Semua Perempuan Ingin Terlihat Cantik

Semua Perempuan Ingin Terlihat Cantik

Semua Perempuan Ingin Terlihat Cantik. Itu simpulan yang saya dapatkan dari hasil obral-obrol dengan sahabatku Ewi yang jago merias. Hihihi…maaf yah kalau ada yang tidak sependapat. Ini hanya obrolan antaraperempuan yang memang suka dandan. Sebenarnya dulu saya tidak suka dandan. Mungkin merasa belum butuh, mungkin karena dulu saya merasa oke tanpa make up, masih terlihat cantik, ceileeee… yang merasa cantik.

Seiring berjalannya waktu, setelah kelahiran anak pertama, kondisi saya sungguh amburadul dan awut-awutan. Berat badan yang tidak terkontrol hingga dikatai ikan buntal, wajah yang kusam tanpa perawatan, pucat pasi tanpa bedak dan lipstick. Tapi saya masih woles dan mendedikasikan seluruh waktu untuk merawat bayi. Lalu, saya ikut MLM yang produknya banyak produk kecantikan. Saya pun sadar bahwa sebagai perempuan saya jauh dari kata cantik. Saya belajar make up dengan rajin ikut beauty demo. Saya belajar bagaimana merawat wajah dengan skin care yang tepat untuk kulit wajah, saya belajar membentuk alis agar bisa membingkai wajah dengan sempurna, saya juga belajar memakai lipstik. Dulu, saya antibanget pakai lipstick karena rasanya aneh. Bibir kok jadi berasa dower, ya, hihihi…

Lalu pelan-pelan pakai warna nude, warna netral. Lihat orang lain tampak segar memakai lipstick warna genjreng, dicobalah. Wah, ternyata bagus, tuh pakai lipstick warna merah, pink, oranye, dan warna-warna cerah lainnya. Baiklah, saya jadi terbiasa dengan make up. Rasanya kalau keluar rumah tanpa membentuk alis terlebih dahulu serasa ada yang kurang. Rasanya kalau mata enggak dikasih eyeliner kayak yang carindul (bahasa Sunda) atau terlihat bengkak. Rasanya kalau enggak pakai lipstick kayaknya pucat banget nih wajah. Tentu saja saya jadi lebih percaya diri. Cuma bisanya make up minimalis gitu, make up seadanya,kalau mau pergi ke pesta atau acara serius masih belum jago.

Nah, ceritanya kemarin saya liat-liat TL di Instagram dan lihat sahabat saya Ewi memposting peralatan perangnya yang kece badai di akun IG-nya @sofiadma. Wow, jari ini langsung bereaksi dengan memberi komentar. Eh gayung bersambut, Ewi mengajak saya untuk dirias ala MUA sama dia. Hihihi..siapa yang nolak, mau didandanin dan dibikin cantik kok nolak. Langsung deh saya mleuncur ke rumah Ewi sambil menggembol dede Fakhira. Hihihi..untungnya pas sampai rumah Ewi, dede Fakhira bobo cantik, saya pun bisa leluasa didandani.

Ewi memperlihatkan peralatan perangnya yang lengkap dan bikin ngiler. Berbagai merk kosmetik yang kekinian dan bikin ngiler ada di suitecase-nya. Ada dari Sephora, Mineral Botanical, dan lain-lain. Hehehe..maklum saya enggak hapal. Mulai deh saya bersiap didandanin sambil ngobrol-nngobrol ringan. Menurut pengalaman Ewi sebagai perias alias MUA, pada dasarnya perempuan itu ingin terlihat cantik. Jadi, jika ada perempuan yang bilang enggak suka dandan, enggak mau lipstkan, enggak mau bedakan, mungkin memang merasa belum butuh. Bisa jadi suaminya memang tidak menuntut dia untuk berdandan atau sebab lainnya. Yang pasti sih, sekalinya didandanin,pastinya perempuan akan ketagihan. Apalagi jika terlihat cantik, manglingi, dan membuat suami terpesona khan bikin hepi.

mua-bandung-3

Beberapa merek kosmetik yang digunakan

Bisnis tata rias pengantin atau lebih dikenal dengan sebutan MUA memang lagi boomin. Tercatat beberapa teman yang saya kenal serius terjun di bisnis ini. Lalu, kenapa saya tidak? Terus terang, dulu sempat ikut kursus tata rias pengantin, tapi kayaknya memang passionnya lebih ke menulis, jadi lebih anteng mantengin laptop daripada mantengin muka orang.

bedak tabur digunakan untuk mengikat alas bedak dan shading

bedak tabur digunakan untuk mengikat alas bedak dan shading

Kenapa bisnis MUA sekarang lagi rame banget. Menurut pengamatan saya sih bukan hanya  karena makin banyaknya orang yang akan melangsungkan pesta pernikahan. Selain itu, bisnis MUA booming tidak lepas dari fenomena selfie atau keinginan tampil cantik dan bisa foto-foto selfie yang cetar di berbagai acara penting menjadi salah satu faktornya. Nah keinginan bisa tampil cantik difoto seringkali tidak dibarengi dengna kemampuan berdandan. Alhasil, bukannya dapat foto kece cetar yang menggetarkan, yang ada malah foto aneh dengan muka full make up yang tidak pada tempatnya. Nah, tentu saja, hal ini menjadi peluang bagi siapa saja yang jago merias wajah. Target MUA pastinya teman-teman yan mau foto wisuda,  orang yang mau pergi ke kondangan, blogger  yang mau bikin photoshoot eheeuuuummm…

Oke, saya pun mulai didandani. Awalnya, wajah dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu diolesi pelembab yang sesuai dengan jenis kulit saya yang normal-berminyak. Lanjut pakai alas bedak yang dibaurkan secara rata di wajah. Oh iya, untuk alas bedak warnanya satu tingkat di atas warna kulit. Biar enggak kayak topeng. Setelah itu mulai deh proses shading dimulai. Tulang pipi di bentuk, tulang hidung dibentuk. Hihihihi..saya sih pasrah aja, deh. Lengkapnya ada di video ini, ya.

 

Menurut Ewi yang paling susah adalah membentuk alis. Yeaay, memang sih, saya saja membentuk alis sendiri, sering mencong-mencong, apalagi alis orang lain. Salut deh sama Ewi yang bisa membuat alis cetar membahana badai.Hihih..lihat deh alisnya kece, khan.

Oh iya, kata Ewi, riasan yang diterapkan pada saya adalah riasan untuk ke pesta.Katanya sih bisa tahan lama bisa sampai malam. Apalagi kalau tidak terkena air. Wah, penasaran, kebetulan nanti malam saya mau nonton Konser D’Hits di Sabuga. Jadi penasaran riasannya masih nempel, enggak ya? Berhubung saya harus shalat, saya pun mengambil wudhu seperti biasa. Terhitung, saya wudhu tiga kali, shalat Dzuhur, shalat Ashar, dan shalat Maghrib, lalu cuci muka saat mandi. Hasilnya, tradaaaa….

Make up masih oke padahal sudah wudhu 3x dan cuci muka 1x

Make up masih oke padahal sudah wudhu 3x dan cuci muka 1x

Make up masih nempel walaupun tidak sesempurna tadi pagi. Tapi beneran, lho, saya enggak harus pakai alas bedak lagi, bedak. Cukup pakai lipstick karena memang sudah luntur karena makan dan minum. Kata Ewi sih memang ketahanan make up terletak pada kualitas make up yang digunakan dan teknik yang dipakai. Sudah saya bilang sebelumnya khan kalau Ewi pakai produk-produk yang keren, nih. Hehehe..didandani sama Ewi saya jadi merasakan kualitas Sephora dan produk luar lainnya. Hihihi..seneng, deh.

Oh iya, ini hasil make up-nya,gimana? Beda banget, khan, pangling, khan. Hihihi… yang mau didandani sama Ewi bisa liat dulu deh hasil make up-nya di IG @sofiadma. Hehehehe … bisa jadi ratu sehari itu menyenangkan, lho.

mua-bandung-6

Oh iya, menurut Ewi, kalau di Kota Besar, MUA itu banyak banget, bisa ribuan jumlahnya.  Jadi memang persaingan sangat ketat. Beda banget dengan MUA yang ada di daerah yang cenderung persaingan tidak terlalu ketat sehingga bisa mematok harga mahal.

Salah satu siasat Ewi untuk bersaing di bisnis MUA adalah menggunakan produk-produk kosmetik berkualitas didukung oleh teknik-teknik tata rias yang semakin ditingkatkan dan disesuaikan dengan tren tata rias saat ini.

Ini dia tips jago make up ala @Sofiadma:

  1. Jangan ragu untuk terus belajar teknik MUA, belajar bisa dari mana saja dan siapa saja.
  2. Selalu amati tren make up, bisa lihat di sosial media, majalah, dan lain-lain.
  3. Jangan malas datang ke acara pameran dengan tema weding, biasanya selalu ada ilmu baru dan bisa melihat tren tata rias terbaru.
  4. Selain belajar make up, belajar juga fashion weding, kayak model baju pengantin yang lagi kekinian, teknik hijab yang lagi tren, dan lain-lain.
  5. Pertahankan kualitas dengan mempergunakan produk yang benar-benar bagus baik dari segi ketahanan, komposisi, dan bahan-bahannya, sehingga tidak merugikan konsumen.
  6. Bekerjalah dengan passion karena bekerja dengan passion membuat lebih all out dan tentunya tanpa beban saat mengerjakannya.
  7. Jalin hubungan relasi dengan siapa saja, sehingga bisa memperluas jaringan pertemanan dan membuka banyak pintu rezeki.
  8. Perbaiki terus teknik merias sehingga bisa memberikan hasil maksimal kepada konsumen.

Senang sekali bisa belajar dari Ewi. Kenal dari zaman masih SMU dan sekarang sudah menjelma menjadi seorang profesional di bidang tata rias. Duuuh, bangga, deh. Saya juga jadi belajar banyak tentang make up, mana make up yang tepat untuk saya dan mana yang tidak.

Oh iya, buat saya, dandan adalah salah satu obat stres, salah satu kegiatan yang menjaga kewarasan di tengah gempuran problematika kehidupan. Dengan berdandan muncul perasaan bahwa diri ini cantik, bahwa diri ini patut dihargai, bahwa diri ini pantas dicintai. Jadi, jangan antidandan ya… dandan bisa membuat dunia lebih indah dan berwarna, sesemarak bibirmu yang memakai gincu. Selamat dandan dan bercantik ria. Karena pada dasarnya semua perempuan ingin terlihat cantik.

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

6 Responses

  1. Cantikkkk… mekapnya bagus..soft dan masih kelihatan karakter aslinya. Jadi gak yang…. berubahhhh! ha..ha…

  2. ivonie says:

    Cantiiik mbak.
    Aku pribadi sih, akalu dandan yang ala make up gitu memang juarang. pilih yang simpel, paling pelembab,, bedak, lisptik doang hihihi.

  3. Keke Naima says:

    Jadi inget ketika saya menikah. Leboh memilih pakai jasa MUA daripada make up pengantin tradisional 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *