Serunya Piknik di The Farm House

Foto bareng teman-teman di Farm House

Foto bareng teman-teman di Farm House

Serunya Piknik di The Farm House. Piknik emang seru apalagi jika dilakukan dengan seluruh keluarga. Apalagi sekarang sudah banyak tempat wisata yang menawarkan berbagai fasilitas yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya destinasi wisata terbaru di Bandung yaitu The Farm House Lembang.  Tempat ini emang langsung ngehits sejak dibuka pertama kali bulan November 2015. Salah satu penyebab tempat ini langsung menarik perhatian yaitu media sosial yang banyak merekomendasikan The Farm House. Begitu pun dengan saya yang langsung ngiler pengen ke Farm House begitu melihat postingan teman saya yang sudah foto-foto cantik di sana. Penasaran banget ingin ke sana tapi belum ada waktu yang pas. Akhir pekan selalu saya pakai untuk ke Sukabumi. Sementara hari biasa tentunya saya harus masuk kerja. Apalagi banyak yang merekomendasikan kalau mau ke Farm House itu sebaiknya hari kerja karena kalau akhir pekan atau hari libur penuh banget. Apalagi jalan ke arah Lembang selalu macet pada akhir pekan.

Kebutuhan untuk refreshing ternyata memang wajib dipenuhi. Kurang piknik bisa berdampak juga sama semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Apalagi seringkali merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Saat melihat ada tanggal merah di kalender saya memutuskan untuk ambil cuti. Soalnya saya tidak ingin piknik di hari libur, bisa-bisa kurang menikmati acara pikniknya. Kebetulan, sehari sebelum tanggal merah ada kegiatan di sekolah Fathan. Jadi, saya mengambil cuti dua hari. Hehehe … yihaaaa … cuti disetujui sekarang waktunya piknik. Makanya saya sangat senang bisa menikmati serunya piknik di The Farm House.

Saya sengaja piknik bersama teman-teman karena memang membutuhkan ‘me time’. Setelah setiap hari disibukkan dengan urusan pekerjaan, rumah tangga, dan mengurus anak-anak, rasanya sudah sewajarnya saya membutuhkan waktu bersama teman-teman. Bukannya tidak mau mengajak anak-anak, hanya saja untuk saat ini saya membutuhkan waktu untuk refreshing. Pergi bersama anak sudah ada jadwalnya, sekarang waktunya pergi piknik bersama teman-teman.

So, hari yang dijanjikan pun tiba. Kami tiba di Farm House pukul 11.00 pagi. Ternyata The Farm House dekat dari Ledeng. Sebelumnya saya pikir Farm House dekat The Ranch atau Floating Market. Asyik, perjalanan pun tidak macet. Tiba di sana, ternyata suasana sudah ramai. Untung masih kebagian tempat parkir. Padahal ini hari kerja tapi Farm House Lembang sudah penuh. Ini menunjukkan animo masyarakat terhadap The Farm House Lembang sangat tinggi. Tempat parkir yang sangat luas ini ternyata sudah mulai penuh oleh kendaraan, baik itu kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua. Ternyata tempat parkir ini bisa memuat 200 mobil, lho. Walaupun begitu, saat weekend tempat parkir yang luas ini ternyata masih saja overload sehingga banyak mobil yang parkir di pinggir jalan Lembang.

Tempat parkir yang luas, muat 200 mobil

Tempat parkir yang luas, muat 200 mobil

Dari tempat parkir, saya bersama teman-teman langsung menuju pintu masuk. Tiket yang tadi dibeli dengan harga 20K bisa ditukar di pintu masuk, tukarnya dengan sosis atau segelas susu. Waaaw, seru, saya pilih tukar dengan sosis, deh. Setelah masuk ternyata perut keruyukan, heumm …sepertinya isi perut dulu, deh, biar jalan-jalannya semangat dan penuh energi, ealaaaahh….

Tempat penukaran sosis di Farm House

Tempat penukaran sosis di Farm House

Ini sosisnya menggoda sekali untuk disantap

Ini sosisnya menggoda sekali untuk disantap

Di dalam area Farm House sudah ada rumah makan Backyard Kitchen yang menyediakan berbagai menu, mulai dari menu Eropa dan menu nusantara. Berhubung saya lagi pengen makanan berdaging, saya pilih menu Steak Wagyu. Untuk minumannya saya pilih teh leci yang direkomendasiin banget di sana. Teman-teman yang lain ada yang memilih salad, spageti bolognise, dan lain-lain. Untuk steak wagyu-nya enak deh, daging sapinya juisy banget, lembut, bumbunya meresap, dan tingkat kematangannya pas. Porsinya cukup besar hahaha…Menuhin lambung yang memang minta diisi ini mah. Setelah kenyang makan, foto-foto, deh, soalnya desain interior resto-nya kece banget. Konon katanya sih suka dipakai untuk prewed foto session juga. Nggak, heran, emang view dan desainnya cucok banget, deh.

menu makan siang: Wagyu steak

menu makan siang: Wagyu steak

Dengan perut kenyang, siap deh jalan-jalan. Situasi cukup ramai, tapi saya penasaran dengan orang-orang yang dari tadi wara-wiri pakai baju bergaya Eropa. Siapa sih, mereka? Usut punya usut, ternyata di Farm House disediakan tempat penyewaan baju bergaya Eropa. Siapa pun bisa menyewa kostum dengan mengeluarkan kocek cukup 75K. Bisa dipakai selama satu jam dan dipakai berkeliling area Farm House dan berfoto ria di sana. Menurut bisik-bisik tetangga, memakai kostum bergaya Eropa merupakan salah satu tujuan pengunjung datang ke Farm House. Malah banyak yang datang dari luar Pulau Jawa. Farm House sudah dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh Indonesia, lho. Waaw, itu berarti memang Farm House emang tempat wisata yang lagi kekiniaan banget, ya.

Konsep desain bergaya Eropa

Konsep desain bergaya Eropa

Secara keseluruhan, desain eksterior dan interior di Farm House memang dengan konsep Eropa. Lokasinya yang strategis, udara yang sejuk, serta bangunan bergaya Eropa yang khas tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ternyata Farm House ini masih bagian dari kelompok bisnis The Big Price Cut, raja Fo di Bandung. Selain Farm House, para wisatawan di Bandung sudah tidak asing dengan tempat wisata Floating Market dan The Ranch. Nah, Farm House masih satu darah dengan Floating Market dan The Ranch. Konsep penukaran tiket dengan susu atau sosis memang sudah ciri khas mereka. Ternyata untuk pengolahan susu dan sosis punya pabrik sendiri yang dijamin higienis dan nikmat. Kapan-kapan pengen deh main ke tempat pengolahan sosis dan susunya.

Berpose di Rumah Hobit

Berpose di Rumah Hobit

Saya pun tidak mau ketinggalan cari spot-spot lucu untuk foto-foto. Soalnya orang datang ke Farm House itu emang untuk foto-foto, hahaha … Salah satu tujuan tempat foto yaitu Rumah Hobit. Waaah, mau foto di sana, antre dulu, lho. Banyak orang yang memang ingin foto di sana. Di dekat Rumah Hobit juga terdapat binatang-binatang lucu yang memang disediakan untuk anak-anak. Di sana ada domba, kambing, iguana, kelinci, dan kura-kura. Anak-anak bisa lho memberi mereka makan dengan membeli makanan ternak seharga 5K. Seru, lho, anak-anak suka banget memberi makan pada binatang. Memberi makan binatang juga mengajarkan anak untuk mencintai dan menyayangi makhluk hidup, lho. Untuk kebersihan, jangan khawatir, di sana disediakan area cuci tangan untuk anak-anak,jadi setelah memberi makan binatang bisa langsung cuci tangan. Tempatnya juga sangat bersih jadi banyak orangtua dan anak-anak yang berpose bersama binatang. Tapi jangan heran kalau ada anak yang nangis karena ingin membawa binatang dari sana karena memang anak-anak bisa membeli anak-anak kelinci yang imut dan lucu. Sayangnya, banyak orangtua yang khawatir anak-anak tidak merawatnya di rumah sehingga belum mengizinkan mereka untuk membeli anak-anak kelinci. Hehehe… saya pun belum tentu membelikan Fathan kelinci, hehehe…

Memberi makan domba

Memberi makan domba

Setelah puas foto-foto di Rumah Hobit dan memberi makan binatang, saya dan teman-teman pun lanjut ke gembok cinta. Hahaha …inget khan kalau di drama korea suka ada tuh adegan sepasang kekasih yang memberi tulisan namanya dan kekasih di gembok kemudian gembok itu di pasang di Namsan Tower, Seoul – Korea Selatan. Nah ternyata di Farm House juga ada. Buat yang ingin mengabadikan namanya dan sang kekasih di sana bisa membeli gembok seharga 25K lalu pasang deh gemboknya di sana. Di sana juga disediakan toko asesoris yang lucu-lucu banget. Yang mau beli jajanan khas Bandung pun tersedia.

Pagar gembok cinta

Pagar gembok cinta

Toko yang menjual berbagai asesoris unik dan cantik

Toko yang menjual berbagai asesoris unik dan cantik

Toko camilan yang unik

Toko camilan yang unik

Setelah keliling-keliling ternyata perut mulai minta diganjel lagi, hahaha… untung deh di sana juga jual camilan croissant. Heummm..yummy, rasanya lezat. Satu croissant harganya 5K, minimal pembelian 4 croisant. Eenakkk…enaaak…enak …

Croisant di Farm House, enaaak

Croisant di Farm House, enaaak

Ternyata capek juga berkeliling, tanpa terasa sudah waktunya shalat Ashar. Ahaaa… di Farm House juga tersedia fasilitas mushola yang luas dan bersih. Pengunjung seperti saya pun akan tetap bisa beribadah walaupun sedang piknik seru. Ah, buat yang ingin beli oleh-oleh juga bisa, lho. Banyak tersedia pernak-pernik oleh-oleh dari Farm House yang tentunya beda dan unik. So, nggak rugi piknik ke Farm House dijamin seru. Saya juga ingin ke sana lagi bawa anak-anak, biar bisa foto-foto seru bareng keluarga.

Mushola luas dan bersih

Mushola luas dan bersih

Nah itu, cerita Serunya Piknik di The Farm House. Bagaimana dengan kamu?

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

8 Responses

  1. Ety Abdoel says:

    Domba-dombanya lucuuuk. Piknik emang seru kalau rame-rame.
    Saya belum pernah berkunjung kemari.

  2. Rachma says:

    seruuu banget mba. Lagi kepengen pergi ke Farm House nih, dan memang harus diniatin cuti yaa untuk emak dan ayah bekerja, biar ga kena macet 🙂

  3. Adetruna says:

    Mantaf review yg all out!

    Me time, kurang piknik alasan kuat berangkat ke Farmhouse Lembang. Setuju!!!

  4. adjie says:

    Makan siang disitu menunya apa aja ya??
    Selain steak gitu hehe..
    Oiya range harga berapaan tuh??

    Thanks before 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *