Persamaan dan Perbedaan Zakat, Infak, dan Sodaqoh

zakat, infak, dan sodaqoh

Persamaan dan Perbedaan Zakat, Infak, dan Sodaqoh mungkin masih ada beberapa yang bingung mengenai hal itu, termasuk saya. Oleh karenanya, saya mencari tentang materi tersebut agar bisa lebih faham dan juga bisa menjelaskan kepada anak-anak. Apalagi sekarang khan bulan Ramadhan, bulan yang tepat melakukan banyak amalan baik karena akan berlipat ganda pahalanya, termasuk amalan zakat, infak, dan sodaqoh.

Saya mulai dari pengertian zakat, infak, dan sodaqoh. Zakat berasal dari kata zaka yang artinya suci, tumbuh, dan berkembang. Nah, jika diartikan secara syarat, zakat berarti harta yang wajib dikeluarkan kepada orang yang berhak menerimanya karena telah memenuhi syarat. Zakat disebut juga sebagai pembersih diri dan harta dari kemungkinan didapat dari cara yang tidak halal.

Sementara itu, infak merupakan kegiatan mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan yang maslahat. Dalam infak tidak ada nishab (syarat yang mesti dipenuhi).

Seperti dalil dalam surat Ali Imran ayat 134 di bawah ini.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran, 3:134)

Jadi infak itu bisa dilakukan siapa saja, baik dalam keadaan berkecukupan ataupun keadaan sempit.  Infak juga artinya menafkahhan harta benda di jalan Allah. Melaksanakan ibadah infak tidak akan mengurangi harta malah akan menambah harta. Sehingga banyak orang yang walaupun dalam keadaan sempit tetap berinfak karena mengetahui keutamaan infak.

Lain halnya dengan sodaqoh yang artinya pemberian yang sifatnya untuk kebaikan, baik berupa barang maupun jasa kepada orang lain tanpa harapan adanya imbalan apa pun  melainkan mengharapkan rido Allah Swt.

Ketentuan infak dan sodaqoh sama, perbedaannya terkait dengan materi. Jika infak pasti berupa materi sementara sodaqoh lebih luas, tidak hanya materi tapi juga pemberian nonmateri sepeti pemberian ilmu, jasa, bahkan senyum pun bisa jadi sodaqoh. Seperti hadist di bawah ini.

«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»

“Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R. Tirmidzi no 1956).

Persamaan Zakat, Infak, dan Sodaqoh yaitu:

  1. Zakat, infak, dan sodaqoh memiliki makna yang sama yaitu mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk kemaslahatan.
  2. Dasar hukumnya dari Al Quran dan Al Hadits
  3. Zakat, Infak, dan Sodaqoh berlaku bagi umat Islam.

Sementara itu, perbedaan zakat, infak, dan sodaqoh di antaranya.

  1. Hukum zakat wajib, sementara infak dan sodaqoh hukumnya sunah.
  2. Terdapat batas minimal harta yang wajib dikeluarkan dalam zakat (nishab) sementara infak dan sodaqoh tidak ada batasannya.
  3. Penerima zakat sudah ada ketentuannya dalam hukum AL Quran (dalam surat At Taubah ayat 60) sementara infak dan sodaqoh boleh selain yang disebutkan dalam surat At Taubah ayat 60.

Sebagai seorang muslim, saya dan keluarga tentunya wajib melaksanakan ketiga amalan tersebut. Untuk zakat sendiri saya belum masuk dalam nishab. Kalau tidak salah, ada yang namanya zakat mal (zakat harta) dan ada batasan tertentu. Misalnya jika memiliki emas dengan jumlah tertentu maka masuk ke dalam nishab (untuk hal ini bisa cari referensi lebih mendalam), atau zakar harta lainnya, misalnya zakat perniagaan, zakat pertanian, dan lain-lain.

Sementara itu, untuk infak, alhamdulillah secara rutin saya sudah melaksanakan infak. Saat ini sudah banyak badan amal zakat, infak, dan sodaqoh yang siap menyalurkan harta yang kita infakkan. Begitu juga dengan sodaqoh, kita bisa melakukan dari hal-hal keseharian, seperti senyum. Bukankah senyum juga sodaqoh? Hehehe.

Mengajarkan tentang zakat, infak, dan sodaqoh bisa mulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Seperti mengajarkan untuk mau berbagi, baik itu berbagi makanan, mainan, dan lain-lain. Kemudian, bisa juga menumbuhkan rasa empati pada anak sehingga mau mengeluarkan harta yang dimilikinya.

Jika teman-teman pembaca punya ilmu yang lebih mendalam tentang zakat infak, dan sodaqoh mau dong berbagi ilmu di kolom komentar agar saya yang masih cetek ilmu agamanya ini bisa belajar lebih banyak lagi. Terima kasih, ya.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *