Sisi Lain Seorang Yuni Rahmat

yuni-rahmat

Blogger kece ini sudah dikenal sebagai survivor kanker. Keteguhannya dalam melawan penyakit mematikan ini memang banyak menginspirasi orang banyak, termasuk saya. Kisah Mba Yuni dalam perjalanannya melawan kanker dapat dibaca di blognya http://yunirahmat.blogspot.co.id. Yuni Rahmat punsudah menerbitkan beberapa judul buku, salah satunya buku yang membahas tentang kanker berjudul Kanker Bukan Akhir Dunia , Elex Media. Selain itu, Yuni Rahmat juga pernah meraih beberapa penghargaan yaitu Penghargaan Perempuan Terinspirasi IIDN tahun 2014, Finalis Kartini Next Generation (KNG) 2015 KOMINFO, dan 15 Ibu Hebat Versi The Asian Parent. Kisahnya pun banyak diliput oleh media di antaranya Majalah Kartini, Majalah Paras, Majalah Scarf Magazine, Tabloid My Mommy, Majalah Kharisma, Harian Kaltim Post, Harian Tribun Kaltim, Radio Paras FM, Radio Sonara FM. Namun, sebagai seorang ibu, saya ingin melihat sisi lain seorang Yuni Rahmat, tidak sebagai survivor kanker melainkan sebagai seorang ibu.

Kenapa saya ingin melihat sisi lain Yuni Rahmat sebagai seorang ibu? Karena saya pun sama, saya seorang ibu. Dan saya bisa belajar banyak dari Yuni Rahmat. Di tengah kesibukannya dalam menjalani terapi pengobatan kanker, Yuni Rahmat tidak pernah sedikit pun melalaikan tugasnya sebagai seorang ibu. Dikarunia tiga orang anak tentunya merupakan kebahagiaan bagi Yuni Rahmat. Sehingga, Mba Yuni membagi kebahagiaannya bersama anak-anaknya di blognya http://triwahyunizuhri.blogspot.co.id/.

Di blognya tersebut, Mba Yuni banyak bercerita tentang kejadian sehari-harinya sebagai seorang ibu bersama anak-anaknya. Mengikuti cerita tentang anak-anaknya Mba Yuni, sering membuat saya tersenyum sendiri membayangkan kejadian-kejadian yang mereka alami. Salah satu kejadian lucu yang diceritakan Mba Yuni yaitu saat putrinya bernama Raisyah sakit panas lalu tidur bersamanya. Sementara si bungsu yang bernama Lupi harus dipindahkan tidurnya karena khawatir tertular sakit dari kakaknya. Padahal, selama ini Lupi tidak berpisah tidur dari mamanya. Lalu, Lupi yang baru berusia 4 tahun tersebut mencari akal agar bisa tidur dengan kakak dan mamanya. Lupi pura-pura panas agar bisa tidur bareng kakaknya. Hehehe…lucunya Lupi.

Salah satu postingan Mba Yuni yang membuat saya menangis berjudul Surat untuk Anakku Raisyah. Dalam postingannya tersebut, Mba Yuni mengungkapkan betapa sayangnya Mba Yuni terhadap anak-anaknya. Mba Yuni pun menggambarkan kekhawatirannya sebagai seorang ibu jika tidak bisa menemani anak-anaknya tumbuh dan dewasa. Terutama, Raisyah. Mba Yuni yang terkena kamker stadium lanjut . Ini salah satu paragraf dalam postingan yang membuat saya terharu.

Raisyah,

Apakah Raisyah berfikir mama jahat?  Terkadang mama berusaha untuk tidak sering memelukmu, memanjamu, dan mengajakmu ke tempat yang Raisyah mau.  Mama tidak ingin melukai hati mama dan menyesal terlalu dalam.  Kanker dalam diri mama, membuat mama selalu bekejaran dengan waktu dan waktu.  Ketika memelukmu erat,  saat itulah mama menjadi lemah dan sedih.  Di saat itulah mama kadang mengutuk kanker yang menggerogoti tubuh mama.  Kanker itu pula yang membuat mama tidak bisa beraktifitas seperti  ibu lain.  mama tidak bisa mengantar dan menjemput Raisyah seperti ibu-ibu lain menjemput anak-anaknya.  mama tidak bisa sering-sering membawa Raisyah berjalan-jalan seprti ibu-ibu lain membawa anak-anaknya jalan.

 

Dari Mba Yuni, saya belajar banyak bagaimana menjadi seorang ibu. Setiap orang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki mba Yuni karena sakit kanker yang dideritanya, Mba Yuni tetap semangat dan menjadi seorang ibu yang hebat.

 

Itulah sisi lain seorang Yuni Rahmat yang membuat saya terhanyut dalam kisahnya. Semangat terus ya Mba Yuni, teruslah menginspirasi. Cepat sembuh, sehat selalu.

 

rani yulianty

Dulu sempat menulis buku anak dan sudah menerbitkan sekitar 100an buku anak. Sekarang masih menulis satu dua buku anak dalam setahun. Lagi asyik ngeblog dan menikmati kegiatan ngeblognya, mau diundang event hayu, dikasih job review oke, nulis review tanpa embel-embel pesanan dari brand juga suka, kok karena merasa puas dengan produk yang dipakai. Suka jalan, suka jajan, suka anak-anak. Blog tentang anaknya ada di www.ceritaanakbunda.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *