Kecil-Kecil Jago Bisnis, Kenapa Tidak? Ikut Aja Program Pelatihan WhatsApp Business Bersama Prestasi Junior Indonesia

Kecil-Kecil Jago Bisnis, Kenapa Tidak? Ikut Aja Program Pelatihan WhatsApp Business Bersama Prestasi Junior Indonesia

Kecil-kecil jago bisnis, kenapa tidak?  Pertanyaan itu muncul saat Fathan minta izin sama saya untuk jualan di sekolah.  Waktu itu, Fathan masih sekolah di PAUD kelas B.

“Bun, aku mau jualan es jas jus,” katanya.

‘Boleh aja, tapi modalnya dari uang jajan aa, ya,” jawab saya. Dia pun mengiyakan, dan hari itu memeli empat bungkus minuman sachet dari uang jajan. Saya pun turut tergerak membantu setelah melihat tekadnya yang kuat. Saya membeli plastic pembungkus es dan membantu dia membuat es dari minuman sachet. Dari satu bungkus minuman sachet menghasilkan 4 potong es. Dari empat bungkus yang dibeli, menghasilkan 16 potong es. Fathan mau jualan es itu seharga 500 rupiah.

Besoknya, tanpa malu-malu dia membawa termos es berisi es jualannya ke sekolah.

“Ada yang beli esnya?” tanya saya sepulang dia dari sekolah.

“Ada Bun, tapi masih sisa.”

“Nggak apa-apa, besok jualan lagi,” ucap saya sambil memberi semangat. Saya kirim pesan ke gurunya lewat WhatsApp, menanyakan aktivitas jualan Fathan di sekolah. Gurunya bercerita kalau Fathan semangat sekali jualan. Gurunya memuji kegiatan Fathan yang sudah mau jualan di sekolah. Saya sih berharap, dengan kegiatan ini bisa melatih mental Fathan untuk menjadi pebisnis sejak kecil.

Oleh karenanya, saat ada informasi acara webinar dengan topik “Youngpreneur Talk: Menumbuhkan Pereknomian Digital Indonesia Melalui Pemberdayaan Pengusaha Muda”, saya tertarik banget pengen ikutan. Acara webinar ini diadakan pada hari Selasa, 7 Juli 2020. Berhubung saya ingin membuat catatan tentang topik ini biar nanti bisa saya ajarkan pada Fathan, saya pun mencoba membuat rangkumannya di blog post ini.

Kemitraan WhatsApp dengan Prestasi Junior

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai acara webinar yang menghadirkan topik keren ini, saya mau cerita kalau acara webinar ini terealisasi karena adanya kemitraan dari WhatsApp dengan Prestasi Junior. WhatsApp bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia meluncurkan program pelatihan bisnis digital yang baru untuk membantu lebih dari seribu calon pengusaha muda di dua belas kota. Program ini bertujuan membekali para siswa dengan keterampilan bisnis digital yang kreatif dan beretika melalui lokakarya daring dan kiat-kiat dari pengusaha yang sukses.

Nah, kemitraan WhatsApp dengan Prestasi Junior ini menjadi bagian dari kampanye “BaWA Usaha Aja!”. Tujuan dari kampanye ini untuk terus  mendukung ekonomi masyarakat Indonesia melalui ekonomi digital.

 

 

Yongprener Talk: Menumbuhkan Perekonomian Digital Indonesia Melalui Pemberdayaan Pengusaha Muda

Oke, hari Selasa, 7 Juli 2020, tepat pukul 13.00 WIB, saya membuka aplikasi Zoom dan masuk ke kelas webinar. Ternyata acara sudah mulai berlangsung dan saya disambut oleh moderator cantik, mba Andini W. Effendi yang dengan lincah menjelaskan mengenai topik webinar hari ini. Saya pun disuguhi beberapa video mengenai program pelatihan WhatsApp Business Bersama Prestasi Junior Indonesia. Ada juga video testimoni dari beberapa pengusaha UKM yang sudah menggunakan WhatsApp Business untuk aktivitas penjualannya.

Nah, saat saya masuk, di layer sudah ada nih narasumber yang hadir. Ternyata para narasumber yang hadir bukan sembarang orang melainkan memang perwakilan dari pihak pemerintahan yaitu Bapak Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Perwakilan dari Facebook Indonesia yaitu Karissa A. Sjawaldy, Manajer Kebijakaan Publik, Facebook Indonesia, perwakilan dari Prestasi Junior yaitu Utami Anita Herawati, Manajer Program Wilayah Barat Prestasi Junior Indonesia. Hadir juga dua pengusaha muda yaitu Yafeth Steven Wetipo, pengusaha muda pemilik Highland Roastery, dan Adi Wahyu Prasetya, pengusaha muda pemilik Hj. Mbok Sri. Kedua pengusaha muda tersebut sudah menggunakan WhatsApp Business dan fitur WhatsApp Business Catalogue untuk mengembangkan bisnis mereka.

Pak Wikan, selain sebagai pejabat pemerintahan beliau seorang youtuber, lho. Beliau mengutip fakta kece nih dari CNN Indonesia bahwa Google menobatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di AsiaTenggara pada tahun 2019. Nilainya mencapai 40 miliar USD atau setara Rp 570 triliun. Namun, ternyata fakta itu tidak diimbangi dengan jumlah pengusaha yang ada di negara kita ini.  Jumlah wirausahan di Indonesia baru 3% dan jumlah tersebut masih jauh dibandingkan dengan negara tetangga yaitu Malaysia dan Thailand. Makanya, menurut Pak Wikan penting sekali diadakan pelatihan kewirausahan sejak usia sekolah agar para remaja sudah terlatih dan memiliki mindset sebagai pengusaha.

Diharapkan, pemerintah juga membuat kurikulum sekolah yang bisa memacu semangat para pelajar untuk melakukan wirausaha sejak di sekolah.

Mbak Karissa menambahkan bahwa WhatsApp sebagai salah satu platform digital  berkomitmen melayani masyarakat, memberdayakan wirausaha dan menghasilkan wirausaha muda agar Indonesia menjadi  negara digital economy terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini, lebih dari180 ribu pengusaha UKM terdampak wabah Covid-19. Sehingga sangat penting bagi pengusaha untuk memiliki keterampilan di bidang digital serta melakukan strategi pemasaran online untuk bisnisnya.

WhatsApp Business merupakan aplikasi media social yang dapat menghubungkan penjual dan pembeli. WhatsApp Business juga dilengkapi fitur-fitur yang memang diperuntukkan mendongkrak penjualan online seperti fitur WhatsApp Business Catalogue dan fitur WhatsApp Business Autoreply

Program Pelatihan WhatsApp Business Bersama Prestasi Junior Indonesia

Prestasi Junior Indonesia dan WhatsApp Business bekerja sama membuat program pelatihan WhatsApp Business yang akan berjalan selama 6 bulan. Program pelatihan ini dapat diakses secara daring untuk siswa-siswi pada usia SMA dari Prestasi Junior Indonesia yang berada di 12 kota yang tersebar di Indonesia. Pada akhir program, siswa-siswi dapat membuat akun WhatsApp Business  mereka sendiri dan menikmati fitur seperti berbagi katalog, info lokasi toko, tautan yang terhubung langsung ke laman media social, dan fitur enkripsi end-to-end milik WhatsApp yang memastikan pengalaman berbisnis yang aman dan mudah.

Mba Utami dari Prestasi Junior Indonesia menambahkan bahwa kerja sama informal sudah terjalin sejak 6 bulan lalu antara WhatsApp Business dan Prestasi Junior Indonesia yaitu melakukan pelatihan bisnis untuk pelajar. Sudah 100 peserta dari Jakarta dan Bandung yang mengikuti sesi webinar dan mentoring bisnis. Para peserta memberikan respon positif dan sangat tertarik memanfaatkan platform WhatsApp Business untuk melakukan usahanya.

Sebagai bagian dari program pelatihan WhatsApp Business, Prestasi Junior Indonesia membuat akun WhatsApp Business sendiri yang menampilkan Galeri Alumni Prestasi Junior Indonesia, mulai dari bisnis F&B, kecantikan, hingga pertanian yang memamerkan keanekaragaman bisnisnya dan membantu mereka terhubung dengan calon konsumen.

Pengusaha Muda Pengguna WhatsApp Business

Pada acara webinar ini, hadir juga dua pengusaha muda yang sudah memanfaatkan WhatsApp Business sebagai inovasi strategi pemasaran bisnisnya.  Yafeth Steven Wetipo, pengusaha kopi dari Papua yang memulai bisnisnya sejak tahun 2014. Yafeth ini memulai bisnis dengan tujuan mulia, lho yaitu membantu nilai jual kopi dari petani kopi di papua. Harga kopi mentah yang dijual para petani harganya sangat rendah sehingga para petani malas untuk membudidayakan kopi. Padahal kopi papua memiiliki potensi pasar dan citarasa yang unik. Oleh karenanya, Yafeth membangun rumah sangria kopi sehingga para petani mengolah biji kopi terlebih dahulu di rumah sangria dan nilai jual kopi pun meningkat.

Tahun 2-18, Yafeth mulai menggunakan WhatsApp Business dan merasakan banyak manfaatnya bagi perkembangan bisnisnya. WhatsApp Business membantu bisnis lebih efisien dancepat dalam prosesnya. Saat ini, bisnis kopi papua yang dikelola Yafeth sudah berkembang pesat dan memiliki pelanggan di seluruh wilayah Indonesia. Saat pandemi seperti ini, bisnisnya pun mengalami penurunan namun berkat penggunaan strategi pemasaran secara online dengan bantuan WhatsApp Business, sekarang bisnisnya kembali mengalami peningkatan.

Pengusaha kedua yang sharing pada acar webinar ini yaitu Adi Wahyu Prasetya yang mengelola bisnis bawang Hj. Bok Sri. Adi sebagai generasi kedua pemilik bisnis melakukan inovasi dengan memanfaat platform digital untuk pengembangan bisnisnya. Saat ini, pelanggannya tidak hanya di Kota Palu, tapi juga sudah menyebar dari Aceh hingga Jaya Pura. Adi juga berniat untuk melebarkan sayap bisnisnya sampai ke mancanegara.

Baik Yafeth dan Adi mengutarakan bahwa saat ini bisnisnya terdampak wabah covid-19. Namun, mereka bersyukur berkat strategi pemasaran online, bisnis mereka tetap bertahan walaupun mengalami penurunan. Keduanya mengaku tidak sampai merumahkan para pegawainya. Mereka tetap mempekerjakan para pegawainya di tengah situasi yang sulit ini.

Yafeth memberi semangat kepada para pelajar untuk tidak ragu menjalankan bisnis. Kejebur dulu dan rasakan beragam lika-liku berbisnis. Intinya, bisnis itu mesti praktek daripada teori. Hal ini sejalan juga dengan pesan dari Pak Wikan kepada pelajar untuk langsung praktek dan lakukan saja bisnis, lihat sekeliling, kira-kira apa yang dibutuhkan lingkungan sekitar dan bisa dijadikan lahan bisnis.

Saya pun merasa tercerahkan setelah mengikuti webinar ini. Walaupun sudah bukan pelajar, saya ingin memulai bisnis sendiri juga sambil berlatih Bersama Fathan yang memiliki bibit-bibit pebisnis. Oh iya, semoga program pelatihan ini terus berjalan dan berkembang dan saat Fathan sudah remaja nanti bisa ikut pelatihannya.

Oh iya, bagi pembaca yang ingin ikut program pelatihan ini bisa buka Galeri Alumni PJI di https://wa.me/c/6282112891109.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

16 Responses

  1. Kania says:

    Wah saya juga tertarik utk mencoba whatsapp bisnis nih mba, harus nomor baru atau bisa pakai nomor yg bisa kita gunakan ya?

  2. Akarui Cha says:

    Wahhh cocok nih buat adekku yang masih kuliah dan lagi tergoda untuk bikin bisnis pakaian sama temannya.

    Ijin aku share tulisan ini ke adekku ya mba.

  3. Segala bakat anak memang perlu dilatih sejak dini contohnya seperti bagan enterpreneurship seperti ini. Nanti kalau mereka sudah dewasa tinggal mengembangkan saja

  4. Dian says:

    Wah ini acara yg sangat bermafaat buat yg baru mulai belajar bisnis ya mbak..
    Memulai membuat sebuah usaha

  5. Intan Daswan says:

    Wah, salut nih sama Adek Fathan, kecil-kecil udah mau belajar jadi entrepreneur.

    Oya, ada beberapa orang yang aku kenal udah pakai whatsapp business ini dan memang ngasih efek yang bagus buat usahanya.

  6. Nia Haryanto says:

    Wah, keren banget nih pelatihannya. Gak lagi menyasar usia dewaasa ya, bahkan pelajar udah mulai diajak berbisnis. Iya sih, hari gini akan sangat susah untuk mengandalkan lapang kerja dari korporat atau pihak tertentu. Mending juga wirausaha. Dengan catatan sudah tahu dasar ilmunya. Ya lewat pelatihan inilah ajang cari ilmunya.

  7. Mporatne says:

    Sebenarnya enak kalau pakai whatsapp bisnis bisa set ucapan salam kepada para pembeli dan keuntungan lainnya. Semua ini terjadi untuk melancarkan usaha kita

  8. lendyagasshi says:

    Berbisnis memang keren yaa, teh…
    Dan membutuhkan mental yang kuat juga inovasi.
    Dengan mengikuti pelatihan, jadi semakin semangat menciptakan bisnis baru yang sesuai passionnya.

  9. Sefa Yulanda says:

    Keren yaa masih kecil udaa di siapkan untuk jadi interpreneur dan memang lebih baik usaha sendiri walaupun kecil tapi menjadi bos

  10. Fenni Bungsu says:

    Sesuai namanya junior, jadinya walaupun masih usia muda bukan halangan untuk bisa memulai bisnis, apalagi rajin pula mengikuti webinar shg makin tambah pula wawasan mengenai dunia usaha

  11. Masya Allah tabarakallah Farhan. Bangga ya pastinya mom anak punya inisiatif berwirausaha. No matter hasilnya Seberapa banyak.

    Anw bagus nih inovasinya PJI & WA Business. Salut!

  12. Nunung says:

    Waah keren sekali ya webinarnya . Bisa belajar bisnis dari para pengusaha. By the way bagus juga mengenalkan bisnis sejak anak-anak ya mbak.

  13. Aku udah pakai WhatsApp Bisnis mbak, tapi belum aku pakai dengan maksimal untuk berbisnis. Oh iya mbak anakku yang usianya 4th belum lama ini bilang “Ibu aku mau jualan sosis bakar” aku jadi terinspirasi sama si Abang yang jualan es

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *