Semangat Iitsaar dalam Berbisnis

Di sebuah majalah wanita muslimah —NOOR–, saya membaca artikel yang sangat menarik yaitu mengenai cara Rasulullah berbisnis dan mengembangkan bisnisnya. Di dalam artikel tersebut, digambarkan bagaimana Rasulullah dan istrinya Khadijahtidak hanya berorientasi pada aspek duniawi dan keuntungan materi, tapi juga berorientasi kuat pada pengembangan lingkungan sosial yang baik. Aspek pengembangan lingkungan social yang baik, pemberdayaan masyarakat, ketenggangrasaan yang tinggi kepada para pihak dalam berbisnis, prinsip sama-sama untung dan sama-sama besar.

Prinsip-prinsip tersebut menjadi basis dari cara Rasulullah berbisnis yang disebut spirit Iitsaa. Di dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa banyak korporasi yang besar karena memiliki rahasia dan manajemen pengembangannya dibingka oleh semangat itsaar. Mereka menjadi sukses dan besar karena disebabkam semua pihak yang terlibat baik itu pemilik saham, komisaris, direksi, manajer, tenaga ahli, karyawan, hingga mitra-mitra bisnis dari pihak luar berprinsip sama-sama untung dan sama-sama besar. Korporasi tersebut selalu memikirkan kepentingan dan kesejahteraan para pekerja.

Saya pernah membaca kisah pemimpin di Blue Bird yang mengatakan bahwa konsumen pertama perusahaan tersebut adalah para sopirnya. Merekalah yang pertama kali disejahterakan sehingga para sopir atau driver tersebut bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepara para penumpang armada ini. Seperti hal itu patut dicontoh oleh perusahaan yang ingin memiliki semangat iitsaar. Semangat untuk saling memberikan keuntungan. Tidak hanya keuntungan bagi pemilik modal tapi juga seluruh tim yang terkait dengan perusahaan.

Kebijakan perusahaan yang memudahkan karyawan dalam bekerja tentunya akan mendapat apresiasi yang tinggi juga dari karyawan. Perusahaan dapat bersedekah kepada karyawan dengan beragam cara. Hasilnya tentu bisa membuat karyawan semakin menghargai perusahaan. Perusahaan yang dapat memberikan kebahagiaan kepada karyawannya tentu akan mendapat berkah. Dengan sendirinya, karyawan pun akan berusaha keras untuk membesarkan perusahaan. Sehingga tugas membesarkan perusahaan tidak hanya di tangan para eksekutif dan pemegang kebijakan melainkan oleh seluruh tim yang tergabung dengan perusahaan tersebut. Saat ditanya, karyawan akan bangga membicarakan perusahaannya tempat bekerja. Bukan keluh kesah yang keluar melainkan aliran energi positif sehingga memberikan pengaruh yang lebih luas. Manfaat perusahaan dirasakan tidak hanya oleh perusahaan tapi lebih luas lagi oleh masyarakat sekitar.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *