Mukena Katun Jepang Pengganti Si Usang Untuk Berlebaran

Mukena Katun Jepang Pengganti Si Usang Untuk Berlebaran

Mukena Katun Jepang Pengganti si Usang Untuk Berlebaran. Itulah aku, si mukena usang tersebut. Sudah lama aku merasa tidak nyaman dengan keadaan diriku yang sudah usang. Warna putihku sudah tidak kentara berganti warna gading menandakan kehidupanku yang sudah lumayan lama. Sebenarnya, aku sudah ingin pensiun. Aku sudah bosan selalu masuk ke rendaman deterjen saat bauku sudah menyengat. Aku sudah lelah menjalani tugasku. Tapi aku tahu, sepertinya  pemilikku –yang biasa dipanggil Bunda oleh dua balita lucu yang selalu menggelayutinya—belum berencana menggantikanku. Entah kenapa, dia begitu menyukai diriku. Padahal udah hampir 10 tahun aku menemaninya beribadah, sejak dia resmi menjadi seorang istri. Ya, aku adalah mukena yang menjadi bagian dari mas kawin yang diterimanya saat ijab Kabul sepuluh tahun lalu. Apakah aku merasa bangga telah menjadi teman ibadahnya? Apakah aku bangga mengantarkannya mendapatkan pahala? Ya…tentu saja aku bangga, tapi aku merasa bahwa tugasku hampir selesai. Namun, ternyata Ramadhan tahun ini aku masih diberi kesempatan menemaninya.

mukena-usang

aku si mukena usang

Ramadhan akan menjadi hari-hari yang sangat sibuk baginya. Ya, sebagai seorang ibu dari dua anak sekaligus istri dan pekerja kantoran, kegiatannya akan semakin padat. Siang hari dia harus tetap memenuhi kewajibannya sebagai karyawan. Di rumah, dia juga harus melaksanakan tugasnya sebagai istri menyiapkan menu berbuka dan menu sahur, sekaligus membangunkannnya saat sahur. Dia pun tentunya ingin memaksimalkan ibadahnya selama di masjid selama malam hari. Aku tahu, dia sering kelelahan menjalani semua aktivitas tersebut. Apalagi, saat malam hari, biasanya dia akan mengikuti kegiatan ibadah rutin, mulai dari shalat tarawih, tilawah Quran, mendengarkan nasihat agama, dan lain-lain. Aku juga tahu dia sering terkantuk-kantuk di mejanya saat siang hari.  Aku lebih memikirkan dirinya dari siapa pun dan aku yakin mukena katun jepang yang cantik akan sangat cocok dikenakannya dan membuatnya lebih nyaman.

Kenyamanan sangat diperlukan saat keresahan menghampirinya. Akulah temannya saat dia merasa resah dengan semua permasalahan yang di hadapinya. Akulah temannya bersujud dan berserah diri tatkala dia merasa sudah tidak ada jalan keluar atas persoalan yang ditanggungnya. Akulah yang dijadikan lap untuk menghapus air matanya tatkala dia menangis pilu mengadukan semua kesedihan dan sakit hatinya. Akulah si mukena usang yang menemaninya hari-harinya. Namun aku tahu tugasku udah hampir selesai, aku harus digantikan oleh mukena katun jepang yang lebih bisa membuatnya lebih nyaman.

Baca Juga Tampil Maksimal di Hari Raya dengan Paket Cantik Spesial Ramadhan DF Clinic

Bulan Ramadhan ini, aku lihat dia lebih mempersiapkan dirinya agar bisa fokus beribadah, bekerja, dan menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu. Persiapan yang dia lakukan memang bukanlah persiapan secara materi tapi lebih ke persiapan mental dan fisik. Aku tahu, sebelum bulan Ramadhan, dia mengikuti workshop TRE atau (Trauma Realese Exercise) sebuah metode pelepasan stres yang memanfaatkan kecerdasan tubuh. Aku lihat, semenjak dia rutin trauma release, dia tampaknya lebih tenang dalam menghadapi  semua gangguan yang dirasakannya. Walau sesekali dia masih suka marah pada si sulung yang ganteng, tapi sudah jauh berkurang daripada sebelumnya. Aku sangat berharap, Ramadhan ini dia merasa lebih bahagia daripada tahun sebelumnya.

Definisi kebahagiaan bagi setiap orang memang berbeda. Namun, aku merasa bahwa baginya kebahagiaan adalah saat dirinya merasa tenang dan damai. Aku pun tahu bagaimana proses pencariannya selama ini sehingga bisa menciptakannya sendiri. Sebuah perjalanan panjang, dan aku bahagia bisa menjadi teman pencariannya. Di atas sajadah dia bersimpuh dengan mengenakan aku, menghadap-Nya, membagi bebannya, mengeluarkan semua kesedihannya. Bahkan, pada malam hari, dia sering melakukan trauma release seusai shalat masih dengan mengenakan aku, si mukena usang. Setelah melakukan trauma release,dia tampak sering lebih ceria dan wajahnya pun terlihat lebih segar. Sungguh, aku bahagia masih bisa menyaksikan proses perbaikan yang dilakukannya. Aku tahu,motivasi dia melakukan itu semua untuk anak-anaknya. Jika dia merasa stres, tidak bahagia, apa yang akan terjadi dengan anak-anaknya? Tentunya mereka akan lebih menderita.

Agar bisa meraih kebaikan selama Ramadhan memang diperlukan persiapan yang tepat. Dengan rutin melakukan trauma release, aku lihat dia lebih fokus dalam menjalani semua kegiatan selama Ramadhan. Pagi hari dia bisa bangun tepat waktu lalu membangunkan anak-anaknya untuk berangkat sekolah, lalu persiapan berangkat kantor sekaligus mengantar ke sekolah. Sore hari, dia akan pulang dalam keadaan lelah karena seharian sibuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai karyawan, dan tentu saja jarak yang ditempuh selama perjalanan pulang dengan semua pernak-pernik kemacetan akan menambah kelelahannya.Tiba di rumah tidak langsung istirahat melainkan menyiapkan menu berbuka puasa. Sehabis maghrib menyiapkan anak-anak untuk berangkat ke masjid melaksanakan shalat tarawih dan mengaji. Baru bisa istirahat pukul 11.00 malam kemudian bangun pukul 03.00 pagi menyiapkan sahur. Itulah rutinitasnya selama dua puluh malam pertama bulan Ramadhan.

ibadah-Ramadhan

Pada sepuluh malam terakhir, kegiatannya akan bertambah dengan melaksanakan itikaf di masjid. Sementara, aku tahu persis, liburan kantor mepet pada H-2 lebaran.  Aku rasa, mukena katun jepang akan menjadi pilihan yang sangat tepat sebagai penggantiku menemaninya beribadah selama bulan Ramadhan. Melihat kepadatan aktivitas yang dilalui setiap bulan Ramadhan memang diperlukan persiapan fisik dan mental.  Salah satu caranya dengan rutin melakukan trauma release 10-15 menit sehari, menyantap menu sehat saat berbuka dan sahur, mengatur pola makan dengan tidak langsung menyantap makanan berat saat berbuka puasa, dan membiasakan meminum perasan jeruk lemon hangat saat bangun tidur sebelum santap sahur.

Persiapan lain yang dilakukannya adalah Brain Gym. Tujuannya adalah untuk menyiapkan cara kerja otak agar selalu ‘ready’ enggak blank dan ngehang. Maklumlah kalau bulan Ramadhan,otak kadang-kadang suka jadi lemot, maklum mungkin kurang asupan makan. Heheheh..itu mungkin kali, ya, kok aku yang hanya mukena soktahu banget, sih. Tapi aku khan sudah menemani dia selama sepuluh tahun. Setidaknya, aku sudah sangat akrab dengannya, tahu apa yang dia pikirkan, ikut merasakan kesedihan atau kebahagiannya. Aku lihat, persiapan yang dilakukannya cukup efektif. Dulu dia sering gagal fokus, sekarang tampaknya dia bisa lebih fokus bahkan bisa menyelesaikan tugas-tugasnya di kantor. Padahal sebelumnya, dia sering banget gagal fokus, sering banget lupa nyimpen barang, dan sering teledor juga.

Harapanku, aku ingin dia bisa berbahagia dan aku sangat berharap Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir aku menemaninya. Bukan…bukan karena aku tidak suka saat bersamanya. Hanya saja, aku sudah sangat usang. Bukankah saat menghadap-Nya, seorang manusia harus mengenakan pakaian terbaiknya? Aku tahu dia sangat sayang padaku dan aku pun sayang kepadanya. Tapi ada saatnya kita harus bisa melepaskan dan menata kembali semuanya dari awal.

“Tak perlu terlalu erat menggenggam sewajarnya saja. Sehingga saat butuh dilepaskan, lebih mudah melepaskannya.” (Silarus, Adjie, 2016).

Itulah aku saat ini, aku sudah siap dilepaskan. Aku ingin dia mengenakan mukena baru yang indah dan cantik saat berbicara dengan-Nya. Aku ingin dia mengenakan mukena yang halus dan nyaman dikenakan saat berkeluh kesah kepada-Nya. Aku ingin kelak dia lebih bisa berbahagia. Aku pun sudah merasa ini adalah saatnya aku untuk istirahat.

Rupanya keinginanku untuk istirahat didengar olehnya. Radarku mengatakan dia akan membeli mukena baru saat menerima THR. Aku tahu pasti, hasrat hatinya untuk mengenakan mukena yang lebih bagus bisa membuatnya nyaman saat berbicara kepada-Nya. Aku sangat…sangat mendukung keinginannya itu karena itu adalah keinginanku juga. Tapi kira-kira di mana dan kapan dia akan membelinya? Sementara aku tahu bahwa dia tidak punya cukup banyak waktu untuk pergi ke mal belanja keperluannya. Setiap keluar rumah, pasti yang dibelinya adalah keperluan keluarga dan keperluan anak-anaknya. Oh, aku tidak perlu khawatir, dia pasti tahu caranya.

elevania-1

pilihan mukena di elevania

Seperti yang aku duga, dia tahu caranya. Dia khan sering belanja online, dan salah satu marketplace pavorit-nya adalah Elevania. Menurutnya, di sana banyak pilihan untuk berbelanja segala kebutuhannya. Harganya pun terjangkau karena sering menawarkan diskon yang menarik. Aku tahu dia sudah mulai mencari mukena yang, aku sangat berharap dia bisa menemukan mukena yang cantik dan cocok untuknya. Aku rasa memang bukan hal mudah menemukan mukena yang cocok untuknya, setelah sekian lama bersamaku. Tapi aku yakin, dia akan segera menemukannya. Apalagi yang aku dengar sih di Elevania itu lengkap produknya. Akan banyak pilihan mukena cantik yang bisa dipilihnya. Dia sudah memilih mukena katun jepang yang sedang tren saat ini. Di Elevania tersedia harga mukena katun jepag asli yang tentunya terjangkau. Aku senang penggantiku adalah si mukena katun jepang yang cantik dan nyaman dikenakan.

pilihan mukena di elevania

pilihan mukena di elevania

Cara belanja di Elevania mudah sekali, tentunya dia tidak akan kecapean, cukup  klik pilihan yang sudah disediakan. Setelah menjatuhkan pilihan, tinggal klik tombol dengan tulisan BELI SEKARANG. Lalu terbuka lembar berikutnya untuk pengisian data pengiriman. Setelah diisi, ada pilihan pembayaran. BIasanya dia membayar lewat ATM, tapi ternyata membayar melalui pospay pun bisa. Pokoknya banyak pilihan pembayaran memudahkan konsumen. Lalu klik transaksi terakhir, aka nada konfirmasi lewat email dan sms. Setelah melakukan pembayaran, lakukan konfirmasi ulang. Selesai, tinggal duduk manis menunggu pesanan.

Cara-Belanja

Aku sangat bahagia, akhirnya, dia menemukan mukena baru cantik yang akan menjadi teman beribadahnya. Tentunya pada Ramadhan yang akan datang, aku sudah tidak lagi bertugas menemani kesibukan ibadah selama Ramadhan. Aku tidak akan lagi mendengar keluh kesahnya, aku juga tidak akan lagi ikut merasakan kesedihan dan kebahagian. Namun, aku sangat bahagia karena sudah menemaninya selama sepuluh tahun terakhir ini. Harapannya, semoga dia semakin bahagia dengan kehidupannya, menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya, dan menjadi istri istimewa bagi suaminya.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

9 Responses

  1. Alhamdulillah akhirnya dapat mukena barunya ya Teh 🙂

  2. echaimutenan says:

    Alhamdulillah mukena baru :* lebih khusyuk berarti besok

  3. Aaakkk…cantikkk

    Mukenanya.

    Ha..ha…
    Sakseis lombanya, Mbak

  4. Indah nuria says:

    Mukenanya cakeee mba.. aku pun pesan mukena baru buat lebaran hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *