Perempuan Berpolitik, Kenapa Tidak?

Perempuan Berpolitik, Kenapa Tidak? Itulah yang terlintas di pikiran saya begitu menginjakkan kaki di  Kota Jambi dan berkenalan dengan salah seorang Calon Wakil Gubernur Jambi, yaitu Ibu Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli. Beliau adalah satu-satunya perempuan yang saat ini bertarung di Pilkada provinsi Jambi.

Sejak reformasi, jalan politik bagi seorang perempuan memang terbuka lebar. Saat ini, sudah banyak perempuan yang tercatat sebagai pemimpin daerah. Tercatat beberapa nama politikus perempuan yang namanya menguar ke udara, di antaranya Ibu Risma yang menjabat sebagai walikota Surabaya.

Sebelum mengenal ibu Hj. Ratu Munawaroh secara dekat, saya termasuk orang yang tidak begitu suka dengan politik. Bagi saya politik itu kejam. Seringkali membaca berita miring mengenai politik. Saya lupa, bahwa para tokoh politik bangsa inilah yang membentuk negara ini. Bung Karno dan Bung Hatta dikenal sebagai seorang politikus andal yang bahkan namanya dikenal sampai ke luar negara. Sehingga, sedikit demi sedikit sikap antipasti saya terhadap politik pun berkurang. Saya sadar, semuanya bagai mata pisau, ada sisi negatif tapi ada sisi positif juga.

Kembali pada topik yang saya bicarakan di sini, perempuan berpolitik memang sudah mulai terbuka sekarang. Kita pun sudah melihat nama-nama perempuan di jajaran politikus yang duduk sebagai wakil rakyat di Gedung DPR RI. Kita pun tidak bisa menutup mata banyak perempuan hebat juga yang menorehkan prestasi di dunia politik. Bahkan, jajaran Menteri pun sudah menaruh banyak tokoh politik perempuan yang melaksanakan tugasnya membantu presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Komposisi jumlah politikus perempuan dan laki-laki memang belum sama banyak. Dominasi kaum Adam di dunia politik masih terlihat. Namun, jalan untuk politikus perempuan pun sudah terbuka lebar.

Siapa Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli?

Di awal artikel ini, saya sudah menyebutkan nama Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli. Beliau adalah istri dari mantan Gubernur Jambi dua periode yaitu Bapak H. Zulkifli Nurdin. Sewaktu menjabat sebagai gubernur Jambi, beliau banyak menorehkan prestasi bagi Provinsi Jambi. Sebagai tokoh politik, beliau dicintai oleh masyarakat Jambi. Saat beliau meninggal dunia, masyarakat Jambi pun berduka.

Ibu Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli sudah mendampingi suaminya sebagai gubernur Jambi sejak usia yang sangat muda, yaitu usia 22 tahun. Selama mendampingi suaminya bertugas, ibu Hj. Ratu Munawaroh pun melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin para perempuan di Provinsi Jambi. Beliau menjabat sebagai Ketua PKK Provinsi Jambi dan Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jambi. Sejak usia beliau, beliau sudah ditempa sebagai pemimpin dengan mendampingi suaminya bertugas sebagai gubernur. Di usianya yang masih sangat muda, beliau sudah terjun ke masyarakat, membantu para perempuan di Jambi untuk terus maju dan bangga sebagai bagian dari masyarakat Jambi.

Selama menjabat sebagai Ketua PKK, beliau menorehkan prestasi mendapat juara nasional PKK selama dua tahun berturut-turut. Beliau pula yang mengangkat tekuluk, yaitu penutup kepala khas perempuan di Jambi ke ajang nasional. Prestasi yang patut dibanggakan. Sekarang, di Jambi, orang melihat tekuluk akan langsung teringat dengan ibu Hj. Ratu Munawaroh.

Perkenalan Saya dengan Ibu Hj. Ratu Munawaroh

Sebenarnya, sudah sejak lama saya mendengar nama beliau dari perbincangan keluarga. Namun, baru beberapa bulan ke belakang, saya berkenalan langsung dengan sosoknya yang cantik dan sangat ramah. Beliau memang terkenal dengan sikapnya yang ramah dan santun kepada siapa pun. Kesederhanaan pun terpancar di wajahnya yang cantik tanpa polesan makeup yang tebal. Kecantikannya tetap terpancar di usianya yang sudah berkepala empat.

Di balik sikapnya yang ramah, terdapat tekad yang sangat kuat untuk memajukan masyarakat Jambi. Cita-citanya adalah Provinsi Jambi bisa bersaing dengan provinsi di Indonesia. Beliau merasa, Provinsi Jambi banyak ketinggalan jika dibandingkan dengan Provinsi lain di Indonesia. Bahkan, di Pulau Sumatera pun, Provinsi Jambi masih ketinggalan kemajuannya dengan Provinsi Lampung Sumatera selatan, Sumatera Utara, dan Nangroe Aceh Darussalam. Oleh karenanya, beliau sangat ingin memajukan Provinsi yang total jumlah penduduknya 3.624.579 jiwa pada tahun 2018 ini, jumlahnya masih jauh jika dibandingkan dengan beberapa daerah di Pulau Jawa.

Menurut Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli, Provinsi Jambi memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa. Di Provinsi Jambi terdapat banyak wisata alam yang sangat indah dan tidak kalah dengan provinsi lain. Kerinci menjadi primadona wisata di Jambi dengan keindahan Gunung Kerinci dan suasana alamnya yang sangat indah. Kuliner Jambi pun sangat beragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Bahkan, menurut saya durian Jambi tuh lebih enak lho daripada durian Palembang, hehe.

Batik Jambi memiliki keindahan motif dan pola tersendiri. Sayangnya memang orang belum banyak yang mengenal batik Jambi. Padahal kualitas dan keindahannya tidak kalah dengan batik-batik dari daerah lain.

Perempuan cantik yang pernah duduk sebagai anggota DPR RI ini memiliki cita-cita yang sangat luhur yaitu memajukan provinsi Jambi dan menjadikannya setara dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Beliau juga sangat ingin meneruskan pembangunan provinsi Jambi yang dulu dirintis oleh almarhum suaminya. Untuk mencapai cita-cita tersebut, perempuan terkenal dengan kesederhanaannya ini pun terjun ke panggung politik dan sekarang sedang bertarung di Pilkada Jambi.

Kegiatannya setiap hari sangat padat. Beliau mengunjungi beragam kantong masyarakat yang mendukungnya. Tanpa Lelah, beliau menyapa masyarakat Jambi lebih dekat, mendengarkan keinginan dan aspirasi dari masyarakat Jambi. Semuanya beliau lakukan demi bisa mewujudkan impiannya untuk membawa Jambi ke arah kemakmuran dan kemajuan.

Jadi, perempuan berpolitik, kenapa tidak? Bukankah perempuan pun bisa berkontribusi untuk lingkungan, baik itu dalam skala kecil maupun besar. Politik menjadi salah satu jalan, agar perempuan bisa berkontribusi untuk masyarakat. Kontribusi perempuan tidak terbatas hanya dalam ranah keluarga tapi juga sudah melebar ke ranah umum, bahkan ke ranah politik. Politik bisa dipandang keras dan kejam tergantung sudut pandang kita. Jika kita mengenalnya lebih baik dan berjalan di dalamnya, mungkin kita bisa melihat banyak kebaikan dan juga membawa kebaikan, bagi diri dan lingkungan.

Dari beliau, saya banyak belajar. Sebagai perempuan, saya bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat. Untuk saat ini, saya memang hanyalah sebagai seorang ibu rumah tangga yang disibukkan dengan urusan domestic. Namun, saya yakin, akan datang saatnya, saya bisa memberikan kontribusi yang lebih besar untuk lingkungan. Saat ini, mungkin kontribusi saya masih dalam skala kecil. Tapi, insya Allah saya yakin dari hal kecilah semua berasal dan membentuk gulungan-gulungan kebaikan, jika kita melakukannya dengan niat luhur dan hati ikhlas.

Selamat berjuang ibu Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli. Langkahmu masih panjang, tapi saya yakin dengan niat yang luhur dan ikhlas, semua cita-citamu akan tercapai tentunya dengan usaha yang keras.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

9 Responses

  1. Li Partic says:

    Dulu beliau mendampingi suami jadi gubernur di usia 22, berarti sekarang usia berapa ya mbak?

  2. Perempuan berpolitik terkadang dibutuhkan agar isu-isu menyangkut perempuan bisa diangkat ke permukaan ya Mba.. karena perempuan lebih tau apa inginnya perempuan lain..

  3. Mbak Avy says:

    perempuan harus energik dan pintar
    sekarang banyak tempat untuk perempuan juga tampil di kancah politik
    salut dengan beliau ya mbak
    masih muda, cantik, pintar dan multitalenta

  4. Ria Nugros says:

    kagum deh dengan perempuan Indonesia saat ini, sudah mulai banyak yang merambah ke dunia politik, seperti ibu Ratu ini keren deh

  5. Nia Haryanto says:

    Bener banget, perempuan atau laki-laki boleh aja berpolitik ya. Palingan yang selama ini membuat perempuan jarang berpolitik adalah anggapan dunia politik itu keras. Ya memang, untuk berpolitik, harus siap mental. Tekanannya wuih, gak kebayang kalo sama saya mah. Dan salut buat yang berani. Sukses untuk Bu Hj. Ratu Munawaroh Zulkifli. Semoga bisa amanah dan menjadi teladan 🙂

  6. Arda Sitepu says:

    Senang banget dengan dunia perempuan yang berprestasi dan mampu melihat visi yang benar dalam hidup. Semoga semakin banyak perempuan yang berkarya di dunia politik mbak.

  7. Dian says:

    Setuju.
    Perempuan harus melek politik minimal…
    Biar bs memperjuangkan hak haknya

  8. Perempuan berpolitik, saya sih oke oke aja. Selama memang ada kompeten dan luwes menjalankan nya. Apalagi jika orang tersebut memang punya pengaruh terhadap daerahnya. Jika demikian memang seperti itulah yang dibutuhkan.

  9. Jaman sekarang banyak perempuan yang ikut turut serta dalam kegiatan politik, bahkan gak sedikit yang menjadi anggota MPR DPR, jadi memang ada baiknya perempuan melek politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *