsa Indonesia. Kemudian sorenya bisa langsung pulang ke Bandung. Dan ternyata di dekat Stasiun Gambir masih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, salah satunya Museum Nasional, Masjid Istqlal, dan lain-lain.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

4 Responses

  1. WawanPSirait says:

    Owh dari Sumedang ya Mbak? hehe iya atuh hayu ke Monas.
    Keren Mbak Kerja jadi editor tulisan gitu. mau dong diajarin hehe

  2. Elang Wicakso says:

    Wah iya, di Monas emang seru. Bisa lihat diorama-diorama perjuangan bangsa. Masuk ke Monas juga kudu ngelewatin lorong bawah tanah, spot kece buat selfie itu, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *