Pujian=Motivasi?

Hampir kita semua menyukai pujian. Bahkan, pujian bisa dianggap sebagai kalimat sakti yang dapat membuat kita memacu prestasi. Kalimat pujian berupa kalimat positif yang dilontarkan oleh orang-orang di sekitar kita.

Namun, rupanya tidak setiap kalimat pujian itu efektif untuk setiap orang. Di kasus yang terjadi pada saya, ternyata kalimat positif belum tentu memacu saya untuk bergerak melakukan sesuatu. Kadangkala, kalimat bernada ‘merendahkan’ lebih efektif membuat saya bisa bergerak.

Contoh kasus, saat proses penyelesaian skripsi, saya sempat keteteran karena kegiatan magang di sebuah penerbitan. Saya sempat hamor ‘menyerah’ dengan niat akan menyelesaikannya di semester berikutnya. Lalu, seseorang yang saya anggap ‘sahabat’ berkata kepada saya, “Kamu nggak bisa selesai semester ini karena kamu begini…begini (kalimatnya di skip yaaa…)” Saat mendengar perkataan tersebut, secara otomatis saya tersinggung dan merasa direndahkan. Namun, rupanya dengan adanya kalimat tersebut, melecut saya untuk bisa menyelesaikan skripsi di semester ke delapan. Subhanallah … saya sangat bersyukur, dia mengatakan hal yang negatif tersebut karena ‘output’nya sangatlah positif. Saya bisa menyelesaikan semua agenda perkuliahan selama empat tahun.

Seringnya, saya merasa tersinggung jika ada orang yang menyepelekan kemampuan saya. Namun, rupanya hal itu malah bisa jadi pemicu positif untuk saya. ‘Seseorang’ mengetahui hal itu hingga sering memotivasi saya dengan cara demikian. Cara yang sangat efektif hingga saya bisa ‘bergerak’ dan melangkah. Pada mulanya saya tidak sadar dan mendahulukan emosi karena tersinggung. Tanpa disadari, sebenarnya cara itulah yang terbaik untuk saya terus memperbaiki diri. So, terbukalah dengan semua kritik dan masukan, bisa jadi itu adalah bahan pendorong kuat yang bisa membuat kita menjadi lebih baik.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

2 Responses

  1. jojo raharjo says:

    jadi ingat kata tukul, pujian adalah teror, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *