Persiapan Masuk SD, Belajar di Bimba Regency

Persiapan masuk SD

Persiapan Masuk SD, Belajar di Bimba Regency. Kenapa mesti persiapan segala sih? Kayak mau masuk perguruan tinggi aja. Pendapat seperti itu kerap saya dengar dari orang lain saat berpapasan dengan saya yang mengantar Fathan les di Bimba. Padahal kalau menoleh ke belakang, saya termasuk ibu yang santai lho dengan pendidikan anak. Kala orang lain mempertanyakan Fathan yang belum bisa mengeja dan menulis, saya santai. Bahkan, kala itu, Fathan sama sekali belum bisa memegang alat tulis seperti pensil ataupun balpoin. Saat itu saya berprinsip biarkanlah apa adanya, toh saya juga dulu masuk SD nggak bisa membaca dan menulis. Bahkan, saya baru bisa membaca saat kelas 2 SD. Toh, saya bisa membaca tanpa diajari, saya hanya sering mendengarkan bibi saya membaca majalah dengan suara keras. Namun, saya pun ingat pengalaman kurang mengenakkan terkait ketidakmampuan saya membaca saat kelas satu. Saya banyak melamun dan bengong, bahkan sampai ada seorang tetangga yang iseng menggunjingkan saya yang belum bisa membaca dan membandingkan dengan anaknya. Jadi saya kudu gimana, piye? Wisslah, itu memang pengalaman masa lalu yang kurang mengenakkan. Kepikiran juga sih jangan sampai anak-anak mengalami hal serupa.

Awal tahun 2018, saya pindah ke Sukabumi. Otomatis, Fathan harus berhenti sekolah di Bandung. Setelah pindah, saya tidak langsung memasukkan Fathan ke TK. Saya masih harus beradaptasi, begitu pula dengan anak-anak. Hingga di bulan ketiga, saya memutuskan untuk memasukkan Fathan sekolah di PAUD dekat rumah. Alasan pertama karena dekat jadi saya tidak harus repot menunggui. Kedua, biayanya murah meriah. Uang pendaftaran hanya Rp50.000,00 dengan SPP Rp20.000,00 dan uang piket plus jnfak Rp15.000,00. Saya pikir waktu itu, sekolah di PAUD untu mengisi kekosongan Fathan sebelum menentukan Fathan akan sekolah di mana.

Baca Juga : Colour to Life

Awal tahun pembelajaran, yaitu sekitar bulan Juli 2018, saya bingung memasukkan Fathan sekolah di TK mana. Saya masih baru di Sukabumi dan belum tahu banyak informasi sekolah di sini. Lalu, saya mendapat informasi tentang BIMBA aiueo. Saya pun kemudian mendaftarkan Fathan untuk belajar di BIMBA aiueo.

persiapan masuk SD

Tentang biMBA-AIUEO
Saya pun mencari informasi tengang biMBA-AIUEO. Menurut info dari website-nya, biMBA-AIUEO adalah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini informal yang berada dibawah naungan Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) dan berdiri pada tahun 1998.

Makna kata biMBA adalah bimbingan Minat Baca dan Belajar Anak. Sesuai dengan namanya, jelas bahwa biMBA bukan les atau kursus membaca, tetapi biMBA adalah program Minat baca dan belajar untuk anak.

biMBA-AIUEO Unit Regency Sukabumi

Ternyata, biMBA itu banyak sekali cabangnya. Di Kota Sukabumi saja, jumlahnya puluhan. Awalnya, saya memasukkan Fathan ke biMBA-AIUEO cabang Regency Sukabumi awalnya katena lokasinyabpaling dekat dengan rumah. Namun tenyata setelahhampir 10 bulan Fathan belajar di biMBA-AIUEO Cabang Regency Sukabumi, saya mendapati banyak sekali keistimewaannya.

Baca juga : Mainan Untuk Anak 1 Tahun

Lokasi
biMBA-AIUEO Unit Regency Sukabumi berlokasi di Perumahan Sukaraja Regency. Lokasinya cukup strategies karena dilewati oleh angkot jurusan Sukaraja-Sukabumi Kota alias angkot berwarna merah muda. Bangunan berada di bagian depan perumahan sehingga sangat mudah ditemukan. Di depan petumahan pun terdapat spanduk biMBA-AIUEO, sehingga memudahkan siapa saja yang mencari lokasinya.

Baca Juga :  Agar Anak Memiliki Keterampilan Sosial yang Baik

Bangunan
Bangunan biMBA-AIUEO cabang Regency masih sangat bagus kondisinya, gerdiri atas empat ruangan kelas, satu ruangan kosong, dan kamaf mandi, dan satu ruangan kantor untuk kepala unit.

Terdapat ruangan tunggu di dalam yang dihampari karpet. Biasanya saya menunggu Fathan di dalam ruangan karena Fakhira selalu ikut, dan kadang dia tidur saat menunggu kakaknya belajar. Di halaman depan juga ada ruangan tunggu yang nyaman. Kalau selagi menunggu perut keroncongan, jangan khawatir karena ibu sosis yang menyediakan camilan dan minuman. Serta banyak juga pedagang keliling yang menjajakan dagangannya di sana.

Guru
Di biMBa-AIUEO Unit Regency yang dikepalai oleh Bu Desy sebagai kepala unit memiliki 4 orang guru yang siap membimbing dan mengajar murid-murid di sini.

persiapan masuk SD

Cara Belajar dan Jam Belajar
Perbedaan belajar di biMBA AIUEO dengan sekolah TK/PAUD itu, jika TK/PAuD mulai belajar dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 10.30. Nah, belajar di biMBA cukup satu jam pembelajaran. Satu guru mengajar 4 murid sehingga tentu saja murid lebih teperhatikan dan murid lebih fokus belajar. Perbedaan lainnya, jika di PAUD/TK, anak tidak hanya belajar calistung, belajar moral, agama, kognitif, seni, dan lain-lain,maka di biMBA memang fokus mengasah kecerdasan kognitif.

Perkembangan Fathan Setelah Belajar di biMBA AIUEO
Setelah memutuskan memasukkan Fathan untuk belajar di biMBA AIUEO, saya tidak melepas proses belajar Fathan di PAUD. Pertimbangan saya, masih ada beberapa unsur pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di biMBA AIUEO, seperti belajar bersosialisasi dan bergaul dengan teman. Dengan karakter Fathan yang agak keras dan masih sulit mengendalikan emosi, saya pikir, Fathan masih butuh pembelajaran tentang mengasah kecerdasan emosinya yang masih sangat kurang.

Jujur, sebelum masuk biMBA AIUEO, Fathan sama sekali tidak mengenal huruf. Jangankan membaca dan menulis, memegang pensil pun tidak bisa. Namun, setelah beberapa bulan belajar di biMBA AIUEO Unit Regency, tampak ada perkembangan secara kognitif pada Fathan. Bahkan, minat Fathan pada ilmu berhitung pun kelihatan setelah belajar di biMBA.

B

Sebelumnya, saya tidak pernah melihat Fathan berminat pada belajar. Dia tipe anak kinestetik yang lebih suka loncat-loncat daripada belajar mengeja dan memegang pensil. Dia lebih suka mengacak-acak barang dan eksplorasi alam daripada duduk manis menyimak pembelajaran. Namun, ternyata di biMBa, Fathan menemukan guru yang cocok, yang membuatnya semangat belajar. Jika berangkat sekolah ke PAUD, dia sering malas namun berangkat ke biMBA selalu semangat. Bahkan, saat sakit pun, dia tetap mau belajar di biMBA.

Buku Penghubung dan Komunikasi dengan Orangtua
Keistimewaan biMBA AIUEO unit Regency dibandingkan bimba-bimba lainnya yang ada di seluruh Indonesia yaitu ada pada kepala unit yang sangat concern dengan progress pembelajaran anak-anak. Bu Desy sebagai kepala unit hampir hapal seluruh murid-muridnya. Bu Desy kerap menyapa para orangtua dan mengajak berdiskusi mengenai proses pembelajaran anak di kelas dan apa yang sebaiknya dilakukan orangtua agar bisa memberikan suport positif pada anak. Selain itu, setiap bulan, Bu Desy akan mengumpulkan orangtua untuk memberi tahu progress belajar anak-anak melalui buku penghubung. Sehingga orangtua mengetahui progress belajar anak-anak dan tahu hambatan yang dialami anak saat proses belajar. Sebagai anak kinestetik, Fathan seringkali tidak fokus belajar, dia tidak bisa berlama-lama duduk manis belajar, sehingga sering bolak-balik ke luar kelas. Jika kecapean, mood-nya sering jungkri balik. Namun, alhamdulillah dengan bimbingan Bu Yuyun sebagai walikelasnya yang begitu sabar, sedikit demi sedikit Fathan dapat mengikuti pembelajaran. Saat ini Fathan sudah berada di level 3. Saya tidak berharap banyak, dia mau belajar saja sudah senang.

Belajar di biMBA AIUEO Unit Regency bukan hanya belajar membaca dan berhitung, melainkan diharapkan anak mampu mengikuti pembelajaran di SD kelak. Hasil akhirnya, anak bukan hanya bisa membaca dan menulis, melainkan mampu menjawab persoalan-persoalan dalam pembelajaran di SD.

Tanpa terasa, awal tahun pembelajaran tahun ini, Fathan akan masuk SD. Saya tidak berharap dia akan menjadi anak yang moncer namun saya ingin persiapan masuk SD saat ini bisa menjadi bekal Fathan untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Bukan rahasia lagi kalau kurikulum SD sekarang cukup berat dan anak memang dituntut untuk sudah bisa membaca agar bisa mengikuti pembelajaran.

Saya banyak mendapat cerita dari para orangtua yang merasa keteteran saat anaknya masuk SD dan belum bisa membaca dan menulis sehingga keteteran dalam belajar. Dari cerita-cerita tersebut, membuat saya merasa betapa pentingnya menyiapkan anak masuk SD agar mampu beradaptasi dengan lingkungan SD yang tentunya berbeda dengan tingkat sebelumnya.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

36 Responses

  1. Kang Alee says:

    Fathan semangat terus ya … anak sholeh disayang Allah.
    Moga lancar belajar ya, Ran

  2. uwaaaaaaaah semangat adek Fathan
    semoga bisa seneng-seneng bermain sambil belajar yaaaa
    semoga dapat banyak teman2 baru yang seru-seruuuuuuuuuw

  3. unggulcenter says:

    nah kalau bimba belajar membaca bagus.. asal jangan calistung aja masuk SD sudah dilarang syaratnya bisa calistung. Hidup pendidikan terbaik skandinavia yang sudah menginspirasi ^^

  4. Ulya says:

    Sekarang masuk SD harus sudah bisa baca, padahal di TK dilarang mengajarkan baca. Solusinya memang les atau kursus sendiri.

  5. lendyagasshi says:

    Memang seharusnya belajar untuk anak usia dini tidak serius seperti bangku sekolah yaa…
    Setuju banget sama pendekatan di Bimba AIUEO.
    Hihii…namanya bikin gemash…

  6. Tante aku baru masukin anaknya SD tapi anaknya belom bosa baca tulis, memang repot banget jadinya

  7. sally says:

    Semangat belajar ya Fathan,…aku baru tau teteh di Sukabumi sekarang. Kirain masih di Bandung….

  8. Bagus itu kalau lembaga pendidikan pra Sekolah ada buku penghubung begitu, guru, murid dan orangtuanya bisa saling mengenal dan interaksi,
    Kayak pernah denger deh BIMBA AIUEO ini mbak hheee,
    Makasih sharing nya Mbak Rani

  9. Dengan persiapan matang seperti ini, anak anak ngga kaget saat mereka masuk SD kelak. Sudah dipersiapkan dulu. Sepertinya cara mendidiknya juga sesuai dengan perkembangan anak sehingga tak terasa seperti dipaksa ya mbak. Anak anak jadi senang

  10. April Hamsa says:

    Aku pengen nulis bimba dari dulu2 blm jadi2 padahal udah bbrp kali foto2 hehe. Dulu niatnya masukin anak ke bimba krn biar ada kegiatan aja sih. Apalagi anakku kalau sekolah sellau drama, yawda akhirnya masuk bimba. Lumayan bisa baca skrng walau msh kata sederhana hehe alhamdulillah 😀

  11. amanda says:

    kebetulan teman dekatku adalah pengajar di Bimba AIUEO mba. aku tahu juga kalo metode pengajarannya juga bagus. dan anak anak pun bisa jd lebih siap buat masuk SD ya mba

  12. Rani R Tyas says:

    Wah Fathan udah siap nih masuk SD ya berarti? Di sini keknya karena masih di pelosok, masuk MI masih diajari calistung lagi sama gurunya. Tidak memaksa anak harus sudah bisa membaca juga sih. Tapi tidak ada salahnya juga ya belajar dulu biar siap.

  13. Desi Namora says:

    Masya Alloh aura semangat fathan terpancar n keliatan bgt Mba Rani. Semoga istiqomah ya abg Fathan 🙂

  14. Jiah says:

    1 guru 4 murid, jadi fokus ya buat bimbing
    Aku kemarin dipasrahi bocah TK buat belajar. Bukannya gimana-gimana tapi kadang kan anak belajar harus dlm keadaan nyaman. Kalau sama aku kan agak rawr. Ntar gak fokus malah bahaya. Sayang nih di Jepara blm adabi MBA-AIUEO kayanya

  15. Sama kayak mba Lendy.
    Baca biMBA-AIUEO kudu latihan dulu, biar greget.
    Coba deh baca AIUEO, kayak olahraga mulut, hihihi…

    Baidewei,
    Aku langsung browsing cari situsnya lho mba.

    Dan menemukan pernyataan ini:

    “… jadi menumbuhkan minat belajar itu dari hati. Pada saat anak hatinya bahagia, maka otomatis minat belajar akan tumbuh dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan.”

    Syukak!

  16. Bimba memang banyak cabangnya. Kelihatannya memang bagus makanya banyak cabang. Fathan terus semangat, ya.

  17. Belajar dan bermain memang metode yang pas buat anak-anak, bahkan sampai anak di usia kelas III ya idealnya. Karena sebenarnya dunia anak adalah dunai bermain. BIMBA boleh juga nih, di Bogor aku lihat ada juga.

  18. Siska Dwyta says:

    Cabangnya ada di daerah sulsel gak ya? Sepertinya bagus nih Bimba untuk si Kecil. Terutama untuk mempersiapkan dirinya sebelum masuk sekolah ya mbak? Anak2nya jadi bisa lebih siap.

  19. Elly Nurul says:

    Fathan pinter banget sih.. asikk bentar lagi masuk SD yeay.. memang ya BIMBA jadi salah satu tempat agar anak bisa mengenal huruf dan menuliskannya.. besa dengan anak yang ngga ikut BIMBA.. intinya anak yang ikut BIMBA lebih siap sekolah ya.. karena sudah mengenal huruf (baca dan tulis)

  20. wah. fathan sudah mau masuk SD. giat belajar ya…tuh mama dah masukin fathan ke BIMBA AIUEO. biar fathan tambah pinter dan siap masukin ke SD. Semangat ya fathan….

  21. Aku sering denger nih tentang Bimba aiueo, tapi anakku gak sempet nyicipin pendidikan di sana, karena masa kecilnya di kampung dulu. Bagus sih aku denger Bimba ini 🙂

  22. Mporatne says:

    Teman online juga banyak yang mengajak anaknya les bimba aiueo

    Inilah yang akan membuat anak lebih suka bermain sambil belajar sehingga siap memasuki bangku sekolah

  23. Semangat ya Fathan, pasti bisa. Anak pinter kok. Jadi kangen main sama Fathan lagi. Ngomong-ngomong masalah masuk SD, dulu aku khawatir banget juga sama Audi karena udah ada tes kemampuan baca tulis sebelum masuk SD. Sempat pake acara bingung juga karena untuk baca, Audi termasuk lambat. Sekarang enak ya, udah ada bimbingan persiapan masuk SD seperti Bimba ini. Mamanya jadi nggak terlalu bingung lagi. Anak pun bisa terbantu untuk belajar.

  24. Waaaa dibikin review-nyaaa… Jazaa killahu khoiro, Mbaaak.. Di cibubur sini juga banyaaakb anget Bimbanya. Ada yang deket rumah, agak jauhan dikit, agak sanaan dikit juga ada 😀

  25. Fathan jadi rajin belajar karena metode pengajarannya bagus kalik ya. Menarik gituuu… jadinya anak lebih cenderung merasakan seperti bermain dan bergembira.
    Bagus juga ya Bimba ini, menyiapkan anak agar mampu menghadapi tantangan masuk SD.

  26. Helena says:

    aku udah naksir bimba aiueo dekat rumah nih kalau SID belum juga tertarik baca. Sementara ini main games atau puzzle aja untuk mengenal abc dan 123

  27. Indah nuria says:

    Senang rasanya kalau mendapat tempat bimbel ataupun sekolah yang pas buat anak-anak kita yaa mba. Semoga Fathan terus semangat belajar

  28. Anak cepet nyantelnya pasti metode belajarnya mengasikkan ya mba di Bimba AIUEO ini
    kalo di tempatku ada, aku mau juga ah tar kalo punya anak dimaasukin ke sini heheheh
    biar banyak belajar. Semangat adek Fathan

  29. Semangat belajar ya dek, seneng ya tempat belajarnya ramah anak. Jadi anak sholeh yg pinter ya.

  30. Eka Mustika says:

    bimba aiueo menarik banget ya. yang pastinya pengajar nya yang bisa membuat anak nyaman jadi proses belajar pun si amak selalu enjoy

  31. Mechta says:

    Alhamdulillah sekarang ada bimbingan belajar juga ya utk persiapan masuk SD, orang tua jadi tenang..hehe..

  32. Rahmi says:

    Kalo pas masuk SD blm bisa baca biasanya dikasih tambahan pelajaran dr pihak sekolah mba. Di sekolah anakku dulu gt.

  33. Leyla Hana says:

    Salim pernah masuk Bimba tapi cuma 2 bulanan. Saya sendiri malah yang gak sreg karena jam belajar cuma 1 jam dan tiap anak cuma dapat 10 menit. Kayaknya kok sebentar banget wkwk… Akhirnya masuk TK yang ada mainnya.

  34. Rahmah says:

    Anak anak mudah ya adaptasi di sini
    Jadi pengen ngenalin ke Salfa sayangnya jauh dari Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *