Pesona Pantai Pelabuhan Ratu

Pesona Pantai Pelabuhan Ratu

“Dari Sukabumi, ya? Deket dong ke Pelabuhan Ratu,” komentar tersebut kerap saya dengar saat orang yang baru dikenal mengetahui rumah orangtua. Baiklah, seringkali saya pun menegaskan bahwa jarak dari Kota Sukabumi ke Pelabuhan Ratu itu harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam. Saya pun pergi ke Pelabuhan Ratu itu masih bisa dihitung dengan jari. Tidak setiap tahun, saya dan keluarga pergi ke sana untuk berwisata bahari.

Saya pun jadi sadar bahwa Pantai Pelabuhan Ratu cukup populer sebagai destinasi wisata lokal. Walaupun menurut saya pribadi, setiap kali berkunjung ke sana tidak ada perubahan yang signifikan. Hotel dan tempat penginapan masih begitu-begitu saja, fasilitas umum seperti tempat bilas, WC umum, dan fasum lainnya tidak ada perubahan, bahkan WC umumnya masih belum terlalu nyaman. Dari segi kebersihan pun masih sering terlihat sampah yang menggunduk di sisi pantai.

Namun, pesona Pantai Pelabuhan Ratu memang belum padam. Apalagi kesan mistis masih melekat kuat pada pantai ini. Sering saya dengar pantangan bagi pengunjung pantai, seperti tidak boleh memakai baju berwarna hijau jika akan berenang di pantai, atau cerita mistis pun sering terdengar seperti adanya orang yang tenggelam terbawa ombak dan kemudian muncul lagi dengan cerita sudah diajak berkeliling ke kerajaan laut Nyi Roro Kidul. Pantai Pelabuhan Ratu memang cukup lekat dengan cerita mistis penguasa laut Nyi Roro Kidul. Bahkan, konon ada salah satu kamar hotel yang dikhususkan untuk ratu pantai selatan tersebut.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Pulau Macan

Bahkan baru-baru ini sedang ramai diberitakan tentang seorang Ibu yang bernama Nining yang mengaku tenggelam di pantai pelabuhan ratu dan 1,5 tahun kemudian ditemukan  dalam keadaan linglung dan masih menggunakan pakaian yang sama. Walaupun akhirnya ternyata hilangnya beliau tersebut merupakan cerita rekayasa. Terlepas dari benar atau tidaknya berita tersebut, cerita mistis memang melekat pada pantai yang terkenal memiliki ombak cukup besar dan sering menelan korban jiwa.

Pada liburan lebaran kemarin, saya dan keluarga memang belum sempat wisata dan jalan-jalan. Akhirnya mamah mengusulkan untuk jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu. Usul itu pun disambut gembira oleh anak-anak yang memang hobi main di pantai. Ini bukan kunjungan pertama kali karena Fathan sendiri sudah dua kali ke Pantai Pelabuhan Ratu.

Hari Sabtu kemarin pun kami berangkat ke Pelabuhan Ratu. Anak-anak cukup antusias dan heboh akan berenang di pantai. Apalagi jalan-jalan kali ini bareng sama keluarga adik, jadi perjalanan cukup ramai dengan anak-anak.

Rencananya kami berangkat habis shalat Subuh, tapi ternyata berangkat dengan 4 balita dan satu bayi itu cukup heboh persiapannya. Jadi kami baru berangkat pukul 07.00 WIB. Perjalanan cukup lancar walaupun ada perbaikan jalan dan sempat berhenti karena alur jalan bergantian. Kami tiba sekitar pukul 11.00. Ternyata pantai masih sangat ramai dengan wisatawan yang bermain di pantai. Hari itu banyak keluarga yang bersantai di tepi pantai dengan menikmati bekal dari rumah. Istilahnya botram di tepi pantai, kali, ya.

Tiba di pantai, kami tidak langsung main. Walaupun Fathan merengek ingin segera berenang. Namun, kami memutuskan untuk istirahat dan makan terlebih dahulu. Setelah selesai makan, barulah main di pantai. Saya sendiri tidak ikutan terjun ke air, cukup duduk di pasir sambil mengawasi anak-anak yang main.

pantai pelabuhan ratu 3

Mereka ditemani mamah dan adik laki-laki. Ombak pantai memang cukup besar sehingga saya pun merasa ngeri melihat ombak yang bergulung tinggi dan menerjang siapa pun yang dekat dengannya. Saya pun berusaha agar anak-anak berenang di tepi. Namun, jiwa petualangan Fathan cukup besar, dia ingin berenang ke tengah walaupun saya cegah. Untungnya ada adik laki-laki saya turut menemani. Sementara anak-anak perempuan bermain pasir di pantai. Saat saya sedang menemani anak-anak perempuan, tiba-tiba ada ombak bergulung besar menerjang anak-anak. Saya kaget, terutama ombak itu membuat anak-anak perempuan yang sedang bermain pasir terpelanting. Fakhira yang sedang main pasir terjungkal dan hampir tergulung ombak, untung dengan sigap saya pegang. Nyali Fakhira pun langsung ciut, dia tidak mau dekat-dekat lagi dengan ombak. Jika melihat ombak akan mendekat, dia langsung lari. Duh, kasihan juga, tapi dia nggak nangis, sih, cuma mungkin kaget dan takut. Bagaimana dengan Fathan? Dia sih asyik-asyik saja terus berenang.

pantai pelabuhan ratu 1

 

pantai pelabuhan ratu 6

pantai pelabuhan ratu 4

Fakhira pasca tersapu ombak

Bahkan, saat kami duduk-duduk istirahat, saya merasakan bumi bergoyang. Duh  sepertinya ada gempa walaupun kecil. Saya langsung merasa cemas. Orang-orang lain yang duduk pun merasakan hal yang sama. Sementara mereka yang sedang main dengan ombak seakan tidak merasakan adanya goncangan. Memang goyangannya kecil tapi tetap membuat saya cemas. Saya pun segera memanggil Fathan dan adik yang masih asyik bermain dengan ombak. Tapi mereka masih betah dan tidak mau berhenti.

pantai pelabuhan ratu 2

Saya pun kembali duduk dan ternyata merasakan kembali goyangan bumi untuk kedua kalinya. Kali ini cukup lama, saya pun panik dan segera ke pantai menarik Fathan untuk segera berhenti dan segera mandi. Saya pun segera menggiring anak-anak ke WC umum untuk memandikan mereka.

Pukul 14.00, kami pun beranjak dari pantai dan menelusuri jalanan daerah pantai ini. Tidak banyak yang berubah memang dari terakhir kali saya ke sana. Pasar ikan sudah tidak ramai karena hari sudah siang. Padahal pengen juga sih melihat langsung ikan-ikan segar dijajakan. Kami pun memutuskan untuk mengisi perut sebentar sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Bagi anak-anak, wisata ke pantai memang selalu menjadi pengalaman menyenangkan. Terutama bagi Fathan yang sangat suka dengan tantangan ombak besar dan lembutnya pasir pantai. Bagaimana dengan saya sendiri? Saya cukup puas menikmati pemandangan indah pantai dengan awan cerah yang memayungi kami. Menikmati suara debur ombak yang terdengar riang di telinga dan angin pantai yang menyapu kulit. Dengan segala cerita mistisnya, menurut saya Pantai Pelabuhan Ratu memang memiliki pesona tersendiri membuat saya selalu ingin datang lagi.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

18 Responses

  1. adi pradana says:

    Pantai, selalu indah untuk dinikmati, saya paling suka main ke pantai.

  2. Waduh Pelabuhan Ratu. Aku belom sempet aja main ke sana. Padahal lumayan sering ke Sukabumi. Adik saya kan tinggal di sana. 😀

  3. Anis Khoir says:

    Seneng ya anak-anak bisa bebas main pasir sementara orang tua bisa menikmati liburan air di pantai yang cukup besar

  4. Selama ini ingatnya pantai pelabuhan ratu buat nelayan. Yernyata pesonanya ga kalah ya mba. Main ombak dan pasir di samudera bebas pasti seru sampai ga sadar akan gempa.. semoah sehat selalu ya mba dan keluarga

  5. April Hamsa says:

    PEngen banget ke sana, gk jauh jg dr Jakarta 😀
    Btw kalau berwisata ke sana langsung pulang atau menginap? Kalau menginap adakah rekomendasi hotel/ penginapan yg mayan di sana? thx

  6. Milda Ini says:

    Sayang ya Mba kalo ga ada perubahan yg signifikan padahal udah rame dan populer . Harusnya emang ada selalu kejutan baru pas kita ke sana.

  7. Adriana Dian says:

    walaupun banyak kesan kesan mistisnya, tapi kayanya pantai pelabuhan ratu ini masih jadi tujuan wisata favorit banyak orang ya mbak.. Asal emang tujuannya beneran liburan dan nggak aneh aneh mah, inshaaAllah asik asik aja ya ke pantai pelabuhan ratu iniii.. Hehee

  8. t says:

    Seruuuuu juga nih maen maen ke pelabuhan ratu selaen ceritanya yang selalu mistis ternyata bisa juga dikunjungi bersama dengan keluarga. Tapi mungkin ada waktu tertentu yang ditutup untuk umum kali ya kak?

  9. Jiah says:

    Ombaknya besar juga ya Mbak
    Ponakanku pada suka mantai dan kalau udah nyebur ya susah diajakin udahan. Biar kelihatan santai, namanya bawa anak2 kudu awas. Jaga2 ya dg air yg menghanyutkan

  10. Eni Martini says:

    Pelabuhan Ratu iniempesona sekaligus mistis. Banyak cerita legenda yang ada di sana, termasuk destinasi wisata laut yang indah

  11. liza says:

    Aku aja yang dari Aceh tau pelabuha ratu ini, Mbak Rani. memang sangat fenomenal yaa ditambah lagi dengan cerita nyi roro kidulny

  12. ruziana says:

    Ombaknya tinggi dan besar ya
    Harus perhatikan dan awasi banget anak main
    Saya dan kluarga jg suka main di pantai
    Tak pernah bosan meski sering

  13. Abby Onety says:

    Pelabuhan ratu sering dengar tp baru kali ini lihat foto2nya. Ternyata cantik ya dan terlihat masih sangat asri. Anak2 mba jugabterlihat ceria bangat bermain pasir. Mereka menikmati pantainya.

Leave a Reply to Anis Khoir Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *