Petualangan Akhir “The Hobbit: The Battle of The Five Armies” (Riview)

 

sumber foto : www.beranda.co.id

sumber foto : www.beranda.co.id

Saya salah satu orang yang menyukai film-film kolosal. Sering takjub dengan cara pembuatan film kolosal yang melibatkan banyak orang dan tentunya banyak properti film. Salah satu film kolosal favorit saya Curse of The Golden Flower. Terkesima saat melihat pasukan tentara yang menginjak-injak hamparan pot bunga mawar yang langsung dibersihkan dan diganti hamparan pot bunga mawar baru seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Tentu saja film kolosal juga melibatkan kostum-kostum para pemain yang keren-keren dan mewah.

Film kolosal lain yang sangat berkesan bagi saya tentu saja trilogi The Lord of The Rings. Pertarungan di Middle Earth yang melibatkan bangsa manusia, elfe, dwarfs, goblin, dan orc membuat saya terkesima. Belum lagi pemandangan keindahan dunia Middle Earth. Para elfe yang begitu tampan dan cantik dengan pakaian-pakaian yang indah membuat saya terpesona. Hihihi…ketahuan ya, suka mengkhayalnya.

Nah, kemarin sore, kantor tempat saya bekerja (Sygma Media Inovasi) mengadakan acara nobar. Pilihan filmnya The Hobbit: The Battle of The Five Armies. Tentu saja excited dong, apalagi The Hobbit khan masih sambungannya The Lord of The Rings. Film yang disutradai oleh Peter Jackson tentunya menjanjikan keseruan. Sayangnya, kami datang agak terlambat jadi pas datang film sudah diputar. Kami langsung disuguhi adegan Smaug sang Naga yang sedang menghancurkan Kota Danau. Rakyat berlarian menyelamatkan diri termasuk Tuan Besar kota tersebut yang sibuk melarikan diri sambil membawa harta-hartanya. Hanya satu orang ksatria yang berani menghadapi sang Naga yaitu Bard . Serius, si Bard ini cakep banget, kereen banget, apalagi saat dia berdiri di atas menara untuk memanah Smaug. Sayangnya, Smaug sangat kuat, bahkan dia lebih marah dan terus menyemburkan api. Adegan ini bagus banget, apalagi saat Smaug berdialog dengan Bard. Aura kemarahan Smaug, dengan mata merah, dan kulit kerasnya terasa nyata banget. Pengambilan gambarnya pun luar biasa bikin saya tidak bisa mengedipkan mata. Tidak ada satu pun adegan yang ingin saya lewatkan. Di tempat lain, para dwarfs yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield dan seorang hobbit yang tidak lain dan tidak bukan Bilbo Baggins sang pemilik cincin,sedang berada di gunung tempat tinggal Smaug.

Akhirnya, dengan bantuan Bain –putra Bard—yang menyerahkan panah khusus kepada Bard, Bard berhasil memanah Smaug dan mengalahkannya. Kematian Smaug meninggalkan kehancuran kota. Rakyat yang masih tersisa meminta Bard memimpin mereka. Bard pun membawa mereka ke gunung, tempat kediaman Smaug. Bard berharap mereka akan mendapat sedikit emas Smaug agar rakyat bisa membangun kehidupannya lagi. Bard pun yakin, Thorin yang sudah ada di sana  akan membantu mereka. Sayangnya, Thorin sudah terkena “The Dragon Sickness” yaitu penyakit suka dengan emas dan ingin menguasai emas. Thorin pun mencari The Arkenstone, batu warisan para dwarfs yang dicuri Smaug. Di lain tempat, Gandalf si penyihir yang ditawan oleh sauron diselamatkan oleh Ratu Peri. Gandalf pun bergegas ke Erebor untuk memberi peringatan pada mereka bahwa pasukan Orcs siap menyerang.Oh iya, penggambaran tempat tinggal Smaug luar biasa bagus. Sebuah kota yang berada di gunung. Bangunan-bangunan yang dipahat di gunung. Seperti  Lembah Petra di Yordania.

Di antara harta Smaug ada juga harta berharga milik bangsa peri. Nah, ketegangan terjadi lagi saat pasukan peri datang untuk mengambil harta warisannya, sementara Thorin tidak mau menyerahkan. Bilbo yang tidak mau terjadi peperangan antara Dwarfs dan  kabur dari tempat Smaug dan mendatangi para peri dan Gandalf untuk menyerahkan the Arkenstone. Dengan harapan, Thorin mau menyerahkan harta warisan para peri dan ditukar dengan Arkenstone. Tenyata, Thorin lebih baik berperang dengan bangsa peri. Padahal, di lain tempat, Sauron sudah menyiapkan bala tentara orc untuk menyerang Erebor. Pasukan peri ini keren banget, kostum perangnya bercahaya, badan mereka ramping, gerakan badan mereka pun rapi dan teratur. Suka banget liat barisan tentara bangsa peri ini. Apalagi saat raja berjalan, para tentara ini melakukan gerakan yang bagus banget membuka dan menutup jalan. Oh iya, di antara para peri, salah satu peri yaitu Tauriel diasingkan karena mencintai salah satu bangsa dwarfs yang bernama Kili. Tapi emang si Kili ini cakep banget, hehehe… Tauriel selalu dibantu putra raja yang bernama Legolass. Legolas tidak mau mematuhi perintah ayahnya dan lebih memilih menemani Tauriel yang diasingkan. Legolas dan Tauriel pergi menyelidiki para Orcs dan tahu kalau para Orcs siap menyerang Erebor.

Bilbo masih berusaha mencegah perang dengan mendatangi Thorin. Bilbo berusaha menyadarkan Thorin tapi Thorin malah mau melemparkan Bilbo. Para tentara Thorin segera menyuruh Bilbo pergi. Pasukan peri dan manusia siap berperang dengan bangsa Dwarfs. Pada saat itu, pasukan Orcs datang. Akhirnya, pasukan dwarfs dan pasukan peri bekerja sama berperang melawan Orcs. Orcs memecah pasukan dengan menyerang manusia yang ada di reruntuhan kota. Akhirnya bangsa peri dan manusia pun menuju reruntuhan kota untuk melawan Orcs. Oh iya, di salah satu karakter manusia ada yang namanya Alfrid, karakternya licik, pecundang, dan suka mengambil keuntungan. Dia tidak mau berperang, sukanya menjilat. Ada adegan lucu saat Alfrid memakai baju perempuan dan pura-pura jadi perempuan agar tidak ikut berperanf. Alfrid mengisi dadanya dengan emas-emas. Kocak banget si Alfrid tapi menggambarkan bahwa dalam situasi tegang dan perang selalu saja ada karakter manusia culas yang suka mengambil kesempatan.

Sementara para dwarfs berperang di bawah dan dibantai oleh pasukan Orcs, Thorin dan para tentaranya tidak membantu. Thorin yang terkena “The Dragon Sickness” malah sibuk memikirkan bagaimana caranya menyembunyikan emas. Salah satu tentara Thorin menasehati Thorin dan mengatakan Thorin menjadi pribadi yang lebih rendah. Akhirnya Thorin sadar dan melemparkan mahkotanya. Dai keluar dari persembunyiannya dan membantu para Dwarfs yang sedang berperang. Thorin melihat pemimpin Orcs. Dia membawa tentara pilihannya, Fili, Kili, dan satu lagi lupa untuk membunuh pemimpin Orcs. Sayangnya itu adalah jebakan, karena  para Orcs sudah menyiapkan tentara kedua untuk penyerangan. Tauriel dan Legolas yang mengetahui itu dan mengabari Gandalf dan Bilbo. Bilbo yang tidak mau Thorin celaka menggunakan cincinya untuk menghilang menuju menara. Dia berusaha memberi tahu Thorin tentang rencanaOrcs. Sayangnya terlambat, Fili tertangkap dan dibunuh oleh pemimpin Orcs. Tentu saja ini memancing kemarahan Thorin dan Kili. Thorin langsung maju untuk membunuh pemimpin Orcs. Begitu pula dengan Kili. Tauriel yang melihat Kili diserang langsung lari untuk membantu Kili. Legolas pun datang membantu dengan memanahi para Orcs. Adegan perkelahian ini keren banget, Legolas bergerak dengan ringan melawan para Orcs yang badannya lebih besar. Begitu juga dengan para Dwarfs yang bertubuh pendek kekar tapi mampu melawan para Orcs. Adegan sedih terjadi saat Kili terbunuh saat akan menolong Tauriel. Sebelum kematiannya, Kili meneteskan air mata. Orcs akan membunuh Tauriel tapi ditolong oleh Legolas. Adegan pertarungan terus berlanjut. Thorin terus terdesak oleh pemimpin Orcs. Pertarungan mereka di atas danau es sungguh indah. Akhirnya, pemimpin Orcs mati di tangan Thorin begitu pun dengan Thorin. Kemudian pasukan elang datang untuk membantu para tentara manusia dan peri. Para Orcs pun kalah, tinggal para pejuang yang mati, salah satunya Thorin. Bilbo pun bersedih atas kematian sahabatnya.Semua bersedih atas kematian Thorin sehingga mereka meniupkan terompet berkabung.

Bilbo akhirnya pulang ke Shire dengan diantar Gandalf. Di Shire terjadi kehebohan karena ternyata kaum hobbit menyangka Bilbo sudah meninggal dan mereka melelang barang-barang Bilbo. Oh iya, Shire tempat tinggal Bilbo indah banget dengan pemandangan hijau dan rumah-rumah yang unik. Pemandangan Shire sungguh nyaman untuk ditempati, tempat tinggal yang damai dan indah. Itulah tempat Bilbo Baggins tinggal. Hehehe… rumah-rumah di Shire itu bagus-bagus dan unik, termasuk rumah Bilbo. Oh iya, katanya ada lho beneran Shire, kampungnya Bilbo yang bisa kunjungi. Tentu saja Shire ini buatan manusia zaman sekarang, kita bisa mnegunjunginya. Saya pernah lihat foto seorang teman yang sedang mengunjungi duplikasi Shire. Jadi pengen ke sana, ya.

Kesan saya atas film ini, bikin saya tegang dan capek karena penuh adegan peperangan. Efek gambar dan efek suaranya bagus banget. Urusan property, kostum, nggak usah ditanya lagi, memanjakan mata kita, bikin penonton berkhayal tingkat tinggi. Film ini worth it untuk ditonton, mengandung nilai-nilai moral persahabatan, kepercayaan, kehormatan, dan kerja sama. Love it.

  • Sutradara : Peter Jackson
  • Produser : Peter Jackson, Fran Walsh, Carolynne Cunningham
  • Penulis Naskah : Peter Jackson, Fran Walsh, Guillermo del Toro, Philippa Boyens
  • Pemain : Martin Freeman, Ian McKellen, Richard Armitage, Evangeline Lilly, Lee Pace, Luke Evans, Benedict Cumberbatch, Cate Blanchett, Hugo Weaving, Orlando Bloom, Christopher Lee, Aidan Turner, Billy Connolly, Ian Holm, Manu Bennett, James Nesbitt
  • Genre : Petualangan, Fantasi
  • Tanggal Rilis Perdana : 17 Desember 2014
  • Studio : Warner Bros. Pictures

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *