Review Buku Ngomik, Yuk! Trik Asyik Buat Komik

Belajar membuat komik

Siapa nih yang masa kecilnya ditemani komik? Atau sampai sekarang masih suka baca komik? Sewaktu masih SD, saya suka baca komik Petruk Gareng, lumayan seru, ceritanya lucu dan menghibur. Ada juga komik alam kubur, siksa neraka yang bikin merinding. Komik-komik kayak gitu sekarang masih ada, nggak ya? Kalau zaman saya SD, ada saja yang jualan depan sekolah. Lalu, saat SMP, selera berubah jadi suka komik Jepang alias Manga. Duh, zaman itu suka banget sama serial Candi-Candi, serial cantik, serial misteri, Topeng Kaca, dll. Sayangnya, kesukaan saya pada komik sempat mengikis hobi membaca. Saya jadi malas baca buku tebal-tebal. Untungnya hal itu tidak berlangsung lama.

Sekarang sudah lama nggak baca komik, tapi karena pernah bekerja di penerbitan dan sempat menerbitkan komik juga, akhirnya sedikitnya jadi belajar tentang komik. Ada beberapa komikus yang saya kenal juga. Beberapa komik hasil karyanya sudah saya baca. Pernah juga sih kepikiran pengen bikin komik sendiri, tapi apa daya ternyata nggak ada bakatnya. Ngomik, Yuk! Trik Asyik Buat Komik,  salah satu buku yang saya baca saat pengen bikin komik, kali aja ada pembaca juga yang pengen belajar bikin komik juga dan bisa jadi referensi. Buku karya Rohmat Kurnia ini cocok banget untuk pemula atau orang yang benar-benar awam dan ingin belajar komik. Bahasanya sederhana, lugas, dan mudah dicerna. Walaupun ada beberapa istilah khusus dalam dunia perkomikan, tapi mudah dimengerti, kok.

Pada awal bab, buku ini membahas definisi dari komik. Kata komik sendiri beraal dari bahasa Inggris, yayitu comic, yang bermakna membuat orang-orang tertawa. Kata comic juga berarti kata benda (noun) yang bermakna sebagai seorang pelawak.  Sementara kata komik yang merujuk pada buku komik dijelaskan oleh komikus senior Barat Will Eisner (Mc Cloud:2001) komik merupakan continued art, atau seni yang berturutan. Pemakaian istilah ini karena dalam komik, antara gambar pada panel satu dengan gambar pada panel berikutnya saling terkait satu sama lain. Keterkaitan tersebut akhirnya menghadirkan cerita yang utuh.

Bab selanjutnya, buku ini membahas sejarah komik, dan ternyata sudah sejak zaman dahulu manusia mengenal komik. Menurut pendapat pakar komik, Scott McCloud, komik merupakan media tertua dalam penyampaian pesan dalam hal ini untuk berkomunikasi. Bahkan, menurut penelitian, di Candi Borobudur juga terdapat relief-relief yang saling bertautan satu sama lain membangun sebuah kisah.

Bagian isi komik ada yang disebut panel yang merupakan bagian isi komik yang melingkupi sekuen gambar yang menunjukkan tautan cerita dari satu panel ke panel lainnya. Ada juga yang disebut balon suara berbentuk gelembung-gelembung berisi teks berisi dialog antartokoh. Selain itu, terdapat juga narasi yang berisi pengisahan atau deskiripsi suatu kejadian dalam sebuah cerita. Komik memiliki kelebihan lain yaitu efek suara dalam bentuk tulisan yang disebut onomatopoeia. Dalam membaca komik, pembaca juga akan semakin tenggelam dalam bacaannya karena adanya latar dan efek tokoh seperti efek tegang, efek marah, efek kaget, dan efek lembut.

Di dalam komik juga ada yang disebut closure atau peralihan antarpanel dalam komik yang kadangkala bersambung dari satu panel ke panel lainnya, namun adakalanya tidak, meskipun begitu pembaca tetap dapat menangkapnya sebagai sebuah keseluruhan.

Nah, bagian selanjutnya berisi pembahasan buat kamu yang ingin membuat komik. Ternyata untuk bisa membuat komik diperlukan ruang kerja khusus, mungkin maksudnya agar tidak udah terdistruksi oleh berbagai gangguan. Nah, di dalam ruang kerja diperlukan meja gambar yang dirancang khusus untuk menggambar komik, meja tersebut ada tambahan kaca dan lampu di bawahnya. Alat kerja yang harus disiapkan adalah pensil, pena, spidol, pena celup, penghapus, dan pastinya kertas gambar.

Selain alat kerja manusal, diperlukan juga alat kerja digital seperti PC, scanner,  mouse pen, dan printer . Beberapa perangkat lunak yang sebaiknya dikuasai di antaranya Photoshop, Paint Tool Sai, Manga Studio.

Apalah artinya semua alat kerja dan tools jika tidak bisa menggambar, yang pasti untuk membuat komik diperlukan kemampuan menggambar sehingga bisa membuat karakter komik. Ada beberapa karakter komik yang umum seperti karakter realis, karakter semirealis, karakter kartun.

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa dalam komik ada yang disebut panel yang berisi adegan-adegan cerita yang disampaikan, bisa dialog antartokoh, kejadian-kejadian,pemandangan dan sebagainya yang disampaikan dengan berbagai sudut pandang. Sedangkan pace disebut juga timing yaitu jarak antara satu kejadian dengan kejadian lainnya antarpanel. Penentuan pace ini bisa menentukan menarik atau tidaknya sebuah komik. Penentuan pace ini bisa menentukan menarik atau tidaknya sebuah komik. Pace yang cepat mungkin akan membuat pembaca merasa bosan karena kurangnya proses, sebaliknya pace yang lambat bisa memberikan waktu bagi pembaca untuk menikmati proses.

Bagi yang belum bisa menggambar, jangan khawatir buku ini tetap bermanfaat kok, apalagi bagi kamu yang suka menulis, bisa membuat komik, kok, caranya dengan membuat naskah skenario komik.. Dalam buku ini ada beberapa contoh naskah komik yang bisa dipelajari oleh kamu yang mau menulis komik. Setelah menulis naskah skenario komik, kamu bisa bekerja sama dengan seorang ilustrator untuk mewujudkan impian membuat komik.

Simpulan saya setelah membaca buku ini, buku ini cukup mudah dipahami bagi yang ingin belajar membuat komik, Tahap-tahapnya cukup mudah diikuti, disertai juga dengan contoh gambar. Bahkan, buat kamu yang belum bisa menggambar, bisa kok belajar menggambar dasar komik dari buku ini. Walaupun memang buku ini tidak secara khusus memberikan ulasan cara menggambar, tapi cukuplah sebagai pemula. Jika ingin serius menggambar, mungkin perlu tambahan buku khusus belajar menggambar komik.

Deskiripsi buku:

Judul                     : Ngomik, Yuk!Trik Asyik Buat Komik

Penulis                 : Rohmat Kurnia

Pnerbit                 :Bitread Publishing

 

 

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

23 Responses

  1. April Hamsa says:

    Komik hmmmm yang kusukai tu paling komik Disney (kangen eui lama tak baca hehe), Tintin, pokoke yang lucu2, oh ya sama Conan. Kalau yg pahlawan2 super gak terllau seneng apalagi yg gambarnya ribet hehe

    Ooo mbak dulu pernah nerbitin komik? Menulis dan gambar sendiri mbak?

  2. Wah keren Mbak bacaannya. Aku baca komik paling Conan, Doraemon zaman SMP dulu. Tapi suamiku suka gambar jadi mgkn pas baca buku ini

  3. Ruli retno says:

    Sepertinya bikin komik itu instring dan bakat juga ya. Karena banyak teman2 saya bisa gambar komik keren banget padahal gak pernah ada tutorialnya. Hanya berdasarkan yang dia liat doank. Sedangkan saya, meskipun ingin sekali bisa membuat komik tapi sepertinya gak akan bisa kalo tanpa tutorial

  4. Fania surya says:

    Boleh juga nih buku bacaannya. Dari dulu aku tuh juga ingin banget bisa bikin komik. Asyik kali ya. Nanti deh aku coba beli buku ini. Biar bisa gambar komik

  5. Marfa says:

    Ini buku cocok banget buat adiku yang emang suka gambar, bagus2 soalnya daripada saya sendiri ngerasa kaku. Kalau aku sendiri kurang suka cerita bergambar macam komik ini sendiri sih mbak hihi

  6. Keren nih bukunya.
    Sarat faedah

  7. Waktu aku kecil, aku suka dibeliin komik tokoh inspiratif giru karya Elex apa yak. Waktu itu dikasih Abraham Lincoln, Albert Einstein sama Thomas Alva Edison gitu. Aku suka banget bacanya itu. Komik seri lain malah jarang koleksi, kayak Shinchan atau Doraemon gitu.

  8. Rindang says:

    Wah nyerah duluan deh kalau bikin komik. Harus jago gambar kan ya. Tapi kalau baca komik aku juga suka. Dan kagum banget sama orang yg suka gambar.

  9. aku nggak bisa baca komik kak, hahah. bingung, bacanya mulai dari mana. yang dilakukan lebih dulu itu lihat gambarnya atau baca tulisannya dulu. Terus baca tulisannya dari mana? dari kiri atau kanan? dari atas atau bawah? hahaha. receh sih, tapi saya kebingungan sendiri menentukan pendirian saya untuk menenggelami komik.

    bisa sih baca komik, tapi yang komik pendek dan tertata. yang satu halaman cuma ada 4 ruang, yang bacanya dari kiri ke kanan, lalu dari atas ke bawah, juga harus yang berwarna. hahaha

    baca komik aja nggak bisa, ngegambar juga nggak bisa, jadinya… enggak ngomik. hahaha

    tapi bukunya Inshaa Allah akan kurekomendasikan ke teman2 yang hobi bikin komik, hehe, makasih yaa

  10. Bukunya lumayan komplit ya Mbak isinya. Dari arti komik, sejarah, sampai menggambar komik buat pemula. Eh tapi peralatan untuk ngomik banyak juga ya. Jadi inget kakak sepupu yg jago bikin komik. Diedit (atau diproses ya?) pake komputer jadi bagus banget hasilnya 🙂

  11. Sepertinya kita ada di angkatan yang sama, deh! :))
    Soalnya saya juga pernah mengalami baca komik petruk gareng dan siksa alam kubur.

    Saya gak begitu bisa menggambar, tapi keponakan saya bisa. Jadi kalau mau buat komik, saya buat ceritanya, biar keponakan saya yang ngegambarnya. Hehehe

  12. lendyagasshi says:

    Waah…jaman aku dulu yang rame Doraemon.
    Trus kaka koleksi Dragon Ball sama Detektif Conan.
    Pas SMA ada Arale.

    Kangeenn…
    Serial cantik dan serial misteri.

    Emm, ribet pasti yaa…membuat komik sampai finishingnya.
    Padahal kita kalau baca gak nyampe 30 menit uda beres.

  13. novia domi says:

    aku juga suka baca komik.. buatku komik adalah buku yang ringan tapi efeknya luar biasa bisa bikin senyum-senyum sendiri. hii

  14. Fenni Bungsu says:

    Daku nggak bisa bikin komik, karena bergambar aja nggak bagus . Tapi giliran baca komik, demen banget

  15. aku suka baca komik, apalagi yang ilustrasinya keren dan bikin ga bosen bacanya

  16. Aan says:

    Masih jarang buku panduan ngomik dari anak negeri. kalaupun ada, perspektifnya barat, pengen sih dapat insight dari kearifan lokal.menarik juga ada sebut borobudur

  17. Salut lho buat para komikuszaman now, butuh 2 ide, ide tulisan dan ide gambar. salut buat orang orang yang mau terjun dan belajar didunia ini. mantap djiwa

  18. Anis Khoir says:

    Bagi orang tua yang memiliki anak yang suka menggambar bisa nih diberikan buku ini karena Siapa tahu anak akan termotivasi untuk menjadi animator nantinya

  19. Wah, ini bisa jadi buku wajib para ilustrator komik pemula nih. Buat ponakanku bisa jadi referensi nih…

  20. Kayaknya cocok nih buku ini buat Kezia, dia suka gambar2 gitu tapi belom terarah banget.

  21. Awan says:

    Asyiik juga nih buku bacaannya Mba, jadi pengen bisa bikin komik juga jadinya. Cari akh nanti di toko buku, kali aja bisa asah kemampuan bikin komik 🙂

  22. Adriana Dian says:

    Waktu kecil suka juga bikin komik. Abis suka baca komik jadinya pengen buat komik sendiri jugaaa.. hihi. kebetulan anak aku juga suka bikin cerita bergambar nih, kayanya aku mesti beli buku ini deh utk si kakak. makasi infonya yaaaaa

  23. Grace Melia says:

    jadi pengen bisa bikin komik tapi gambarku kaya anak TK huhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *