Peluang Usaha Peternakan Sapi

design-3.jpg

“Bu, mau nggak punya sapi perah?” seorang rekan sekantor menawarkan sesuatu yang sangat menarik. Memiliki sapi perah dan jadi peternak sapi. Ugh sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Apalagi khan tahu sendiri harga spai itu muahaaaal, pool.

Saya pun tertarik dengan tawaran tersebut. Rekan sekantor saya tersebut memang tinggal di daerah Lembang, bandung. Di sana memang terkenal sebagai sentra penghasil susu sapi murni. Banyak produk susu sapi murni yang dihasilkan dari sana, misalnya youghurt, tahu susu lembang, dan lain-lain. Nah, balik lagi ke tawaran rekan sekantor saya tersebut, ternyata memang keluarganya mengelola usaha peternakan sapi kecil-kecilan. Katanya sih hasil perahan susu dari sapi-sapi yang diternakkannya cukup menghasilkan income yang menjanjikan. Baiklah saya tertarik.

Lalu saya menanyakan masalah harga sapi yang mahal. Saya bilang saya tidak sanggup membeli seekor sapi. Oalaah, ternyata dia mengajak saya untuk investasi, cukup dengan dana yang terjangkau saya sudah bisa memiliki anak sapi yang dipelihara oleh keluarganya. Lalu, nanti hasil perahannya akan dibagi dua. Setiap saat, saya pun bisa menengok sapi yang saya miliki itu. Waaah, kebayang nih anak-anak pasti seneng banget kalau tahu punya sapi dan bisa memelihara sapi.

Berhubung saya punya ketertarikan dengan jenis usaha ini, saya pun cari info tentang per-sapi-an. Hasilnya memang sapi merupakan ternak yang menjadi sumber daging dan susu. Sapi mulai diternakkan sekitar 400 tahun SM. Ada yang tahu enggak sapi berasal dari mana? Ternyata sapi berasal dari Asia Tengah yang kemudian menyebar ke Eropam Afrika, dan seluruh wilayah Asia.

Pusat peternakan sapi di dunia memang ada di negara-negara Eropa seperti Skotlandia, Denmark, Perancis, Switzerland, dan Belanda, lalu negara lainnya seperti Italia, Australia, Afrika, dan Asia khususnya India dan Pakistan. Pantesan pernah lihat iklan salah satu produk susu yang mengklaim dihasilkan dari peternakan sapi di salah satu negara Eropa tersebut.

Selama ini saya tidak pernah tahu jenis sapi, saya hanya tahu sapi. Ternyata secara garis besar, terdapat dua kelompok bangsa-bangsa Sali (Bos) yaitu yang berasal dari sapi Zeb (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk berasal dan tersebar di daerah tropis. Kelompok kedua adalah Bos primigenius yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus. Nah, untuk sapi perah sendiri yang paling banyak dipelihara karena termasuk sapiperah unggul adalah sapi Shorhorn dari Inggris, sapi Friesian Holstein dari Belanda, Sapi Yersei dari selat Channel yaitu selat anatara Inggris dan Perancis, sapi Brown Swiss dari Switzerland, sapi Red Danish dari Denmark, dan sapi Droughtmaster dari Australia. Sepertinya saya menanyakan sapi yang keluarganya ternakan jenis apa dan berasal dari mana.

Tentunya saya pun ingin peternak sapi di negeri sendiri menjadi tuan di negeri sendiri. Para peternak sapi bisa menghasilkan susu segar yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan susu masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, saya mendukung jika ada gerakan pemberdayaan peternakan sapi. Karena dengan berkembangnya  usaha peternakan sapi di negeri sendiri membuka peluang usaha yang besar bagi paar peternak sapi.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *