Pentingnya Edukasi Asuransi Jiwa dan Kesehatan Bagi Masyarakat

Pentingnya Edukasi Asuransi Jiwa dan Kesehatan Bagi Masyarakat

Pentingnya Edukasi Asuransi Jiwa dan Kesehatan Bagi Masyarakat. Suara tangis terkurung di udara sehingga menyebarkan pilu yang sama. Tatap mata polos memegang jemari sang ibu yang menangis meraung karena kehilangan. Pasangan hidup yang sekian tahun menjadi sandaran telah tiada menyisakan kegamangan masa depan. Sementara ada sosok polos yang perlu dipikirkan masa depannya. Dunia seakan runtuh apalagi tidak ada yang bisa diandalkan.

Itulah kepedihan yang dirasakan seorang istri yang baru ditinggalkan suaminya. Itu peristiwa yang saya saksikan tidak berapa lama. Sungguh, saya faham dengan kesedihan dan kegamangannya. Siapa yang tidak kaget jika harus kehilangan mendadak, saat semuanya tidak ada persiapan. Gambaran itulah yang membuat saya harus bertindak. Tiada yang tahu apa yang terjadi masa depan, apakah saya bisa menemani anak-anak saya tumbuh besar? Apakah saya bisa mendampingi mereka dalam tahap-tahap perkembangannya. Apakah saya bisa mengantarkan mereka menuju kedewasaan dan kemandirian? Berkecamuk seribu tanya dalam diri.

BacaJuga: Dari Celengan sampai Investasi Menuju Financial Revolution Bersama KlikMAMI Manulife

Dari peristiwa yang saya saksikan saat itu membuat saya memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa dan kesehatan. Hal ini saya lakukan karena kecintaan saya terhadap anak-anak yang telah Allah Swt. titipkan kepada saya. Setelah masa menunggu tujuh tahun, rasanya tidak pantas jika saya tidak menjaga mereka. Tujuh tahun bukanlah waktu sebentar, hingga akhirnya Allah memercayakan dua buah hati kepada kami. Kadang muncul rasa bersalah jika saya tidak menjaga mereka seutuhnya.

Salah satu upaya saya dalam menjaga keduanya adalah dengan meminimalisasikan risiko yang terjadi kepada mereka. Ya, saya tidak pernah tahu masa depan akan seperti, alangkah baiknya khan jika saya mempersiapkannya. Alasan itulah yang membuat saya membulatkan hati membeli produk asuransi. Walaupun banyak suara sumbang terdengar terkait keputusan tersebut, saya tetap menguatkan hati. Saya hanya berpkir apakah suara sumbang tersebut akan menolong kami jika kami kesulitan?

Produk asuransi memang masih menjadi produk  yang tidak terlalu mudah penyerapannya di pasar Indonesia. Hal tersebut terkait kesadaran dari masyarakat untuk menjaga risiko yang bisa terjadi. Seringkali orang beranggapan, ‘masa depan gimana nanti aja,” atau  “ngapain beli produk asuransi,buang-buang uang,uangnya khan untuk perusahaan asuransi dan agennya,”, dan masih banyak suara-suara miring tentang asuransi. Wahai bapak ibu, ketahuilah, saat saya mengobrol dengan sebuah keluarga yang ditinggalkan tulang punggung keluarga tersebut, betapa mereka berterima kasih saat agen asuransi datang dan menyerahkan uang pertanggungan yang jumlahnya cukup sebagai bekal mereka melanjutkan kehidupan.

Seringkali orang langsung balik badan saat dikunjungi agen asuransi yang menawarkan produknya. Mereka merasa sedang ditodong, sungguh jika mau sedikit saja mendengarkan penjelasan mereka, mungkin ada beberapa manfaat yang bisa diambil. Saya bukanlah agen asuransi, tapi saya percaya dengan agen asuransi yang sudah menjual produknya kepada saya dan keluarga. Sejauh ini, ada beberapa musibah yang teratasi setelah kami memiliki produk asuransi.

Saat Si Kecil Sakit

Anak pertama saya –Fathan— sewaktu kecil tiba-tiba mengalami demam tinggi. Kami segera membawanya ke UGD. Padahal saat itu, kami tidak memegang uang sepeser pun. Namun, karena kami memiliki kartu asuransi, kami bisa mendapatkan pelayanan dari rumah sakit. Alhamdullillah, anak kami mendapatkan penanganan dari rumah sakit.

Saat Suami Operasi

Tahun 2017 memang tahun yang luar biasa bagi kami sekeluarga. Awal tahun, suami terdiagnosis memiliki batu di kantung empedunya. Batu itu ukurannya sudah besar, kira-kira sebesar buah kurma. Dokter menyarankan operasi. Kami sudah kebayang dengan biaya operasi yang tinggi. Dari mana kami mendapatkan uang puluhan juta untuk biaya operasi. Alhamdulillah dengan masalah tersebut teratasi karena suami memiliki polis asuransi.

Ya, beberapa kali kami bisa mengatasi masalah yang terkait dengan kesehatan. Saya sekeluarga bersyukur, saat kami tertimpa musibah kami tidak harus merepotkan orangtua, kami tidak harus cari uang pinjaman untuk biaya rumah sakit.

AIAS9857

Foto sekeluarga setelah suami keluar dari ruah sakit sehabis operasi batu empedu

 

Jujur, saya pun sering sebal jika mendapat telpon dari nomor yang tidak dikenal dan menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan. Namun, saya tahu,itu adalah pekerjaan mereka. Naun, ada juga ternyata yang merasa penasaran dengan asuransi tapi nggak mau tanya ke agen asuransi karena ada kekhawatiran harus membeli polis asuransi. Nah hal tersebut ditangkap oleh salah satu perusahaan asuransi membuat website dan aplikasi yang berisi informasi tentang asuransi. Orang yang ingin tahu tentang asurnasi cukup berkunjung ke website dan mengajukan pertanyaan umum seputar asuransi. Tanpa ada paksaan untuk menjadi nasabah. Menurut saya itu adalah salah satu kreativitas dari perusahaan asuransi dalam mengedukasi masyarakat mengenai asuransi.

Umumnya, masyarakat mengetahui tentang asuransi dari agen-agen asuransi. Ternyata, tidak hanya agen lho yang menyalurkan atau mendistribusikan produk asuransi. Ada dua cara pemasaran yaitu saluran pemasaran langsung dan saluran pemasaran tidak langsung. Saluran pemasaran langsung biasanya dilakukan oleh staf marketing perusahaan, agen name service. Pemasaran langsung biasanya dilakukan dengan cara surat langsung, intenet, iklan meda cetak, televise, radio, dan telesales. Sementara itu, pemasaran tidak langsung biasanya dilakukan oleh konsultan, broker, dan agen.

Saya jadi ingat, dulu pernah mendapatkan penawaran langsung dari marketing perusahaan asuransi saat saya membuka rekening di salah satu bank terkemuka di Indonesia. Saat itu, pihak marketing langsung menawarkan produk asuransinya.

Sesungguhnya, alasan pertama saya membeli produk asuransi jiwa dan kesehatan sangatlah sepele. Bukan karena saya sudah teredukasi tentang pentingnya asuransi bagi keluarga. Namun, karena saya tidak enak dengan agen asuransi yang sudah menawarkan produknya. Saya mengenalnya dengan baik. Setelah saya menjadi nasabahnya, ternyata saya tetap mendapatkan pelayanan dan bantuan darinya. Terutama saat harus bolak-balik ke umah sakit, dia dengan baiknya mau mengurusi hal-hal yang terkait klaim asuransi. Jadi, saat itu saya membeli polis asuransi melalui saluran pemasaran tidak langsung. Bukan masalah besar karena saya tetap mendapatkan manfaat dari asuransi dan bahkan pelayanan baik dari sang agen.

Oh iya, saya pernah mengalami kejadian lalai dalam membayar polis asuransi. Awalnya sekali lupa, eh keterusan. Hingga akhirnya polis saya lapse alias tidak aktif lagi. Sungguh aya kaget saat harus membayar sejumlah uang tertunggak jika ingin mengaktifkan polis saya lagi. Berhubung ada peasaan sayang jika polis saya tidak aktif sementara jumlah premi yang sudah saya masukkan sudah lumayan.Akhirnya saya membayar premi yang tertunggak. Saya tidak mau mengalami kejadian serupa karena lumayan mengosongkan tabungan. Akhirnya saya mengaktifkan fitur autodebit. Dengan begitu, saya lebih mudah membayar premi asuransi dan terhindar dari risiko lapse.

Ternyata fitur atutodebit merupakan salah satu fitur hasil kerja sama antara perusahaan asuransi dengan bank. Kerja sama itu disebut Bancassurance yang merupakan kerjasama bank dan perusahaan asuransi untuk mendistribusikan produk asuransi. Kita bisa membeli berbagai jenis produk asuransi melalui Bancassurance. Tujuan kerja sama ini untuk memberi pelayanan khusus bagi nasabah bank untuk mendapatkan informasi dan membeli produk asuransi. Salah satu pelayanannya ya itu tadi memudahkan dalam pembayaran premi asuransi. Para nasabah dapat membayar asuransi secara otomatis atau autodebit melalui rekening tabungan atau kartu kredit. Fasilitas ini meminimalisirkan keterlambatan pembayaran premi sehingga tidak terjadi lapse.

Perbankan berperan cukup besar dalam pertumbuhan asuransi bahkan menjadi salah satu strategi bisnis yang dijalankan perusahaan asuransi. Saya pribadi pun sebagai nasabah sudah merasakan manfaatnya.

Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap asuransi memang diperlukan edukasi-edukasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sekarang zamannya internet, sehingga informasi komprehensif mengenai asuransi bisa diberikan melalui website. Agar pelayanan lebih menyeluruh dan menyentuh masyarakat, perusahaan asuransi lebih mendekatkan dirinya dengan masyarakat melalui layanan customer service yang siap setiap saat, layanan v-chat, video call online. Bahkan, perusahaan asuransi pun secara kreatif lebih mendekatkan diri melalui sosial media seperto facebook dan twitter. Tidak ketinggalan, teknologi digital pun dirambah dengan membuat aplikasi yang berisi informasi dan bahkan promo poin bagi nasabah. Saya beberapa kali mendapat promo poin dari perusahaan asuransi. Lumayanlah poin-poin itu bisa ditukar dengan tiket nonton atau bahkan voucer makan. Hehehehe…

Pendekatan lain yang dilakukan oleh perusahaan adalah mengelola komunitas. Hal tersebut dilakukan untuk membangun awareness di masyarakat. Caranya dengan melakukan edukasi asuransi jiwa dan kesehatan kepada masyarakat sehingga seluruh segmen masyarakat bisa memiliki pengetahuan mengenai manfaat asuransi dan keuangan.

Saya sih senang-senang saja karena memang sudah merasakan manfaat dari poli asuransi yang saya miliki. Saya berharap semakin banyak keluarga di Indonesia yang memahami manfaat asuransi dan meminimalkan risiko-risiko di masa depan.  Sehingga bagi saya Pentingnya Edukasi Asuransi Jiwa dan Kesehatan Bagi Masyarakat.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

8 Responses

  1. lendyagasshi says:

    Kadang mencari asuransi itu seperti mencari jodoh yaa teh….
    Harus pas.
    Agennya amanah, perusahaan asuransinya juga yang bonafit.

  2. kalau ada yang bilang “Sehat itu Mahal” benerrr banget! saya juga sebisa mungkin menjaga kesehatan supaya gak sakit.. tapi da aku mah apa atuh, manusia yang pasti bisa sakit. Alhamdulilah kita semua pake BPJS dan rutin membayar setiap bulan. Sehingga hampir semua urusan sakit sudah dicover oleh BPJS, mulai dari anak yang dirawat seminggu karena infeksi kelenjar usus, saya melahirkan dan operasi Tumor payudara, suami periksa gigi semua gratis tis pake bpjs hehehe..

  3. Ayu says:

    Setuju banget, ran.. makanya pemerintah jg sampe bikin bpjs saking sadarnya bahwa jaring pengaman itu penting..

  4. @nurulrahma says:

    Asuransi ibarat kita beli payung. Walau ga hujan, keberadaan payung super penting buat jaga2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *