Paket Komplet acara HIJAB dari MAZAYA (Beauty Demo, Meet & Greet Artist,NoBar)

IMG_20150117_163450

Saat diberi tahu ada acara dari MAZAYA sama Tian Lustiana, langsung deh bilang oke. Semangat dong ya ada acara keren untuk para perempuan kece. Acara yang diadakan oleh Mazaya ini komplet banget, mulai dari pukul 14.00 WIB s.d 19.00 WIB. Kenapa lama banget? Lha iya lah, acaranya juga komplet dong, ya.

Saya bersama 4 blogger perempuan lainnya – Efi Fitriyyah, Ummi Bindya, Rizka, dan Annisa- janjian di Coffe Bean. Hampir aja kita telat, untungnya masih ketemu dengan mbak Nia sebagai panitia acara. Kita pun langsung dikasih kartu pengenal. Kita pun langsung ke area Trans Studio Bandung dan diberi peralatan beauty demo. Ada palette lengkap, kapas pembersih wajah, bandana. Di atas panggung make up artist sedang merias sang model. Kita para peserta pun mengikuti langkah-langkah yang diajarkan oleh sang tutor.

IMG_20150117_144618

Nah, para peserta pun tampil cantik. Apalagi, bentar lagi kita mau foto-foto bareng sama para pemain film HIJAB. Yeaay…nggak sabar ketemu dengan Carrisa Putri, Mike Lucock, dan Natasha Rizky. Mereka pun muncul, para peserta pun diberi kesempatan untuk tanya jawab dengan para pemain film HIJAB. Selesai acara tanya jawab, acara foto bareng pun datang. Yipieeee… asyiiik banget. Habis acara, kita sempat jalan-jalan dulu di area TSB dan nonton karnaval. Sempet pengen nyoba naik permainan tapi ternyata kitanya udah capek juga. Akhirnya, selesai sholat Ashar kita pun menuju area XXI di TSM.

IMG_20150117_152708

Jadwal film diputar pukul 16.45. Jadi kita nunggu sebentar. Sempat foto-foto juga. Akhirnya, pintu pun dibuka, kita langsung cari tempat duduk sesuai tiket. Oke, sekarang kita bahas filmnya, ya…

Judul Film : Hijab

Genre : Drama Komedi

Durasi : 100 menit

Produksi : Dapur  Film & Ampuh Entertainmnet

Sutradara : Hanung Bramantyo

Para pemain : Zaskia Adya Mecca, Carrisa Puteri,  Mike Lucock, Natasha Rizky, Ananda Omesh, Nino Fernandez, Dion Wiyoko.

Film Hijab dibuka adegan tiga tokoh yaitu Bia, Sari, dan Tata yang sedang testimoni mengenai pengalaman mereka berhijab. Mereka masing-masing bercerita sambil mengenang bagaimana pengalaman pertama mereka berhijab. Dimulai dari pengalaman Sari yang seorang pedagang dan pergi belanja ke pusat belanja oleh-oleh dari Mekah dengan memakai hijab dan cadar. Di sana dia liat-liatan dengan Gamal, seorang keturunan Arab. Beberapa hari kemudian, Gamal langsung datang melamarnya. Sari pun resmi berhijab. Tidak hanya Sari, ibu Sari, tante Sari, dan tetangga Sari pun berhijab.

Lain lagi cerita pengalaman Bia berhijab. Suatu saat Bia ikut ke pengajian tanpa menggunakan hijab. Dia pun merasa salah kostum, pas acara pengajian berikutnya dia datang dengan menggunakan hijab. Tanpa dia sangka ternyata mendapat sambutan dari sang ustadzah. Dia pun resmi menjadi gadis hidayah dan banyak mengisi seminar sebagai pembicara. Dia pun bertemu dengan suaminya yang artis dan resmi menjadi istri seorang artis. Kisah Tata berhijab beda lagi, Tata seorang aktivis di kampusnya. Saking seriusnya sampai rambutnya rontok dan mengalami kebotakan. Dia pun menggunakan turban untuk menutupi rambutnya yang rontok. Dia pun menikah dengan seorang fotografer. Satu lagi sahabat mereka yaitu Anin yang memutuskan tidak berhijab dan belum ingin menikah karena melihat kehidupan Sari, Tata, dan Bia yang seperti terkekang dan harus mengikuti kata suami.

Setiap bulan, empat pasangan itu mengadakan arisan.Mereka membayar arisan dengan menggunakan ‘uang’ suami. Gamal pun nyeletuk bahwa itu arisan para suami. Akhirnya para istri memutuskan untuk membuka bisnis fashion hijab. Tanpa disangka bisnis mereka maju pesat, sayangnya mereka tidak terbuka pada suami masing-masing bahwa mereka sedang berbisnis. Terutama Sari yang sangat takut bilang ke suaminya karena Gamal selalu bilang tugas istri itu di rumah dan haram memiliki penghasilan sendiri. Saat bisnis mereka melesat, para suami malah jobless. Akhirnya, mereka pun ketahuan oleh suami masing-masing. Gamal dan Matnur pergi dari rumah. Anak Tata masuk RS dan suaminya marah besar. Sementara Anin malah asyik dengan impiannya yang ingin pergi ke Paris dan bertemu laki-laki Paris sampai melupakan pacarnya sendiri. Ending film ini cukup mengharu biru dengan diizinkannya para istri untuk berbisnis dan kesadaran dari masing-masing pihak mengenai kesalahan mereka.

Film ini cukup menarik dengan akting para pemainnya yang cukup natural. Para pemeran berusaha mememainkan peran para tokoh dengan apik. Karakter dari masing-masing tokoh pun keluar dengan karakter masing-masing yang unik. Dialog pun natural diiringi dengan dialog lucu atau dialog mengharu biru.

Casting

Film ini selain dibintangi oleh aktris-aktris muda juga dibintangi oleh aktris dan actor senior seperti Meriam Belina, Mathias Muchus, dan actor senior lainnya. Para pemain kawakan ini tentunya sangat natural dalam memerankan peran dan adegan masing-masing. Mereka menunjukkan kepiawaian mereka dalam berakting dengan sangat baik.

Kostum

Ketiga pemeran utama mengenakan hijab dengan model yang berbeda-beda. Sari mengenakan hijab dengan jilbab lebar dan gamis lebar juga. Bia mengenakan hijab modern, stylish, dan modis. Sementara Tata mengenakan hijab model turban. Ketiga model hijab tersebut menggambarkan kepribadian dan cara berpikir mereka masing-masing yang dipengaruhi oleh suami dan keluarga. Kemungkinan ketiga model hijab tersebut mencitrakan beberapa kelompok perempuan berhijab yang memang ada dalam kehidupan nyata. Selain model hijab yang mereka kenakan, penonton juga disuguhi model-model fashion muslim yang keren-keren, colorful, modis, stylish. Hehehe…itu karena ceritanya mereka bertiga pemilik dari butik hijab.

Properti

Property di film ini juga menarik. Setiap pasangan memiliki desain rumah yang berbeda. Dalam beberapa adegan mereka mengadakan arisan secara bergilir di rumah pasangan-pasangan tersebut. Yang paling saya suka adalah desain rumah Tata dan Ujul yang desainnya shabby chic lengkap dengan halaman yang luas dan mobil antic yang keren.  Sementara rumah Bia dan Matnur bergaya modern minimalis lengkap dengan perabot-perabot yang canggih. Rumah Sari bergaya model rumah zaman dulu. Sementara rumah orang tua Anin bergaya mewah dan lengkap dengan kolam renang. Pemilihan rumah pada masing-masing pasangan tersebut tentunya mencerminkan kepribadian para pemilik rumah.

Music

Music sebagai pengiring dalam film ini cukup apik dalam mengiringi setiap adegan. Saat adegan lucu, adegan sedih, adegan tegang selalu diiringi music yang berbeda. Satu lagu  yang paling saya ingat Satu yang Tak Bisa Lepas. Dalam film itu dinyanyikan ulang oleh Andien dengan sangat syahdu. Cukup membuat saya berkaca-kaca karena lagu ini mengiringi beberapa adegan yang memperlihatkan kegalauan para pemain dengan permasalahan masing-masing.

Komentar Pribadi

Melihat dari beberapa karakter yang dimunculkan, konflik, kostum, musik, property, film HIJAB ini seperti ingin menunjukkan beberapa karakter hijab yang memang ada di masyarakat. Baik itu pilihan ketika berhijab ataupun pilihan bagaimana mereka menggunakan hijab disesuaikan dengan karakter dan kondisi mereka masing-masing. Walaupun mereka berempat bersahabat (3 berhijab dan satu tidak berhijab) masing-masing menggunakan hijab dengan model berbeda dan kondisi yang membuat mereka berhijab pun berbeda-beda. Namun, mereka berempat tetap bersahabat dengan pilihan masing-masing. Tidak ada unsur saling memaksakan prinsip masing-masing dalam berhijab.

Hijab sendiri merupakan proses mereka menuju pribadi yang lebih baik. Dalam beberapa scene tampak muncul minuman keras (bir) yang dijadikan suguhan untuk arisan yang menunjukkan walaupun mereka sudah berhijab belum tentu mereka memahami nilai-nilai Islam secara seutuhnya.  Dalam satu scene diperlihatkan Matnur yang galau dan memilih minum-minuman keras dan mabuk untuk mengusir kegalauannya. Padahal istrinya berhijab. Kemungkinannya ingin menunjukkan fenomena seperti ini memang ada, seseorang yang mengaku Islam, menggunakan hijab namun saat tertimpa masalah mereka tidak mencari jawabannya kepada Allah Swt. melainkan melarikan diri dengan minum-minuman keras. Film ini seperti mengingatkan kembali kepada apa tujuan kita berhijab, apakah perilakuk kita sehari-hari sudah menunjukkan bahwa kita berhijab, dan apakah saat ada masalah kita akan mencari Allah sebagai Maha Pemilik Dunia dan Seisinya. So, film ini bisa jadi cerminan buat kita semua untuk kembali melihat diri kita apakah kita sudah benar dalam berhijab.

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

4 Responses

  1. cputriarty says:

    seru juga acaranya ya, bikin pengin kopdar n datang diacara acara keren seperti itu 🙂

  2. wahh asyik banget acaranya,benar2 paket kumplit 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *