Penanganan Korban Kabut Asap Oleh RGE

http://www.inside-rge.com/wp-content/uploads/2015/12/Asian-Agri-task-force-offering-masks-to-motorists-source-GoRiau.jpg

http://www.inside-rge.com/wp-content/uploads/2015/12/Asian-Agri-task-force-offering-masks-to-motorists-source-GoRiau.jpg

Upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan boleh sudah dilakukan. Namun, api masih muncul karena beragam sebab. Akibatnya bencana kabut asap sulit dihindari. Menyikapi kondisi ini, Royal Golden Eagle (RGE) berusaha memberikan respons dengan memberi bantuan bagi para korban.
Belakangan kabut asap menjadi problem yang amat menganggu. Pada 2015, intensitasnya begitu tinggi. Ini berakibat fatal. Kawasan Sumatera dan Kalimantan tertutup asap yang merugikan banyak pihak.
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, bahkan mencatat bencana kabut asap yang terjadi pada 2015 merupakan yang terparah sepanjang sejarah. Levelnya melebihi insiden serupa yang terjadi pada 1997.
Melihat kondisi memprihatikan tersebut, Royal Golden Eagle tidak diam berpangku tangan. Grup yang dididirikan dengan nama Raja Garuda Mas ini mengambil peran aktif dalam penangangan korban.
Sejumlah aksi akhirnya dilakukan oleh beberapa anak perusahaan RGE untuk membantu korban. Asian Agri salah satunya. Perusahaan yang berkecimpung dalam industri kelapa sawit ini segera mendirikan sejumlah pusat kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pada Desember 2015, Asian Agri tercatat membangun sembilan klinik di sembilan desa di kawasan Pelalawan, Riau. Desa-desa tersebut adalah Desa Segati, Desa Sotol, Desa Penarikan, Desa Padang Luas, Desa Langgam, Desa Tambak, Desa Gondai, Desa Langkan, dan Desa Delik. Di sana anak perusahaan Royal Golden Eagle ini membuka pengobatan gratis bagi para korban kabut asap.
Bukan hanya itu, Asian Agri juga membuka klinik di sejumlah area perkebunan miliknya. Ini dilakukan untuk mendukung para warga sekitar yang terdampak bencana kabut asap. Sama seperti klinik di sembilan desa lain, anak perusahaan RGE ini membebaskan biaya untuk semua pengobatan.
Dalam pelaksanaan, Asian Agri berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan setempat. Tentu saja langkah itu disambut baik oleh pemerintah daerah maupun departemen kesehatan. Pasalnya, mereka amat membutuhkan dukungan swasta untuk melayani pengobatan masyarakat yang menjadi korban kabut asap.
Nilai lebih klinik yang didirikan oleh Asian Agri adalah biaya pengobatan yang digratiskan. Ini sangat membantu masyarakat kurang mampu yang menjadi korban.
“Kegiatan pengobatan gratis bagi korban asap tentu hal yang memang saat ini dibutuhkan warga,” ujar Kepala Puskemas Kecamatan Pelalawan, Firdaus Putra SKM, seperti dikutip dari VIVA.co.id.
Selain mendirikan klinik untuk pengobatan, Asian Agri juga aktif membagikan masker yang amat dibutuhkan oleh para korban kabut asap. Asian Agri memilih memfokuskan pembagian masker ke sejumlah kawasan pedesaan. Sebab, banyak pihak yang membutuhkannya, namun warga kesulitan memperoleh masker. Langkah ini akhirnya disambut baik oleh para warga desa.
“Kami ini lebih layak dibantu dibanding warga di kota. Mereka orang mampu, kami di desa orang miskin,” kata Ismawati, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Kampar, kepada VIVA.co.id.
Bersamaan dengan itu, Asian Agri juga membagikan sejumlah vitamin dan air mineral kepada warga. Dua hal ini juga amat diperlukan sebagai pendorong daya tahan tubuh. Pasalnya, dalam kondisi bencana kabut asap, ketahanan fisik amat diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Warga desa yang mendapat bantuan merasa senang ada kepedulian dari pihak swasta seperti yang dilakukan oleh Asian Agri. Mereka menilai uluran tangan seperti ini amat bermanfaat. Warga langsung bisa merasakan kegunaannya.

LANGKAH ANAK PERUSAHAAN LAIN

http://www.inside-rge.com/wp-content/uploads/2015/12/Free-medical-services-for-the-community-source-Jambstyle.jpg

http://www.inside-rge.com/wp-content/uploads/2015/12/Free-medical-services-for-the-community-source-Jambstyle.jpg

Asian Agri bukan satu-satunya anak perusahaan Royal Golden Eagle yang turun langsung membantu korban kabut asap. APRIL Group yang berkecimpung dalam industri pulp dan kertas ikut terlibat.
Sama seperti Asian Agri, APRIL juga mendirikan sejumlah klinik kesehatan. Pengobatan yang dilakukan juga dibebaskan dari biaya sehingga siapa saja bisa memanfaatkannya.
Namun, langkah yang dilakukan oleh APRIL ini terbilang unik. Koordinasi aksi dilakukan oleh para karyawan anak perusahaan RGE itu yang menjadi sukarelawan.
Di dalam tubuh APRIL, para karyawan ternyata berhimpun untuk melakukan beragam kegiatan sosial. Mereka sering mengadakan aksi donor darah atau penggalangan dana untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan.
Mereka pula yang akhirnya melakukan pengaturan aksi penanganan korban kabut asap. Selain mendirikan posko kesehatan, para karyawan APRIL yang menjadi sukarelawan juga membagikan masker, air mineral, hingga vitamin ke masyarakat.
Salah satunya dilakukan oleh unit bisnis APRIL, PT Riau Andalan Pulp & Paper. Pada 2 Oktober 2015, mereka memberikan sumbangan 10 ribu masker sensi dan seribu masker N-95 kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Nantinya masker itu akan dibagikan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Langkah ini mendapat dukungan dari manajemen APRIL. Mereka sadar bahwa hal ini merupakan perwujudan dari filosofi bisnis Royal Golden Eagle.
Perusahaan yang awalnya bernama Raja Garuda Mas ini memiliki prinsip kerja yang dikenal sebagai 5C. Di dalamnya terkandung kewajiban bagi perusahaan agar menjadikan operasionalnya bermanfaat bagi pihak lain khususnya masyarakat dan negara. Beragam kegiatan penanganan korban kabut asap merupakan perwujudan nyata dari prinsip 5C.
Selain penanganan para korban, bencana kabut asap dimanfaatkan oleh Royal Golden Eagle untuk memberi penyadaran tentang bahaya kebakaran. RGE berupaya membuka mata warga bahwa penting sekali untuk menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman api.
Asian Agri melakukannya dengan menggagas pembentukan Masyarakat Peduli Asap (MPA). Ini adalah sebuah kegiatan yang memberdayakan warga untuk peduli terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan.
Melalui MPA, Asian Agri membekali masyarakat dengan sejumlah alat dan pelatihan untuk pemadaman api. Ini penting sebagai langkah antisipasi supaya kebakaran tidak terjadi.
Sementara itu, Asian Agri melalui unit bisnisnya, PT Inti Indosawit Subur, membuat Emergency Response Team. Mereka diberi tugas untuk mendeteksi titik api dan segera melakukan reaksi ketika ada kebakaran.
Oleh Asian Agri, Emergency Response Team ditempatkan di sejumlah desa yang dianggap rawan. Mereka akhirnya melakukan patroli di berbagai kawasan secara rutin.
Langkah Asian Agri nyaris mirip dengan APRIL. Anak perusahaan RGE ini juga memilih pendekatan antisipatif supaya kebakaran tidak terjadi. Mereka mengagas program Desa Bebas Api yang melibatkan masyarakat dalam pencegahan kebakaran.
Dalam program Desa Bebas Api ini, APRIL mengajak masyarakat desa mengamankan wilayahnya dari kebakaran selama setahun. Jika mampu, insientif senilai antara Rp50 hingga Rp100 juta diberikan kepada desa. Nantinya desa bisa memanfaatkannya untuk kepentingan publik seperti pemberdayaan masyarakatnya atau membangun infrastruktur yang diperlukan.
Kegiatan diharapkan akan menurunkan jumlah kebakaran lahan dan hutan. Hal itu memang sudah terbukti nyata. Program Desa Bebas Api telah mampu mengurangi tingkat kebakaran.
Meski begitu, kesiapan untuk antisipasi kebakaran terus dilakukan. Semua tim di Royal Golden Eagle telah bersiaga untuk segera bereaksi ketika api menjalar di lahan dan hutan. Selain berusaha memadamkannya, langkah penanganan para korban juga disiapkan. Kondisi ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah korban yang hadir akibat bencana kabut asap yang mungkin hadir sebagai imbas kebakaran.

Sumber : http://www.sukantotanoto.com/id/

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

14 Responses

  1. Tim Royal Golden Eagle ini keren ya selalu bersiaga

  2. Uwien Budi says:

    Kalau pas lihat berita kebakaran itu, suka sedih. Kebayang sesaknya.

    Sukses selalu buat RGE

  3. Zia says:

    Salut untuk RGE memiliki Emergency Response Team yang ditempatkan di sejumlah desa yang dianggap rawan. Mereka cukup responsive dan selalu siaga.

  4. susie ncuss says:

    Baru denger yg namanya RGE, hehehe
    Membantu banget di negara kita yg rawan bencana.

  5. Keren pisan RGE, sellau siap siaga membantu korban bencana

  6. Ida Tahmidah says:

    Baru tau tentang RGE..terima kasih informasinya 🙂

  7. Kebayang anak-anak pada sesek napas. Semoga kabut asap suatu hari akan hilang 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *